Kaya Itu Satu Hal, dan Bahagia Adalah Hal Lain

Range Rover nan gagah itu. Full optionnya, Rp 2,4 M saja.

Range Rover nan gagah itu. Full optionnya, Rp 2,4 M "saja".

Namanya pendek saja; Anif. Tapi dia diyakini sebagai (salah satu) orang paling kaya di Sumatera Utara. Bisnisnya ada di sektor perkebunan, properti, sarang burung walet, dan entah apa lagi.

 

Sekadar “perkenalan”, dia abang kandung dari Rahmat Shah, bokap Raline, yang difavoritkan menang jadi Putri Indonesia itu, dan udah lama besanan ama Hamzah Haz, yg mantan wapres.

Karena saya sedang menulis biografinya – bukan untuk dijual, lebih sebagai ‘warisan’ bagi anak-anaknya, sehingga belum tentu dicetak – saya punya akses untuk masuk ke sisi kehidupannya yang agak personal, dan tentu saja kesempatan mengalami gaya hidup manusia kelas premium. Huehehe, keliatan deh kampungannya gw.

Naik pesawat kelas eksekutif, berminggu-minggu di hotel Bintang 5, ngerasain mobil miliaran rupiah: Range Rover, Chrysler 300, Lexus LS460, Jeep Rubicon, Mercy S600, sampai yang paling “murah” Toyota Vellfire, seharga Rp1,6 M. (Mudah-mudahan sempet naikin Rolls Royce Phantom, salah satu mobil paling mahal di dunia, karena dia sedang memesannya).

Selalukah dia bahagia. Ngga juga. Frekuensi dan intensitas kebahagiaannya, sejauh yang saya tahu, beda-beda tipis dengan manusia kebanyakan, dan kebahagiaan yang dimilikinya jarang sekali punya hubungan dengan kekayaannya.

Kekayaannya malah seringkali merepotkannya. Dibangunkan tengah malam karena US Dollar anjlok, sehingga harus buru-buru beli emas batangan. Suntuk karena harga jual CPO, minyak sawit mentah, yang sempat terjun bebas beberapa waktu lalu. Hal-hal semacam itu, yang membuatnya hampir tidak pernah punya waktu untuk benar-benar rileks, seperti saya saat menikmati secangkir kopi di pagi hari, dan sengaja membiarkan semua nomor ponsel saya ngga aktif. 😀

Sebenernya saya juga udah yakin dari dulu, kaya dan bahagia itu dua hal yang berbeda, dan ngga selalu berhubungan. Ditulis juga pernah di sini. Tapi “masuk” ke kehidupan beliau ini, saya makin yakin, karena sudah “mengalami” buktinya.

“Jangan iri dengan kehidupan orang lain, apalagi membayangkan orang kaya selalu bahagia. Yang paling penting, berdamailah dengan kehidupanmu sendiri,” katanya sambil mengunyah pop corn, menunggu film terbaru Bond, Quantum of Solace diputer di Premiere Senayan City. Bodyguardnya menunggu kami di luar.

Sekali itu, saya minta dia mematikan ponselnya, dan dia setuju.

Dia melonjak kesenengan saat Bond mengendarai Range Rover, salah satu koleksinya. Tapi beberapa saat kemudian saya yang kesenengan, karena Bond juga naik VW Kodok, dan lebih lama pulak dipaikanya.

Dia terkekeh. “Sama-sama mobil ya, sama-sama sampai ke tujuan,” katanya.

Yes, Sir. Sama-sama hidup, sama-sama punya kesempatan untuk bahagia.

Iklan

29 thoughts on “Kaya Itu Satu Hal, dan Bahagia Adalah Hal Lain

  1. venus

    saya bukan orang kaya, kalo ukuran kekayaan adalah saldo di bank yg bermilyar2. tapi yg saya rasakan sih, dibandingin bertaun2 yang lalu saat hidup belum semudah hari ini, sepertinya semakin banyak yg kita punya, saya kok makin kesepian ya? entah kenapa.

    Balas
  2. Nesia! Penulis Tulisan

    *Wah, udah ada komen baru lagi*

    dan kita akan bingung mbok, bila ditanya, pada periode mana, saat kita merasa paling bahagia dalam hidup. Bisa saja pada saat kita kelihatannya sedang susah-susahnya lo

    Balas
  3. seal_id

    kaya bukansyarat menjadi bahagia, walau pun begitu banyak juga orang yang mencari kebahagiaan lewat kekayaan,
    hmmm,,,
    padahal bahagia adalah bersukur atas apa yang dia punya sekarang
    (duh gk mutu banget komennya)

    Balas
  4. sitijenang

    soal memahami apa yg dicari barangkali, bang. soal fungsi, mobil vw kodok dan rolls royce sama. beda lagi kalo yg dicari sesuatu yg abstrak seperti kenyamanan, kebanggaan, elegan, dsb. berarti benar ki mentaram, kebahagiaan adalah rasa…

    Balas
  5. sadiesoegi

    Kaya dan bahagia itu kan hanya masalah hati, bukan? Kadang saya merasa jadi orang ‘miskin’ sampai keluar trilogi pencarian rumah idaman, tapi toh saya bahagia-bahagia saja tuh sampai hari ini, dan kadang kalau lagi keluar rumah, suka kangen pengen cepat pulang ke rumah… padahal masih ngontrak… ( cemen ya..)

