Arsip Kategori: perjalanan

Daripada Rokok dan Golput, Mending MUI Haramkan Haji Berkali-kali

Keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan golput dan rokok – meskipun yang terakhir hanya untuk anak-anak dan wanita hamil – telah menuai kontroversi. Entahlah… Tapi kalau memang siap mengeluarkan fatwa yang berpotensi menjadi kontroversi, mending MUI haramkan haji berkali-kali, misalnya lebih dari dua kali.

Saya memang belum merasakan kenikmatan yang juga menjadi satu dari lima rukun Islam ini. Tapi saya bisa membayangkan, itu pastilah sebuah perjalanan badan dan kembara spiritualitas yang sangat indah, dan sangat pantas jika nyaris semua yang pernah melakukannya ingin mengulanginya lagi.

Tetapi apakah sebuah kesalehan, menunaikan haji berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih sangat banyak persoalan kehidupan yang menimpa para tetangganya, saudara-saudaranya seiman? Baca lebih lanjut

Tele, Relativitas, dan Ketiadaan…

Danau Toba, siapa nggak kenal. Tp sedikit yang tahu, ada titik tempat memandang danau terluas di Asia Tenggara ini, yang bisa menjadi terapi penghilang kesombongan.

Namanya Tele, sebuah kampung berjarak sekitar 210 km dari Medan, melalui jalur Kabanjahe-Sidikalang yang dapat ditempuh dalam waktu 4,5 jam, atau tak sampe 4 jam, kalau saya naik motor waktu masih punya nyali….

selanjutnya…