Bagaimana Mungkin Tuhan yang Mahacinta Mengirim Seseorang ke Neraka?

Ini pertanyaan udah jadul banget! Tantangan iman yang sangat klasik kepada semua agama, terutama yang berklasifikasi langit! (Keren nian sebutan itu, seolah agama lain agama kelas dua, made in earth).

Mau ke neraka? Pastikan Anda tidak nyasar ke mana-mana. No place like hell. source: consumptionaddict.wordpress.com

Sebenarnya, ada jawaban yang sangat tangkas, efektif, dan telak: Tuhan tidak mengirim siapapun ke neraka. Manusialah yang mengirim dirinya sendiri ke sana. Tuhan justru sudah all out, abis-abisan mencegah manusia dari mengirim dirinya sendiri ke tempat api dan derita abadi itu.

Dalam perspektif Islam misalnya, Dia harus “berepot-repot” menurunkan 25 utusan, menerbitkan 4 kitab! Dalam perspektif Kristen bahkan lebih dahsyat lagi. Dia rela mengorbankan anak tunggalnya. Buat apa? Semata-mata mencegah manusia dari tindakan bodoh mengirim dirinya sendiri ke neraka itu. Keren kan?

But… our problem then… Daripada sebegitu “repot” dan “tragisnya” mencegah kita migrasi ke neraka, lha kok ga nerakanya aja yang di-delete? Ctrl A neraka, trus delete. Beres kan? Ga ada masalah dong, buat yang Mahakuasa, yang Mahaberkehendak?

Bah, itu sama saja dengan bertanya gini… Mengapa Tuhan membiarkan derita ada di dunia? Mengapa kita dibuat sakit, masuk penjara, kecelakaan, kena bencana, tenggelam, disapu tsunami, terpanggang dalam kebakaran di pemukiman kumuh, putus cinta, terbunuh, cerai, kena perkosa (dan memperkosa), dimadu, diselingkuhi, laper, perang, dsb?

Memang begitulah hukum Tuhan, Sunnatullah. Tuhan memang Mahacinta Mahamenyelamatkan. Namun jika kau melompat dari gedung tinggi – dari menara kembar Petronas misalnya, atau ga usah deh, kejauhan sekaligus ketinggian, dari Menara Air Tirtanadi Medan aja, yang udah ada sejak zaman Belanda – maka kau akan disambut oleh gravitasi bumi.

Meskipun saat terjun bebas itu kau memekik takbir atau haleluya berulang-ulang, teuteup aja kau akan tercerai berai ke dalam serpihan, persis kek Jerry yang dikerjai si Tom, saat menghantam pelataran parkir atau badan jalan. You break the law of gravity, and it breaks you! Break dalam pengertian yang sebenarnya.

Api memang membakar. Banjir memang menghanyutkan. Gravitasi memang meremukkan. Begitulah Tuhan men-setting dunia dan kehidupan. Begitulah juga Dia men-setting dunia setelah kehidupan.

Keselamatan buat yang hati-hati, kecelakaan buat yang ugal-ugalan. (Duh, bahasa Polantas banget). Juga kenyamanan surgawi buat yang baik-baik, dan penderitaan nerakawi (hehehe) buat yang jahat-jahat.

————————————–

Begitu ya…

Sepertinya persoalan kita bukan lagi tentang mengapa Tuhan yang Mahacinta mengirim seseorang ke neraka. Tetapi bahwa Tuhan sepertinya bukan Mahacinta, tapi biasa-biasa saja.

Bukankah berbaik-baik dengan yang baik, dan berkejam-kejam dengan yang jahat itu, sesuatu yang sangat biasa, sesuatu yang juga biasa dilakukan sebagian besar dari kita manusia?

So, what do you say? Jangan main ngamuk ya… Katanya makhluk tuhan yang paling seksi mahacinta? πŸ˜‰ So, be sexy, be funny, don’t worry be happy. God loves you, always, and saves u, if He/She want to. (Emangnya ada yang tau gender-Nya?)

Iklan

19 thoughts on “Bagaimana Mungkin Tuhan yang Mahacinta Mengirim Seseorang ke Neraka?

  1. HeLL-dA

    Wah!
    Aku jadi terkenal neh..
    Namaku sampe’ dipajang-pajang di situ segala… 😳

    Hmm…
    Neraka ya?

    Bagaimana kalau neraka itu tidak ada alias kayak yg dijelaskan di atas di-delete , atau mungkin tidak di-delete, tapi memang tidak akan pernah ada kata delete karena pada awalnya memang tidak ada make a new folder dengan title neraka

    :mrgreen:

    Balas
  2. Bible

    Di dalam Alkitab tertulis, ‘Jangan mencobai Tuhan, Allahmu’ Mempermainkan neraka, mempermainkan Tuhan termasuk mencobai Tuhan.

    Balas
  3. nunoe

    @Hellda
    sama pikiranmu denganku.
    cuma kita mesti rasional juga. iya klo bener ga ada, kalo ternyata ada gimana? nah, beragamalah kita. toh nanti klo ternyata ga ada, ya udah, ga ada ruginya karena kita udah mati. πŸ˜€
    nah setelah pake rasio, baru meningkat ke iman. begitulah demikianlah lah…

    Balas
  4. wahyu

    seandainya gak ada neraka, bisa kacau kali dunia ini. Manusia bisa berbuat seenaknya dan semaunya. mungkin sama halnya kalo gak ada hukum n penjara. penjahat bebaasss…
    Trus kenapa gak sumbernya sekalian aja dihilangkan. Manusia gak di kasih hawa nafsu dan keinginan. ya kalo gitu malaikat dunk..