    “Kalau bahagia diukur dengan kekayaan, berapa juta orang yang sekarang sedang menangis…”

    Balas
  6. shatsyup

    @sadiesoegi :
    “Kalau bahagia diukur dengan kekayaan, berapa juta orang yang sekarang sedang menangis…”

    apa termasuk saya yah… 😀

    tapi saya, insya Allah, selalu bahagia dengan pemberianNya. Alhamdulillah…

    Balas
  7. namada

    Sip.. 😉
    uang =! bahagia (baca, uang tidak sama dengan bahagia)..
    Have money is good, but better have some things that can’t be get by money 🙂

    Balas
  8. dcs

    Kekayaan memang tidak identik dengan kebahagiaan, tetapi celakalah orang yang sudah diberi kekayaan tapi tidak bahagia. Karena kekayaan yang disyukuri akan sangat berguna bagi kebahagiaan kita dan orang-orang disekitar kita, kekayaan adalah kekuatan untuk mencapai hidup yang lebih sempurna kalau kita memanfaatkan sesuai dengan kehendakNYA. kekayaan tidak pernah salah, hanya orang yang dititipilah yang salah mempergunakannya.

    Kekayaan dan kemiskinan kalau dititipin kepada orang yang salah tidak akan bermakna apa-apa.

    Balas
  9. johan

    bahagia selalu di ukur dengan kekayaan..
    sukacita selalu diukur dengan kesenangan…

    padahal bahagia ketika kita telah mengenal siapa diri kita sendiri..
    sukacita itu ketika kita telah merasakan kehangatan kasih Nya Tuhan Maha Pengasih..

    so miskin dan kaya tidak ada hubungannya dengan kebahagiaan..hanya manusia HOLIC sering mengaitkannya…

    napa ya makan ikan asin aja bisa bahagia…sedangkan orang kaya makan enak..banyak jg penyakitan yach???sutralah..

    ah..ah…gw pingin bahagia dengan pacar dan keluarga aja…

    Balas
  10. michaelsiregar

    Pertama tama saya ikut Bangga appara…suatu prestasi yang pantas dibanggakan….kepercayaan orang adalah cermin Apresiasi terhadap prestasi….Salut saya.
    Mengenai kebahagiaan….BAHAGIA sepenggal kata yang penuh Makna….tak mampu ku tuk Mendefinisikannya…..
    Horas…

    Balas
  11. chilunk

    Hm……..Kaya ??????…….
    Kaya itu anugerah, Kaya itu pilihan, Kaya itu titipan, Kaya itu ………… Bagiku kaya adalah bagaimana kita bisa meletakkan ego kita dihadapan Sang Pemberi Pinjaman Kekayaan dengan penuh syukur serta puji-puji kepada Nya. Kaya itu bukan HARTA yang melimpah, Kaya itu bukan banyaknya istri yang bisa dipersunting, Kaya itu bukanlah gemerlap penampilan. Kaya itu ada disini, dalam diri yang penuh dengan rasa kasih dan kedamaian. Nah disini Kaya bisa bersanding dengan kebahagiaan.

    Balas
  12. weirdaft

    “Jangan iri dengan kehidupan orang lain, apalagi membayangkan orang kaya selalu bahagia. Yang paling penting, berdamailah dengan kehidupanmu sendiri.”

    saya setuju dgn ungkapan yg ini. sama seperti yg sering dibilang ayah saya, bahwa lebih penting meninggalkan ilmu ke anak cucu daripada harta. dan untuk jadi org kaya g perlu diajari,,,,itu naluri manusia yg tak pernah merasa cukup. itu sebabnya ayah saya tak pernah kaya, mobil paling mewah yg pernah dibelinya cuma Honda Accord ’82, dan sehari-hari dia cuma naik motor Suzuki Smash keluaran 2004. Tapi ketiga anaknya berhasil menyelesaikan sekolah hingga perguruan tinggi. Dan dengan kesederhanaannya, ayah saya ternyata memang selalu bahagia.
    Nice post bang,,,,and thanx for coming to my blog…
    🙂

    Balas
  13. yande

    Horas Bang!

    kaya itu bahasa jawanya jadi koyo (lo iya to? kalo a kan dibaca o?) wakaka… becanda aja neh..

    kaya itu ngga selalu masalah materi saja, makanya ada yang kaya budi, kaya iman yang penting bukan kaya’ monyet hehe.. eits serius-serius.

    jadi kaya adalah memiliki sesuatu secara berlebih itu pengertian saya, orang kelebihan duit ya kaya duit, orang kelebihan tanah ya kaya tanah, orang yang selalu bahagia adalah kaya dengan bahagia.

    bahagia menurut saya adalah ketika seseorang telah merasa lengkap, baik dari segi materi maupun jiwanya. Segalanya telah terpenuhi, masalah kuantitasnya itu kembali pada rasa itu sendiri, bila merasa belum cukup yang dia akan merasa belum bahagia

    sering orang salah menanggapi mana bahagia dan mana syukur, karena bersyukur atas nikmat yang diberikan Tuhan namun masih mencari lagi dan menambah lagi adalah bukti dia belumlah cukup untuk bahagia

    Salam kaya, karena saya merasa belum bahagia

    Balas
  14. Colifa Sagita Yogya

    Wah kalau harga dolar dolar sudah anjlok ! Kalu anda ingin mendapatkan kebahagiaan abadi di akherat mendingan uangnya jangan di belanjakan emas batangan atau apalah, mendingan secara ikhlas kita sumbangkan uang itu pada orang yang di bawah kita dan lebih membutuhkan, nah di jamin itu pasti hidupnya akan bahagia di akhirat !!!!!!!!!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s