Arsip Kategori: bunuh diri

Segala Perih Datanglah, Tak Kepada Luka Aku Menyerah

Cinta dan luka, ternyata punya hubungan kekerabatan sangat dekat, bahkan cenderung seperti kembar identik, setidaknya begitu menurut Jennifer Anniston. “The greater your capacity to love, the greater your capacity to feel the pain,” kata janda Brad Pitt ini.

Apakah ungkapan itu merupakan simpulan yang dia dapat dari kisah cintanya yang tak sesukses kariernya di dunia entertainment, silakan tanya sendiri, kalo punya nomor ponselnya. Atau udah temenan di pesbuk? Baca lebih lanjut

Iklan

Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan

Kata Sir Cecil Beaton:Β “Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.

Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

Baca lebih lanjut

After an end, comes another beginning

Never say never again. Sebisa mungkin hindari bersumpah, karena kau mungkin akan terpaksa melanggarnya. Jangan pernah meludah di depan orang ramai, sebab bisa saja kau tak punya pilihan lain, kecuali menjilatnya kembali, juga di depan orang ramai.

Butuh kekuatan untuk mempertahankan pilihan, tapi juga perlu lebih banyak keberanian – persisnya berani malu – untuk mengakui kau telah mengambil pilihan yang salah, dan menebusnya. Lagian, kalau emang bener cintamu lebih besar dari (ke) malu (an)-mu, kau mestinya cuma perlu malu untuk menunjukkan kemaluanmu, bukannya cintamu.

Pun, bila kita mendasarkan hidup pada apa yang dipikirkan orang lain, deuh, betapa tersianya hidup, dalam pendeknya ruas waktu.

Singkat cerita πŸ˜‰ ngeblog itu ternyata benar-benar enak, dan itu (makin) kusadari justru ketika aku berjuang menjauhinya, dan gagal. Sakaw-nya berat, lebih berat dari sakaw-sakaw lain yang pernah kurasakan.

O, Blogosphere, aku berlutut menginjak janji dan harga diri, berilah aku hidup kembali, seribu tahun lagi…

Pesona Bunuh Diri yang Menggoda

Menurut Albert Camus, sebenarnya hanya ada satu pertanyaan paling besar dalam kehidupan, persoalan filsafat yang merupakan sumber dari segala sumber pertanyaan. Apa itu? Bunuh diri.

Menilai bahwa hidup ini layak atau tidak layak dijalani: itulah pertanyaan dasar filsafat. Selebihnya, apakah dunia memiliki tiga dimensi, apakah jiwa memiliki sembilan atau dua belas kategori, apakah perempuan perlu tiga hati, apakah berbohong demi kebenaran itu boleh, merupakan pertanyaan asesoris aja.

Saya jadi berpikir tentang persoalan yang terlalu serius ini, setelah di beberapa blog aku lihat ada tebar aroma kematian. Kematian blog, maksudna. Nah, sebelum kita memasuki pokok bahasan, halah!, silakan cermati dua ilustrasi berikut. Baca lebih lanjut