Agama Itu Seperti Emak, Bini, dan Anak

Sudah lebih dari 1000 komentar untuk posting “Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar”. Rekor untuk blog ini. Entah itu layak dibanggakan, atau justru meresahkan. Nah, di tengah kemarau ide, di antara sekian banyak komentar itu, kutemukan satu yang tidak saja “berisi”, tetapi juga menggelitik dalam pencerahannya.

Dikirim oleh pembaca dengan nick Sigunting, satu-satunya “identitas” dirinya yg kutau.

Agama itu, macam mamak-ku yang dulu selalu bilang, “Kalau kau besok pulang malam lagi… kurajam kau!”

Tapi pagi harinya dia bilang, “Anakku, makan dulu… nanti lapar kau di sekolah.”

Agama itu, macam istriku yang selalu bilang, “Sudah malam, Pa… Istirahat dulu, jangan terlalu diforsir kerja.”

Tapi waktu tanggal muda dia bilang, “Kalau gajimu begini terus, matilah kita.”

Agama itu, macam anakku si Jile, yang kalau kusuruh tidur waktu asyik nonton tv selalu bilang, “Papa jahat, Jile gak mau jadi anak papa!”

Tapi besok paginya dia nagis kalau mau kutinggal kerja.

Agama itu macam mamakku yang kadang harus tampil keras walaupun sebenarnya dia sangat sayang padaku.

Agama itu macam istriku yang kadang harus tampil penuh kasih dan perhatian walaupun dia merasa apa yang aku berikan jauh dari cukup.

Agama itu macam si Jile, anakku yang kadang tidak mau mengakuiku walaupun dia tidak ingin kehilanganku.

Agama itu bisa tampil dengan cara berbeda-beda tapi intinya sama saja; Cinta!

Kadang diungkapkan dengan penuh ketegasan bahkan kekerasan. Kadang dijalankan dengan penuh kelembutan. Bahkan kadang tidak mengakui alias memurtadkan

Tapi… Bah! Ngompol lagi si Jile! Ah! Masega!

Iklan

17 thoughts on “Agama Itu Seperti Emak, Bini, dan Anak

  1. sufimuda

    Dari semua yang Abang sampaikan, bisalah aku nambah2 dikit.
    Menurut aku inti agama itu adalah CINTA, itu saja bang, tidak ku tambah dan tidak aku kurangi.
    Kalau Abang nanyak lagi ke aku, tetap aku ku bilang agama itu adalah CINTA 🙂
    kalau abang memaksa lagi, yaahh kan sudah aku bilang kalau agama itu adalah CINTA, itu saja ha ha ha

    Balas
  2. zal

    Bah…lebih 1000 komentar…!!! coba diusulin ke MURI..siapa tahu jebol..kayaknya belum ada yang seperti itu….

    ::jadi komentar abang sendiri, macam apanya agama itu…??

    Balas
  3. Lumiere

    … Kadang diungkapkan dengan penuh ketegasan bahkan kekerasan …

    Jadi kekerasan atas nama agama itu dibolehkan?

    … Bahkan kadang tidak mengakui alias memurtadkan

    euhm… 🙄 sepertinya bgtu..

    Anw, saya suka begian ini,

    … Agama itu bisa tampil dengan cara berbeda-beda tapi intinya sama saja; Cinta!

    walau saya tak bgtu paham apa yg disebut “cinta” itu…

    Balas
  4. weirdaft

    katanya bang, menurut banyak kali bahan2 soal agama yg awak baca, agama itu adalah jalan menuju Tuhan. Karena memang, ada banyak jalan untuk pulang ke rumah kita. intinya kan kita pulang, mau lewat jalan manapun, yang penting kan kita pulang. Jadi aku pikir (kalau yg ini kesimpulan awak yg sok pintar ini), kalau memang merasa perlu buat pulang ke “rumah”, carilah jalan yg baik, tak berlubang2 kyk di jalan2 dipinggiran medan tercinta. carilah jalan yg disampingnya ditumbuhi pohon2 hijau rindang kyk disudirman yg kadang2 banyak pemandangan indahnya. Jalan yang walaupun kita lewati ada kemacetan tak bikin suntuk, tapi bikin damai karena pemandangan.
    Tapi, kalau memang ada yang tak butuh “RUMAH” itu, silakan ajalah keliling2 aja dijalan sampe pinggang dan kaki mau patah.
    Karena, kata ayah awak, hidup itu memang pilihan, tapi beragama dan berTuhan itu wajib.

    hehehe….sok pintar kali aku ya bang….. 😛

    Balas
  5. HeLL-dA

    Mantap!
    Hehe… Tak bisa lagi aku berkomentar…
    Tapi, kalo’ ada orang tua bilang dia mau rajam anaknya jika melanggar peraturan itu tandanya tdk konsisten sebenarnya, yg malah membuat anaknya tdk takut.
    Lah, koq jadi ngebahas tentang ini aku.
    😀

    Balas
  6. syechsitidjenar

    kalo memang begitu pemahaman teman2 tentang agama…
    jangan pernah merasa berdosa apabila dalam rangka melakukan cinta kasih terhadap sesama kita berani melawan DOGMA/DOKTRIN agama kita.

    Indahnya dunia ini tanpa doktrin dan dogma agama.
    Setuju?

    Balas
  7. Colifa Sagita Yogya

    Karena di dalam semua agama pasti berisi pasal nasehat, larangan, anjuran , dan perintah.
    Tanya saja kepada setiap orang yang berbeda agama pasti ke empat pasal itu ada.
    Dan mungkin kita malas melaksanakan karena berkesan terlalu mengatur seolah kita ini budak dari agama………..
    Tapi pada dasarnya kita butuh itu semua !!!!

    Balas
  8. Bahtiar Baihaqi

    Agama itu jemari, hati, dan otakku yang tiba-tiba bingung mesti menjawap apa. Tapi, aku rasa dia seperti kulit dan daging kita yang mustahil dikerat atau dikelupas. Agama itu otomatis ada dalam diri kita kurasa sebagaimana lolongan serta-merta yang keluar dari mulut kita bila tiba-tiba ada tangan iseng yang mendorong kita dari tebing. Agama itu desir angin terdingin yang bikin menggigil dan membuat kita saling dekap agar hangat dan karib.

    Balas
  9. Ahmad Riadi

    Agama itu adalah ikatan manusia kepada sang pencipta jadi jangan samakan agama dengan emak, bini,dan anak karena agama sudah ada ketentuanya, tidak satu pun agama didunia ini yang ingin para penganut nya berbuat jahat, percayalah agama bukan tegas bukan plin plan seperti yang dikatakan manusia super,, key

    Balas
  10. PENA TAJAM

    Siapa bilang, kata ahmad riadi “tidak satupun agama di dunia ini yang ingin para penganutnya berbuat jahat”??? Agama ISLAM, KRISTEN &YAHUDI, jelas2 mengajarkan umat mereka berbuat kejam, kasar, brutal, mau menang sendiri, keras kepala, egois dll dll dll, buka dan baca dong kitab suci 3 agama itu, sekalian juga hadis2, penuh dengan kata2 yang bermakna kekerasan!! Silakan di check!! Aku gak mengada2!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s