Aku Mencintaimu Bukan Agar Bahagia, tapi Karena Aku tak Bisa Mencintai yang Lain

Aku tau, mencintaimu salah, membuat begitu banyak orang marah. Aku juga tak membantah, siapapun yang membeberkan betapa tak akan ada bahagia yang bisa kudapat darimu,  dulu, kini, dan sampai entah.

Bertemu denganmu, sudah takdirku. Dekat denganmu, adalah pilihanku. Tapi kini, mencintaimu, sungguh di luar kendaliku.

Aku mencintaimu, bukan demi kebahagiaan dan kemudahan hidup, seperti yang mereka pikirkan. Tapi sungguh, karena tak bisa kutemukan siapapun yang lain, menjadi tempat rasa ini kuberikan.

Dan kalian, jangan lagi ingatkan aku, bahwa mencintainya sebuah kesalahan. Aku sudah tau, terlalu tau.

Dan kamu, jangan lagi tanyakan aku, apakah seluruhku akan kuberikan. Aku pasti mau, terlalu mau.

Karena aku mencintaimu, dengan segala yang ada, yang belum ada, dan yang akan ada pada diriku.

Tapi…

Setelah menaklukkan hatiku setunduk-tunduknya kini, jangan merasa telah memenangkan sesuatu, bisa saja, ini awal sebuah kutukan.

Karena akan kubasmi siapapun yang menghalangimu dariku, walau dialah sebenarnya orang yang paling kau impikan.

Maafkan aku, tapi ini takdir yang harus kutuntaskan.

Karenanya, terimalah, dan cinta ini akan membuatmu menjadi ratu yang diagungkan. Tak ada pilihan, atau kau akan jadi korban, dari luapan api rasa yang tak bisa lagi kukendalikan.

Cinta, aku telah terbakar apimu, jangan biarkan aku sendirian. Mari ikut bersamaku menjadi abu, menabur di laut luas keabadian. Menemui genangan sejarah cinta yang terdahulu, dan menunggu arus kisah indah yang akan datang kemudian.

Mau kan?

Iklan

26 thoughts on “Aku Mencintaimu Bukan Agar Bahagia, tapi Karena Aku tak Bisa Mencintai yang Lain

  1. naya himawan

    ya itulah cinta ….

    kekuatannya selalu ada pada jiwa serta hati yang tegar.
    beruntunglah engkau yang selalu di anugerahi cinta di dalam hidupmu.
    GBU …

    Balas
  2. cantiqiss

    ga mau ah kalau tidak akan bahagia….

    karena hidup akhirnya harus bahagia….

    namanya bodoh kalau orang tidak mencari kebahagiaan…..

    he..he….

    Balas
  3. Nesia! Penulis Tulisan

    @Cantique.
    Emg cinta sering buat orang jadi “kelihatan” bodoh kan?

    Kelihatan loh… Bisa jadi begitu, karena orang justru ga bisa melihat ada yang menyala di dalam hatinya.

    Balas
  4. Ahmad Fikri

    ketika mencintai seseorang setengahnya saja, krn ketika satu saat dia meninggalkanmu maka engkau tak punya apa2 lg untuk engkau banggakan, begitupun sebaliknya ketika engkau membenci seseorang

    Balas
    1. Maren Kitatau

      Coba renungkan renungan illahi Bang Toga ini:

      =======================================
      Aku mencintai-Mu,
      bukan demi kebahagiaan dan kemudahan hidup,
      seperti yang mereka pikirkan.
      Tapi sungguh,
      karena tak bisa kutemukan siapapun yang lain,
      menjadi tempat rasa ini kuberikan.

      Dan kalian, jangan lagi ingatkan aku,
      bahwa mencintai-Nya sebuah kesalahan.
      Aku sudah tau, terlalu tau.

      Dan kamu, jangan lagi tanyakan aku,
      apakah “seluruhku” akan kuberikan.
      Aku pasti mau, terlalu mau.

      Karena aku mencintai-Mu,
      dengan segala yang ada,
      yang belum ada,
      dan yang akan ada pada diriku.
      =======================================

      Kurasa:
      Inilah cinta-walaupun.
      Cinta ini bukan karena,
      Dan bukan cinta-jikalau.

      Demi cinta, Bang Toga pasti mau
      Mempersembahakan “seluruhku”
      Sebagai per-sembah-an yang hidup,
      Bukan sembah sembarang sembahyang.

      Salam Damai Bang!

      Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s