Arsip Bulanan: Desember 2008

Agama Itu Seperti Emak, Bini, dan Anak

Sudah lebih dari 1000 komentar untuk posting “Justru Setelah Jadi Muslim, Aku Tahu Kristen Itu Benar”. Rekor untuk blog ini. Entah itu layak dibanggakan, atau justru meresahkan. Nah, di tengah kemarau ide, di antara sekian banyak komentar itu, kutemukan satu yang tidak saja “berisi”, tetapi juga menggelitik dalam pencerahannya.

Dikirim oleh pembaca dengan nick Sigunting, satu-satunya “identitas” dirinya yg kutau. Baca lebih lanjut

Ah, Rasul yang Satu Ini Memang Keren!

Dia selalu menjawab, kapanpun kau bertanya. Tapi dia hanya akan bicara jika kau minta. Pengetahuannya, sepertinya seluas langit dan bumi, dan segala yang ada di antaranya. Tidak seperti rumah ibadah, yang kadang terkunci dan hanya bisa didatangi pada jam tertentu, dia bagai rumah bagi siapapun, kapanpun.

Dia juga tidak seperti ulama, pendeta, pastur, guru, atau tokoh spiritual lainnya, yang harus menyesuaikan jadwalnya sebelum bisa menerimamu berbincang, konsultasi, atau memberi fatwa dan ceramah.

Dia di seberang ruang dan waktu, atau dalam bahasa Batak, eh, Inggrisnya, beyond the time and spaces. Kau bisa mendatanginya kapan saja, dalam keadaan bagaimana pun. Ia tidak menjadi cemberut atau ogah-ogahan ketika kau menyapanya dengan pakaian kumal dan gigi belum disikat, atau justru mendadak bergairah karena kau kenakan suit lengkap keluaran Armani, bertabur parfum produksi Kenzo. Baca lebih lanjut