Malam Lebaran, Bulan di Atas Kuburan

Crescent Moon Over the East End Cemetery karya Elizabeth Fraser

Crescent Moon Over the East End Cemetery karya Elizabeth Fraser

Salah satu puisi yang paling banyak diperdebatkan maknanya adalah “Malam Lebaran” karya Sitor Situmorang. Puisinya cuma sebaris, “bulan di atas kuburan”. Pertama puisi itu sangat pendek. Kedua, malam lebaran yang berarti malam 1 Syawal, adalah saat di mana bulan sama sekali tidak kelihatan.

Dan saya tak ingin memperpanjang debat itu.

Lebaran adalah hari kemenangan, tetapi juga kekalahan; kekalahan bagi yang tak berhasil meningkatkan barang segaris kualitas kemanusiaannya, juga kekalahan bagi yang tak bisa membelikan barang sepotong baju baru untuk anaknya.

Hari kemenangan itu telah menjadi beban, karena terjadi pengeluaran besar-besaran. Ironis, ketika hari kemenangan justru disambut dengan kepanikan, kenaikan harga-harga barang, dan penambahan saldo utang.

Segala hal telah berkiblat kepada kebendaan. Tak ada lagi yang peduli menyelami, apa yang semestinya terjadi di Idul Fitri. Apakah merenungi, menelanjangi jiwa sendiri, atau ke sana ke mari wara-wiri dengan baju baru dan gemerlap perhiasan warna-warni. Mengapa menjelang hari itu segalanya justru menjadi sesak; mall, pasar tradisional, toko sembako, seperti sesaknya dada si fakir yang tak tau harus membelanjakan apa menyambut hari raya, sesak pengap membekap, padahal namanya lebaran, bukan sempitan.

Jika begitu, lebaran memang menjadi bulan di atas kuburan. Pedih, menyayat, sepi, mencekik.

Iklan

49 thoughts on “Malam Lebaran, Bulan di Atas Kuburan

  1. sitijenang

    saya pernah baca sebuah komentar menarik, tapi lupa di blog apa. intinya, sebaik-baiknya tempat adalah masjid, sedangkan seburuk-buruknya tempat ialah pasar. di bulan ramadan ibadah di masjid kian ramai, namun menjelang lebaran pedagang di pasarlah yang menuai. 😎

    Balas
  2. sufimuda

    Lebaran adalah salah satu cara untuk mengungkapkan rasa gembira atas kemenangan dalam perang melawan syetan dalam diri kita sendiri di bulan Ramadhan….
    Lebaran juga merupakan perangkap baru untuk menjerumuskan kita ke pelukan dosa
    Lebaran dulu, lebaran sekarang dan lebaran akan datang, apa bedanya?
    Lebaran akan tetap datang, tergantung bagaimana kita memaknainya…
    Selamat ber Lebaran…

    Balas
  3. A.B. Raturangga

    Malam Lebaran, Bulan Di atas Kuburan.
    Aku ingat kata guru SMA-ku (Pak P.K.Riberu), “Penyair harus unik dan sentrik, dan Sitor Sitormorang memang nyentrik.”
    Koment saya,
    “Dunia malam memang gelap, kuburan pasti menakutkan hati yang gementar. Masih ada bulan di atas sana. Mestinya tak jatuh kita terpuruk.”

    Balas
  4. gasgus

    lebaran seharusnya menjadi hari kemenangan yang hanya pantas dirayakan oleh orang-orang berpuasa yang berhasil melatih kelapangan hatinya dengan keadaan maupun ketiadaannya…

    Tapi menjadi hari kekalahan bagi orang-orang yang gagal melatih kelapangan hatinya dengan keadaan maupun ketiadaannya…

    Balas
  5. unai

    Lebaran adalah hari kemenangan bagi mereka yang beribadah dengan baik. Yang tidak beribadah dilarang berlebaran :).

    Berlebaran dengan sederhana, adalah kemenangan itu sendiri

    Balas
  6. sawali tuhusetya

    saya suka banget dg puisinya bung sitor ini. kontradiktif, ta;i seklaigus juga menawarkan banyak perenungan dan refleksi jadi kepikiran juga utk bikin postingan ttg puisi ini menjelang lebaran. selamat memyambut hari kemengan, bung, semoga kita bisa kembali ke fitrah-Nya, amiin.

