Daripada Rokok dan Golput, Mending MUI Haramkan Haji Berkali-kali

Keputusan Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengharamkan golput dan rokok – meskipun yang terakhir hanya untuk anak-anak dan wanita hamil – telah menuai kontroversi. Entahlah… Tapi kalau memang siap mengeluarkan fatwa yang berpotensi menjadi kontroversi, mending MUI haramkan haji berkali-kali, misalnya lebih dari dua kali.

Saya memang belum merasakan kenikmatan yang juga menjadi satu dari lima rukun Islam ini. Tapi saya bisa membayangkan, itu pastilah sebuah perjalanan badan dan kembara spiritualitas yang sangat indah, dan sangat pantas jika nyaris semua yang pernah melakukannya ingin mengulanginya lagi.

Tetapi apakah sebuah kesalehan, menunaikan haji berkali-kali, sementara di sekelilingnya masih sangat banyak persoalan kehidupan yang menimpa para tetangganya, saudara-saudaranya seiman?

Banyak pula di antara mereka yang meniupkan kecurigaan pada missi dari agama tertentu, yang konon berusaha “menyuap” umat yang kurang mampu secara ekonomi, namun dia sendiri lebih suka menghabiskan uang puluhan juta untuk haji kesekian kalinya, daripada menyisihkan sedikit saja, sekadar membantu biaya sekolah anak-anak saudaranya seakidah.

Pemerintah Arab Saudi sendiri sudah merilis sebuah angka yang fantastis: setiap tahunnya tidak kurang dari US$ 5 miliar, anggap saja setara Rp 55 triliun, uang yang dikeluarkan oleh umat muslim di seluruh dunia untuk haji. Di sisi lain, FAO juga merilis angka lain yang tak kalah “gemerlap”-nya: masih ada 830 juta orang Islam yang sangat miskin dan membutuhkan bantuan.

*****

Dari segi manfaat, ada dua kategori ibadah: qashirah (individual),
yang manfaatnya hanya dirasakan pelakunya, dan muta’addiyah (sosial) yang manfaatnya dirasakan oleh pelakunya dan orang lain.

Baginda Nabi sendiri, uswah atau teladan terbaik itu telah memberi contoh. Ketika pada saat bersamaan terdapat kesempatan melakukan ibadah qashirah dan muta’addiyah, Nabi SAW akan mendahulukan jenis yang terakhir.

Pelaku haji mabrur dan penyantun anak yatim, memang sama-sama dijanjikan surga sebagai ganjarannya. Tetapi yang terakhir disebut, punya bonus: akan hidup berdampingan dengan Sang Nabi di belantara nirwana.

Dan yang lebih jelas lagi, Nabi sendiri ternyata hanya haji satu kali. Padahal dia tinggal di sana.

Lantas apakah yang sedang diburu pelaku haji berkali-kali itu? Ridha Allah atau kenikmatan (baca: ilusi) pribadi?

Ridhakah Allah, jika Anda menghabiskan uang puluhan juta setiap kali bertamu ke rumah-Nya, sementara di kiri kanan kediaman Anda banyak anak yatim dan fakir miskin yang menengadah dalam do’a-do’a malam, dengan perut hanya berisi air dan angin?

Bukankah dalam sebuah hadist qudsy Allah sendiri sudah menyatakan Dia dapat ditemui di sisi orang sakit, di dekat orang kelaparan, di sebelah orang kehausan, dan di antara orang-orang yang menderita. Sebaliknya, pernahkah Dia atau Rasul-Nya mengatakan, Allah hanya bisa dijumpai di sekeliling Ka’bah?

Oke… Hak Anda memutuskan ke mana uang Anda terhambur. Mau berburu jackpot di Las Vegas pun ngga apa-apa. Yang membuatku risau hanyalah karena penghamburan uang itu ada dalam “kemasan” ibadah…

Ibadahkah namanya, sesuatu yang ketika Anda lakukan bisa membuat hati orang miskin terluka? Oiya, apakah tidak terluka namanya mengetahui Anda bolak-balik “beribadah” menghabiskan uang puluhan juta, sementara mereka belum tau, besok mau makan apa?

Jadi Bapak-bapak MUI… Janganlah dulu masalah rokok. Banyak juga anak yatim yang hidup dari mengasong rokok. Janganlah dulu Golput. Lebih banyak lagi orang miskin yang muak, terus-terusan ditipu janji manis secara periodik tiap pemilu…

Coba Bapak-bapak kaji dulu soal haji berkali-kali ini. Mau? Mau? Mau? Mau? Mau? Mau? Mau?

