Kama Rabbayani Saghira…

Pater Noster, atau Doa Bapa Kami, barangkali merupakan doa yang paling terkenal dalam agama Kristen. Perhaps the best-known prayer in Christianity, kata Wikipedia. Dalam Islam, “padanannya” barangkali Al Fatiha, surat (chapter) pembuka Al-Qur’an.

(Dan memang, substansi bahkan struktur keduanya mirip loh: pengakuan dan pemujaan, penyerahan diri, permohonan akan kebutuhan hidup, petunjuk dan pengampunan, dan terakhir perlindungan dari kesesatan. Tapi ngga usah bahas itu ya… Ntar jadi forum “holy war” lagi deh).

Nah, salah satu bagian dari Pater Noster tadi berbunyi: “Dan ampunilah kesalahan kami seperti kamipun mengampuni orang yang bersalah kepada kami”.

Dan bagaimana kita bisa berharap mendapat ampunan-Nya, bila kita sendiri tak pernah sanggup, terlebih dahulu, mengampuni kesalahan orang lain?

Pantaskah kita “protes” kelak di hari kemudian, ketika catatan dosa dan kesalahan kita ternyata tercatat lengkap dan rapi dalam hard disk para malaikat? Bukankah Tuhan menyimpannya (dan tak menghapusnya) karena melihat kita juga telaten benar menyimpan, bahkan membesar-besarkan kesalahan orang lain?

***** 

Waktu ngaji semasa bocah dulu, salah satu doa yang paling awal diajarkan Pak Ustadz adalah doa untuk Ibu dan Ayah. Lafaznya kira-kira: “Allahummaghfirlii, waliwalidayya, warhamhuma kama rabbayani saghira”. (Ya Allah, ampunilah aku, dan kedua orang tuaku, dan sayangilah mereka sebagaimana mereka menyayangiku di waktu aku kecil).

Saya yakin, Anda sudah melihat benang merah kedua do’a itu… Kita selalu meminta yang terbaik dan terindah dari Tuhan, namun kebaikan dan keindahan itu sangat tergantung kepada perilaku kita sendiri…

Tuhan tak akan menghapus setitik pun dosa dan kesalahan kita karena kita pun selalu menyimpan dosa dan kesalahan orang lain. Tuhan (barangkali) akan memperlakukan kita dengan kasar, main hardik, dsb, di akhirat, karena begitulah kita memperlakukan anak-anak kita ketika hidup di dunia…

Bukankah kita sendiri yang meminta itu, berulang-ulang, setiap hari.

Ah, mudah-mudahan Allah SWT, Tuhan pemilik begitu banyak sebutan yang indah, jauh lebih pengampun dari yang bisa kita bayangkan.

Jika tidak, hajab kita!

20 thoughts on “Kama Rabbayani Saghira…

  1. desty

    Tambahan, melengkapi doa Bapa Kami itu ada ayat di Alkitab yang kira-kira begini,
    “bagaimana engkau bisa mengasihi Allah yang tidak terlihat, sedangkan engkau tidak mengasihi saudaramu yang kelihatan”.

    Saya percaya Tuhan Maha Pengasih, untuk itu kita pun harus mengasihi sesama kita. Dan bagaimana kita mengasihi sesama kita? Seperti kita mengasihi diri kita sendiri.

    *udah ga cuti, bang?😛 *

    Balas
  2. Toga Nainggolan

    @HH.
    Dan tampaknya Dia memang selalu lebih dari yang bisa kita bayangkan, dalam segala aspek, dimensi, dan ukuran…

    @Desty.
    Yup… Ga usah ngaku2 pecinta Tuhan ya, klu hubungan sama sesama aja ga ada bagus2nya… How could?😀

    *di blog sendiri mana bole cuti? lha, siyapa yg ngurus?*

    Balas
  3. weirdaft

    saya jg harus belajar memperbaiki hubugan dgn sesama manusia. biar bisa mencintai Tuhan saya dgn jauh lebih indah dan mesra

    kurang lebih, gitu kan bang?
    *sok tau mode : on*😀

    Balas
  4. luvaholic9itz

    jlebebbbbb,,,,

    woelah bang,, kuq aq g prnah kpikiran yak..

