Arsip Kategori: atheisme

Saran Singkat Untuk Saudaraku Para “Pembela Agama”

   Jika kalian hanya mengandalkan kemarahan dan pikiran yang sempit begitu, entah bagaimana kalian akan melindungi akidah anak keturunanmu, ketika kelak mereka mulai membaca buku semacam “People vs …..” (gak tega saya nulis judulnya), atau mulai menonton channel sejenis Me*** TV. (Bukan MetroTV loh, ini saluran tingkat global, hehehe…)
Manusia-manusia masa depan itu pasti sudah lebih berselera mengunyah fakta dengan kritis, alih-alih langsung menelannya, dan tidak lagi sudi begitu saja menerima “kebenaran” yang dijejalkan satu arah, sebagaimana kita orang-orang tuanya. Akses informasi di masa mereka juga sudah lebih deras, dan makin tak bisa disaring apalagi dibendung. Baca lebih lanjut

Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya…

Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama.

Sejak awal, blog ini sudah sering menjadi medan perang debat agama. Jika belum keterlaluan, saya biarkan. Kalau sudah terlalu kasar, terpaksa dihapus. Tidak saja bila yang menjadi sasaran serangan itu agama yang saya anut, tetapi agama manapun, keyakinan macam apapun.

Belakangan ada kecenderungan menarik. Beberapa komentar “menyerang” agama secara keseluruhan. Ada komentar yang sekadar menolak agama, tetapi masih mengakui Tuhan dan spiritualitas, sampai yang (kelihatannya) benar-benar atheis tulen. Baca lebih lanjut

Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk

Kemarahan dan peperangan karena agama dan Tuhan, bisa digambarkan seperti perkelahian segerombol lelaki mabuk, memperebutkan seorang gadis.

Salah satu atau bahkan semua pemabuk itu bisa cedera atau mati, padahal tak satu pun dari mereka yang sebenarnya punya perhatian apalagi cinta kepada gadis itu. Mereka saling bunuh karena harga dirinya sendiri, yang sebenarnya tak punya harga!

Di bataknews saya pernah posting cerita ini. Baca lebih lanjut

Muslim, Kristen, dll, Sadarlah, Musuh Kalian Adalah Logika!

Sebenernya, rada males juga nulis topik ginian. Niatnya, menghembuskan napas perdamaian, eh, hasilnya tetep aja semburan kemarahan, percik kebencian, dan akhirnya, bara api permusuhan.

Mengapa perdebatan agama selalu saja terasa seru? Karena semua agama, sekali lagi semua agama, memang punya celah untuk diserang. Kisah di kitab suci misalnya, khususnya yang sudah saya baca; Al-Qur’an dan Bibel (Perjanjian Lama dan Perjanjian Baru), ada yang tak logis.

Menangkis serangan terhadap ketidaklogisan itu, kata yang paling ampuh tentu saja seperti “Kalau Tuhan sudah berkehendak, apa yang tak bisa?” atau “Agama kok dikaji dengan akal, dengan hati dong kalau tidak mau sesat!”

Lha, kalau sudah bicara model begituan, yang memang ngga usah berdebat: end of discussion dong! Baca lebih lanjut

Islam vs Kristen; Pemenangnya Atheis!

Jika Anda lebih mencintai agama Anda daripada Tuhan, tolong tidak usah repot-repot membaca.

Dari dulu aku sering berpikir, Tuhan gokil sekali terhadap dua agama ini. Kasihan, kadang-kadang. Keduanya agama yang paling banyak mendapat janji-janji eksklusif dari Tuhan, dan yang lebih kacaunya, juga mendapat perintah untuk menyebar ke segala sudut bumi, dibebani missi untuk merekrut sebanyak mungkin pengikut.

Selanjutnya, kalau berani…