27 thoughts on “Daripada Rokok dan Golput, Mending MUI Haramkan Haji Berkali-kali

  1. Kaji Tempe

    Jangankan merokok, perzinahan, pemerasan, penipuan yg jelas2 diharamkan kitab suci ajah bnyk yg melanggar!

    Betul itu, ndak ada manfaatnya mengharamkan merokok! Mari merokok!!!

    Tp menyarankan agar mengharamkan haji berkali kali?? Weee berkesan sirik bgt ahhh hahahaha. Dan ehem, brenti lah ngomentari tulisan sendiri pake nama yg ga jelas hueheuhuehue

    Balas
  2. weirdaft

    setuju sama yang ini. kenapa pula haram pake syarat. rokok haram untuk perempuan hamil dan anak2. kalo yg itu, gak usah pake label haram jg awak dah tau kali efeknya. kalo berani, haramkan untuk semua, kalo gak berani, jgn buang2 duit bikin musyawarah gak jelas yg hasilnya jg gak jelas.

    soal golput……..keknya yg ini hak awak jg lah [b]memilih untuk tidak memilih[/b]. ada masalah kalo awak milih mencentang smua gambar caleg dan partai??????

    nah klo soal berhaji, kasihlah kesempatan sama ayah awak yg blm pernah pergi itu, biarpun sekali, pantas jg dia menyempurnakan ibadahnya. iyalah,,,,kasi jg lah kesempatan sama abang awak ini, biar sempurna jg ibadahnya…hehehehe….

    *buat MUI, peace pak,,,,ini cuma komen orang sok tau…huehehehe,,,,,,,tapi cemanapun, keknya perlu dipertimbangkan usul dari penulis blog ini….yg katanya kasi komen dgn nama tak jelas,,, masih banyak lagi hal perlu dipedulikan MUI untuk kemajuan umat. bukan sekedar mengagendakan titipan dari beberapa penitip. sekali lagi, peace ah….

    Balas
  3. Deva

    setuju bang mendingan beli rokok dari pada membuat kaya orang arab sedangkan dinegri sendiri masih banyak yang minta bantuan, malah tamasya kenegeri arab demi keegoisan pribadi

    Balas
  4. SAW

    memangnya umat muslim di Indonesia pada ridho jika halal haram,dosa berkah, sorga neraka yang merupakan Hak Alloh diwakilkan oleh MUI yang notabene juga manusia berdosa??
    aku tidak ikhlas Bang…

    Balas
  5. roberthendrik

    stuju bang… buang2 devisa negara aja….. kalau tujuannya mau ibadah, tuh banyak fakir miskin juga yang perlu dana BUANYAK…. ongkos naik hanji misal 20 juta per orang, cukup buat biaya makan 5 orang selama 1 tahun.

    bayangkan kalau 1 juta jemaat haji per tahun bisa buat makan 5 juta penduduk indonesia tuh…

    Balas
  6. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae…

    Benar juga ya lae.. (emang benar lah. he..he..). Kenapa pula tidak pernah terpikir sebelumnya masalah haji ini. Toh MUI mengharamkan rokok dan golput juga karena pertimbangan “Mudharot”nya.

    Kalau kali ini MUI menfatwakan haji berkali-kali haram, wah.. pasti lebih kontroversial ya? Aku gak bisa banyangkan lae acara debat dan talk shownya di TV pasti lebih seru ! ( he..he..) yang yang lebih dinantikan lagi akan ada blog dan ulasan selanjutnya dari lae.

    Horas.

    Balas
  7. adhiwirawan

    Mengharamkan merokok, menurut saya agak berlebihan. Ini kan bukan masalah yang dihadapi muslim di Indonesia aja, jadi IMHO MUI konsultasi dengan “MUI-nya” negara islam lain, trus dibuat keputusan bersama.
    Kalau hanya Indonesia atau beberapa negara saja kan bisa rancu. Nanti Gimana malaikat menghisab kita, masak di cek kewarganegaraannya dulu, “oh ini dari Indonesia, kebiasaanya dihitung dosa, yang dari Malaysia mubah…… ????

