Arsip Kategori: kemiskinan

Hakikat Kerakyatan, Lebih Cepat Melanjutkan Derita

Tiga pasangan itu sama-sama bagus. Maksudnya, bagus dalam berjanji, mencela, membusungkan dada atau membesarkan paha. Nasib kita di tangan kita, siapa pun yg terpilih tak kan memberi beda.

Dengan segala kehebohannya, mereka toh cuma sedang cari makan, sama seperti penjual es dawet ayu, yang berpeluh diterkam terik, merunduk dipukul debu. Bedanya, si penjual es ini tak merasa perlu berbohong, atau mengata-ngatai penjual es buah di sebelahnya.

Dua paragraf di atas menjadi status paling panjang sekaligus paling skeptis sepanjang sejarah saya berpesbuk. (Sejarah, Cing!) Baca lebih lanjut

Iklan

Daripada Rokok dan Golput, Mending MUI Haramkan Haji Berkali-kali

Keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan golput dan rokok – meskipun yang terakhir hanya untuk anak-anak dan wanita hamil – telah menuai kontroversi. Entahlah… Tapi kalau memang siap mengeluarkan fatwa yang berpotensi menjadi kontroversi, mending MUI haramkan haji berkali-kali, misalnya lebih dari dua kali.

Saya memang belum merasakan kenikmatan yang juga menjadi satu dari lima rukun Islam ini. Tapi saya bisa membayangkan, itu pastilah sebuah perjalanan badan dan kembara spiritualitas yang sangat indah, dan sangat pantas jika nyaris semua yang pernah melakukannya ingin mengulanginya lagi.

Tetapi apakah sebuah kesalehan, menunaikan haji berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih sangat banyak persoalan kehidupan yang menimpa para tetangganya, saudara-saudaranya seiman? Baca lebih lanjut

Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa?

Anak Palestina menghadapi tank Israel dengan sebongkah batu. Tak perlu begitu, seandainya bapak mereka bisa membuat tank yang lebih kuat.

——————————————————————————

Dunia Islam tertinggal, lemah, dan menjadi “bulan-bulanan” Barat. Apakah Islam agama yang menghambat kemajuan, sehingga kita harus berguru pada Protestanisme?

Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan – dengan nick “Salngam” – untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. Mengutip Michael P Todaro dalam bukunya Economic Development in A Third World, diungkapkannya negara maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme.

Sebaliknya, banyak negara (berpenduduk mayoritas) Islam menjadi anggota grup negara terbelakang, atau dalam bahasa “halus”, merupakan penghuni dunia ketiga. Baca lebih lanjut

Hayo… Agama Kamu Sebenernya Apa Sih?

Kemiskinan mendekatkan orang pada kekafiran, kata Nabi.

Yep! Pasti rada susah dong tunduk, patuh, konon lagi cinta kepada Tuhan, sementara setiap ruas waktu berisi genangan derita. Bagaimana mungkin kita mencintai pemberi derita, (kecuali cinta buta ya…)

Agama dengan sendirinya juga menjadi tak menarik buat orang miskin, karena tak pernah hadir di sisi mereka, mendampingi ketika mereka berkelahi dengan waktu. Hanya ritual ini itu, plus janji-janji tentang sesuatu yang indah di seberang sana, sementara di sebelah sini napas makin berat untuk dihela. Baca lebih lanjut