Arsip Kategori: soulmate

Menikah, Menerima Takdir yang Indah…

Untuk istriku, ibu dari anak-anakku, takdirku yang indah…

Mencintai sepenuh hati itu tak sulit, bahkan kadang hati kita bukan lagi penuh, tetapi sampai meluap. Yang sulit adalah untuk tetap mencintai sepenuh hati karena waktu adalah tantangan terbesar bagi cinta.

Tubuh, sifat, persoalan hidup, pengetahuan, termasuk perasaan terdalam, semuanya (bisa)  berubah. Apakah bisa mencintainya dengan totalitas yang sama, baik ketika dia masih cantik dan mulus maupun saat sudah tua, mengerut, dan berbau? (Dikutip dari posting lama: Cinta, Kerumitan yang Sederhana).

Walau bukan fans Om Mario Teguh, cukup banyak kata-katanya yang tak bisa terhapus dari file ingatan, terutama yang ini; “Untuk membangun jodoh, sedari awal tuntutlah yang terbaik. Setelah menikah terima apa adanya!” Baca lebih lanjut

Cinta: Sisi Lain

Tak pernah dan tak akan ada yang sedekat itu. Tak akan ada yang mencintaimu, dengan segala ketidaksempurnaanmu yang bahkan kau sendiri tak pernah tahu. Kau tak perlu berpura-pura, memaksa diri menjadi seseorang yang lain, yang kau tak pernah bisa.

Mencintainya, hari demi hari, adalah mencintai dirimu sendiri. Adalah mencintai kekonyolan, kelatahan, serpih-serpih terdalam di dirimu, yang selama ini kausekat rapat-rapat, kaupendam dalam-dalam.

Tak siapapun, tak juga dirimu sendiri, yang sanggup memahami segala hal tentangmu. Dan memang tak perlu, pun tak cukup waktu untuk itu. Yang penting, dalam setiap momen yang ada, ekspresikan segala yang kau rasakan, proyeksikan semua yang kau impikan. Biar menyeruak, seperti pusaran debu diterbangkan angin. Bukankah salju pun membiarkan dirinya meleleh di gerbang musim semi, tanpa pernah sempat memperkenalkan dirinya pada kuncup dan kelopak bunga. Baca lebih lanjut

Pergilah Seperti Uap, Karena Kutau, Kau Akan Kembali Sebagai Hujan (Part II)

Mungkin satu-satunya cara membuatmu percaya, bahwa rumah inilah tempat dirimu sepenuhnya diterima, adalah dengan membiarkanmu melanglang hingga ke tepi dunia.

Juga hanya dengan melepasmu melahap semua pesona dan gairah, kau akhirnya tahu bahwa untukmu, akulah yang terindah.

Di puncak lelah, kau pun pulang ke rumah. Tapi aku tak merasa jadi penunggu tempat sampah. Justru ini bukti keberanianku menjajal kualitas dengan siapa saja yang bisa kau temukan di luar sana.

Dunia memang tempat yang panas, membuatmu mendidih, hilang menguap seperti dihisap awang-awang. Tapi biarlah kau pergi seperti uap, karena kutahu, langit tanpa batas akan membuatmu kesepian, dan kau pun pulang sebagai hujan. Kemudian aku menari di bawah curahmu, dengan kemarau rindu yang kering meretak. Tarianku lincah, liukanku indah, seperti pertama dulu, karena hujan selalu saja baru. Baca lebih lanjut

Mencintaimu, tanpa Mengambil Satu Hal pun Darimu

Jika aku bisa menghentikan denyut waktu, ku ingin menaruhmu ke dalam sebuah bingkai, menangkap cahaya di sekitarmu, mengagungkanmu dengan gita dan puja, memajang mengusungmu sebagaimana kau mestinya terlihat, lepas pisah dari noda dan pesona pada permukaan keseharian…

Kemudian aku akan berlutut, di sini di tengah jalanan, mengambil gambarmu. Tapi siapa yang akan percaya? Apakah hanya aku yang bisa melihatnya? Aku hanya ingin memandang, sebelum sesaat kemudian kau menghilang.