    Balas
  8. lohot simanjuntak

    horas lae
    leleng ndang marbarita,lae paha saja sudah menggiurkan;apalagi pahala,tentu lae sudah pernah membaca tentang pahala yang didapat ketika menunaikan ibadah haji.sekali sembahyang di masjidil haram akan mendapat pahala sebanyak ….
    tapi ada calon fatwa haram yang akan menyusul baca di:http://esensi.wordpress.com/2009/02/13/usulan-17-fatwa-calon-haram-kepada-mui/,saya pikir ,kalo ini jadi entah apa lagi komen lae toga ini
    mauliate -horas

    Balas
  9. awan putih

    Bukti nyata bahwa yang mempunyai nalar di Indonesia tinggal sedikit!! Yang berhak dan berkewajiban mengatur kesehatan manusia dalam hubungannya dengan konsumsi rokok adalah departemen kesehatan. itu aja kok, bukan MUI, FPI, MAWI, HKBP, NU, PDIP, GOLKAR, LDII dll dll dll, soal agama jangan dibawa2 ke dalam ranah negara, udah enggak ada nalar lagi namanya, kalo MUI melarang rokok gimana dengan org kristen yang merokok di depan bayi muslim? gpp kan? kacau balau kan? Makanya belajarlah ilmu kesehatan dalam menghadapi rokok, bukan ilmu2 laen yang gak cocok!! Yang praktis2 aja deh!!

    Balas
  10. maya

    hmm….aku siy ambil hikmahnya ajah, kalo MUI gag mengharamkan rokok dan goluput, mungkin tulisan yang membuka nalar ini gag muncul ..:D

    Balas
  11. meiy

    MUI kan punya tanggungjawab moral dunia akherat, aku percaya saja orang2 yg disana orang yg ngerti Islam. soal pilihan tetep pribadi, hehe mau ikut ato enggak😀

    Balas
  12. cumamimpi

    MUI hanyalah segerombolan ulama yang terhimpun dalam sebuah paguyuban yang kerjaannya cuma kongkow2 doank demi memperkaya pundi2 tabungan mereka, itu aja kok, kagak lebih dan kagak kurang!! Ada sejumlah pertanyaan : Apakah keuangan MUI pernah di audit oleh auditor akuntan yang independen? Apakah rakyat mengetahui secara transparan bagaimana kondisi keuangan MUI (aliran dana, sumbangan donatur, gaji karyawan, pinjaman uang, biaya operasional sehari2 dll)? Apa peran MUI di saat kemiskinan, ketidakadilan dan korupsi merajalela di Indonesia? Kenapa MUI tidak pernah berbicara keras dalam masalah korupsi? Bagaimana sistem perekrutan ulama2 di MUI? Berdasarkan kriteria apa dan menggunakan parameter apa? Nalar tanpa iman adalah sesat, iman tanpa nalar adalah buta (Albert Einstein)…..

    Balas
  13. dhani

    Istifar coi ……………..

    jangan bahas terlalu dalam hal itu tar loi murtad alias jadi kafir cam nafa urbach ahc itu
    agama di nomor dua kan ………
    halal darah nya tuh……..

    Balas
  14. SEA TRAVELER

    Untuk Dhani, Nabi pernah bilang : Setinggi2nya manusia, dia adalah manusia yang beriman dan berakal… Jadi beriman aja belum cukup coy, harus berakal alias bernalar alias berilmu alias berpendidikan juga!! Itulah yang sering dilupakan umat muslim, dan itu pulalah yang menyebabkan kenapa Islam terpuruk sekarang ini. Ilmu, ilmu dan ilmu, itulah kunci kemajuan dunia ini!!! Terpuruk dan terpuruk, karena mereka lupa apa kata nabi, itu aja seeh, terima kasih.

    Balas
  15. David C. Siahaan

    Menggigit bangat, sebaiknya para mahluk tuhan yang mengaku beragama seperti itu lae, rasional membaca kitab suci. Kitabnyanya sih mutlak benar, tapi kita yang mengartikannya yang salah.

    Dikomunitas kami juga banyak hal-hal aneh, misalnya bagaimana susahnya orang memberi bantuan kepada sesama yang kesulitan, tapi kalau yang disebut untuk membangun gereja apalagi melalui lelang sangat gampang, seharusnya khan harus diharamkan itu.

    uang haram mengalir deras masuk gereja, apakah itu dari hasil korupsi, rentenir, narkoba dsb tapi para pendeta sangat tidak -perduli. yang penting uang !!! apalagi dia dapat amplop lagi.