    Blognya bagus..
    lam kenal

    Balas
  5. HeLL-dA

    @Wahyu

    Nah, itu dia pertanyaannya…
    Bagaimana kalo’ tdk ada neraka, apakah manusia tetap taat pada Tuhan? Lah, berarti semua hanyalah kesepakatan belaka, tdk ada yg tulus di dunia ini, bahkan Tuhan sendiri pun tak tulus menurutku.

    Hmmm…
    Apakah dirimu ingin menemukan manusia yg tetap taat thd Tuhan tanpa diembel-embeli ketakutan thd neraka?

    (Agak membara neh waktu nulis ini komen.. :mrgreen: )

    Balas
  6. Nesia!

    @Hell Yeah!
    Mantaf, mantaf. Makanya dulu ada sufi bernama Rabiah, mau menyiramn neraka dan membakar surga. Kedua hal itu, telah merampas keikhlasan dari hati manusia.

    Balas
  7. nupf

    Kapan ya neraka diciptain?:D
    sebelum manusia diciptain?
    ato setelah manusia diciptain?

    intinya
    where did we come from?
    why we here?
    where do we go when we die?
    Gak tau datang…
    gak tau pergi lah pokokna….
    (heleh, nyambung kemana-mana…:mrgreen: )

    jangan cari siapa yang salah ya, hehehehe πŸ˜€

    Balas
  8. nupf

    Kapan ya neraka diciptain? πŸ˜€
    sebelum manusia diciptain?
    ato setelah manusia diciptain?

    intinya
    where did we come from?
    why we here?
    where do we go when we die?
    Gak tau datang…
    gak tau pergi lah pokokna….
    (heleh, nyambung kemana-mana… :mrgreen: )

    jangan cari siapa yang salah ya, hehehehe πŸ˜€

    Balas
  9. unai

    Kita beribadah bukan karena ketakutan akan adanya neraka. Keikhlasan, dan sebuah bentuk penyerahan diri. Nah, saatnya belajar untuk menjadikan ibadah bukan sebuah kewajiban…hamun kebutuhan, begitu mungkin?

    Balas
  10. wahyu

    Cerita ah..

    Saat 17 agustus, ada perlombaan karambol di RW. Hadiahnya lumayan besar untuk level kampung. Kambing satu ekor. Yang daftar banyak. Anak muda, anak sekolah, bapak, ibu, sampai para lansia-pun ikut daftar. Bahkan ada beberapa yang buta seni karambol nekat ikut mendaftar. Demi mendapat satu ekor kambing.
    Lha.. lantas apa hubungannya dengan surga neraka??

    Coba bayangkan, bagaimana jika tidak ada hadiah. Tidak ada imbalan. Tidak ada satu ekor kambing. Apakah masih tetap banyak yang berminat menjadi peserta lomba? Pastinya tidak. Mungkin ada beberapa. Itupun orang yang sangat hobi dan cinta mati dengan karambol. Mereka rela ikut tanpa mengharapkan hadiah. Sudah cukup puas hanya dengan bisa bermain. Para pencinta karambol sejati.

    Mungkin seperti itu peran surga neraka. Tuhan betul-betul paham dan mengerti sifat manusia. Dia tahu manusia akan selalu mengharapkan pamrih, imbalan. Tidak mungkin dia menyuruh manusia berbuat baik tanpa mengiming-imingi imbalan. Tuhan menciptakan manusia dengan keinginan, hawa nafsu, dan juga akal. Itulah yang membedakan manusia dengan makhluk ciptaan lainnya. Itulah yang membuat manusia makhluk paling mulia. Manusia diberi hak untuk memilih, karena diberi akal. Menimbang yang baik dan yang buruk. Dan tuhan sangat mengerti itu. Maka dia ciptakan surga neraka. Manusia diberi pilihan. Berbuat baik masuk surga. Berbuat buruk masuk neraka. Adil bukan?
    Manusia yang menggunakan akalnya pasti tahu harus memilih yang mana.

    ha..ha..
    saya lupa nih dapat cerita ini dari mana ya?? πŸ˜‰

    Balas
  11. irna

    saya percaya tuhan maha mencintai, Dia ga tega memasukkan neraka terhadap makhluknya. buktinya Tuhan pun bisa dinego, Dia mau memberikan ampunan terhadap makhluk yang pernah berbuat salah asalkan makhluknya telah memintanya, padahal tuhan telah memberikan akal terhadap manusia, agar manusia bisa membedakan mana yang salah mana yang benar, mana yang sekiranya membuat tuhan murka atau tidak

    Balas
    1. sinister

      klo tuhan mau,,, sangaaat bisa saja tidak ada orang jahat di muka bumi ini.. dan sangat bisa saja semua manusia ditaruh di surga.. atau bahkan, sangat bisa sekali, manusia ini tidak pernah di ciptakan…!!!
      trus,,, trus tujuan hidup di dunia ini apa???

      sekali lagi,, wallohu a’lam…

      Balas
  12. sinister

    WALLAHU A’LAM….

    itu adalah pertanyaan yg dilarang…!!
    skrg takdirmu adalah hidup di dunia milik tuhan ini… lalu,,,, apakah dengan pertanyaanmu ini & protesmu ini akan mengubah hidup!!!???

    apakah ada hidup yg lebih layak lagi dr ini??!!

    pilihannya cuma 1. melakukan yg terbaik…!!

    Balas
  13. dreamwalker

    Tuhan
    Tempat aku berteduh
    Di mana aku mengeluh
    Dengan segala peluh

    Tuhan
    Tuhan Yang Maha Esa
    Tempat aku memuja
    Dengan segala do`a

    Aku jauh, engkau jauh
    Aku dekat, engkau dekat
    Hati adalah cermin
    Tempat pahala dan dosa bertaruh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s