Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa?

Anak Palestina menghadapi tank Israel dengan sebongkah batu. Tak perlu begitu, seandainya bapak mereka bisa membuat tank yang lebih kuat.

——————————————————————————

Dunia Islam tertinggal, lemah, dan menjadi “bulan-bulanan” Barat. Apakah Islam agama yang menghambat kemajuan, sehingga kita harus berguru pada Protestanisme?

Terhenyak aku membaca komentar dari Rikardo Siahaan – dengan nick “Salngam” – untuk posting Hayo, Agama Kamu Sebenarnya Apa Sih. Mengutip Michael P Todaro dalam bukunya Economic Development in A Third World, diungkapkannya negara maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme.

Sebaliknya, banyak negara (berpenduduk mayoritas) Islam menjadi anggota grup negara terbelakang, atau dalam bahasa “halus”, merupakan penghuni dunia ketiga.

Tadinya sudah mau kuangkat bulat-bulat komentarnya itu jadi posting tersendiri (untuk kedua kalinya). Tapi mengingat latar belakang dia sebagai penganut Protestan(isme), aku khawatir dia akan dianggap menyerang Islam. Jadi kubajaklah pemikiranmu itu, Lae, demi “keamanan dan ketertiban umum”. 😀

Siapakah negara-negara terkuat di dunia, khususnya di bidang ekonomi dan militer? Amerika Serikat, Inggris, Perancis, Jepang, China, kemudian menyusul di belakang Korea Selatan dan India. Pasti bukan sebuah kebetulan, jika tak satu pun negara “berbau” Islam terselip di sana.

Negara-negara Arab memang banyak yang kaya, tapi tidak kuat, terutama karena kekayaan mereka bersumber dari minyak bumi, sesuatu yang akan habis, besok atau lusa. Jadi, bukan hasil “ijtihad”, bukan buah dari usaha keras, atau kecerdasan yang gemilang. (Tapi itupun masih lebih baik dibanding negeri kita, tanah yang kaya sumber daya alam, tapi dihuni orang-orang fakir).

Darah memang mendidih, menyaksikan anak-anak Palestina dibantai Israel setiap hari. Mengutuk Israel, tentu saja wajib. Tapi bukankah tak kalah penting juga sejenak menunduk, membaca diri sendiri, mengapa dunia Islam begitu lemah, seperti tanpa posisi tawar.

Ketika Pentagon mengakui, jumlah serdadu dan warga AS yang tewas selama perang di Irak mencapai 4.000, kita mungkin diam-diam senang di dalam hati. “Rasain lu! Berani-berani menjajah orang!” Tapi tahukah Anda, di sisi lain berapa jumlah warga Irak, yang hampir semua pengikut Muhammad itu, yang sudah kehilangan nyawa? Tak sampe hati aku mengetikkannya di sini.

Walau berat, hari ini dunia Islam memang kalah, dan bukannya pelan-pelan membangun kekuatan, kita malah hanya membangga-banggakan keping masa lalu yang sudah jadi sejarah. Kegemilangan dunia Islam belasan abad lalu, adalah kehormatan kaum muslimin yang hidup di zaman itu, sementara keterpurukan hari ini, adalah beban yang harus kita pikul.

“Mengapa kita kalah? Apakah Allah SWT tak lagi mendengar do’a kita?” kata Mahathir Muhammad retorik. Nabi Muhammad SAW dan Imam Ali sendiri sudah menjawabnya, 14 abad lalu. “Allah memang mencintai mukmin yang lemah, tapi jauh lebih cinta kepada mukmin yang kuat,” kata Rasulullah, yang kemudian dipertegas Ali, “kebenaran yang tidak terorganisir akan dikalahkan kebatilan yang terorganisir.”

Bahkan Allah SWT pun sebenarnya sudah menegaskan “posisi”-Nya dalam persoalan ini, dalam sebuah ayat yang sangat populer, namun tak pernah sungguh dihayati dan menjadi inspirasi. “Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum, jika mereka sendiri tak mengubahnya”.

Mudah-mudahan dengan pengantar yang terlalu panjang lebar itu, Anda bisa lebih bijak membaca komentar sahabatku Rikardo Siahaan berikut.

*****

Melihat fakta di Indonesia mayoritasnya adalah Muslim dan Indonesia termasuk negara Miskin walaupun Minyak, Gas, Tambangnya aduhai. Problemnya menurut saya adalah etos kerja.

Menurut Michael P Todaro dalam bukunya Economic development in a third world, disebutkan : Negara Maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme (Etika protestan). Etika protestanisme, berciri bebas (free spirit) melakukan apa saja menganalisis, mengkritik maupun menyatakan pendapat.

Suatu hari tahun 1986, ketika kami lagi kuliah Perekonomian Indonesia di FEUI (Dosennya Prof. Dr. Dorojatun Kuncoro Jakti) : Ada seorang teman muslim yang permisi karena sdh waktunya sholat. Sang professor diam termangu, sementara sang mahasiswa meneruskan langkahnya keluar.

Setelah sang mahasiswa berlalu untuk sholat, sang professor membahasnya, … itulah problem kita. Seolah-olah ketika kita membahas bagaimana mensejahterakan orang miskin, hal itu tidak lebih penting dari shalat.

