Arsip Tag: kebahagiaan

Kebahagiaan Tidak Dicari, Tapi Dibuat

Hidup konon adalah pencarian kebahagiaan, seolah kebahagiaan itu sesuatu yang berada di luar diri kita, diam dengan anggun di negeri yang jauh, menunggu kita datang menjemput.

Gambar

Maka pengembaraan panjang—dan kadang tak berujung—itu pun dimulai. Sebagian besar dari ruas usia kita yang sangat terbatas, habis terpakai dalam perjalanan itu.

Banyak orang yang terlalu sibuk mencari kebahagiaan sehingga lupa untuk berbahagia.

Dia ada di dalam. Kita tak harus mencarinya, tetapi membuatnya, merakitnya, meraciknya, dari bahan-bahan yang sesungguhnya sudah ada di dalam diri kita sendiri. Kebahagiaan bukanlah keadaan yang mesti ditunggu atau atau situasi yang harus dicari, tetapi keputusan yang harus dibuat, pilihan yang mesti diambil. Bukan sesuatu yang dimasukkan dari luar, tetapi dikeluarkan dari dalam. Baca lebih lanjut

Iklan

Kita Tak Bahagia, Mungkin Karena Kita Bodoh

Mungkin ada orang yang ga minat nikah, ga berpikir untuk punya anak, atau ga terlalu semangat memburu uang, bahkan ngga terobsesi dengan seks. Tapi siapa yang ga mau bahagia? Ayo tunjuk burung!

Pastinya, kita semua pengen dunk. Kita udah didesain secara sistematis untuk memburu kesenangan, seperti bunga matahari ditakdirkan tunduk menghadap sang surya.

Sayangnya, tak ada (kebahagiaan) yang abadi. Dan kita pun bergegas memburunya lagi. Kebahagiaan – seperti tali pusar bayi – adalah sesuatu yang efemeral, hanya ada untuk suatu masa dan menghilang sesudahnya. Baca lebih lanjut

Kaya Itu Satu Hal, dan Bahagia Adalah Hal Lain

Range Rover nan gagah itu. Full optionnya, Rp 2,4 M saja.

Range Rover nan gagah itu. Full optionnya, Rp 2,4 M "saja".

Namanya pendek saja; Anif. Tapi dia diyakini sebagai (salah satu) orang paling kaya di Sumatera Utara. Bisnisnya ada di sektor perkebunan, properti, sarang burung walet, dan entah apa lagi.

 

Sekadar “perkenalan”, dia abang kandung dari Rahmat Shah, bokap Raline, yang difavoritkan menang jadi Putri Indonesia itu, dan udah lama besanan ama Hamzah Haz, yg mantan wapres.

Karena saya sedang menulis biografinya – bukan untuk dijual, lebih sebagai ‘warisan’ bagi anak-anaknya, sehingga belum tentu dicetak – saya punya akses untuk masuk ke sisi kehidupannya yang agak personal, dan tentu saja kesempatan mengalami gaya hidup manusia kelas premium. Huehehe, keliatan deh kampungannya gw. Baca lebih lanjut