Arsip Kategori: arise

Hidup Berdamai dengan Luka

Langkah-langkah kecil bergegas mengejar dedaun waktu yang terus gugur meluruh. Masing-masing memanggul kesunyian takdirnya. Menggapai mencari tangan yang mau menuntun, memanggil-manggil hati yang mau mendengar. Tapi tak juga ada yang sungguh-sungguh tahu, di bagian mana saja telah tergores lukamu.

Aku juga terseok dalam kembara ini. Tubuh yang tegak lurus dengan langit, sesungguhnya menyimpan hati yang terpekur merunduk ke bumi. Tawa adalah jerit tanpa suara. Senyum adalah perih yang tak tercatat. Luka bukanlah piala yang harus diusung tinggi-tinggi. Menenggelamkannya adalah menyelamatkan muka. Baca lebih lanjut

Iklan

Kebahagiaan Under Construction…

Saat seorang wanita memutuskan meninggalkan kariernya yang sedang unyu-unyunya, untuk konsentrasi mengurusi keluarga, banyak yang menganggap itu tindakan bodoh.

Aktivis kesataraan gender akan langsung menyatakan itu sebagai langkah mundur di saat wanita di seluruh dunia sedang berjuang membuktikan bahwa mereka tidak hanya ratu di dapur.

Baca lebih lanjut

Berguru Agar Tak Buru-buru Cemburu

Katanya sih, ini pribahasa Arab. Whatever! Yg jelas, ini quote keren. “Susah menyembunyikan cinta, lebih susah lagi menyembunyikan kebencian. Dan yang paling susah menyembunyikan cemburu, karena itu adalah cinta dan kebencian sekaligus.” Baca lebih lanjut

Yang Tua dan Jelek Juga Bisa Membuatmu Bahagia

“Ih, cowoknya tua banget gitu? Kok dia mau sih?” Atau,  “Sorry, Bro… Cewek lu yang sekarang kok jelek amat sih? Jangan tersinggung ya, tapi ngga level gitu ama elo…” Atau malah, “Gila kali ya gw mau sama dia. Udah jelek, tua, idup lagi! Mending jomblo seumur hidup deh.”

Begitu menjijikkannyakah manusia yang sudah tua, mereka yang jelek, apalagi orang yang tua dan jelek sekaligus? Mengapa menghindari yang tua, padahal kehidupan tak membawa kita semua, siapapun!, kecuali menuju penuaan dan akhirnya kematian? Seakan mereka yang merasa jijik itu, akan tetap muda selamanya…

Mengapa menyisihkan mereka yang (berwajah) jelek dari daftar orang yang layak dipertimbangkan, menjadi teman, kekasih, suami, atau istri? Sudah yakin dirimu cakep? Jangan-jangan cuma tante, mama kamu yang menganggapmu ganteng, atau si om, papa kamu, yang selalu memujimu cantik? Siapapa pula yang mengatai anaknya jelek, kecuali dia nggak yakin, itu beneran anaknya sendiri. Baca lebih lanjut