Tahun Baru, dan Kita Semakin (tak) Tahu…

Seiring bergegasnya waktu, dan usia yang terus menjejalkan diri ke tubuh kita, menjadi makin paham akan kemampuan dan keterbatasan diri, kita mengerti bahwa upaya untuk mengerti itu tak pernah berhenti.

Seperti pohon yang mencabang ke mana-mana, melambai dedauan dalam tarian pencarian, menengadah dahaga cahaya. Kedewasaan tampaknya memang tentang kemampuan menyesuaikan dan merasakan diri, bukan soal ilmu pengetahuan, atau kecerdasan yang mengundang decak kekaguman.

Tumbuh adalah pekerjaan yang harus dibayar tunai setiap hari. Sebab begitu kita diam, waktu meninggalkan kita tanpa pernah terkejar lagi.

Andai bisa, semua kita ingin sembunyi, lari menyingkir dari badai, dan tiba-tiba sudah menemukan diri berada di sebuah dunia baru yang sempurna, di mana semua masalah sudah terpecahkan, dan pilihan terbaik tersaji di hadapan.

Tapi tak ada siapapun di atas sana yang bertugas membersihkan semua debu, menyingkirkan semua beban. Semua bisa berakhir baik-baik saja, tetapi tidak dengan menekan sebuah tombol. Diperlukan perkelahian tanpa jeda, yang bahkan jika dihadapi dengan segala kemampuan, tak ada jaminan kita bisa menghindari kekalahan.

Inilah hidup yang menyebalkan, sekaligus menawan. Dua sisi mata pedang, mengayun acak tanpa pernah bisa diduga.

Tahun berganti, dan orang-orang mabuk di jalanan, hujan pijar api di langit hitam, merayakan kemenangan seolah kita telah menaklukkan sebuah ruas waktu lagi.

Padahal kita tetap di sini, di antara pertarungan dan pertarungan berikutnya. Hanya saja, kita mungkin semakin tahu, atau justru tambah tak mengerti, perang ini untuk apa, dan mengapa kita harus terjebak kelelahan di tengah-tengahnya.

Begitupun, selamat tahun baru!

Iklan

26 thoughts on “Tahun Baru, dan Kita Semakin (tak) Tahu…

  1. ParisTurnip

    Seperti kata Pongky Jikustik di salah satu infotainment
    “Simple life, simple problems”

    Seperti kata Meryl Streep yang saya baca di Readers Digest edisi Januari “Start by starting”

    dan seperti kata Joker di film The Dark Knight
    “Whyyy sooo serioouuusss?”

    Selamat tahun baru 2009! πŸ˜€

    Balas
  2. yande

    Selamat tahun baru Bang, meski hari ini masih terasa sama seperti tahun kemarin tapi paling tidak ada terbersit harapan dari setiap manusia akan cerita baru untuk menjadikan semua menjadi lebih baik.

    Cukup berharap saja, bila waktu kita tidak pernah cukup untuk berdoa

    πŸ™‚ salam hangat dari Bali

    Balas
  3. syechsitidjenar

    gagal di 2008 bangkit di 2009
    menangis di 2008 tertawa di 2009
    jatuh di 2008 merangkak di 2009

    meski ndak ada yang menolong,
    aku akan bangkit!

    Selamat Tahun baru 2009

    Balas
  4. michaelsiregar

    Selamat Tahun Baru Appara ……….
    Maafkan saya bila menyakiti ataupun menyinggung perasaan melalui tulisanku pada tahun yang lalu, semoga di tahun yang baru ini kita semakin sukses dan semakin arif mengarungi kehidupan ini .
    BTW saya ada di Medan dari 25 – 29 Dec yang lalu menghadiri pernikahan saudara kita Capt. D. Siregar yang menikah …….. maaf saya nggak bisa membagi waktu untuk bertemu.

    Balas
  5. Ryan Shinu Raz

    Horas.!

    Selamat tahun baru lae..