    Sebenarnya hampir tiap sendi kehidupan kita ini sudah terkotori pikiran yang salah kaprah, tapi kalau kita kritik kita dituduh menjelek-jelekkan agama sendiri. Halal pula darah kita dibunuh !!!

    Balas
  16. yande

    ajiiib dah abang satu ini tulisannya!
    disaat orang2 rame tentang UU APP, fatwa haram rokok, haram golput dan fatwa lain-lainya, abang menulis ide fatwa yang luar biasa.
    usul ni bang, dibuat officially aja ke MUI
    Masalah setuju ato tidak saya tidak berani bicara banyak karena saya bukanlah muslim, namun membaca tulisan abang membuat saya berpikir lebih jernih. Karena dulunya saya kira muslim emang harus begitu (naik haji bekali-kali)

    Balas
  17. Bung_One

    Udahlah anggap aja gak ada itu semua, cari aja nafkahmu gak usah pikirkan yg aneh-2 Kalo yg maha KUASA udah gak berkenan lg, mau mekkah kek, las vegas kek, jerusalem kek ntah apapun itu cuma sekejapnya dibikin musnah macam sodom gomora. Tunggu aja yg mana duluan ……???

    Balas
  18. Huria Kristen Betawi Protestan (HKBP)

    ketika masalah dunia dan materi dibahas dengan pendekatan non duniawi dan non materi maka akibatnya kacau balau. gampang aja kok, merokok merusak kesehatan, itu sudah dibuktikan secara logis, empiris dan rasional oleh ahli2 kesehatan di seluruh dunia, ada bukti2 ilmiahnya malahan (bisa dilihat di internet), melakukan pendekatan rokok dengan pendekatan agama dan ekonomi, maka yang terjadi adalah patpatgulipat, mencla mencle, putarmemutar, akibatnya alasan rasional kesehatan dikesampingkan, akibat lanjutannya adalah kerusakan kesehatan jasmani dan rohani…ada 40.000 zat kimia yang terkandung di rokok yang sangat berbahaya bagi tubuh dan itu dikesampingkan hanya karena alasan2 rokok membuat relax, rokok bikin mulut gak asem, rokok memberi inspirasi, rokok menyediakan ribuan tenaga kerja di pabrik rokok dll…..alasan utama dilupakan, alasan tambahan diperhatikan…itulah khas pola pikir orang indonesia….sangat memprihatinkan.

    Balas
  19. -----------------------

    ANDA BUTUH IJAZAH UNTUK MENCARI KERJA – MELANJUTKAN KULIAH – KENAIKAN JABATAN ?!?!
    KAMI JASA PEMBUATAN IJAZAH SIAP MEMBANTU ANDA UNTUK MEMENUHI KEBUTUHAN IJAZAH UNTUK BEKERJA ATAU MELANJUTKAN SEKOLAH / KULIAH.
    BERIKUT INI MERUPAKAN JASA YANG KAMI SEDIAKAN.

    -SMU:4.000.000
    -D3:6.000.000
    -S1:8.000.000

    * AMAN, LEGAL, TERDAFTAR DI UNIVERSITAS / KOPERTIS / DIKTI, BISA UNTUK MASUK(PNS, TNI, POLRI,BUMN, SWASTA).

    JUGA MELAYANI PEMBUATAN SURAT SURAT PENTING SEPERTI:SIM, STNK, KTP, REKENING BANK, SURAT TANAH, AKTE KELAHIRAN.BPKB, N1, SURAT NIKAH, DLL.

    SYARAT:KTP/SIM,FOTO BERWARNA DAN HITAM PUTIH,UNIVERSITAS YANG DITUJU,IPK YANG DIMINTA(MAX 3,50),TAHUN KELULUSAN YANG DIMINTA,ALAMAT PENGIRIMAN YANG DIMINTA.KIRIM KE: pembuatanijazah@yahoo.co.id

    HUB: +6285736927001.

    (HANYA UNTUK YANG SERIUS SAJA)

    Nb:Semua manusia berhak meiliki pekerjaan dan pendidikan yang layak,entah dari kalangan atas,menengah dan bawah.Maka dari itu kami ada untuk anda yang mebutuhkan ijazah atau surat-surat penting lainnya.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s