Manusia, Usia, Rahasia, Sia-sia…

Di hadapan waktu yang membentang, kita sering merasa kecut, kecil, mengerut, mengerdil. Diam-diam kita sadar akan segera tiada. Betapa pendek ruas yang kita miliki. Waktu akan terus melanjutkan perjalanannya, dan kita akan tinggal di titik ini, sepertinya tak kan sempat tercatat, tak kan pantas diingat.

Manusia selalu takluk di hadapan usia, dihantui sebuah rahasia, kapan tepi itu akhirnya akan tiba. Bahkan Fir’aun yang perkasa dan jumawa, membangun piramid-piramid karena kesadaran akan batas itu.

Tahun baru, ulang tahun, semua tanggal-tanggal penting dalam kalender, adalah bel yang berdentang makin keras, mengingatkan kematian semakin dekat, ujung jalan makin terlihat.

Tapi haruskah semurung itu menghadapi sebuah ulang tahun? Tidak juga. Nanti Pak Badut ikutan sedih, balon-balon enggan mengembang, kertas kado tak sudi direkat.

Hidup dengan kefanaannya, dengan batas-batasnya yang jelas dan semakin akrab itu, justru hidup yang amat berharga, pantas dirayakan setiap detiknya. Atau usia tidak saja akan menjadi sesuatu yang pendek, tapi juga sia-sia.

Yang lalu, memang tak akan kembali. Kita tak lagi mungkin memilih awal baru. Tapi kita toh masih bisa menentukan akhir terbaik, lembar terakhir dari sebuah sejarah kecil, yang akan bertahan lebih lama dari usia kita, minimal dalam ingatan beberapa orang, yang berkenan membukakan gerbang ingatannya, buat nama kita.

Barangkali, hidup memang hanya menunda kekalahan. Tetapi sebelum kekalahan itu tiba, kita harus selalu menang. Justru karena kehidupan ini tak mungkin kita pertahankan, semestinya tak ada yang perlu kita khawatirkan. Justru karena kita sedang berhadapan dengan sesuatu yang tak mungkin kita kalahkan, kita tak perlu merasa kalah.

In the long run, we are all dead. But I will keep running, till the final line I can reach. Happy birthday to myself. Semoga usiaku ditakdirkan panjang. Tapi yang lebih penting lagi, jadilah itu usia itu berguna buatku, dan syukur-syukur bagi satu dua orang lainnya.

Dan agunglah Engkau semata, wahai Pemberi dan Pencabut segala kehidupan. Terima kasih telah mengizinkanku sampai ke sini, sampai ke nanti.

20 thoughts on “Manusia, Usia, Rahasia, Sia-sia…

  1. Albert

    kok sepertinya mengenaskan sekali ya nasib kehidupan. dan mmg menurut teori absurditasnya albert camus, manusia cuma punya dua pilihan: bunuh diri, setelah menyadari hidup ini tak layak dijalani, atau melanjutkan hidup dengan berpura2 bahagia.

    Balas
  2. unai

    Lae, saya bacanya kok merinding ya…speechless lae. Saya cuma bisa mengamini..semoga panjang umur dan tentu bermanfaat. Amien. Selamat ulang tahun Lae🙂

    Balas
  3. weirdaft

    kalau kata saya, hidup itu pilihan bukan keinginan meski kawan saya yg lain ngotot bilang kalau hidup adalah keinginan, bukan pilihan. karena, seperti kata Albert, kita bisa memilih untuk menghentikan hidup atau melanjutkan hidup dengan berusaha untuk berbahagia

    selamat ulang tahun bang Toga.
    wish u all the best in your whole life

    Balas
  4. Ping balik: Manusia, Usia, Rahasia, Sia-sia… < It’s all about the trends

  5. putirenobaiak

    Met ultah juga Bang Toga, semoga tercapai doanya.

    sori neh telat…renungan yg baik, jadi inget tulisanku yg gak kelar2 ‘tak ada yg abadi’ terinspirasi peterpan dan proses jatuh bangun dlm kehidupan…:)

    Balas
    1. annisa

      si camus itu adalah seorang penulis beraliran eksistensialis, bukunya yang terkenal adalah “caligula”, tapi karya dia lebih humanis dibanding penulis eksistensialis; semisal sartre.

      Balas
  6. Siu Elha

    so sweet.. sebuah pengantar romantis dalam ulang tahun… benar-benar Lae banget gitu loh! Panjang umurlah dalam keberkahan Lae, semoga memang hanya akhir yang baik akan mengantar kita pada akhir kontrak kita didunia ini, dan semoga Salamun Khoulam minrabbirrahim yang akan menyambut kematian kita….

    Balas
  7. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae.. !!!

    Selamat Ulang Tahun laekku. Semoga Panjang Umur Murah rezeki. Tak lupa semoga ide-ide yang selalu mengguah itu selalu muncul dan semakin mantaf dan bermutu.

    Aku tak bosan punya usul lae.
    Semoga Tahun depan (paling tidak ya lae) Aku punya mimpi untuk sudah dapat menggenggam sebuah buku dari kumpulan ide-ide lae di blog ini yang menurutku sungguh menggugah semua pemikiranku.

    Sekali lagi semoga Kebahagian selalu mendampingi setiap langkah kita.

    Horas.

    Balas
  8. BeBe Gunawan

    salam kenal..

    merayap dari satu blog ke blog lain, lalu tibalah di blog ini, dan tertarik membaca posting ini..
    seru sekali dan mengingatkan kembali, meski hidup akan terhenti, tapi alangkah indahnya ketika terhenti, telah meninggalkan makna di hidup orang lain..
    nice post..

    monggo mampir balik, and keep writing!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s