Bukan Agama yang Sempurna, tapi Sempurnalah dengan Agama

Tak ada tangga pintas ke surga...

Biarkan setiap orang merumuskan pemahaman yang berbeda tentang misteri semesta. Biar setiap hati mencari jalannya sendiri menggapai tempat tertinggi.

Hak semua insan menentukan tujuan kehidupan yang menurutnya paling penting. Bagaimanapun tak masuk akalnya cara mereka itu buatmu, jangan pernah mengatainya sesat atau sinting.

Tapi dalam perbedaan cara itu, kita semestinya juga merapatkan tersatukan, karena agama-agama yang hebat itu sesungguhnya sama-sama menganjurkan kebaikan, walau dengan cara yang berlainan. Apakah Islam, Kristen, Buddha, Hindu, Yahudi, Konfusius, semuanya, semua ajaran mulia yang mengawal kehidupan, menuntun kepada kebahagiaan.

Jangan membunuh, jangan menyakiti, jangan buat perintang di jalan yang dilalui orang buta, jangan abaikan fakir miskin dan anak yatim, jangan perbudak orang-orang lemah — itulah yang selalu kau temukan di semua kitab suci.

Seluruhnya berkutat di sebuah substansi: “Lakukan kepada orang lain, apa yang kau inginkan dilakukan orang lain kepadamu.” Itu sebabnya, kesatuan mendasar di antara agama-agama besar adalah persoalan etik.

Benar, bahwa ada filosofi agama yang mengajakmu menjauh dari dunia, beranjak dari dimensi ruang dan waktu, menggenapkan dan menyerahkan seluruh hidup, untuk sesuatu yang Tak Terlihat, Sang Pemilik Seluruh Kekuatan, Dia yang lebih dekat dari urat nadi, tapi juga lebih jauh dari ujung galaksi.

Tapi semua agama itu sepakat tentang pentingnya pengampunan, keadilan, cinta kasih — yang harus kau punyai saat ini, di sini, di bumi. Semua bergegas mencegah manusia dari menjadi tak peduli, dari menerima kejahatan bermukim di hati, dan mendorong kita meraih semua kemungkinan baik yang terhampar di panggung kehidupan, membuat hidup orang lain terasa legit, bukan malah membuatnya makin pahit.

Agak ironis kan, kalau kita malah sibuk mempertentangkan metode-metode, yang memang berbeda dalam setiap agama, yang akhirnya membuat kita makin jauh dari tujuan yang sama tadi itu; membudayakan pengampunan, menegakkan keadilan, dan menumbuhkan cinta kasih.

*****

Bila kita terlalu sibuk bertengkar membela Tuhan, siapa yang akan membela anak ini?

Bila kita terlalu sibuk bertengkar "membela" Tuhan, siapa yang akan membela anak ini?

Jangan pernah ragu, bersama-sama pasti lebih kuat dari sendiri-sendiri. Beda tak serta merta harus berpisah. Setiap orang muncul ke dunia pastilah merupakan akibat dari perbuatan orang lain. “Papa dan Mama Bercinta, Maka Aku Ada”. Anak yang lahir sebagai akibat tadi, juga tak kan bisa survive tanpa peran orang lain. Ya, kadang kita memang dirugikan orang lain, tapi hampir setiap butir kebahagiaan juga hanya bisa muncul dalam konteks hubungan kita dengan orang lain.

Ingatlah, betapa gairah yang membuatmu seolah tak pernah lelah itu, muncul ketika dirimu didorong oleh kepedulian kepada seseorang. Tidak cuma itu. Perbuatan demi orang lain, tidak saja memungkinkanmu mengalami sesungguhnya bahagia, tetapi juga sekaligus menghindarkanmu dari sebenar derita.

