Haruskah Berhenti (Belajar) Menulis Tentang Agama?

Walau niatnya untuk menumbuhkan saling pengertian, tulisan bertema agama kerap malah menjadi bibit perdebatan yang menjurus kepada “permusuhan”. Inikah saatnya berhenti menulis tentang topik itu?

Kayaknya nggak deh!

Toh masih lebih banyak kawan yang mengekspresikan perasaan yang sama, bahwa kita harus bisa berdamai di tengah perbedaan, saling mengerti dan menghargai pendirian orang lain, sepakat untuk tidak sepakat dengan tetap menaruh hormat. Masih lebih banyak sahabat yang setuju, bahwa korban pertama dari setiap permusuhan adalah kebenaran, dan yang pertama kali diuntungkan oleh perdamaian adalah kehidupan itu sendiri.

Membunuh Untuk Tuhan. Adegan Perang Salib dalam film Kingdom of Heaven. Tuhan kok bisa jadi alasan permusuhan? Ngga salah tuh?

_________________________________________________________________

Meski seorang muslim, dalam menyikapi “perang” komentar, saya selalu berusaha berada di “tengah”. Karena itu, tak jarang saya mendapat serangan dari komentator yang (kelihatannya) seiman, mulai dari yang memberi label muslim tak jelas, sampai yang menuduh saya bagian dari kristenisasi. Wuih!

Lihat misalnya komentar dari pembaca dengan nick Hamdani berikut.

@Toga Nainggolan
Yang promosi itu kalian kristen, melauli kristenisasinya. masak nggak sadar sih? Apa nggak pernah gaul dengan orang-orang gereja?
makanya gaul dong, jadi tau program2 yg sedang dijalani penginjil2. capek deeh.!!!!

Beliau ini (kelihatannya) termasuk orang yang sangat yakin dengan kebenaran agamanya, dan itu ngga salah. Beragama memang mesti yakin. Yang menjadi persoalan adalah, dia juga lantas menyalahkan agama orang lain, mengkoreksi ajarannya, dst. Dan memang, selalu ada orang seperti ini di setiap agama dan keyakinan.

Analoginya kira-kira begini. Anda boleh yakin istri atau kekasih Anda adalah wanita paling cantik satu kabupaten. Boleh juga, kalau nggak malu, mengkoar-koarkannya di depan orang ramai: “Woiii lihatlah betapa cantiknya istri saya.” It’s OK. Paling juga orang bilang, “Biarin aja, namanya juga lagi jatuh cinta.”

Yang tak boleh, mengimbuhinya dengan kata-kata, “… tidak seperti istri kamu, jelek!” Bisa-bisa ayunan clurit menyapa lehermu.

*****

Apakah orang yang terlihat “lunak” dan “moderat” dengan keyakinannya, sehingga bisa sangat terbuka dan menghargai keyakinan lain, adalah orang yang memang tidak sepenuhnya yakin dengan agamanya? Ngga juga!

Saya sendiri haqqul yaqin, one hundred percent percaya bahwa Islam adalah jalan iman saya. Tapi saya merasa tak pantas “seangkuh” Hamdani dengan keyakinan itu, karena keyakinan ini saya warisi dari orang tua saya. Yang pertama saya “dengar” begitu nongol ke dunia, adalah suara ayah yang bergetar melantunkan azan. Belum masuk SD, saya juga sudah disuruh ngaji. Nah, ibarat harta, apalah yang pantas saya sombongkan kalau semua itu didapat sebagai warisan?

Saya yakin, sebagian besar dari kita juga bukan pencari dan penemu iman, tapi hanya menjadi pewaris “kebenaran” itu. Lantas kok sanggup membusung dada berkoar, “Saya orang yang mendapat petunjuk, dan kalian orang yang tersesat. Segeralah bertobat, jika tidak mau menyesal kelak!” Menyesal Mbahmu itulah!

Oleh karena itu, halah formalnya!, saya selalu menaruh hormat bagi mereka yang menemukan sendiri jalan imannya. Merekalah sebenarnya para pencari yang pantas mendapat penghormatan kita. Membuka pikiran bagi sebuah desain iman lain, sementara iman kita sendiri sudah didesain orang tua dan lingkungan sejak kecil, bukanlah kerja sepele, dan hanya bisa dicapai mereka yang tak takut berpikir.

