Arsip Kategori: celebration of life

Agar Toleran, Pelajari Astronomi

 

hala

Mushaf kuno Al-Qur’an, kitab-kitab tarekat, dan parhalaan (kitab perbintangan Batak dengan medium bambu). Beberapa peninggalan Bapak yang masih saya simpan.

Akhir 1980-an, saya yang saat itu masih duduk di bangku SMP bertanya kepada Bapak, “Mengapa orang bisa sangat tidak toleran?”

 

Jawaban beliau cukup mengejutkan. “Karena mereka  tidak pernah belajar tentang angkasa luar.”

Bapak menghabiskan belasan tahun belajar ilmu hadatuon, pengetahuan tradisional Batak tentang pengobatan, perbintangan, adat, silsilah dan marga, termasuk mistik dan supranatural, sehingga ditahbiskan menjadi datu tahun 1955.

Akhir 1960-an, dia mulai pula berguru ilmu tarekat, sampai belasan tahun juga, termasuk kepada Syekh Djalaluddin, pendiri Persatuan Pembela Tarekat Islam (PPTI). Di luar itu, beliau sangat tertarik dengan angkasa luar. Kisah dan teori astronomi selalu memukaunya.  Baca lebih lanjut

Iklan

Kebahagiaan Tidak Dicari, Tapi Dibuat

Hidup konon adalah pencarian kebahagiaan, seolah kebahagiaan itu sesuatu yang berada di luar diri kita, diam dengan anggun di negeri yang jauh, menunggu kita datang menjemput.

Gambar

Maka pengembaraan panjang—dan kadang tak berujung—itu pun dimulai. Sebagian besar dari ruas usia kita yang sangat terbatas, habis terpakai dalam perjalanan itu.

Banyak orang yang terlalu sibuk mencari kebahagiaan sehingga lupa untuk berbahagia.

Dia ada di dalam. Kita tak harus mencarinya, tetapi membuatnya, merakitnya, meraciknya, dari bahan-bahan yang sesungguhnya sudah ada di dalam diri kita sendiri. Kebahagiaan bukanlah keadaan yang mesti ditunggu atau atau situasi yang harus dicari, tetapi keputusan yang harus dibuat, pilihan yang mesti diambil. Bukan sesuatu yang dimasukkan dari luar, tetapi dikeluarkan dari dalam. Baca lebih lanjut

Pada Awalnya Cinta, dan Persahabatan yang Membuatnya Bertahan

Seharusnya cinta tidak seperti banjir; sesaat meluap-luap menggenangi dan menenggelamkanmu dalam bahagia, tapi kemudian surut perlahan dan yang tersisa hanya lumpur kenangan.

Apalagi seperti kembang api; menyilaukanmu dalam gemerlap sekejap, dan kemudian menghilang lenyap dan kau terkatung dalam senyap.

Tantangan terbesar bagi cinta adalah waktu. Musuh terbesar bagi cinta bukanlah pengkhianatan, tetapi kebosanan. Baca lebih lanjut

Hidup Berdamai dengan Luka

Langkah-langkah kecil bergegas mengejar dedaun waktu yang terus gugur meluruh. Masing-masing memanggul kesunyian takdirnya. Menggapai mencari tangan yang mau menuntun, memanggil-manggil hati yang mau mendengar. Tapi tak juga ada yang sungguh-sungguh tahu, di bagian mana saja telah tergores lukamu.

Aku juga terseok dalam kembara ini. Tubuh yang tegak lurus dengan langit, sesungguhnya menyimpan hati yang terpekur merunduk ke bumi. Tawa adalah jerit tanpa suara. Senyum adalah perih yang tak tercatat. Luka bukanlah piala yang harus diusung tinggi-tinggi. Menenggelamkannya adalah menyelamatkan muka. Baca lebih lanjut

Kebahagiaan Under Construction…

Saat seorang wanita memutuskan meninggalkan kariernya yang sedang unyu-unyunya, untuk konsentrasi mengurusi keluarga, banyak yang menganggap itu tindakan bodoh.

Aktivis kesataraan gender akan langsung menyatakan itu sebagai langkah mundur di saat wanita di seluruh dunia sedang berjuang membuktikan bahwa mereka tidak hanya ratu di dapur.

Baca lebih lanjut