Arsip Kategori: mitologi yunani

Bagaimana Mungkin Tuhan yang Mahacinta Mengirim Seseorang ke Neraka?

Ini pertanyaan udah jadul banget! Tantangan iman yang sangat klasik kepada semua agama, terutama yang berklasifikasi langit! (Keren nian sebutan itu, seolah agama lain agama kelas dua, made in earth).

Mau ke neraka? Pastikan Anda tidak nyasar ke mana-mana. No place like hell. source: consumptionaddict.wordpress.com

Sebenarnya, ada jawaban yang sangat tangkas, efektif, dan telak: Tuhan tidak mengirim siapapun ke neraka. Manusialah yang mengirim dirinya sendiri ke sana. Tuhan justru sudah all out, abis-abisan mencegah manusia dari mengirim dirinya sendiri ke tempat api dan derita abadi itu.

Dalam perspektif Islam misalnya, Dia harus “berepot-repot” menurunkan 25 utusan, menerbitkan 4 kitab! Dalam perspektif Kristen bahkan lebih dahsyat lagi. Dia rela mengorbankan anak tunggalnya. Buat apa? Semata-mata mencegah manusia dari tindakan bodoh mengirim dirinya sendiri ke neraka itu. Keren kan?

But… our problem then… Daripada sebegitu “repot” dan “tragisnya” mencegah kita migrasi ke neraka, lha kok ga nerakanya aja yang di-delete? Ctrl A neraka, trus delete. Beres kan? Ga ada masalah dong, buat yang Mahakuasa, yang Mahaberkehendak? Baca lebih lanjut

Iklan

Muslim, Kristen, dll, Sadarlah, Musuh Kalian Adalah Logika!

Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.

Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.

Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti “Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”

Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong! Baca lebih lanjut