Lagi pula, setahu saya, Tuhan, Allah, Yehowa, Debata Mulajadi Nabolon, atau Nama Lain milik Zat Teragung itu, memerintahkan kita untuk selalu rendah hati, termasuk dalam beriman kepada-Nya.

Jika Anda merasa telah mendapat hidayah, atau dihinggapi Roh Kudus, atau menjadi pribadi terpilih, atau apalah itu, bersyukurlah. Tuhan baik betul pada Anda. Nah, apakah lantas Anda boleh membenci mereka yang (kelihatannya) tidak mendapat itu? Kalau iya, saran saya, coba verifikasi lagi, siapa tahu itu hidayah palsu, atau roh siluman yang sedang menyamar.

Karena jika itu hidayah asli, atau Roh Kudus yang orisinil, alih-alih membenci, Anda malah akan selalu berdo’a dalam senyap, di pucuk malam tak setahu siapa, dengan hati yang bening dibingkai cinta. “Tuhan, berilah aku cara untuk mengajaknya, bersama-sama dalam rute “kebenaran” itu menuju Engkau.” Atau menurut saya, do’a seperti ini lebih “manis”.

Ya Allah, aku bersyukur termasuk yang Engkau pilih untuk mendapat petunjuk, termasuk golongan yang Kau selamatkan. Dan aku yakin, Engkau tetaplah Yang Mahakasih dan Maha Pengampun, Mahabijaksana dan Maha Menyelamatkan, terhadap semua yang tercipta dan hidup atas kehendak-Mu, karena siapapun pasti terlalu lemah, untuk menanggungkan amarah-Mu, wahai yang Mahaperkasa.

Agama adalah tuntunan buat Anda pribadi, agar selamat meniti hidup. Ngajak-ngajak orang lain itu, mestinya jadi prioritas kesekian. Kalaupun toh Anda ngebet bener “menyelamatkan” sebanyak mungkin orang lain, caranya pasti bukan dengan mengkoar-koarkan kebenaran versimu itu, konon lagi dengan menista keyakinan orang lain. Tetapi dengan berusaha membuktikan bahwa agama yang Anda anut itu bisa membentukmu menjadi pribadi yang rendah hati, memesona, ikhlas, ngga egois, mau membantu, jujur, nice things like that-lah!

Yang jelas, rendah hati yang pertama. Soalnya Tuhan saja, pemilik langit dan bumi, dan segala yang ada di antaranya, pencipta bakteri dan galaksi, tak pernah terlihat angkuh, misalnya dengan membubuhi setiap ciptaan-Nya dengan stempel “MADE IN HEAVEN BY GOD”. Ngga bisa banyangin kan, betapa terganggunya estetika wajah kita jika tulisan seperti itu tercetak bold di jidat kita, apalagi kalau ditambah dengan expiry date ๐Ÿ˜€ Dia juga tak merasa perlu membubuhkan tanda tangan di setiap planet, apalagi melengketkan spanduk raksasa berisi graffiti “GOD IS THE BESTEST”, untuk dibawa komet warawiri di luar angkasa.

Jadi, kalau Anda berpikir akan ada yang tertarik dengan kebenaran Anda, dengan tampil angkuh dan menyebalkan seperti itu… istirahatlah dulu, Anda mungkin kurang tidur sehingga ilusi.

Serangan hanya akan mengundang serangan balasan, dan ironisnya, dua pihak yang “niatnya” memuliakan Tuhan itu, malah jadi melecehkannya. Coba, apalagi yang paling leceh, selain menjadi bahan permusuhan.

Dan mereka yang tidak tertarik menanggapi, tak mau terpancing dalam debat yang menyebalkan itu, nanti malam mungkin akan bersimpuh dalam sunyi, menyelipkan tanya dalam doanya…

Tuhan, aku tahu Engkau tak mungkin salah. Aku juga sadar, Engkau tahu apa yang tak kutahu. Tapi maafkan aku, karena pertanyaan ini begitu menggangguku. Kok bisa sih kau ciptakan manusia seperti itu?