Bukan berarti mereka yang peduli dan suka berbuat demi orang lain akan selalu lebih mujur dari mereka yang cuma memikirkan diri sendiri. Tiap orang bisa kena musibah, pasti sakit, menua, dan akhirnya mati. Tapi mereka yang peduli, dengan sendirinya tidak memberi ruang bagi derita, dalam bentuk kecemasan, keraguan dan kekecewaan, untuk bersarang di jiwanya.

Logikanya begini. Mereka yang peduli pada orang lain, pasti tak akan mencemaskan dirinya sendiri. Mereka yang tak mencemaskan dirinya sendiri, dengan sendiri telah memastikan dirinya bahagia, akan baik-baik saja.

Apa artinya semua itu? Firstly, karena setiap aksi yang kita lakukan mengandung dimensi yang universal, kaitan yang menyemesta, punya dampak potensial bagi kehidupan orang lain, maka kita dengan agama yang kita anut, mesti memastikan diri tidak menganiaya orang lain. Secondly, kebahagiaan yang sesungguhnya memang mengandung kualitas spiritual itu, pengampunan, keadilan, cinta kasih.

Karena hanya itulah jalan, yang pada waktu bersamaan mengantarmu kepada kegembiraan dan menuntun orang lain kepada kebahagiaan. Inilah rute ke menuju bahagia sesungguhnya, arah kembara dari agama yang sempurna.

Iklan

36 thoughts on “Bukan Agama yang Sempurna, tapi Sempurnalah dengan Agama

  1. Rocketer

    Setelah posting panas membakar sebelumnya, here we are, posting nan sejuk dan menyejukkan. 😀 Membacanya, Persis seperti RASA SEHABIS ORGASME… RILEKS BO!

    Balas
  2. Nesia!

    @Koko.
    Hehehe.. maksudnya sih, “sesempurna” apapun agama itu konon, jika toh tak membuat kita menjadi manusia yang berguna buat kehidupan, ya apa artinya?

    @Rocketer.
    Pertanyaannya, orgasme yg keberapa nih?

    Balas
  3. Manganju luhut

    Mudah mudahan tak hanya menjadi data yang berlalu lintas diduna maya, tetapi menjadi hantu yang membuat kita terus berbenah.
    Kalau bisa jujur, sebagian besar orang yang beragama adalah karena ikut orang tua, dalam artian orang tua kita beragama x maka kita juga beragama x. Dan setiap orang tua juga telah diberikan tanggung jawab untuk membawa, atau memberitahu anak-anaknya “berita kebenaran” yang telah diyakininya.
    so.. so..
    Agama itu mengajarkan kebenaran,
    Tapi terkadang menjenakakan karna yang seling salah pengertian, yang sering disalah arti kan saat ini adalah, kebenaran itu adalah Agamanya, bukannya malah nilai-nilai yang terkandung didalam agama tersebut… Misal, kamu akan benar jika kamu beragama y, dan saya akan salah jika menganut agama x.
    Aghh.. dunia penuh perseteruan dan tanda tanya.

    Balas
  4. mikekono

    tak perlu bertengkar membela agama
    sebab dengan pertengkaran bermakna
    agama belum bisa memberi kesempurnaan hidup
    karenanya mari sama2 menuju Tuhan
    melalui pintu-pintu yg berbeda

    Balas
  5. Jiwa Musik

    sebenernya sih.. gw males ngomen soalnya keknya blok ini ga pantes ad komen2 cemen deh. gw cuman lagi gatel pengin ngetik disini aja, jd sori yee… :mrgreen: .

    okelah, agama2 yang hebat itu sama2 menganjurkan kebaikan, trus gimana dong dg pelajaran moral pancasila, kewiraan, hukum adat dan nasional, etc.?

    o ya, ad yg tau gak: jangan kawinin prawan 12 taon bisa ditemukan di kitab suci yg mana aj yaa?

    trms

    Balas
  6. dcs

    Sejatinya tidak ada satupun agama didunia ini yang sempurna, yang sempurna itu hanyalah Dia yang menurunkannya, sang Khalik.

