Pada Awalnya Cinta, dan Persahabatan yang Membuatnya Bertahan

Seharusnya cinta tidak seperti banjir; sesaat meluap-luap menggenangi dan menenggelamkanmu dalam bahagia, tapi kemudian surut perlahan dan yang tersisa hanya lumpur kenangan.

Apalagi seperti kembang api; menyilaukanmu dalam gemerlap sekejap, dan kemudian menghilang lenyap dan kau terkatung dalam senyap.

Tantangan terbesar bagi cinta adalah waktu. Musuh terbesar bagi cinta bukanlah pengkhianatan, tetapi kebosanan.

Cinta bukanlah rumah yang tuntas sekali bangun. Bukan tugu yang kokoh bertahan melawan dera zaman dan kepungan lelumutan. Dia lebih seperti tanaman; jika dirawat dengan tekun akan tumbuh memekar, tetapi kalau dibiarkan telantar, akan layu, mengering hingga ke akar.

*****

Saya banyak bercermin kepada mereka yang bisa mempertahankan pernikahan sampai puluhan tahun. Diam-diam di dalam hati, pasangan yang setia sampai renta, selalu membuat saya iri.

Romanstisme bukanlah sepasang remaja ABG yang bergandengan tangan di depan loket penjual karcis bioskop, atau kata-kata puitis yang dikirim pria yang baru saja jatuh cinta, dua hari lalu. Tetapi Kakek dan Nenek yang berjalan tertatih, dan melihat mereka, kita tak pernah tahu, siapa sebenarnya yang sedang memapah siapa…

Sejauh yang saya mampu pelajari dari pasangan seperti itu, cinta ternyata hanya bisa diawetkan dengan persahabatan. Bisalah diibaratkan kalau cinta itu seperti motor 2 tak; meledak-ledak, kencang gak karu-karuan, tetapi boros dan kurang cocok untuk perjalanan panjang. Di sisi lain, persahabatan seperti motor 4 tak atau malah mobil diesel; mungkin agak kurang spontan, tetapi tidak saja tahan lebih lama, tetapi juga makin lama makin panas dan stabil.

Ada ungkapan yang agak sarkastis (tetapi sangat ada benarnya) bahwa cinta seharusnya berakhir dengan pernikahan. Artinya, ketika menikah cinta memang akan berakhir. Dan memang banyak pasangan yang tersentak ketika menyadari bahwa pernikahan ternyata tidaklah sesederhana (apalagi seindah) yang dibayangkan.

Udah panjang aja nih tulisan. Yang mau disampaikan sesungguhnya, jadikanlah pasangan sebagai sahabat terbaik. Pastikan dia berada di tempat teratas dalam daftar orang yang ingin Anda ajak curhat atau sekadar diskusi tentang apapun. Sempatkanlah bertukar lelucon terbaru dengannya. Cari atau bila penting ciptakan hobi yang bisa diminati bersama. Dsb. Hal-hal kecil, tetapi terbukti efektif mengukuhkan persahabatan, mendekatkan dua hati di tengah guncangan badai waktu.

Selamat Ulang Tahun Pernikahan ke-11 kita, Iyaz Meka. Terima kasih untuk cinta, dan persahabatan kita selama ini. Tosh!

14 thoughts on “Pada Awalnya Cinta, dan Persahabatan yang Membuatnya Bertahan

  1. AMYunus

    Sungguh indah jika pada awalnya cinta, kemudian persahabatan yang membuatnya bertahan. Namun seringkali agaknya tidak demikian jika pada awalnya pershabatan, kemudian timbul cinta yang membuatnya terpisah.

    Balas
  2. ace maxs

    tapi bang anehnya kenapa cinta itu terkadang tidak bisa berakhir dengan persahabatan, tapi persahabatan bisa berkahir dengan cinta ya ? yang paling sulit menurut saya, memiliki perasaan cinta dikala menjadi sahabat,.. itu yang saya alami, dan saya tidak ingin ketika sekarang sahabat dan nanti bisa cinta, tapi cinta tersebut berakhir,. maka disana tidak akan ada persahabatan lagi.. apakah semua itu bisa di hindarai ?