Iklan

30 thoughts on “Haruskah Berhenti (Belajar) Menulis Tentang Agama?

  1. lohot simanjuntak

    @ lae toga
    terulah menulis, sebagai bagian dari demokrasi
    dan saya sendiri sudah sepakat untuk berbeda pendapat,dulu saya gak percaya sama Tuhan,dan satu kitab telah saya bakar,kemudian saya tantang dia kalau benar ada,dan dengan caranya DIA menuntunku untuk kembali padanya.
    mauliate lae toga -horas

    Balas
  2. venus

    hyahahaha….spanduk dan stempel di setiap ciptaanNya? iya juga ya, ga pernah liat spanduk di langit biar lagi hujan badai juga ๐Ÿ˜€

    bang, saya sih bukan ga setuju situ nulis tentang agama dan segala persamaan perbedaan. you’re good, tulisanmu selalu bagus, tapi aku tetep lebih suka tulisan2 ringan tapi dalam (emang ada?) tentang cinta2an atau yg berbau2 humaniora gitu deh. bacanya gak harus sambil nekuk2 muka, cepet keriput ntar saya, bang :p

    trus lagi, topik agama selalu bersentuhan dengan keyakinan orang lain, dengan banyak kepentingan juga keliatannya, jadi agak2 serem terutama karena gak semua orang bisa membaca dengan kepala dingin.

    demikian, bang toga. salam. halah ๐Ÿ˜€

    Balas
  3. nesia Penulis Tulisan

    @Lohot.
    Wow, perjalanan spiritual yang “menggetarkan”. Tp aku ga rekomendasikan ah, kawan-kawan yang lain untuk “menantang” Tuhan seperti itu. Saya yakin, Dia akan selalu menjemput mereka yang “tersesat”. Persoalannya, ngga semua nyadar sedang “dijemput”.

    @Simbok.
    Iya sih, cuma ga selalu yg keluar dari pabrik kata di dalam tengkorak kepala itu, sesuatu tentang cinta.

    @Edy Caplang.
    Kekna bisa buat proyek bareng nih… Misalnya “Spiritualitas di Rute Turing”.

    Balas
  4. itikkecil

    bener bang, jangan berhenti menulis hanya karena ada yang tidak suka.
    Saya tidak terlalu suka dengan tulisan tentang agama, apalagi yang kesannya saya yang benar orang lain salah.
    Saya menilai tulisan bang Toga soal agama menyejukkan. dan sama seperti bang Toga, saya juga muslim tapi tidak dengan serta merta menganggap sayalah yang paling benar. siapa sih yang tahu kebenaran yang hakiki?

    Balas
  5. Agiek

    Entahlah bang, aku selalu mendapat pencerahan2 baru tiap kali membaca tulisanmu.

    Seperti oase di padang gersang.. chieee.. ๐Ÿ˜‰

    teruslah menulis kau bang, kalau bukan dari orang2 seperti abang ini, lantas pada siapa lagi kita menaruh harap terwujudnya perdamaian?

    Karena Cinta-Nya makin nyata terasa, dengan membagi kasih kepada sesama..

    Balas
  6. putirenobaiak

    menulislah karena kau ingin menulis, dg nurani, kalau mau ngikutin keinginan orang? bisa sarap kau nanti heheh, *just kidding bang toga :)*

    soalnya tiap orang punya kesukaan yg berbeda, yg suka, baca, yg enggak, klik close window, lagian sapa suruh datang sini ya gak

    Balas
  7. Datyo

    Saya baru tahu blog anda hari ini…hehe telat ya.
    Setelah saya baca beberapa artikel…edan tenan wong iki. Bisa dianggap Islam murtad ato dituduh JIL…bakalan dimusuhin FPI, dianggap antek kristen
    Tapi saya sangat menyukai cara berpikir anda tentang agama. Lebih tepatnya saya MENGHORMATI cara berpikir anda tentang agama. Jangan berhenti menulis…