Aku hanya ingin mencintaimu, tanpa harus merenggut satu hal pun, dari dirimu… Baca lebih lanjut

Sms Kosong pun Ada Maknanya…

Ponsel Anda berdering. Ada sms masuk di Inbox. Pengirimnya seseorang yang Anda kenal. Pas dibuka, eh, isinya kosong. Reaksi Anda? Mungkin kesel, trus ngirim reply semacam, “Apaan sih?”, atau setidaknya membalas dengan sms kosong juga.

Sms kosong kerap dijadikan orang sebagai alat pendeteksi, kapan nomor yang dikirimi sms itu aktif, yang segera diketahui melalui laporan pengiriman atau delivery report. Langkah yang lebih cerdas, ketimbang harus menghubungi tiap lima menit, hanya untuk mendengar jawaban yang sama, “Nomor yang Anda tuju masih selingkuh, mohon sabar menunggu giliran, beberapa menit lagi“.

Terus bagaimana pula, bila orang yang sama mengirimi Anda sms kosong berkali-kali, atau 3 kali sehari, kayak makan antibiotik? Sementara Anda sendiri tipikal orang yang mengaktifkan ponsel 24 jam, seperti SPBU di Jalur Pantura, jadi ngga perlu dideteksi segala. Baca lebih lanjut

Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar

Sebelumnya, saya klarifikasi dulu bahwa selingkuh yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jenis “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Jadi, para pelakunya tetap bertekad untuk mempertahankan keutuhan keluarga, karena satu dan lain sebab.

Perselingkuhan terjadi lebih sering karena faktor internal di diri pelaku, daripada akibat pengaruh atau sebab-sebab di luar dirinya. Buktinya, lelaki lebih rentan berselingkuh, padahal potensi ketidakpuasan kepada pasangan, rasanya sama besar baik di kalangan pria maupun bagi kaum wanita. (Jangan-jangan malah lebih besar di kalangan wanita, sebenarnya).

Makanya seorang kawan pernah bilang, wanita perlu sebab yang kuat dan situasi yang kompleks untuk berselingkuh – acap kali merupakan “sarana” balas dendam atas perselingkuhan yang lebih dulu dilakukan lelakinya – sementara di sisi lain, lelaki seringkali tak memerlukan sebab apapun untuk melakukannya. Baca lebih lanjut

Mengapa Ungkapan Cinta dalam Bahasa Indonesia Terasa Gombal?

Membaca, apalagi menerima sms seperti ini, “Your heart is mine… there I reign, I’m content”, rasanya dada si penerima akan bergetar, sehalus apapun itu.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

SHIMMER AUTUMN DAY - M KRACKOWIZER. Tak hanya kata, sebuah lukisan pun konon, semakin abstrak semakin berharga.

Tapi mengapa ketika dibahasaindonesiakan – secara cermat apalagi jika dengan seadanya, misalnya menjadi “Hatimu adalah milikku… di sana aku bertahta, di sana aku berada”, kok malah berasa kek lirik lagu Indonesia Tanah Pusaka, lagu yang bakal muncul dengan malasnya di ujung siaran televisi.

Anehnya lagi, bahasa Inggris bahkan ga perlu “sepuitik” itu. Kalimat lugas semacam “You’re always in my heart” pun teutep aja kerasa romantisnya. Coba deh, kalo cowok Anda dengan mimik serius bilang, “Kamu selalu ada di hatiku…” Anda mungkin kaget sejenak, trus dengan penuh perhatian nanya dia, “Kamu ngga lagi demam kan, Sayang?”

Nah, lain lagi anggapan orang-orang yang – meskipun berkebangsaan dan tinggal di Indonesia, tapi – udah biasa pake bahasa Inggris. Mereka juga menganggap ekspresi cinta dalam bahasa Inggris itu terlalu biasa, dan akhirnya berasa gombal juga. (Gimana lagi kalo bahasa Indonesia ya?) Jadi? Pake bahasa Perancis dong, atau Italia sekalian, biar lebih romantis.

Baca lebih lanjut