    Seaneh ayat-ayat yang susah dimengerti, ditambah dengan semrautnya pemahaman para umat yang merasa dirinya lebih mengerti dari pada yang mahabenar, sebesar apapun sang nabi, tetap saja dia tidak sesempurna sang Pengutus, itulah kitab suci yang kita miliki, pasti tidak sesempurna yang memberikannya.

    Bayangkan pada saat kita berbagi dengan orang lain, kita malah senang, bahagia, walaupun sesuatu yang kita miliki malah berkurang, aneh dan tidak logic,orang yang memberikan sebagian miliknya kepada orang lain malah senang, tapi itulah hidup, itulah yang diajarkan oleh agama yang kita anggap sempurna itu, sangat tidak matematis, tapi manis.

    Tetapi yang paling hakiki bukanlah kesempurnaan kitab atau agama itu sendiri, tapi esensi atau nilai yang terkandung didalamnya, seperti kata penulis kesepakatan masing-masing agama itu tentang pengampunan, keadilan dan cinta kasih dan banyak lagi kesepakatan-kesepakatan yang sangat indah dan lebih manis dari lapis legit yang dapat membuat hidup kita lebih baik dan harmonis, kesepakatan-kesepakatan itulah yang harus kita gali dan gali lagi, bersama sama.

    Yesus dan Muhammad menangis diatas sana,menyaksikan kebobrokan umatnya di bumi Indonesia ini, jangan tambahin airmata itu dengan saling mencakar dan menghujat apalagi saling membunuh seperti di Poso, Ambon dll, kalaupun kita tidak bisa memberikan sapu tangan penghapus airmata mereka, akankah kita menambah kesedihannya dengan menghujat-hujat mereka atau membuat mereka seperti bermusuhan ? aneh !

    Seperti kata laeku ini, setidak masuk akal apapun cara mereka meraih impiannya, untuk masuk sorga atau mencapai tempat tertinggi, biarlah itu menjadi bagian dari perjalanan sipiritual mereka masing-masing, atau jangan-jangan sorga itu memang tidak ada.

    @ Manganju Luhut.
    Memang dan seperti si neng diatas bilang kita harus memperbaiki kualitas keimanan kita dan tidak pernah lelah dan lalai menjadi hambanya yang taqwa, hanya itu dan sangat simple.
    @Mikekono
    Bukan pintu yang berbeda, pintu yang sama yaitu pintu kebajikan, kalau itu dibukakan untuk kita.

    Balas
  7. Nesia!

    @Wikimuslim.
    Huehehehe, cakep banget dah cara nyindirnya… Tp jgn khawatir, sy ngga terlalu sibuk dengan ini kok. Ini “hanya” hobi. Justru kalo ngga nulis, ada yg aneh dgn perasaan sy, dan itu justru buat saya sibuk untuk mengatasinya.

    Lagian, daripada download JAV?

    Balas
  8. infowira

    Bagi saya agama sama saja dengan cabang ilmu pengetahuan lain yang diciptakan manusia untuk memperbaiki kehidupan mereka..Tuhan aja tidak bisa dibuktikan secara pasti ada atau tidak koq tapi selama seseorang membutuhkan konsep ketuhanan untuk membuat mereka jadi lebih baik ya why not? demikian sebaliknya kaum yang tidak perlu konsep ketuhanan tetapi hidupnya jg tidak merugikan orang lain pasti tidak akan salah kan?

