Jika Ajal Sudah Ditentukan, Mangapa Harus Ada yang Disalahkan Atas Sebuah Kematian

Ketua DPRD Sumut, Abdul Aziz Angkat, meninggal dunia di tengah kepungan unjukrasa. Dia tampaknya beberapa kali menjadi sasaran pukulan, namun penyakit jantung yang dideritanyalah, yang sepertinya menjadi penyebab kematian.

Sepeninggalnya, orang-orang berdebat. Jenazah yang semestinya langsung menjalani kifayah itu, harus dibelah, otopsi namanya, untuk menentukan penyebab pasti kematiannya.

Namun di antara kerumunan orang yang melayatnya, terdengar suara berguman, “Namanya juga sudah ajal.”

Saya jadi ingat sama ungkapan terkenal. “Keberanian tak akan mempercepat ajal, dan kepengecutan tak pula memperlambatnya, karena ajal sudah ditentukan waktunya.”

Jika begitu, mengapa harus ada yang dipersalahkan dan kemudian dihukum atas sebuah kematian?

20 thoughts on “Jika Ajal Sudah Ditentukan, Mangapa Harus Ada yang Disalahkan Atas Sebuah Kematian

  1. Senja Kelabu

    Mari kita coba mengautopsi otak yang selalu ingin mekar-mekar itu. Kenapa nggak melihara kembang sih itu orang-orang. Yang dulu di mekar-mekarkan aja kurus nggak terurus. (maaf……..otak sedikit erosi karena emosi)

    Balas
  2. maya

    mmm….kalo meninggalnya bukan karena disengaja oleh orang lain mungkin gag perlu dicari siapa yang bertanggung jawab, tapi kalo meninggalnya karena disengaja oleh orang lain sepertinya perlu dicari orang yang bertanggung jawab agar tidak seenaknya menghilangkan nyawa orang lain.

    Balas
  3. darnia

    kalo baca tulisan Bang Toga malah jadi inget pertanyaan tebak-tebakan jaman SD dulu :

    Orang apa yang terjun dari menara Petronas, tapi nggak mati?

    Jawabannya gak laen gak bukan adalah orang yang panjang umur (~.~)

    Balas
  4. putirenobaiak

    “Namanya juga sudah ajal.”
    persis ucapan seseorang di kantorku, menyebalkan…

    kalau takdir sudah ditentukan, mengapa ada orang mati sbg penjahat? Tuhankah yg telah menentukan? menurutku, justru disitulah rahasia takdir Tuhan.

    tulisanku ttg nasib Ketua DPRD Sumut yg mengenaskan ini tak jadi kuteruskan, aku tak suka menulis dg kemarahan, perasaan sangat tak nyaman. tak kuat membayangkan bagaimana perasaan keluarganya

    apapun alasannya, aku orang yg anti kekerasan.
    pernah berdebat dg teman, dia membenarkan tindakan orang2 yg mengeroyok & membakar maling yg sudah berkali2 keluar masuk penjara, tak jera2. masya Allah, kalau kita bukan orang yg berhak menghakimi orang (dipercaya negara), betapa angkuhnya kita dihapan Allah, manusia yg merasa benar membakar makhlukNya.

    Balas
  5. Yep

    Maksud Bang Togar, apakah pelaku kriminal dan kekerasan tersebut tidak usah diproses hukum ?
    Weleh…..weleh……ada aturan aja begitu, gimana klu ngak ada yang ngatur ?

    Balas
  6. CHIKO

    Wakakka..Nyerah deh kalo dah liat tulisannya Om Toga.. Harus mikir jauh-jauh sebelum bisa mengartikannya.. Saya Paling senang dengan cara Om Toga Memandang dari satu sisi yang tidak terduga sama sekali… hahahha..

    Balas
  7. parToba

    turut berduka cita atas meninggalnya putra batak pakpak bapak aziz angkat smoga ditrima di sisi allah yang maha kuasa…

    pemekaran sah2 aja menjadi aspirasi masyarakat karna telah diatur dlm UU namun tindakan pemaksaan itu mesti kita tolak!!namun jika melihat beberapa kejadian mengapa terjadi tindakan tersebut maka ada proses sebab-akibat di dalamnya.

    mengapa sang ketua meninggal di gedung DPRSU semua serius mengusut kasus tersebut namun jika RAKYAT MENINGGAL KARNA ULAH PARA POLITISI smua kayak AYAM SAYUR?????ngak ada untungnya mungkin kali???

    jika pemerintah PUSAT ingin semua selesai mari selesaikan dengan HUKUM dan segala pelaku ANARKIS ditindak TEGAS namun pemerintah mesti MEMEGANG ASAS KEADILAN,segala PERKARA TINDAKAN ANARKI DEMONSTRASI DI SELURUH PELOSOK NUSANTARA MESTI DITINDAK TEGAS….ngak kecuali para OTAK INTELEKTUAL KERUSUHAN DI AMBON,POSO,PAPUA,ACEH,dll agar INDONESIA TETAP MENJADI BANGSA YANG TAAT HUKUM…

    marilah pemerintah pusat TEGAS DALAM MELAKSANAKAN HUKUM DI INDONESIA agar TIDAK TERJADI KETIMPANGAN SOSIAL…

    damailah indonesia damailah negriku temapaku dilahirkan..
    sian topi tao toba nauli na holong tu hadameon
    butima
    horas ma di hita saluhutna…

    Balas
  8. andi sitorus

    weleeeh.. ntar orang seenak menghilangkan nyawa orang laen bro. Kalo seperti tulisan bro diatas berarti sama aja kita hidup di hutan.