    Balas
  8. lohot simanjuntak

    @lae toga

    itulah masa laluku yang menyentak kalbu
    akupun gak merekomendasikan hal itu
    sekarang rasanya teramatmalu
    kalau diingatkan kawan tetntang kejadian itu

    have a nice weekend
    mauliate-horas

    Balas
  9. Robert Manurung

    Berhentilah menulis masalah agama kalau lae mau seua orang Indonesia menjadi pengikut orang-orang kristen dan orang-orang islam yang beriman pada agama itu; yang bisa membunuh In The Name of Allah; yang rama-rame jadi turis ke Betlehem dan jihad ke Palestina, sementara puluhan juta orang Indonesia jatuh miskin dan menderita kurang gizi.

    Berhentilan menulis masalah agama kalau lae mau kerukunan beragama di tengah-tengah Bangso Batak; yang paling elok di Sipirok; akan berubah menjadi neraka gadungan seperti di Ambon dan Poso…

    Berhentilah menulis masalah agama, jika semua orang Indonesia sudah masuk sorga atau sebaliknya semua masuk neraka; karena tanpa ganjaran sorga atau neraka maka percumalah membahas agama di negeri Pancasila ini…………

    Balas
  10. Hamdani

    hai toga,
    kamu ini sudah pinter bener ya??
    kamu sepertinya tidak suka dengan komentar2 saya ya?
    ya itulah, saya tetap meragukan keislaman kamu.
    Kalau yang kamu katakan istri kamu paling cantik se kabupaten, terus kamu teriak-teriak didepan orang, terus menjelekkan istri orang lain, ya itu pasti salah dan clurit bisa benar2 nebas leher kamu, apapun alasannya walaupun sedang jatuh cinta dengan anaka bupatinya sekalipun.
    tetapi kalau menyatakan kebenaran Islam, terus menyalahkan agama lain, apakah itu salah toga?!!!
    Membenarkan ajaran di luar Islam, kan sama juga menyatakan kebenaran ajaran itu. Mengucapakan selamat hari raya agama pada selain Islam itu aja berarti mengakui ada tuhan selain Allah, apalagi terang-terangan membenarkan ajaran diluar Islam. berarti punya tuhan ganda dong!!!!
    Saya juga mengenal Islam dari warisan nenek2 moyang saya. tapi saya bangga menjadi Islam, bukan karena warisan tapi karena Islam adalah satu-satunya agama yang benar, bukan yang paling benar, karna kalau yang paling benar, berarti ada juga agama yang benar selain Islam.
    bingung ya ga? sy juga bingung sama kamu!!!

    Balas
  11. SALNGAM

    Ini adalah 10 Hukum Taurat yang didapatkan Musa dari Tuhannya (mudah-mudahan ini tidak palsu), terambil dari Exodus 20:3-17:
    1. Worship no god but Me.
    2. Do not make yourselves images of anything in heaven or on earth or in the water under the earth
    3. Do not bow down to any idol or worship it, because I am the Lord your God and I tolerate no rivals. I bring punishment on those who hate me and on their descendants down to the third and fourth generation. But I show my love to thousands of generations of those who love me and obeys my laws. Do not use my name for evil purposes, for I the Lord your God, will punish anyone who misuses my name.
    4. Observe the Sabbath and keep it holy. You have six days in which to do your work. But the seventh day is a day of rest dedicated to me. On that day no one is to work-neither yoy, your children, your slaves, your animals, nor the foreigners who live in your country….
    5. Respect your father and your mother, so may live a long time in the land that I am giving to you.
    6. Do not commit murder
    7. Do not commit adultery.
    8. Do not steal
    9. Do not accuse anyone falsely
    10. Do not desire another man’s house, do not desire his wife, his slaves, his cattle, his donkeys, or anything else that he owns.
    Tentang ini ada bahasa Ibraninya dan yang ini adalah dalam Bahasa Inggris sehari-hari.
    Orang Kristen 100% mengimani 10 perintah Tuhan di atas. Orang Islam sejauh yang saya ketahui Hukum Taurat 1sd3 adalah merupakan Kalimat syahadat.
    Lalu apa yang perlu diperebutkan?. Bagi saya ber Tuhan dan beragama agak sedikit berbeda. Agama bagi saya adalah komunitas sedangkan ber-Tuhan adalah sangat personal (itu adalah hubungan pribadi saya dengan Tuhan saya). Walaupun saya sesama Protestan bahkan sesama HKBP bagi saya belum tentu sesama saya memahami Tuhan yang sama.
    Dengan demikian tidak perlu saya membangga-banggakan Tuhan saya, karena menurut saya bukan kebanggaan Tuhan yang diharapkan Tuhan dari saya. Tetapi “Totality devotion” saya padaNya.
    Membaca tulisan lae Toga, bagi saya termasuk dalam pengalaman saya untuk lebih memahami Tuhan saya. Pengetahuan akan agama-agama lain juga akan menambah pemahaman saya akan Tuhan saya.
    So, please do not stop writing tentang Agama, agama apapun itu. Saya akan merasa kehilangan dirimu. Terima kasih sobat.