    Balas
  3. antoniuswijaya (@antoniuswijay12)

    PERINGATAN !!! JANGAN DITONTON..NANTI TEMAN-TEMAN BISA MASUK ISLAM >>>
    Kisah YUSHA EVANS.
    INJIL Membimbingku pada ISLAM. Kisah yang sangat inspiratif dari seorang mantan kristen yang mempelajari dan mengkaji Injil dengan pikiran terbuka, yang kemudian justru Injil sendiri yang membimbingnya kepada ISLAM.
    Jika Anda ingin berinteraksi langsung atau menghubungi Yusha Evans silahkan kunjungi situsnya http://www.yushaevans.com http://www.yushaevansmedia.com

    Balas
    1. hh

      Joshua Evans terlalu mengada ada. Joshua tidak mengerti sedikitpun tentang injil. Tidak mungkin injil membimbing seseorang untuk meninggalkan injil, sebab dalam Islam tidak ada injil.

      Injil adalah kabar gembira, yaitu kabar keselamatan. Keselamatan manusia dari kebinasaan (kematian kekal) akibat dosa yang sudah dijanjikan Tuhan dan dilambangkan melalui upacara korban sembelihan, telah digenapi melalui penjelmaan Tuhan menjadi manusia untuk mati menggantikan manusia berdosa mengalami kematian itu. Yesus menanggungkan/menimpakan segala keberdosaan manusia dan kekmatian sebagai akibatnya ke atas diriNya sendir. Yesus mati sebagai pengganti manusia mengalami kematian kekal. Yesus bangkit dari mati untuk mengalahkan kematian itu.

      Dengan kematian dan kebangkita Yesus, maka setiap orang yang menerima Yesus sebagai Tuhan dan Juruselamatnya, seseorang itu telah mati bersama Yesus mengalami kematian kekal, dan telah bangkit dari kematian itu sehingga kematian tidak lagi berkuasa atas dirinya.

      Jadi, Injil itu adalah Hidup dan Ajaran Kristus Yesus. Hidup Yesus yang rela berkorban untuk menyelamatkan manusia dari kebinasaan. Ajaran Yesus yang menekankan untuk mengasih Tuhan dengan segenap hati, dan mengasihi manusia sama seperti diri sendiri, karena kedua hal itu telah mencakup seluruh peritah Tuhan.

      Sangatlah tidak masuk di akal kalau disebutkan bahwa Injil yang membimbing Joushua Evans menjadi Islam. Menjadi Islam itu berarti telah meninggalkan injil, sebab dalam Islam tidak ada injil.

      salam.

      Balas
    1. Maren Kitatau

      Yes!
      Bangunlah!
      Bangunlah cinta!

      Ati-ati kpd yg suka menjatuhkan cinta.
      Itu barang yg jatuh bisa niban sial.
      Yg ketiban sial bisa naik pitam.

      Makanya ati-ati.

      Pencermatannya:
      Apakah cinta masih perlu jatuh,
      Jika setiap yg jatuh selalu niban,
      Dan yg ketiban bisa naik pitam?

      Ada yg geli pd kerja jatuh, naik, dan niban.
      Geli juga jika ada naik cinta, lalu jatuh pitam, kan
      Lalu apa arti nginjek sial.

      Pada “jatuh” umumnya ada korban berantakan.
      Pada “naik” umumnya ada anugerah menjulang.
      Pada “niban”, umumnya dari atas. Ah! Entah lah!

      Menurutku dan kepik,
      Cinta itu tidak harus jatuh,
      Cinta itu sebagusnya bangun.

      Mari membangun cinta saja.
      Jika jatuh itu korbannya berantakan,
      Pd membangun korbannya keren, hehe.

      “Kau tak bisa membuat aku berduka,
      Karena aku memiliki cinta!” Kata si Lae!
      Keren, kan?

      Salam Bangun Pemuda!

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s