    “kama rabbayani saghira”

    benul juga itu,. harapan terbesar nya si orang tua pasti bakalan sayang luar binasa sama anak nya. pada al,, g semua yang kita harap ntu bisa jadi bener. yang demen nyiksa anak sendiri juga banyak kan..

    tabur angin tuai badai
    tabur benih tuai anak😀

    Balas
  5. putirenobaiak

    menampar banget nih bang. bagiku memaafkan sudah bisa. yg paling sulit bagian mendoakan yg baik buat orang yg kita kesali😀

    Balas
  6. Ryan Shinu Raz

    Horas !!!

    Itulah sebabnya lae…. (he.he.he…) Baek2 aku bilang lae ganteng..
    Mudah2an.. ntar di akhirat (kalau tak terpeleset ya lae) Di kasi awak foang wajah yang enak dipandang. Bukan seperti di dunia saat ini lae..
    Meliat wajah awak aja pun agak2 nnekq orang ngeliatnya.. apalagilah tambah komen ini itu awak. Tak nyambung pula itu. Hajab kalilah lae..

    Balas
  7. Introverto

    setttuuujjjuuu…seee all religion teach us to be good person…so why religion sometimes made us hate each other? yes we are different…only the way we TALK to Him…PRAISE Him…rite…

    tulisanmu mang ga ada yang ga berbobot…

    Saluttt

    Balas
  8. Susie

    two thumbs up bg, bgs bgt dan yg paling penting; bermanfaat.
    ini kunjungan pertama n kyknya aku bakalan jd pengunjung setia blog bg toga dweeh..

    eniwei pas pertama baca judul di atas tak kirain itu nama salah satu anak abg hehe…😀

    *jd mikir kl Kama Rabayani Saghira bgs jg dijadikan nama…*

    Balas
  9. David C. Siahaan

    salam jumpa lagi lae,pada umumnya manusia itu punya catatan yang dibagi menjadi dua hal.

    1.catatan pertama mengenai kejelekan orang lain dan kebaikan yang pernah kita lakukan, ini pakai tinta emas
    2.catatan kedua mengenai kebaikan orang lain dan kejelekan yang kita lakukan, mungkin pakai pensil jadi sering terhapus

    Dan catatan yang paling sering kita buka adalah mengenai catatan pertama tadi, kesalahan orang lain dan perbuatan baik kita selalu digaris bawahi dan tebal(B&U), membuat kita enggan memaafkan orang lain.

    Jaman sekarang lae, sudah ada doa politik, doa mamparbuat

    Balas
  10. Daxon

    Eth lekhem khuqenu ten lanu hayom umekhalanu alkhobothenu (dan ampunilah kami akan kesalahan kami seperti kami pun mengampuni orang yang bersalah kepada kami)…

    andai semua makhluk di dunia ini mempraktekannya… =)

    Balas
  11. avecena

    Anda salah bang.. dalam mengartikan kama rabayani shaira artinya seperti mereka menyayangi aku waktu aku kecil…..bang saya sarankan kalu mengambil ayat itu yang betul ,… kelemahan orang non islamkaya gini mengambil sesuatu bukan dari sumbernya yang asli jd salah kaprah… ketika dilihat anak kecil aja dahj tahu artinya salah

    Balas
  12. avecena

    kalau mau belajar islam harus dari sumbernya yang asli saya yakin anda akan jadi seperti pendeta Yahya yopi wahloni ( Mantan Rektor UKI Papua ) dia seorang profesor yang tau tentang alkitab tp apa yang terjadi ? cari sendiri..
    coba anda cari kyai( yang betul 2 kyai di kenal masyarakat ) yang masuk kristen tidak ada bang tapi suster, pastor pendeta yang masuk islam banyak sekali bang…….coba anda cari videonya ahmad dedat saya yakin anda tidak bisa menjawab pertanyaan ahmad dedat ( Tolong kalu anda merasa benar jangan hapus tulisan ini )

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s