Arsip Bulanan: Februari 2011

Hidup Berdamai dengan Luka

Langkah-langkah kecil bergegas mengejar dedaun waktu yang terus gugur meluruh. Masing-masing memanggul kesunyian takdirnya. Menggapai mencari tangan yang mau menuntun, memanggil-manggil hati yang mau mendengar. Tapi tak juga ada yang sungguh-sungguh tahu, di bagian mana saja telah tergores lukamu.

Aku juga terseok dalam kembara ini. Tubuh yang tegak lurus dengan langit, sesungguhnya menyimpan hati yang terpekur merunduk ke bumi. Tawa adalah jerit tanpa suara. Senyum adalah perih yang tak tercatat. Luka bukanlah piala yang harus diusung tinggi-tinggi. Menenggelamkannya adalah menyelamatkan muka. Baca lebih lanjut