    saya tidak bilang semuanya tetapi kebanyakan skr org terlalu fokus dengan berbagai kesucian suatu agama yang sudah diajarkan dengan cara doktrinasi sehingga ruang kita untuk bersikap kritis sangat terbatas..nah yg bikin parah kan tidak semua org bisa membaca dengan benar maksud ajaran suatu agama sehingga baru tau kulitnya sudah sok pahlawan sampai berani menghakimi org lain dengan alasan agama

    saya juga pernah menulis soal ini mas, coba baca deh di trilogi agama dimata saya lewat blog saya di dunianyawira.wordpress.com
    karena itu sudah saatnya agam itu berevolusi supaya bisa lebih diterima dan saya yakin koq agama dan ilmu pengetahuan seharusnya bisa berjalan bersama jadi tidak perlu kita menganggap agama sebagai sesuatu yang sangat suci dan absolute

    dunianyawira.wordpress.com

    Balas
  9. zal

    ::Bang, kalau kita berkata kek gini “Bila kita terlalu sibuk bertengkar “membela” Tuhan, siapa yang akan membela anak ini? ..” memang siapa yg bikin anak itu kek gitu…terus apap pula kapasitas ku membela Tuhan ataupun anak itu…ya…???

    *akh..berlalu sambil merunduk, macammana pulaklah aku membela yang lainnya, membela diriku sendiri akupun tak tau…siapanya aku sebenarnya…??? wooi jangan bising kali kalian dikepalaku..jadi tak ada yg bisa kudengar..*

    Balas
  10. sadiesoegi

    saya jadi ingat film kingdom of heaven kemarin dulu di teve… menurut saya ego manusia tentang tuhannya yang dipertengkarkan, bukan ego Tuhan. Semua bersimbah darah buat ‘membela’ Tuhan dan agamanya, tapi apa Tuhan meminta dibela? Apa Tuhan akan senang dengan sungai darah manusia? Tidak ada yang tahukan?

    (saya ‘mungkin’ berdosa besar, hingga kalau ada ‘jalan’ menuju Tuhan dengan berbuat baik/kebajikan ke sesama masih mungkin, jalan itulah yang akan saya tempuh)

    Balas
  11. dongan naburju

    berbeda itu dah fitrah dan karunia dari Allah..

    kulit ku tidak sama ma kulitnya..
    rambut ku tidak sama ma rambutnya..
    bangsa ku tidak sama ma bangsanya..
    agama ku tidak sama ma agamanya..
    namun hatiku dan hatinya sama dalam kasih sayang…
    namun jiwaku dan jiwanya sama dalam penyertaan Allah…
    namun bahagiaku dan bahagianya sama dalam mengenal Allah…

    biarlah berbeda namun selalu jalan sama dalam mengenal Allah itu yang paling utama.

    Tuhan ampunilah kami.Jesus tolonglah kami.amin
    salam kasih..
    horas..

    Balas
  12. HeLL-dA

    Seperti komentar yg sebelumnya, begitu membaca postingan yg satu ini, jadi sejuk kembali. Tulang Toga ini pinter sekali membuat detak jantung berubah-ubah.. 😆

    Balas
  13. Salngam

    Sekiranya 60% saja Bangsa Indonesia berfikir seperti penulis ini, dapat dipastikan akan terjadi percepatan pembangunan ekonomi yang cukup tinggi pada bangsa ini. Namun fakta sehari-hari yang kita lihat, salah satu contoh: Dua hari yang lalu ada kelompok masyarakat di Cinere yang berdoa kepada Tuhannya agar HKBP tidak boleh dibangun di Cinere bagian Selatan Jakarta. RUU Pornografi harus disetujui karena sesuai dengan aturan agama tertentu. Malah di kantor-kantor pemerintah sekarang setiap jam masuk dan jam keluar kantor sudah berkumandang doa-doa menurut kayakinan agama tertentu, bukannya etos kerja yang dikembangkan. Bahkan apabila hal tersebut tidak dilakukan, maka berkuranglah kinerja kantor tersebut.
    Adalah fakta juga di Republik ini makin banyak daerah yang menginginkan penyeragaman pengurusan pemerintahan menurut aturan agama tertentu.

    Mengkritisi pola keberagamaan orang lain bisa melanggar undang-undang di Republik ini, kalau sekiranya Lae Nainggolan ini boleh lebih mengkritisi atau melakukan otokritik pada pola keberagamaan kelompoknya dan demikian juga DCS dengan kelompoknya mungkin anak kecil yang kurus kering diatas bisa menjadi prioritas pembangunan kita.