    Balas
  7. bulan

    Dasar Batak! Lebaran dibaca ‘le’ seperti lelakon, bukan seperti lele. Eh tapi orang batak tetap aja baca ‘le’ dalam lelakon seperti lele … hahahaha

    Balas
  8. bodrox

    bulan : ingat surga di “langit” yang tinggi.
    kuburan : ingat kematian.

    malam lebaran —–> Bulan di atas kuburan : Selamat lebaran, semoga cita-cita menemui surga setelah berkorban-berbuasa bisa tercapai.

    Balas
  9. laras

    saya org katholik tp saya tertarik bgt dgn puisinya sitor situmorang.Yah,guru saya prnh blng kyk’a itu puisi terpendek di Indo’.wahh..slamat ya utk indonesia ^_^

    Balas
  10. Miracle

    Hi!

    Bingung dengan makna puisi malam lebaran? Nanti saya tanyakan pada penciptanya, yang kebetulan adalah kakek saya 🙂

    Balas
  11. eyanK Gestra

    Bulan di atas kuburan, ketika malam lebaran,sebuah kritikan sederhana dalam perkembangan kehidupan agama islam dewasa ini. bayangkan saja, ada bulan di atas kuburan. berarti ada kesalahan dalam menentukan tanggal 1 syawal. tim hisab kerja tidak becus. dan itu terjadi hampir setiap tahun

    Balas
  12. arestya

    bulan diatas kuburan,,, hal yang sulit terjadi dan akan terjadi jika yang Diatas menghendakinya…keajaiban disegala hal,, akan teradi jika kita mau berusaha dan mampu berkorban demi hal yang akan kita capai…itu arti sempit dari saya ,,, arti yang tersirat dari karya sitor situmorang…

    Balas
  13. sofwan.kalipaksi

    Syawal adalah akhir. Ia juga permulaan. Akhir dari rital suci Ramadan. Akhir dari keterburu-buruan spiritual yang begitu bersemangat agar tak tertinggal parsel ampunan dan tiket penukar kavling surga. Karena itu, Syawal menjadi awal dari sebuah kefanaan yang kembali pulang. Fana yang terusir sejenak oleh Ramadan.

    Jika Goenawan Mohamad terang-terangan menyebut bahwa yang dirayakan Ramadan adalah kekosongan (Tatal 59), izinkan saya melengkapinya: Syawal diciptakan untuk mengisi kekosongan itu.

    Awal Syawal adalah lebaran. Di Indonesia, yang justru indah dari lebaran ialah bahwa ia tak identik dengan kesucian. Lebaran adalah pesta, perayaan, kegembiraan, bahkan di sana-sini “kemewahan”.

    Hari ini, pesta itu telah usai. Topeng-topeng dengan karakter penuh maaf telah teronggok di pojok kursi cadangan. Ia baru akan berguna lagi pada satu tahun mendatang. Wajah-wajah pun kembali sibuk dengan topeng-topeng yang lain: Topeng yang selama awal Syawal teronggok di kursi cadangan. Topeng serakah, topeng juru culas, topeng pendusta, topeng ahli keji, bla…bla..bla.

    http://kalipaksi.com/2009/09/28/topeng-bulan-syawal/

    Balas
  14. marlina

    ada tugas tntng ini sh tp sy punya penafsiran sndri tntng malam lebaran, bulan diatas kuburan….. tp sy msh nyari2 referensi yg spaham jg sh,,, mdah2an ketemu, smakin bnyk commend smkin kaya referensi….

    Balas
  15. himawarie

    bulan di atas kuburan….bulan ibarat anugerah dan karunia yang diobral habis2an di bulan puasa dan ia akan segera pergi dengan berakhirnya ramadhan. meninggalkan manusia dalam kehidupannya yang kelam seperti semula. kuburan adalah lambang dari sesuatu yang pekat dan menakutkan. seperti kehidupan…………..

    Balas
  16. mhita sii cewegh selalu sakit

    bagus… aku suka puisinya…… puisinya mengandung makna yang sangat indah…..puisi yg sangat singkat tapi jelas. membuat semua org penasaran akan puisi tsb.

