Arsip Kategori: surat pembaca

Agama Itu Seperti Emak, Bini, dan Anak

Sudah lebih dari 1000 komentar untuk posting “Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar”. Rekor untuk blog ini. Entah itu layak dibanggakan, atau justru meresahkan. Nah, di tengah kemarau ide, di antara sekian banyak komentar itu, kutemukan satu yang tidak saja “berisi”, tetapi juga menggelitik dalam pencerahannya.

Dikirim oleh pembaca dengan nick Sigunting, satu-satunya “identitas” dirinya yg kutau. Baca lebih lanjut

Iklan

Surat Seorang Kristen Kepada Saudaranya

Awalnya posting di bawah ini adalah komentar untuk artikel “Bisa Hidup Tanpa Agama Tapi Tidak Tanpa Cinta” yang tadinya juga merupakan komentar Jarar Siahaan untuk menanggapi postinganku tentang kisah migrasi imannya: Justru Setelah Jadi Muslim Aku Jadi Tahu Kristen Itu Benar.

Komentar yang dikirim oleh seorang penganut Kristen yang kebetulan satu marga dengan Jarar – Rikardo Siahaan – ini kuanggap sangat bagus; berbobot sekaligus disampaikan dalam bahasa yang sejuk. Saya selalu suka cara mengungkapkan pikiran seperti itu, apalagi dalam topik agama, yang umumnya sangat sensitif. Semoga bermanfaat.

Baca lebih lanjut

An Antithesis to Nesiaweekism

Do you realize why it is so easy for men to lie, to love, to tease, to flirt, to make love to a total stranger, even to rape?

Few days ago, I can’t help noticed bunch of writings with subject about women that’s written by man. Some are true some are very very wrong.

Instead of correcting those wrong parts, we -women- prefer to chew them, slowly. What we have left?

Confusions. Lots of them.

We go like, wow, I don’t really understand what he s saying but it seems true and … hmm, I don’t know, he could be right. Who cares anyway? I enjoy his company and don’t mind with those bubblings. (God, have mercy on us!)

Baca lebih lanjut