Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk

Kemarahan dan peperangan karena agama dan Tuhan, bisa digambarkan seperti perkelahian segerombol lelaki mabuk, memperebutkan seorang gadis.

Salah satu atau bahkan semua pemabuk itu bisa cedera atau mati, padahal tak satu pun dari mereka yang sebenarnya punya perhatian apalagi cinta kepada gadis itu. Mereka saling bunuh karena harga dirinya sendiri, yang sebenarnya tak punya harga!

Di bataknews saya pernah posting cerita ini.

KONON DI SEBUAH tempat, sedang berlangsung pameran dan promosi agama-agama. Seorang lelaki tua dengan antusias berkeliling dari satu stand ke stand lain. Di stand Yahudi dia mendengar seorang Rabbi berpromosi dengan semangatnya. “Kita adalah umat terpilih, mendapat berkat yang telah dijanjikan, dst…”

Di sebelahnya, stand Kristen, seorang pendeta berujar tak kalah berapi-apinya. “Tak ada yang sampai kepada kebenaran, kepada Bapa, kalau tidak melalui jalan ini.”

Bergeser ke stand Islam. Dengan sorban dan jubah melilit tubuhnya, ulama berjenggot sedang berseru. “Agama yang diterima di sisi Allah hanya Islam”.

Begitu juga puluhan stand lain: Hindu, Buddha, Konghucu, dst, semua mempromosikan bahwa jalan mereka, bukan saja yang terbaik, tetapi juga the one and only, satu-satunya, yang berhak disebut sebagai kebenaran.

Lelah berkeliling, Pak Tua pulang, bersimpuh di kamar tidurnya yang temaram. Ia berbisik, “Tuhan, aku bingung memilih jalan. Semua sepertinya begitu yakin menjadi yang terdekat dengan-Mu, menjadi kaum yang Kau pilih. Aku sungguh ingin mendengar langsung dari-Mu, jalan mana yang harus kupilih.”

Hening sejenak. Kemudian terdengar suara. “Ah, aku pun jadi tak enak hati. Macam cewek seksi yang diperebutkan pemuda-pemuda kurang kerjaan pun Aku jadinya.”

Hehe, logat Medan kali suara itu ya… 😀

Saya suka sekali quote dari Dalai Lama berikut. “Agama saya sungguh sederhana, tak perlu candi-candi atau tempat pemujaan, juga tak butuh kitab-kitab pengajaran. Hati dan pikiranku adalah tempatku memuja Tuhan, dan satu-satunya ajaran yang kutau adalah berbuat kebaikan”.

Simpel kan? Ada loh yang lebih simpel lagi, agamanya Abraham Lincoln. “When I do good, I feel good. When I do bad, I feel bad, that’s my religion!”

Kedua manusia pilihan ini, tanpa menganut apalagi fanatik dengan sebuah agama, tanpa klaim iman angkuh dan menyebalkan, telah memiliki singgasananya sendiri dalam sejarah peradaban. Lha kita, apa coba? Di lingkungan keluarga kita sendiri pun kita mungkin tidak berterima, tidak dihormati dan disayangi sepenuh hati. Mereka cuma pura-pura patuh dan hormat, karena Anda mungkin suka main libas jika ada yang tidak berkenan di mata tuhan. Tuhan dari Hongkong!

Lincoln sendiri, biarpun tak begitu tertarik dengan agama, tak pernah mengejek Alkitab, kekristenan, atau agama secara keseluruhan. Dia tercatat sebagai pribadi yang sangat menghargai pandangan dan prinsip orang lain.

Walau dikenal sebagai salah seorang pendiri demokrasi, dia juga pernah mengingatkan, bila seseorang dengan membabibuta mengadopsi total sebuah agama, sistem politik, dogma, maka dia telah menjadi mesin. Dia sudah menolak untuk tumbuh, menolak menjadi manusia.

