Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar

Sebelumnya, saya klarifikasi dulu bahwa selingkuh yang dimaksud dalam tulisan ini adalah jenis “Selingan Indah Keluarga Utuh”. Jadi, para pelakunya tetap bertekad untuk mempertahankan keutuhan keluarga, karena satu dan lain sebab.

Perselingkuhan terjadi lebih sering karena faktor internal di diri pelaku, daripada akibat pengaruh atau sebab-sebab di luar dirinya. Buktinya, lelaki lebih rentan berselingkuh, padahal potensi ketidakpuasan kepada pasangan, rasanya sama besar baik di kalangan pria maupun bagi kaum wanita. (Jangan-jangan malah lebih besar di kalangan wanita, sebenarnya).

Makanya seorang kawan pernah bilang, wanita perlu sebab yang kuat dan situasi yang kompleks untuk berselingkuh – acap kali merupakan “sarana” balas dendam atas perselingkuhan yang lebih dulu dilakukan lelakinya – sementara di sisi lain, lelaki seringkali tak memerlukan sebab apapun untuk melakukannya.

Jadi, lelaki yang tak pernah berselingkuh, adalah lelaki luar biasa, sementara wanita yang setia adalah perempuan biasa, yang memang demikian seharusnya. Kalau wanita selingkuh, nah, itu baru luar biasa.

Ngga adil? Dunia memang ladang ketidakadilan, oleh karenanya kita percaya kelak akan ada hari perhitungan. Jika di sini semuanya sudah dijamin adil, lha yang mau dihitung ntar itu apaan dong?  

Dan untuk para lelaki biasa itu, bisa juga diintip wanita luar biasa tadi, berikut ada tips, empat buah saja dulu, agar “dosa” Anda bisa lestari dan tetap berbau wangi.

Jangan Berubah

“KIta bakal menjadi penjelajah yang penuh semangat pada hari pertama berada di sebuah kota yang baru, atau di awal-awal sebuah perselingkuhan,” kata Mignon McLaughlin.

Perselingkuhan, apalagi yang mengandung kadar cinta cukup banyak, memang punya efek seperti jatuh cinta betulan. Ada antusiasme, gairah, semangat, pokoknya kayak mesin kena turbo deh. Menggelegak.

Tak sadar, Anda jadi sering nyanyi di kamar mandi, bersmsria sampai pegal, tampil lebih modis, pokoknya berbagai perubahan “positif” deh. Pasangan akan merasakan perubahan ini, terlebih wanita yang sensor intuisinya memang didesain sangat peka.

Jadi tampillah seolah tidak ada apa-apa. Kebiasaan Anda jangan ditambahi, jangan pula dikurangi. Soalnya, ada juga yang mendadak jadi makin perhatian sama pasangan, karena dorongan rasa bersalah, atau kompensasi.

Satu lagi, penting juga jangan sampai ada perubahan jadwal Anda “bercinta” dengan pasangan, demikian pula dengan kualitasnya dalam segala aspek. Mengkonsumsi suplemen mungkin ide yang baik.

Hapus Semua Jejak

Hapus semua sms Anda dengan kekasih gelap itu, juga semua catatan panggilan. Lebih baik lagi, sediakan nomor khusus untuk berhubungan dengannya, dan amankan nomor asli Anda. Atau kalaupun dia terlanjur tahu, pastikan dia tidak pernah menghubunginya.

Buat Kontrak yang Jelas

Sedari awal, jelaskan status Anda, dan lebih penting lagi, tegaskan pula bahwa Anda ingin tetap status itu dipertahankan. Semakin rinci Anda menyepakati hal yang bisa dan tidak bisa dilakukan, semakin baik. Anda harus konsisten, dan jangan coba-coba mentolerir pelanggaran terhadap kesepakatan itu, sekecil apapun.

Isi gelas sepenuhnya lantas kosongkan, Tembus jelajah dunia dan balikkan, Peluk kecup perempuan, tinggalkan kalau merayu, Pilih kuda yang paling liar, pacu laju – Kepada Kawan, Chairil Anwar.

Pastikan Alokasi Waktu yang Proporsional

Perselingkuhan memang menyajikan keasyikan yang tak didapat di rumah. Wajar, jika Anda kemudian lebih senang menghabiskan waktu di dunia yang penuh keasyikan daripada di tempat yang biasa-biasa saja.