    Mr Nainggolan tolonglah dirimu tidak membuat masturbasi orang-orang seperti saya dengan tulisan-tulisanmu yang sangat ideal itu!!!.Peace

    Balas
  14. tobadreams

    Cocok sekali gambar ilustrasinya.

    Banyak orang yang bersumpah siap mati, dan juga matiin orang lain, demi membela kesempurnaan dan kesucian “tangga” itu. Malang nian!

    Just great!

    Horas,
    Raja Huta

    Balas
  15. miz-bounty

    Bg.Toga yg somse ( hehehe ) , makanya nggak pernah denger kabarnya ternyata diam-diam balik ke blog yg lama sedang menghindari fans fanatik spt saya ?? huahahah , pls jangan geer , sekedar mengagumi tulisannya loh ..

    Ilustrasi di samping sangat menyentuh jiwa keibuan saya , bisa di sebutkan di mana sumber image itukah ?? thanks

    Balas
  16. darnia

    Saya banyak belajar dan bercermin dari blog ini
    memang paling enak, gak usah jauh-jauh menghakimi orang lain, tapi ngaca dulu
    Kalo semua minta sama-sama benar lalu yang salah siapa? 😀

    Beberapa kalimat di blog ini saya kutip, namun nggak lupa mencantumkan credit buat Bang Toga kok…

    Terima Kasih 🙂

    Balas
  17. dongan naburju

    salam..
    horas..

    salam hangat buat semua manusia di bumi

    marilah kita semua menyebut namanya… JESUS… tulus dari dalam hati??

    maka bersiaplah semua manusia menjadi saleh,suci dan taat pada printah Allah, bersiap untuk menolong orang menderita,bersahaja ketika di caci maki,memaafkan yang telah memfitnah kita,sabar,rendah hati,TIDAK MEMPUNYAI HARTA DAN TAHTA DI BUMI dan hidup mati untuk mengasihi manusia,tidak menikah dan dapat mengendalikan diri dari godaaan hawa nafsu…

    menyebut JESUS…buat semua manusia di bumi
    apapun dan siapapun anda monggo mas..monggo mbak..

    MENGENAL/MENGETAHUI ALLAH MERUPAKAN KESOMBONGAN MANUSIA
    MARILAH KITA BIJAK UNTUK MENGENAL MANUSIA YANG SALEH DAN SUCI…JESUS SANG MESIAS/ ISA AL-MASIH/MUSLIM SEJATI/KRISTUS…

    MENGENAL ALLAH ADALAH KESOMBONGAN MANUSIA.

    salam damai dan kasih menyertai kita semua..
    holong do naummarga di portibion
    salam…

    Balas
  18. CY

    Bukan berarti mereka yang peduli dan suka berbuat demi orang lain akan selalu lebih mujur dari mereka yang cuma memikirkan diri sendiri.

    Dari Buddhisme : Akumulasi karma baik akan menghapus/meringankan efek2 dari karma buruk, dgn kata lain pasti lebih mujur dari yg cuma mikir diri sendiri. hehehe…

    Dari Kristiani : Bila kita sibuk menjaga orang lain, Tuhan yg akan menjaga kita. Kalo sudah Tuhan yg menjaga, kesialan mana sih yg berani dekat2 ?? hehehe…

    Ada yg mau nambahin dari Islam, Konfusius, dan Hindu, dll ??