    Balas
  17. orkoy

    Memang kalau dilihat dari strukturnya sangat dalam, namun yang masih membingungkan saya letak diksinya, pada malam lebaran itu kan (1 sawal bulan Hijriah) penampakan bulan tidak ada! kok’ bisa ya!!! haha, mungkin ini yang dinamakan multi tafsir

    Balas
  18. rezi edo

    ITU SIH DERITA SITU..
    BAGI KAMI UMAT ISLAM ITU MALAM Y LEBIH BAIK DARI SERIBU BULAN….
    BUKANYA ELU PADE Y NYESEK….
    SETAU GUA YA,TUHAN LU ORANG TU UDAH NGTUK POHON CEMARA, KARNA HANYA SATU2NYA POHON BRDRI TEGAK,TIDAK PERNAH MAU SUJUD KEPADA TUHANNYA……TRUS PADA JAMAN SEBLUM MASEHI POHON CEMARA TU KAN BUAT NYEMBAH BERHALA….
    ASAL KRISTIANI TAU AJA YA,,YESUS ITU ISA,ISA ITU NABI,NABI ITU MANUSIA,MANUSIA ITU GAK PANTES UNTUK DISEMBAH,,SEMUA NABI DARI ADAM SAMPE MUHAMMAD AJA BILANG”TIDAK ADA SATUPUN NABI Y HARUS DISEMBAH”….TRUS KALAU YESUS ITU TUHAN, KENAPA DIA ENGGAK BISA KELILING DUNIA,BISANYA CUMA GEMBALA BINATANG”KAMBING”..KN PD WAKTU ITU MANUSIA UDAH ADA DI SELURUH BELAHAN DUNIA…

    Balas
  19. Deni Ali

    Maafkan saya. Sedikit saya lancang karena telah ikut berbicara dalam wadah diskusi rumah Anda ini.

    Disini saya hanya ingin sedikit berbagi cerita tentang pengalaman saya mengulas arti dari puisi ini.
    Puisi ini menurutku harus di fikirkan secara jernih, yaitu dimana puisi ini dapat aku artikan dengan bila engkau diatas, maka sadarlah akan yang di bawah. maksud dari malam lebaran. siapa yang tidak merasakan kegembiraanya, meskipun dilalui dengan kesakitan. Dan bulan selalu berada diatas bumi yang mengartikan. kedudukan atau jabatan. dan kuburan adalah tanah dimana orang-orang berbaring dan berarti ini adalah kedudukan bawah. jadi arti dari puisi ini adalah, bila kau berada diatas dan berkedudukan, maka ingatlah yang ada di bawah yang notabene rakyat kecil….masih panjang. tapi kita potong dulu. terima kasih

    Balas
  20. Fajariah Botto Syg

    lebaran memang hari yang menyenangkan tapi menyedihkan, meninggalkan bekas pikiran berupa utang tuk merayakanNya, dompet kosong tabungan amblas….tp ini bagi org yang merayakan hari lebaran dgn berpoya2. Perlu Qt tau yang utama hanyalah niat….!! apalah arti baju baru, sepatu baru dll….??

    Balas
  21. PUTRA

    memang unik, tp menurt sitor, berdasarkan pnjelasan dosen saya, bahwa kita terjebak mengartikan, ato memaknai puisi tersebut. beliau mengatakan, sitor ternyata hanya menulis begitu saja, saat malam lebaran, dia hendak kerumah teman nya, tapi sayang, temannya pergi, lalu sitor pulang, dan menemukan kuburan belanda yg tua.. Dia pun menulis puisi tersebut, masalah bulan tampak atau tidaknya, menurt saya, it hanya imajinasi sitor saja, kita bisa aja mengatakan, lemper diatas kuburan, ato apapun, maaf n trimksh,

    Balas
  22. NurmaBP

    Bagi saya puisi selalu memiliki 2 makna:
    (1) Makna bagi si pembuat puisi itu sendiri, karena dia lah yg mengetahui ide awal dan merasakan apa yg mengilhaminya menulis puisi tersebut, dan;
    (2) Makna bagi para pembaca puisi itu, ini ttg apa yg dirasakan pembaca saat membaca puisi tersebut, karena tiap ‘kata-kata’ selalu memiliki pengaruh berbeda pada setiap org, ‘kata-kata’ adalah simbol-simbol yg mewakili kenangan, harapan, trauma, dll dsb.

    Saya tidak tahu makna puisi ini bagi Sitor Situmorang. Apa yg saya rasakan ttg ‘Bulan di Atas Kuburan’ adalah perasaan haru biru, terpesona, kemegahan, keindahan, kesunyian, kesepian, mencekam, ketakutan dan kegelapan.

    Balas
  23. AjieKusno Ponorogo

    Ya ya ya….. saya masih tertarik saja….mengapresiasi sebuah karya puisi hak kita masing2 bukan ?
    Malam lebaran, bukan sore hari.
    Berarti tidak mungkin ada.
    Ada kemungkinan seorang Sitor mempunyai cita cita yang tak mungkin tergapai….Tidak mungkin !!!
    ….bulan diatas kuburan….

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s