    Balas
  12. Pyrrho

    Saya tidak selalu setuju dengan tulisan Lae, tapi bagi saya bukan itu yang penting. Yang penting adalah saya menghormati dan menghargai sudut pandang lae dalam membahas suatu topik agama. Karena itu namanya tolerance, dan bukan acceptance. ๐Ÿ™‚

    Teruslah menulis, lae….

    Balas
  13. Robert Manurung

    @ Hamdani

    Aku cuma ingin memberikan referensi, walaupun mungkin Anda sudah tahu :

    1.Sebelum Islam dan Kristen dibawa oleh para pedagang dan misionaris ke negeri ini, nenek moyang kita sebagian besar adalah pemeluk agama Hindu dan agama suku masing-masing.

    2. Sebelum Kristen dan Islam hadir sebagai agama di bumi ini, sudah lebih dulu ada agama-agama lain. Apakah fakta ini juga mau disangkal ?

    Salam Merdeka!

    Balas
  14. Pyrrho

    @ hamdani :

    Saya jadi bingung lihat komentar anda. Apakah menyatakan agama saya benar bisa dengan cara menyatakan agama orang lain salah ? ๐Ÿ˜• Apakah dengan menyatakan agama lain salah itu berarti sudah mengatakan bahwa agama kita benar ?

    Esensi dari pernyataan bahwa “agama saya benar” adalah dengan menghayati dan melakukan ajaran agama yang diyakini benar, dan bukan dengan yang lain. Agama anda tidak bertambah benar atau bertambah salah jika anda menyalahkan agama lain.

    Kenapa beragama harus dengan cara melihat agama orang lain supaya mendukung keimanannya ? Mau benar atau salah agama orang lain, itu urusan mereka dengan keyakinan dan Tuhannya.

    Agama tidak menjadi/bertambah benar dengan cara menyalahkan agama lain. Kebenaran itu adalah apa yang anda yakini.

    Balas
  15. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae..
    Teruslah menulis lae…
    Saya selalu menantikan setiap tulisan-tulisan lae apalagi yang berbau agama. Terus terang saya selalu mendapat sudut pandang lain ketika membaca tulisan lae. yaitu sesuatu yang tidak pernah saya pikirkan sebelumnya. Sekali lagi teruslah menulis.
    Kritik dan masukan yang bagaimana sekalipun pasti akan selalu memberikan sebuah pemikiran baru. Setidaknya untuk selalu belajar bersabar dan menghargai pendapat orang lain.

    Horas!!!

    Balas
  16. suhunan situmorang

    Lae yang punya blog, jadi lae sendirilah yang punya hak untuk mengisi topik-topik yang perlu ditulis. Kalau aku lae, saking muaknya dengan perdebatan dan klaim-klaim kebenaran agama masing-masing di negeri ini hingga doyan hujat-menghujat, lebih senang membaca tulisan-tulisan yang berunsur human interest, lelucon, kisah fiksi, perjalanan, atau pengetahuan. Jadi, aku tak perlu menyarankan agar lae menghentikan atau terus menulis topik agama di blog ini, sebab lae sendiri yang paling tahu alasannya: melanjutkan atau menghentikannya.