Iklan

24 thoughts on “Tuhan Bagai Cewek Seksi yang Diperebutkan Pemuda Mabuk

  1. Ping balik: Niat Saja Tidak Pernah Cukup - A Journal Of A Not-Superman Human

  2. Ping balik: Niat Saja Tidak Pernah Cukup « A Journal of A Not-Superman Human

  3. untaianmakna

    well, sebuah tulisan dengan judul yang sangat unik. post ini mengingatkan kita bahwa kita semua harus saling menghargai. perselisihan antar manusia atas keyakinan memang sebuah hal yang wajar dan manusiawi. Tuhan dan agama memang menjadi kebutuhan pokok manusia. hal ini bisa kita cermati bahwa sejarah peradaban manusia selalu tak lepas dari keyakinan yang muncul di masing-masing peradaban. mungkin, manusia memang membutuhkan sesuatu sebagai tempat bersandar dan Tuhan memang menjadi tempat bersandar yang paling absolut.
    saya kurang setuju dengan pendapat yang mengeneralisir agama. bahwa kita harus menghormati agama lain saya setuju. namun, itu bukan berarti bahwa lantas kita dapat membebaskan diri kita dari kehidupan beragama yang memiliki tuntunan yang telah ditetapkan.
    saya sendiri beropini bahwa kita tetap harus menentukan sikap dalam beragama. karena kita meyakini bahwa agama kitalah yang paling benar, maka kita memeluk suatu agama.
    harus kita sadari bahwa sebagai manusia, kita memiliki sejumlah keterbatasan. akal dan logika kita tak lebih dari satu buih yang tenggelam di tujuh samudera. dan terkadang kita sendiri tersesat dalam akal dan logika kita sendiri.
    baik dan buruknya sesuatu itu relatif. kalau kita tidak memiliki standar baik dan buruk, kita akan menghadapi sejumlah pertentangan dalam masyarakat. kita ambil contoh perzinahan. ada orang yang menganggap bahwa berzina itu halal dan boleh-boleh saja. namun, bagi agama saya, islam, hubungan seperti itu sedemikian suci sehingga harus dilakukan dengan cara-cara yang suci. hubungan antar manusia adalah ibadah, sehingga perlu diatur agar kita tidak perlu saling bertentangan.
    saya setuju bahwa kita harus saling menghormati kepercayaan masing-masing, namun saya sangat tidak setuju apabila hal ini membuat kita jadi mengabaikan agama kita sendiri. coba pikirkan apa yang akan terjadi apabila dalam hidup ini kita tidak memiliki standar dalam menjalankan kehidupan?

    Balas
  4. joe Sitohang

    se-sexy apa yaa lae? jadi teringat lagu jika surga dan neraka tak pernah ada masihkah pemuda mabuk itu memperebutkannya? btw, salam kenal lae nainggolan…mantaff kalipun tulisan lae ini

    tabik

    Balas
  5. lovepassword

    Ya, aslinya nggak papalah kalo percaya diri. Yakin sama kjalan masing2 itu bagus. Yang berabe kan sebenarnya karena kurang PD terus jadi malah membanding-bandingkan secara berat sebelah. Akar dari semua pertandingan agama itu apa sih ? Ya secara umum karena masing2 umat berusaha menyemangati diri sendiri yang semangatnya lagi melempem. Itu aja.

    Balas
  6. hnimrot

    Setuju banget sama cerita dan tulisan ini. Gue juga berpikir bahwa kenapa agama yang ada malah menciptakan Tuhannya sendiri-sendiri. Kalo emang makhluk hidup yang berakal budi dan sempurna seperti manusia adalah yang mulia dihadapanNya, masa sih manusia harus lebih tinggi dari Tuhannya????
    Agama sudah seperti parpol, obral janji tapi nggak bisa nepatin janji. Mendingan nggak beragama daripada nggak berTuhan, orang nggak beragama aja kelakuannya lebih baik daripada yang beragama, tapi kalo nggak beragama entar dianggap apa. Gimana bang?

    Balas
  7. infowira

    setuju sama kamu,dalai lama dan abraham lincoln…
    agama hanyalah sebuah ilusi,jadi jangan sampai kita kerasukan suatu agama karena itu jauh lebih berbahaya daripada kerasukan setan…

    dunianyawira.worpress.com

    Balas
  8. Martini Sikumbang

    Ali Sahabat Nabi pernah berpesan : kalau kamu melihat Islam janganlah melihat dari prilaku penganutnya saja,tapi lihatlah ajaranya,sebab banyak orang yang mengaku Islam tapi dia jauh dari ajaran Islam.