    ( He..he.. gak tau lagi mau bilang apa).
    Pokoknya Selamat Tahun Barulah…
    Horas!

    Balas
  6. colifa sagita yogya

    Seandainya dua sisi mata pedang, berputar kembali ke waktu yang telah berlalu mungkin aku akan menyesal, karena aku tidak bisa menyelesikan masalah, dan selalu lari. Sedangkan waktu selalu mengejarku untuk belajar dewasa dan sanggup menyelesaikan masalah. Sanggupkah semua orang melewati pertarungan ini, pertarungan yang penuh dengan teka – teki hidup dan kejaran waktu yang tak mungkin berputar kembali.

    Balas
  7. Simangusong

    Kita hanyalah daun-daun di atas pohon raksasa. Sang waktu melengos bagai angin, menghela daun-daun kuning hingga jatuh ke tanah digantikan pucuk-pucuk hijau. Batang raksasa hanya bisa meratap menantang dengan akar yang lebih kokoh. Bagaimanapun siraksasa akan semakin lapuk, sedang sang waktu tenang saja berlalu tanpa henti.

    Tak ada yang abadi kecuali sang Waktu

    Horas Lae
    Horas 2009

    Horas Peace, apakah kau masih bisa berpijar?

    Balas
  8. putirenobaiak

    pertarungan itu, sesungguhnya yang terberat adalah melawan diriku.
    met tahun baru bang toga, moga lebih byk smile taun ini πŸ™‚

    Balas
  9. weirdaft

    “Tahun berganti, dan orang-orang mabuk di jalanan, hujan pijar api di langit hitam, merayakan kemenangan seolah kita telah menaklukkan sebuah ruas waktu lagi”

    padahal kita semakin dekat pada akhir waktu…

    selamat tahun baru bang toga…

    selamat menjalani hari-hari yang tak baru…

    Balas
  10. Senja Kelabu

    Sejak pertama kali tulisan ini ku baca, sudah seminggu aku berharap-harap cemas menunggu tulisan lae, tentang perang saat ini (Gaza). Tapi setelah beberapa kali kubaca dan kurenungkan lagi tulisan yang jempolan ini, aku rasa itu sudah menjadi potongan gambar dari tulisan ini. Tapi siapa tau lae mau membahas detilnya agar kami lebih tercerahkan, mungkin tak ada salahnya berharap dan menunggu.
    Tulisan ini menjadi titik awal keberangkatan ke gerbang 2009.

    Horas Lae, Selamat Tahun Baru

    Balas
  11. Senja Kelabu

    Padahal kita tetap di sini, di antara pertarungan dan pertarungan berikutnya. Hanya saja, kita mungkin semakin tahu, atau justru tambah tak mengerti, perang ini untuk apa, dan mengapa kita harus terjebak kelelahan di tengah-tengahnya.

    Sementara itu ada sepercik sinar ( dari koran Kedaulatan Rakyat Yogyakarta 9 Januari 2009) :

    Gubernur DIY dalam Perayaan Natal Bersama Keluarga TNI, Polri dan PNS Provinsi DIY di Bangsal Kepatihan, Rabu (7/1) malam, yang turut dihadiri ketua DPRD DIY Djuwarno, Romo Vikep dan Gubernur AAU WS Silaen dan kombes Pol Siagian. Menyampaikan lima pesan. Pertama, kepada para pemuka agama hendaknya menjadi cermin kasih Tuhan. Tidak hanya tatkala berkotbah di komunitas peribadatan, melainkan juga di tengah masyarakat. Dst………

    Puisi terindah minggu ini.
    (Eh…lae aku lupa tulisan lae jugak puisi terindah lho….. Ah…kalau “ter” harusnya kan berarti hanya satu. Aduh terlanjur, gimana ini , kok jadi perang sendiri?

    Balas
  12. Salngam

    I’really don’t know about tomorrow what I know now eventhough terlambat adalah: SELAMAT TAON BARU 2009 MA DI HAMU LAE DHOT SUDE KELUARGA.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s