Arsip Bulanan: Maret 2009

Belajarlah Untuk (Menghormati Mereka yang) Percaya…

Bila seseorang menderita waham, gejala itu akan disebut gila. Bila banyak orang menderita waham, gejala itu akan disebut agama.

Sejak awal, blog ini sudah sering menjadi medan perang debat agama. Jika belum keterlaluan, saya biarkan. Kalau sudah terlalu kasar, terpaksa dihapus. Tidak saja bila yang menjadi sasaran serangan itu agama yang saya anut, tetapi agama manapun, keyakinan macam apapun.

Belakangan ada kecenderungan menarik. Beberapa komentar “menyerang” agama secara keseluruhan. Ada komentar yang sekadar menolak agama, tetapi masih mengakui Tuhan dan spiritualitas, sampai yang (kelihatannya) benar-benar atheis tulen. Baca lebih lanjut

Sepertinya, Persahabatan Memang Lebih Bernilai daripada Cinta

Persahabatan itu juga sebuah bentuk cinta, hanya saja dilengkapi oleh pengertian. Friendship is love, with understanding. Anda tentu pernah dengar bahwa cinta itu buta. Oleh karenanya, cinta bisa menghilangkan objektivitas, menggiring kita untuk berlaku tidak adil, termasuk kepada diri sendiri.

Persahabatan juga mirip-mirip sebenarnya. Seorang sahabat sejati, akan membela kita, apapun ceritanya. Tetapi bukan karena persahabatan itu buta seperti cinta. Ia hanya memilih menutup mata. Artinya, pilihan sikap itu dibuat dengan kesadaran. Baca lebih lanjut

Jauh Melanglang Buana, Agar Tahu di Mana Rumah Berada

Duduk, menunggu detik tiba di sini, mendengar angin menyelinap melalui bebukit yang mengabur bayang di pucuk malam. Pikiran menjelajah, mencari tahu di mana titik awal berada. Angin ini mestilah datang dari tempat yang lebih jauh dari Samudera Pasifik.

Kita tak akan pernah bisa menelusur gerak pertama angin, arus pertama air, perubahan pertama tekanan udara yang membawa angin sampai ke sekeliling kita.

Semua hal dalam kehidupan, apakah cuaca di lelangit atau emosi di dalam jiwa, adalah bagian dari sebuah proses, yang mengalir dan berkait-kaitan timpa-menimpa, begitu rumpil rumit, sehingga tak mungkin mengenali dan menguraikannya menjadi lapisan-lapisan tunggal yang mudah dimengerti. Baca lebih lanjut