    Balas
  9. Anak Gunung

    tuhan bagai cewek sexy?? toketnya segede apa coy? pasti gede bangeeeeeeeeeet!! hahahahahahahahaha!! dan itulah yang selalu diperebutkan orang islam, kristen, hindu, budha dll dll, sange berat bo liat toket gede banget, hahahahahaha…….

    Balas
  10. Blue

    ketika seseorang mengatakan benar ,apakah anda percaya.
    ketika orang tua mengatakan benar anda pasti menyangkal karena pendapatnya berbeda dengan kita.
    itu bukti kalau manusia tidak mudah mempercayai sesuatu begitu saja.
    apakah yang di ajari agama siapa yang tau akan kebenaraanya ,
    sejarah itu tidak pasti akan kebenaraanya beberapa sejarah zaman orang tua kita dengan kita saja berbedaah jadi kita yang hidup di masa ini jangan merasa kita paling tauh.
    jika kita melihat ajaran yang tidak sesuai ya, jangan diikuti karena bertolak belakang dengan hati manusia
    tidak ada yang mengatakan bahwa umat nya saja yang masuk surga
    kalau mau berbicara seperti itu semua agama menyatakan itu dan sumbernya sendiri tidak jelas.
    kita manusia yang yang bisa berpikir jadi gunakan otak kita untuk berpikir mungkin zaman dulu pemikiran benar hanya saja di pengaruhi oleh orang lain.
    baik kulit hitam.putih,coklat ,merah,dan warna apapun kita semua satu jangan lah membuat permasalahan yang sebenarnya tidak ada ,
    bayang kan dari masa kemasa konflik agama terjadi sebenarnya itu adalah pemikiran manusia yang sangkin pintarnya mencari kesalahan orang lain.
    yang masalahnya sekarang banyak orang yang membelah agama padahal dia bukan lah orang yang baik,jika orang baik akan berbuat baik jika agama nya di hina dia akan tenang dan malah berbicara dengan orang yang menghinanya dengan baik.
    jika agamanya di hina dan dia marah dan memukul itulah orang yang tidak baik
    jadi untuk membelah agama tidak perlu ada kekerasan ,tapi ada masalah jika kita di bunuh apakah kita diam?(jika agama saya dihiana apakah saya diam?) jika itu terjadi buatlah dia mengerti bahwa yang dia lakukan salah saya belajar dari yesus:jika ditampar pipi kiri maka berikan pipikanan mu jadi jika ia ingin membunuh bilang lah semogah kamu di lindungi oleh tuhan, dan yang ingin membunuh menangis dan ia memeluk mu ia mengatakn baru kamulah yang mengatakan itu kepadaku(tersenyumlah dan berbuat baik kepada orang yang menghina kamu karena ia tidak mengetahui kesalahanya jika kita marah apa bendanya kita dengan dia
    saya sendiri bukan orang baik tapi saya orang yang ingin berusaha berbuat baik banyak orang manis berbicara tetapi hati nya tidak baik
    semoga kita semua dilindungi Tuhan
    maaf jika ada kata-kata yang salah

    Balas
  11. Makhluk Tuhan

    1. Ustad Adi
    agama adl beriman, bertaqwa, dan beramal soleh.

    2. Ustajah Meila
    agama adl pondasi manusia untuk mencapai kesuksesan dunia dan akherat.

    Balas
  12. NEBULA

    SATU2nya hal di dunia ini yg hanya bisa dilakukan oleh orang muslim/mukmin adalah membaca syahadat di saat nyawanya di cabut
    sedangkan orang2 non kafir tdk bisa melakukan hal itu,silah kan renungi kembali keislaman anda…..

    Balas
  13. NEBULA

    SATU2nya hal di dunia ini yg hanya bisa dilakukan oleh orang muslim/mukmin adalah membaca syahadat di saat nyawanya di cabut
    sedangkan orang2 kafir tdk bisa melakukan hal itu,silah kan renungi kembali keislaman anda…..

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s