    Tapi, diam-diam, sebetulnya aku sangat menunggu tulisan lae tentang kampung kelahiran lae, Manduamas-Barus; mengisahkan kehidupan di sana, kultur masyarakatnya, persoalan-persoalan yang dihadapi warga, alamnya, keunikannya, dsb. Aku sudah pernah ke sana, Desember 2005, tapi belum puas menjelajah hingga ke pelosoknya dan belum tahu banyak keadaan dan tradisi masyarakatnya.

    Horas.

    Balas
  17. Hamdani

    @ Pyrrho on 21 April, 2008
    Saya jadi bingung lihat komentar anda. Apakah menyatakan agama saya benar bisa dengan cara menyatakan agama orang lain salah ?
    Jawab: “ya tentu dong karena hanya ada satu agama didunia ini yang benar yaitu “ISLAM””
    Apakah dengan menyatakan agama lain salah itu berarti sudah mengatakan bahwa agama kita benar ?
    Jawab: “kok muter2 sih pertanyaannya, jawabnya ya iyalah”
    Perlu dicatat ya! bagi kalian kristen,
    sebenarnya saya sebagai umat Islam pada awalnya cuek2 saja, damai2 saja & monggo2 saja terhadap kamorang yang beragama kristen, tapi setelah saya mengetahui propaganda kalian berupa program pemurtadan kristenisasi thdp umat Islam yang ada di Dunia khususnya di Indonesia, maka saya menjadi sangat anti dengan ajaran kalian yang jauh melenceng dari kebenaran tapi malah dengan terang2an menyebarkan kesesatan kalian kepada umat Islam khususnya. Apa benar ini ajaran Dari Nabi Isa yang kalian sebut Yesus itu?
    Coba liat agama lain, apa ada yang mempunyai program sekejam ajaran kalian? nggak ada kan?
    Orang yang masuk ke agama Islam tidak ada yang mengiming-imingi apapun baik itu berupa makanan, syahwat atau kekayaan, tapi mereka masuk Islam dengan penuh keihlasan setelah mereka menemukan kebenaran yang hakiki di Islam buktinya tidak sedikit pendeta, pastur, biarawati dll yang telah memilih Islam karena mereka mau berfikir positip. Tapi bagi mereka yang murtad dan masuk agama kalian, pastilah terlebih dahulu diiming-imingi dengan makanan, syahwat atau kekayaan, selain memang mereka sendiri tidak ada dasar Iman yang kuat kemudian ditambah dengan cuci otak. Oleh karena keadaan seperti itulah yang membawa saya tidak ada kompromi dengan ajaran kalian.
    Mengerti!!!!???

    Balas
  18. SALNGAM

    @Hamdani.
    Ada juga rupanya orang gila Kristen yang mau menyuap orang ke surga?. Apa pentingnya ya bagi saya Hamdani harus saya sogok dengan harta dan sejenisnya untuk mengajak Bapak Hamdani ke Surga?. Bisa ketangkap sama KPK dong?. Agama menurut pandangan Bapak Hamdani ini rupanya sama dengan Partai???. Bagi saya tidak ada untungnya Bapak Hamdani masuk Kristen, kalaupun ada, paling tidak bolehlah untuk tidak bikin susah secara sosial. Wassalam

    Balas
  19. Sumid

    @ SALNGAM
    Surga apa yang kamuorang punya? Neraka kali mah iya!
    Kalau menurut kamu agama ini=partai sangat wajar karna ajaran kamu memang merekrut pengikut dengan cara tidak fair.
    Belum tau ya kamu ada program kristenisasi yang menghalalkan segala macam cara? Ini suatu bentuk pelanggaran kebebasan beragama, tapi namanya juga agama salah, ya cara2nya pun pasti salah.

    Balas
  20. dodod

    orang2 disini berbicara tentang agama dunia sehingga kacau, saling menghina dan menhujat yah itu ciri2 agama dunia begitu.