    Balas
  9. yande

    wah…, klo semua orang berpikir seperti itu, polisi ga punya kerjaan donk bang wakaka… tapi emang bener si, makanya say berpikir lebih baik jangan menjanjikan sesuatu, krn kita ga tau kpn waktunya kita tiba hii… serem

    Balas
  10. TANGGUNGJAWAB, SIMBOL NEGARA, DAN REAKSI BERBEDA

    Mengenai aksi unjuk rasa anarkis di Medan yang menyebabkan Ketua DPRD Sumut Abdul Aziz Angkat meninggal dunia, menurut aku, tetap harus ada yang bertanggungjawab. Pertama, bagaimanapun aksi anarkis tidak bisa diterima dan merupakan tindakan kriminal. Kedua, aksi anarkis itu telah menyebakan Abdul Aziz kena serangan jantung sehingga meninggal dunia. Artinya, secara tidak sengaja, aksi itu telah menghilangkan nyawa orang. Ini sama seperti pengemudi mobil secara tidak sengaja menabrak orang hingga tewas juga diancam hukuman penjara. Memang bang Toga, kapan, dimana, dan karena apa kita mati (mungkin) sudah ada time schedulenya dibuat sang pencipta. Tapi, sama seperti pelaku pembunuhan tetaplah harus diproses hukum.

    Hanya, yang menjadi pertanyaan penting dan menggelitik buat aku, MENGAPA YANG MENJADI TERSANGKA INSIDEN DI MEDAN ITU BANYAK SEKALI ??? MENGAPA KAPOLDA dan KAPOLTABES DICOPOT???

    Jumlah tersangka kasus unjuk rasa di Medan yang sudah lebih 60 orang sehingga bisa membangun sebuah huta atau kampung di Nainggolan, Pulau Samosir, sana terasa sangat aneh. Mungkin kita masih ingat kasus unjuk rasa pemindahan ibukota Kabupaten Banggai Kepulauan, Sulawesi Tengah, dari Banggai ke Salakan. Unjuk rasa yang berujung bentrok antara polisi dan warga itu menewaskan empat warga serta melukai 14 warga lainnya dan 6 polisi. Keempat korban tewas karena terkena peluru tajam dan pukulan polisi.

    Setelah dilakukan penyidikan, polisi menetapkan lebih dari 20 warga Banggai sebagai tersangka. Ini terasa JANGGAL karena yang tewas dan luka-luka berat adalah dari pihak warga, namun yang dijadikan tersangka juga dari warga. Sedangkan empat polisi yang melakukan penembakan dan pemukulan ditetapkan jadi tersangka belakangan. Setelah diadili mereka hanya mendapat hukuman beberapa bulan penjara dan karena potongan masa tahanan langsung bebas begitu keluar dari pengadilan.

    Kalau kasus di Medan dengan Banggai ini kita bandingkan tentu akan kelihatan sekali bagaimana perbedaan reaksi polisi dan negara ini dalam mengusutnya. Perbedaannya, PERTAMA dari segi jumlah tersangka. KEDUA, dari segi siapa yang menjadi tersangka. Di Medan, yang jadi tersangka adalah mereka yang diduga melakukan pemukulan dan perusakan. Sedangkan di Banggai, warga yg jelas2 tidak mengakibatkan empat orang temannya tewas dijadikan tersangka. KETIGA, Kapolda Sumut dan Kapoltabes Medan DICOPOT. Kasus Banggai, Kapolda Sulteng dan Kapolres Banggai Kepulauan TIDAK DICOPOT. Kebetulan, Kapolda Sulteng saat kasus itu terjadi yaitu Brigjend Badroedin Haiti yang saat ini menjadi Kapolda Sumut dan sebentar lagi naik pangkat jadi Irjen.

    Mengapa ya reaksi negara dan Polri berbeda sekali sampai-sampai SBY mengadakan rapat mendadak segala untuk bahas kasus Medan??? Ternyata, setelah mencermati dan membandingkan kembali, ada satu lagi yang membedakan kasus Medan dan Banggai.
    Abdul Aziz kan KETUA DPRD SUMUT yang menurut SBY simbol negara.

    Sedangkan empat warga di Banggai HANYALAH RAKYAT BIASA, JELATA, TIDAK PUNYA KEKUASAAN, DAN BUKAN SIMBOL NEGARA, SEKALIPUN MEREKALAH YANG MENGANGKAT SIMBOL-SIMBOL NEGARA DI NEGERI INI.

    tabik

    Reinhard Nainggolan

    Balas
  11. Barisan Jihad

    Waspadalah ikhwan-ikhwan fillah, Kalam Allah : “Walantardzo ankal yahudu walan nashoro hatta tattabia millatahum”
    Pembentukan Protap merupakan misi Kristen Internasional untuk membangun kekuatan Kristen di Indonesia. Peran surat kabar Indonesia Baru yang merupakan mulut orang-orang Nasrani dan Univ Sisingamangaraja merupakan pencetakan Kader Nasrani Militan. Waspada waspada waspada

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s