Arsip Bulanan: April 2009

Makanya, Wakil ya Wakil, Jangan Jadi Kerikil

Sekali-sekali, bicara politik ah…

Ternyata tren perceraian tak hanya melanda kalangan artis, tetapi juga politisi. Bisa jadi itu ada hubungannya dengan maraknya kaum selebritis yang tampan dan jelita itu masuk dunia politik.

Kalau para artis dengan mimik genit akan mengatakan “sudah tak ada kecocokan” sebagai musababnya, para politisi itu juga mengatakan hal yang sama, hanya saja dengan ekspresi penuh wibawa.

Apakah ini sebuah bukti lagi, bahwa dunia politik dan entertainment itu memang sama belaka, hanya panggung sandiwara? Minggu lalu tampak mesra, saling cipika cipiki, sanjung menyanjung, tiba-tiba kemarin mengajukan gugatan cerai. Eh, besok malah lebih mesra lagi, dan dengan santai mengatakan yang kemarin itu, “cuma salah paham aja”.

Apalagi kalau melihat kenyataan posisi warga dalam dua dunia ini juga sebenarnya sama: cuma penonton. Jadi, mereka mau cerai, kawin siri, selingkuh, mesra saat jalan-jalan ke Eropa, tidur saat rapat, ya tak boleh protes. Tonton saja. Tak suka, ganti chanel. Baca lebih lanjut

Kita Tak Bahagia, Mungkin Karena Kita Bodoh

Mungkin ada orang yang ga minat nikah, ga berpikir untuk punya anak, atau ga terlalu semangat memburu uang, bahkan ngga terobsesi dengan seks. Tapi siapa yang ga mau bahagia? Ayo tunjuk burung!

Pastinya, kita semua pengen dunk. Kita udah didesain secara sistematis untuk memburu kesenangan, seperti bunga matahari ditakdirkan tunduk menghadap sang surya.

Sayangnya, tak ada (kebahagiaan) yang abadi. Dan kita pun bergegas memburunya lagi. Kebahagiaan – seperti tali pusar bayi – adalah sesuatu yang efemeral, hanya ada untuk suatu masa dan menghilang sesudahnya. Baca lebih lanjut

Sms dan Ungkapan Cinta yang Meluluhkan Hati (5)

Setelah sekian lama mengendap di kotak draft, sequel kelima dari serial laris ini dirilis juga. 😉 Hitung-hitung, menghibur para caleg yang gagal ke gedung dewan.

(47) Andai sebuah bintang akan jatuh setiap kali aku mengingatmu, bulan pasti protes. Soalnya dia bakal sendirian di angkasa.

(48) Kamu selalu punya cara buat aku ketawa, saat aku bahkan lagi ngga pengen tersenyum. Gila kamu ya!

(49) Kamu membuatku sekarang ngerti, hal paling sakit itu bukan sendiri, tp dilupakan seseorang yang ngga bisa aku lupakan. Baca lebih lanjut

Here In The Real World

Untuk Alied, yg juga insomnia di seberang sana

Lelaki jantan, apapun ceritanya, tak boleh menangis dan menjadi lemah. Kebenaran tak akan bisa kalah, karena cinta itu mimpi terindah, yang pasti akan mewujud menyata, seperti kuntum yang mekar merekah…

Andai kehidupan berjalan seperti kisah di layar perak, sungguh tak ada alasan untuk gentar meniti hari-hari.

But here in the real world, di dunia yang tak selalu happy ending ini, sungguh tak semudah itu. Ketika hati patah merapuh, maka air mata pasti akan jatuh. Ketika mimpi hilang direnggut paksa, tak selalu ada kekuatan yang berkenan datang membela. Baca lebih lanjut