    Balas
  21. kapindro

    Tuhan tidak memberi petunjuk secara instan. jika anda ingin menemukan Tuhan, maka baca dan dengarkanlah alam semesta ini. Saya juga pernah sedikit meragukan Tuhan, tapi setelah merenungkan alam semesta secara detail dan didasari ilmu sains, saya menemukan petunjuk yang membuat saya merasa bodoh jika masih ragu pada Tuhan.
    Awalnya, saya bingung bagaimana tuhan bisa tercipta? jawabannya adalah Tuhan tidak tercipta karena yang menciptakan waktu adalah Tuhan, jadi hukum sebab-akibat tidak berlaku pada Tuhan (sebab ada sebelum akibat, akibat ada setelah sebab) dan hukum sebab-akibat dan waktu itu tidak berdiri sendiri. kenapa waktu itu begini? bagaimana waktu itu adalah hal ada? Jadi, waktu awalnya adalah ide dan konsep. Begitu juga dengan ruang yang tercipta bersamaan dengan waktu. jika ruang terjadi secara kebetulan, lalu kenapa ruang itu begitu? kenapa ruang itu hal yang seperti itu? ini pasti diawali oleh konsep yang terlepas dari hukum waktu karena waktu terjadi bersamaan dengan ruang pd terori bigbang (paradoks yg nyata). Contoh yg paling sederhana lagi adalah energi, hukum kekekalan energi yaitu energi tidak bisa diciptakan dan tidak bisa hilang, kalimat itu justru memberi saya petunjuk bahwa tidak mungkin alam ketiadaan sebelum bigbang mempunyai bahan untuk mengadakan energi, hukum sebab-akibat tidak berlaku untuk ngadakan energi karena waktu tercipta bersamaan dengan energi pd bigbang. banyak lagi contoh lainnya. Intinya saya ingin memberi masukan bahwa segala hukum alam dasar yang bisa dikenal manusia, seperti ruang-waktu, energi, hukum jumlah, warna gelap-warna terang, ada-tiada, sebab-akibat, dsb adalah hal yang tidak berdiri sendiri (hukum dasar yang tidak mungkin ada dengan sendirinya), semua itu pasti ciptaan yang Maha Kuasa dan Maha Gaib yaitu Tuhan.
    Semua paparan diatas hanyalah dasar dari awal pemikiran saya, seluruh alam semesta itu adalah ayat. Saya pernah ragu seperti anda, tapi hal yang berharga yang saya dapatkan adalah Tuhan memberi petunjuk tidak secara instan, melainkan melalui interaksi antara akal manusia dengan ayat yang ada di seluruh komponen kehidupan dan alam semesta. Saya tidak mengajak anda untuk percaya pada Tuhan, tapi mengajak anda untuk perfikir sangat panjang dan tidak mudah menyimpulkan

    Balas
  22. Gunduls

    pesan dari bung toga itu satu, saling berdamailah, bukannya mengajak2 orang dari islam ke kristen, atau dari kristen ke islam… sadarlah… kita ini sama2 makhluk tuhan.

    Balas
  23. Firman

    Mas hamdan.Anda tu sbnarx yakin gk sm agama anda? Klu mmg anda yakin!,mgp anda bimbang t’hdap agama anda sndri.Menurut sy tanggapan saudara tu,kurang yakin sm agama sndri.”Ibarat pohon,ketiup angin,langsung goyang”.Baru tu aja,anda sdh mulai khilangan kendali.Klu anda mmg ykn sm agama anda,jgn jlek2an agama lain dong.. Itu namax,anda takut sm seiman dgn anda pindah agama.Dan mrs agama lain tu,lbih hbat. Klu sft anda bgt,lbh baik anda ikut jihad.Atau anggota alkaidah.Dgn bgtu,anda puas. Org fanatik” No”!

    Balas
  24. AufarKusut

    islam bukan keras!tapi tegas jadi jgn pandang islam dgn perang2 sebenarnya mereka hanya menyebarkan islam..islam takkan nyerang bila belum disreang dlo!kalo tentang bom bnuh diri mah tu salah penafsiran!!!!!!
    ingat islam bukan keras tapi tegas!!!!!!!!!!!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s