Tapi Anda harus keras dan disiplin soal ini. Jangan sampai Anda tak punya waktu di rumah. Ingat prinsip pertama: jangan ada yang berubah. Alokasi waktu untuk selingkuh, hanya bisa Anda “curi” dari alokasi waktu di luar rumah, sebagaimana sebelumnya.

Buat Schedule Masa Berlaku Perselingkuhan

Anda harus merencanakan dengan matang, sampai kapan perselingkuhan itu akan dilakukan. Dan pastikan tidak ada periode kedua, atau babak pertambahan waktu. Ingat, seberapa membara pun api asmara membakar Anda, itu cuma ilusi.

Perselingkuhan ibarat nyala api yang menghangatkan hidup Anda, namun jika tak dikendalikan dan dipadamkan sesuai jadwal, akan membakar seluruh kehidupan Anda, dan menghanguskan kehidupan orang-orang lain yang menggantungkan sejarahnya di pundak Anda.

*****

Empat tugas yang berat ya? Sebenarnya bukan berat sih, tapi mustahil. Perselingkuhan pasti diikuti perubahan, dan memang dia merupakan perubahan itu sendiri; dari suami yang baik menjadi suami yang berkhianat, dari istri setia menjadi wanita tercela.

Perubahan itu, seberapa ketat pun Anda membungkusnya, akan terasa hari demi hari. Kecurigaannya hanya butuh sebuah bukti “kecil”, hasil dari kelalaian kecil yang Anda lakukan. Bukti itu akan datang, kelalaian itu bakal terjadi, cepat atau lambat.

Persoalan hati juga bukan bidang di mana kita selalu bisa bersepakat. Pada awalnya, kontrak memang akan dipatuhi. Tapi seperti tumor, rasa memiliki sang kekasih gelap akan meluas, atau Anda sendiri yang semakin larut dalam adukan perasaan. Waktu pun bergegas cepat ketika bersamanya, dan berdetak malas saat di rumah yang sesungguhnya.

Waktu itu relatif, kata Einstein. Lantas bagaimana pula hendak mengalokasikan secara proporsional, sesuatu yang relatif?

Dan akhirnya, hampir selalu, perselingkuhan hanya bisa diakhiri, bersamaan dengan berakhirnya seluruh sejarah gemilang kehidupan Anda.

Jadi, percaya atau tidak, satu-satunya cara berselingkuh yang baik dan benar, adalah dengan tidak melakukannya.

Tidak ada pasangan yang sempurna. Tak ada pernikahan yang sepenuhnya bahagia. Kesalahan pertama kita barangkali, berharap pernikahan adalah gerbang menuju kebahagiaan yang permanen, di mana cinta tumbuh di pekarangan, keindahan bersemi di ruang keluarga, kehangatan menjalar di kamar tidur, dan keceriaan semerbak mewangi dari dapur.

Padahal pernikahan justru salah satu pengorbanan terbesar di dalam kehidupan. Di saat kita bahkan tidak selalu bisa berdamai dengan diri sendiri, sering tak sanggup memaafkan dan menerima kesalahan serta kekurangan diri sendiri, kita malah harus berbagi hidup dengan manusia lain, memaafkan semua kesalahannya, menerima segala kekurangannya.

Yuk, belajar dari mereka yang memiliki tubuh tidak sempurna, tapi toh bisa menerima kekurangan itu, dan hidup dengan harapan dan gairah. Mereka sadar, seberapa lama ia menolak keadaannya itu, selama itu pula dia telah menyia-nyiakan kesempatannya untuk menemukan kebahagiaan dan hal-hal bernilai di dalam dirinya.

Nah, pasangan hdup adalah bagian tubuh dan jiwa kita sendiri, bisa agak bagus, bisa pula begitu cacat. Meski Anda yakin memilihnya sendiri sebagai pasangan – dan karenanya banyak orang menyalahkan dirinya sendiri karena salah memilih – sesungguhnya dia dipilihkan oleh kehidupan. (Mengapa harus dia, bukan yang lain, yang menjadi teman sekelas Anda saat SMA. Mengapa mesti si X, bukan si Y, yang mengajak Anda chat malam itu).

