Let’s Go Nesiaweek, for an End is Another Beginning

Apa yang kita sebut sebagai akhir, seringkali merupakan sebuah permulaan. Mencapai sebuah akhir berarti memulai sebuah awal. Akhir adalah sebuah titik, di mana kita bermula.

Salah satu anugerah kehidupan terbesar yang kudapat tahun 2007 lalu, adalah blogosfir. Meski sudah ngeblog beberapa tahun sebelumnya, mulai April ’07 lalulah, di wordpress, aku benar-benar terperosok pada “kenyataan” tak terlukiskan, sah menjadi warga sebuah dunia di mana kata dan rasa adalah segalanya.

Temen-temen yang suka dugem, ops!, pasti tau lagu Fly Away, hasil adukan (mixing) Jean Claude Ades. Selain beat-nya enak, konon, lagu ini seperti sebuah senandung menyambut mereka yang bergegas lari dari himpitan kenyataan, meski hanya bisa bersembunyi dalam dekapan hiruk gairah, untuk satu malam, atau malah hanya beberapa jam.

When you feelin’ down
When you feel
You need to get a way
You can just fly away

When you feelin’ low
When you feel
You need to get a way
You can just fly away

I feel the world
Is gonna insane
If you feel the sun
You can just fly away

Nah, blogosfir adalah sebuah pelarian yang jauh lebih sehat dari dugem, atau kecenderungan lain untuk “mengistirahatkan” kesadaran dengan zat-zat adiktif. Ke dekapan blogosfir, kau bisa bergegas lari dari kejaran kenyataan, dengan tetap menggotong kesadaranmu, penuh seluruh. Unlike drugs, blogosphere is a gate to completely get away, wings to fly away, tanpa harus mencecerkan ruh dan kesadaran. 

Inilah sebuah semesta maya di mana semuanya bisa terlihat berbeda, di mana kau bisa diterima ketika seluruh dunia nyata menyerapah menolakmu, mendesakmu terpojok pada sudut-sudut kehidupan yang sunyi. Sendiri.

Silakan desain dirimu, seindah yang kau mampu, sungguhan atau palsu, karena di sini, berbohong seperti tak masuk dalam daftar dosa. Kaulah pencipta, maka kau tak terjangkau dosa. Build a new you, as good as you wish, as strong as you want to be. Toh warga lain, tak punya cukup waktu menyelidikinya (kecuali kalau kau tiba-tiba muncul dengan rekor hit yang mencolok, atau memperoleh predikat seleblog dalam waktu yang terlalu singkat).

Tapi bukan karena itu di sini berbohong lantas menjadi sebuah fardhu, jadi kewajiban atau satu-satunya pilihan. Ada juga warganya yang justru baru di sini bisa menyibakkan topengnya, setelah karena satu dan lain hal, harus memerankan skenario dalam panggung sandiwara mahaluas bernama dunia nyata.

Nah, di semesta maya di mana kata adalah segalanya ini, tepatnya pada sebuah benua bernama wordpress tadi, kutemukan jiwa-jiwa lain yang mengagumkan, pemikiran-pemikiran yang membukakan perspektif baru yang tak pernah terpikirkan, persahabatan tulus yang membuat merpati harus iri, riak-riak pertentangan kecil yang mendewasakan, dan berbagai bukti, betapa sejarah belum kehilangan semua yang indah.

Begitu dulu kira-kira. Satu-satunya pesan yang mau saya sampaikan sebenarnya, secara bertahap saya akan pindah ke http://nesiaweek.com. 😀

Sekali warga wordpress, selamanya warga wordpress, (tapi bisa saja mengurus kewarganegaraan ganda).

Wassalam

 

Iklan

8 thoughts on “Let’s Go Nesiaweek, for an End is Another Beginning

  1. Sexy Chef

    Dah liat B.Toga , patent nih jdnya Nesia.com 🙂 , selamat ya ..

    Sayang banget tulisan2 yg bagus dan comment2 dr teman2 di sini nggak sekalian di boyong kerumah baru bang , biar di rumah baru kami2 pembacanya tetep merasa kenal ama yg punya rumah 🙂
    ( manage -> import )

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s