Arsip Kategori: kebohongan

Hakikat Kerakyatan, Lebih Cepat Melanjutkan Derita

Tiga pasangan itu sama-sama bagus. Maksudnya, bagus dalam berjanji, mencela, membusungkan dada atau membesarkan paha. Nasib kita di tangan kita, siapa pun yg terpilih tak kan memberi beda.

Dengan segala kehebohannya, mereka toh cuma sedang cari makan, sama seperti penjual es dawet ayu, yang berpeluh diterkam terik, merunduk dipukul debu. Bedanya, si penjual es ini tak merasa perlu berbohong, atau mengata-ngatai penjual es buah di sebelahnya.

Dua paragraf di atas menjadi status paling panjang sekaligus paling skeptis sepanjang sejarah saya berpesbuk. (Sejarah, Cing!) Baca lebih lanjut

Makanya, Wakil ya Wakil, Jangan Jadi Kerikil

Sekali-sekali, bicara politik ah…

Ternyata tren perceraian tak hanya melanda kalangan artis, tetapi juga politisi. Bisa jadi itu ada hubungannya dengan maraknya kaum selebritis yang tampan dan jelita itu masuk dunia politik.

Kalau para artis dengan mimik genit akan mengatakan “sudah tak ada kecocokan” sebagai musababnya, para politisi itu juga mengatakan hal yang sama, hanya saja dengan ekspresi penuh wibawa.

Apakah ini sebuah bukti lagi, bahwa dunia politik dan entertainment itu memang sama belaka, hanya panggung sandiwara? Minggu lalu tampak mesra, saling cipika cipiki, sanjung menyanjung, tiba-tiba kemarin mengajukan gugatan cerai. Eh, besok malah lebih mesra lagi, dan dengan santai mengatakan yang kemarin itu, “cuma salah paham aja”.

Apalagi kalau melihat kenyataan posisi warga dalam dua dunia ini juga sebenarnya sama: cuma penonton. Jadi, mereka mau cerai, kawin siri, selingkuh, mesra saat jalan-jalan ke Eropa, tidur saat rapat, ya tak boleh protes. Tonton saja. Tak suka, ganti chanel. Baca lebih lanjut

Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar

Sebelumnya, saya klarifikasi dulu bahwa selingkuh yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jenis “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Jadi, para pelakunya tetap bertekad untuk mempertahankan keutuhan keluarga, karena satu dan lain sebab.

Perselingkuhan terjadi lebih sering karena faktor internal di diri pelaku, daripada akibat pengaruh atau sebab-sebab di luar dirinya. Buktinya, lelaki lebih rentan berselingkuh, padahal potensi ketidakpuasan kepada pasangan, rasanya sama besar baik di kalangan pria maupun bagi kaum wanita. (Jangan-jangan malah lebih besar di kalangan wanita, sebenarnya).

Makanya seorang kawan pernah bilang, wanita perlu sebab yang kuat dan situasi yang kompleks untuk berselingkuh – acap kali merupakan “sarana” balas dendam atas perselingkuhan yang lebih dulu dilakukan lelakinya – sementara di sisi lain, lelaki seringkali tak memerlukan sebab apapun untuk melakukannya. Baca lebih lanjut

Jika Kau Tau Semuanya, Masihkah Kau Cinta?

Mereka bertemu di gerbong kereta, dan jatuh cinta. Jason P Howe kemudian mengetahui, Marylin, wanita yang dicintainya itu, menjalani kehidupan ganda – sebagai seorang assassin, pembunuh rahasia di kelompok sayap kanan, dalam perang sipil Kolombia yang brutal.

Ketika ada rahasia yang diungkapkan, atau terungkap, sebuah hubungan akan bergerak ke sebuah titik: naik, turun, atau malah terjerembab ke titik nol. Biasanya sih rahasia itu nggak jauh-jauh dari seks! Tentang sudah berapa banyak wanita yang kau tiduri, atau justru kau lelaki keberapa yang menidurinya. Setiap kejujuran akan membawa konsekuensi. Baca lebih lanjut

Batak, Bali, Schapelle, dan Dunia Yang Gila

Betul-betul tak tau aku harus bereaksi bagaimana, melihat “kreativitas” orang (yang mengaku) bernama Eddie Hutauruk ini.

Secara tak sengaja pas lagi surfing soal si Schapelle untuk bahan berita, aku menemukan situs, di mana lelaki yang dari namanya tampaknya Batak yang melanglang ke Bali ini mengklaim sudah punya jam terbang tinggi soal mengelola tur. Trus, dia menawarkan sebuah tur yang tak biasa: Schapelle Corby Tour. Baca lebih lanjut