Seperti para penyandang cacat menerima fisik yang dipilihkan takdir untuknya, begitu pula kita menerima pasangan yang dipilihkan kehidupan buat kita.

Oleh karenanya cacatnya adalah cacatmu, kesalahannya adalah kesalahanmu. Tak ada yang perlu disesali, tak ada pula yang mesti dimaafkan. Di sisi lain, kebahagiaannya juga kebahagiaanmu, derai tawanya juga cekikikanmu. Tak ada yang perlu dibayar, tak ada yang akan membuatmu berutang.

Berlebihan? Apa boleh buat. Tak ada cara lain selain yang berlebihan ini. Mungkin karena itu ada yang bilang, kalau ngga salah Ayu Utami, bahwa “menikah itu cocok untuk orang lain”.

———————————

Sumber foto sebenarnya, saya kurang tau. Tapi saya mengambilnya dari sini

Iklan

48 thoughts on “Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar

  1. itikkecil

    betul itu bang, jangan selingkuh…
    saya bertanya-tanya, kenapa sulit sekali buat sebagian laki-laki untuk menjaga komitmen yang sudah dibuat pada saat memutuskan untuk menikah…

    Balas
  2. riyang

    niat awal emang untuk iseng2 tp lama2 buah dari keisengan akan terasa manis.

    mereka tanpa sadar telah mengaktifkan bom waktu yg siap meledak tanpa tau menjinakkannya, beruntung lah orang2 yang bisa menjinakkan bom itu.

    Kadang wanita terlalu lemah dan menerima saja untuk disakiti oleh
    pria yg dicintainya.

    Balas
  3. unai

    Jadi, percaya atau tidak, satu-satunya cara berselingkuh yang baik dan benar, adalah dengan tidak melakukannya.

    -> mantap kali Lae…kirain beneran tutorial berselingkuh yang baik dan aman, heheh…mari kita berdamai dengan kehidupan yang sangat sangat adil (tidak harus menunggu hari perhitungan)

    Balas
  4. mikekono

    ternyata bukan cuma bahasa Indonesia
    saja mesti ditulis/ dilafalkan dengan baik dan benar ya
    selingkuh ternyata harus pula
    dilakukan dengan baik dan benar
    agar keluarga tetap utuh
    *postingan ini wajib dicopy paste
    selingkuhwati dan selingkuhwan

    btw, sepandai-pandai pria/wanita selingkuh
    akhirnya ketahuan juga…..ehem

    Balas
    1. Maren Kitatau

      Ya!
      Berbuat dosa itu perlu modal, berbuat mulia pun perlu modal.
      Modal itu bisa saja nyali cakar dan taring, kasih dan sayang
      Modal uang bengkok hanya mujarab utk pekerjaan bengkok.

      Salam Damai!

      Balas
  5. dan!

    kalo udah bukan selingan lagi, ato udah gak ada indah-indahnya, apalagi keluarga jadi gak utuh, maka perselingkuhan berakhir dengan sendirinya.. 😉

    Balas
  6. arif sipayung

    ” …. akan membakar seluruh kehidupan Anda, dan menghanguskan kehidupan orang-orang lain yang menggantungkan sejarahnya di pundak Anda”

    Plak!! ungkapan yang pas.

    Inilah yang membuat awak tak brani selingkuh..

    mantaf kali lae.

    Horas!
    arif sipayung

    Balas
  7. ana gustini

    Kalo memang selingkuh itu tidak baik dilakukan, kenapa musti ada tips bang? sebenernya tips itu bisa digunakan juga oleh kaum hawa karena mereka juga berpotensi untuk selingkuh. Bukan hanya karena balas dendam tetapi adrenalin yang lebih mendorongnya atau alasannya sama dengan kaum laki laki lainnya.

    Balas
  8. Yauhui.net

    Sebuah solusi yang indah bagi pria-pria yang suka selingkuh.. Selingan Indah Keluarga Utuh

    kadang2 Pria sangat sulit untuk setia, hormon seksnya lebih cepat meluap-luap dan mudah terangsang..

    dari sisi realita, lebih baik begitu bukan ?

    Jika Harus Selingkuh, Lakukanlah dengan Baik dan Benar

    nice article.. Tq

    Balas
  9. joicehelena

    selingkuh??? enggak degghh……….

    soalnya sakit banget kalau diselingkuhin, jadi ga mau nyelingkuhin orang juga….

    hehehe…….