    😉

    Balas
  19. Anti Ateis

    Ahh Kalian orang-orang kriseten munafik, ngomong aja kayak orang baik-baik. tuuuh…. kami tau banyak cwewk muslim kalian perkosa terus kalian murtadkan. boro-boro ketemu yesus kalian ******** lanjutannya diedit, terlalu kasar, kelewat bodoh

    Balas
  20. aryf

    ane jd teringat ulasan ttg butterfly effect.
    gua jd pgn baca lg ttg chaos theory.
    eh rupanya beta kadung ketinggalan jaman,
    nyatanya skrg ada fakta ttg the god`s particle.

    bah, rupanya ga abis2 kalo di jalani.
    kemanapun dicari, ilmuNya selalu meliputi.

    Balas
  21. horas

    salam…

    JANGAN SEKALI-SEKALI MENINGGALKAN SEJARAH (bung KARNO)
    tragedi PERANG PADRI DI TANAH BATAK mohon dijadikan pelajaran buat bangsa INDONESIA walau pun sejarah telah banyak dimanipulasi oleh semangat yang keliru…

    pasukan berjubah putih dr bonjol dengan membawa nama ALLAH ingin menguasai TANAH BATAK,jutaan terbunuh dan perampokan,pemerkosaan dll..
    mohon jangan terulang lagi di masa depan di negri tercinta INDONESIA

    open your mind with knowledge and do it with love..

    Balas
  22. myrazano

    Assalamualikum warahmatullahi wabarakatuh

    Salam kenal dari saya, semoga blog saya yang pertama yang berbayar ini bisa menambah khasanah pemikiran dan wawasan ke-Islam-an kita semua terutama Allah dan Hakekat Ketuhanan

    Judul Posting Pertama Adalah “ Ternyata Allah Bukan Tuhan Sesungguhnya “

    http://Myrazano.com menunggu kunjungannya

    Dan selamat hari raya Idul Adha 1429 H
    Semoga Allah Memberkahi kita semua

    Dan ( lagi ) ditunggu kunjungannya

    Amin

    Balas
  23. Alfaterix

    “Bukan Agama yang Sempurna, tapi Sempurnalah dengan Agama”
    Dari judulnya aja sudah nyeleneh………….aneh…….
    Gw bilang, bagaimana bisa sempurna dengan petunjuk (agama) yang tidak sempurna?
    Agama (petunjuk) yang tidak sempurna berarti palsu, bikinan atau campurtangan dari manusia yang tidak sempurna………
    Makanya, bung, carilan agama yang sempurna asli datangnya dari Allah yang asli bukan dipertuhankan tapi Dialah satu-satunya tuhan.
    Kalo sudak ketemu sama agama yang sempurna barulah anda bisa sempurna dengan agama.
    Ctt.
    itupun kalau anda mau berjuang dengan segala kesungguhan hati…….. kalo nggak jangan harap………….

    Balas
  24. sepedarodatiga

    Agama itu memang buatan manusia kok, bukan dari yang di “atas” sana, asal mula agama kan berupa mitos-mitos yang kemudian dibukukan dan dirapihkan oleh manusia. Soal kebenaran agama, apa bisa kita menilai bahwa kitab suci yang ada sekarang benar2 100% asli seperti jamannya yesus atau muhamad? Yakin 100%? Bisa di verifikasi gak? Bisa di validasi gak? Bisa di falsifikasi gak? Apa iya naskahnya asli sampe titik komanya, sampe kata per kata, sampe huruf per huruf dll dll dll. Itu baru soal hardware nya, nah gimana isinya atau software nya? Apa bener2 asli juga? Yakin gak buku kitab suci yang dijual di gramedia atau gunung agung itu isinya asli? Pengertiannya asli? Ada benchmark nya gak? Dari situ aja kita udah mumet, nah dari pada mumet, tidur aja deh sama julia perez, hehehehe

    Balas
  25. eslamsalah

    suka baca tulisannya, mantap bro.

    BENARKAH KRISTIANI AKAN MASUK SYURGA ??? INI JAWABANANNYA MENURUT AL-QURAN. !!!

    KAFIRKAH KRISTEN ? TIDAK MENURUT USTADZ FIRDAUS. MALAH BELIAU DI BAPTIS.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s