    Balas
  10. dcs

    Gak dikomentari, tapi pengen, dikomentari dikirain pengalaman atau berniat.

    kalau tidak selingkuh lelaki luar biasa, padahal orang berselingkuh salah satu alasan menunjukkan keluarbiasaan (katanya), tapi apapun itu tokka kata lae situmorang.

    Jangan lakukan kecuali kalau terpaksa (?)

    Balas
  11. siwi lh

    kirain selingkuh beneran……
    cespleng banget tipsnya…rada keder juga kalau tips itu dilaksanain ma pasangan….
    Bang keadilan dunia adalah seberapa tahan kita berdamai dengan diri kita kan bang?….

    Balas
  12. telmark

    Lae… hampir 100% saya percaya tulisan diatas. kecuali soal keinginan laki dan perempuannya. setahu saya, wanita bersuami yg sudah bertahun dan mempunyai anak, justru bnyk yg menginginkan sebuah affair. apalagi yg berkarir.
    *lingkungan saya mmg spt itu adanya*
    salut, tulisan ini mengena semuanya.
    salam.

    Balas
  13. yande

    horas bang!

    saya malah ngikik liat gambarnya, itu orang jepang (cowok) kerjaannya apa ya? senjata ninja ada disana semua.. wakaka…

    Uda gt br pulang dari kantor aja uda sumpek gt mukanya apalagi ngeliat yang di balik bilik itu ya, wakaka… jd ngakak ngebayangin mukanya

    Balas
  14. Alisha

    “Padahal pernikahan justru salah satu pengorbanan terbesar di dalam kehidupan. Di saat kita bahkan tidak selalu bisa berdamai dengan diri sendiri, sering tak sanggup memaafkan dan menerima kesalahan serta kekurangan diri sendiri, kita malah harus berbagi hidup dengan manusia lain, memaafkan semua kesalahannya, menerima segala kekurangannya.”

    Wah… pelajaran bagus niy…

    Balas
  15. donjuandemarco

    aku laki laki ganteng tapi belum menikah karena suatu hal,
    aku habis memutuskan perselingkuhanku yang telah berjalan 3 tahun dengan istri orang.
    Waktu perselingkuhan masih berjalan,waktu perselingkuhan mau diakhiri, waktu perselingkuhan telah berakhir….. rasanya sama saja…. perasaan bersalah,perasaan cinta semu,memikirkan intrik-intrik yang tidak perlu,cemburu yang ndak masuk akal ..MENGERIKAN DAN TAK TERTANGGUNGKAN!!

    Buat temen2ku… jangan pernah mencoba dan memenuhi hasrat selingkuhmu.. kamu sedang melawan hatimu sendiri….percayalah… tidak akan ada pemenangnya dan bukan itu yang kamu cari!!

    bohong kalo ada istilah selingkuh itu indah!
    yang benar adalah “keinginan untuk selingkuh itu indah!!”

    jadi lebih baik…. biar saja keinginan itu datang,tapi jangan pernah dipenuhi karena dia akan indah kalo sebatas menjadi keinginan!

    sorri Lae ku…
    aku curhat

    Balas
  16. Bambang Pradoto

    Dengan selingkuh,setiap kita pulang kerumah kita akan merasa bersalah pada istri,dengan rasa bersalah itu juga akan menimbulkan sesuatu yang positif…akan menjadi lebih sayang,lebih perhatian dll…menurutku selingkuh itu wajar bahkan di anjurkan untuk menghindari kejenuhan..hehe

    Balas
  17. Bunga

    Gmn ni…hubungan dg pasangan baik2 saj,dpet suami yg nyaris sempurna,g ada motof apapun,tp te2p aja selingkuh..
    N g ada perasaan apapun njalaninx,te2p aja bs berhubungan baik dgn pasanganx,semuanx normal2 saja…
    Peselingkuh kronis??

    Balas
  18. binsar efendi

    Nasihat yang dalam… “hampir selalu, perselingkuhan hanya bisa diakhiri, bersamaan dengan berakhirnya seluruh sejarah gemilang kehidupan Anda” widiih mantap lae heheehe…. untuk mengatakan tidak kadang seseorang memang harus kehilangan sejarah gemilangnya dahulu. Sukses

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s