Dia menyimpulkan bahwa Protestanisme telah melahirkan Revolusi Industri di Eropa, Migrasi besar-besaran Eropa ke USA karena Protestanisme tidak terikat dengan dogma-dogma sentimental yang sifatnya syariah.

Ora et labora, itulah motto protestanisme….Tertulis dalam Alkitab:

”Bukan mereka yang menyebut Tuhan, Tuhan, Tuhan, lalu mereka akan Aku tempatkan di sebelah kanan Aku. Pada hari penghakiman itu Aku akan menyatakan kepada mereka enyahlah engkau dari hadapan-Ku! Aku tidak mengenal engkau.

Pada saat aku lapar engkau tidak memberi-Ku makanan, Aku kedinginan tidak memberiKu selimut, Aku dipenjara enkau tidak melihatKu, Aku telanjang engkau biarkan.

Lalu mereka menjawab : Kapan kamu Tuhan dalam keadaan seperti itu aku tidak melakukaknnya?

Lalu Jesus menjawab : Apapun yang kamu lakukan terhadap saudara-saudaraku yang kecil dan lemah itu, kamu melakukannya kepada-Ku!

Bekerja keras, meneliti, melakukan innovasi, untuk memberikan lebih banyak lagi orang mendapatkan sandang, pangan dan papan adalah ibadah, sama dengan berdoa. Itulah etika Protestanisme. Bahwa Tritunggal dosa, ini dosa, itu dosa biarlah Tuhan yang memutuskannya.

Orang Batak khususnya HKBP telah menuai hasil itu dari Nomensen. Walau orang Batak sekarang cukup banyak juga yang lari ke aliran Evanggelism, yang setiap hari “hanya” teriak halleluya puji Tuhan!!!.

Pemikiran seperti ini sekiranya dikembangkan secara massive aku yakin Indonesia di masa datang, tingkat kemiskinannya boleh tereliminasi. Semoga.

*****

Terima kasih banyak, Lae Rikardo. Walau sudah “kukawal” dari awal, bisa saja tetap ada yang menganggapmu sedang “mempromosikan” Protestanisme, dan/atau mengejek dunia Islam. Adalah hak orang bereaksi apapun terhadap setiap pemikiran. Biar saja, karena di sisi lain, ada juga yang percaya, itu justru bukti Lae peduli kepada nasib anak bangsa, apapun agamanya.

Aku sendiri yakin, sejauh yang aku tahu, ajaran Islam tidak menghambat, bahkan justru mendorong ummatnya pada kemajuan. Jadi, bila kemudian kami tertinggal di belakang, yang salah adalah cara kami memahaminya.

Syukran katsira, Rikardo!

Iklan

31 thoughts on “Islam tak Menghambat Kemajuan, Tapi Mengapa?

  1. Hendy

    Numpang nimbrung.
    Apa yang terjadi di dunia Islam sekarang adalah yang juga melanda Eropa sebelum renaisance. masa2 yg sering disebut the dark age.
    Ternyata dalam hal keterbelakanganpun kita terbelakang. 😀
    Saat itu gereja sangat dominan dengan doktrin2nya yang merupakan harga mati.
    Lalu muncullah renaisance dan protestanisme seperti yang disebut bung Rikardo. Copernicus, Galileo, Darwin dan jenius2 lainnya kemudian membuktikan banyak doktrin gereja yang salah. Banyak diantara jenius ini tadinya merupakan tokoh agama, seperi Copernicus. Gereja berusaha membungkam mereka, tapi pengaruh pemikiran mereka tak bisa dibendung.
    Saya kira protestanisme tidak harus identik dengan protestan yang kemudian membuat Pak Nainggolan khawatir. Itu bisa jadi semangat buat siapa saja. Kita tidak hendak menolak agama apalagi mengingkari Tuhan. Kita hanya membersihkan agama dari doktrin2 yang melemahkan semangat mengejar kemajuan. Dalam hadist disebut: meraih dunia harus dengan ilmu, meraih akhirat juga dengan ilmu, meraih dua2nya juga dengan ilmu.
    Islam menyuruh kita belajar dan belajar, bukannya stagnan pada dogma dan doktrin yang beku.

    Salam dari perantauan!

    Balas
  2. Hendy

    Ada yang tercecer. Hehehe… Ditengah keterpurukan dunia Islam ada jg kok yg mulai diperhitungkan didunia yaitu Uni Emirat Arab. UEA tercatat sebagai negara terkaya ketiga didunia dalam hal GDP perkapita. Cuma kalah dari Luxemburg dan satu negara lain saya lupa.
    Jadi AS, Inggris dan yang maju2 itu jelas kalah.

    Walau kekayaan itu berawal dari minyak juga tp mereka juga sudah mulai membangun struktur ekonomi yang kuat yang tidak hanya mengandalkan minyak.

    Kita tentu pernah mendengar maskapai Emirates yang logonya terpampang dibaju pemain arsenal. Stadionnya juga bernama The Emirates. Mereka juga punya hotel termegah didunia (berbintang 7), Palm Island dsb.

    Saat negara barat sendiri tercengang dan kagum dengan kemajuan UEA, banyak kalangan muslim malah mengecamnya sebagai negara yang hanya bisa bermegah-megah ditengah kemiskinan kaum muslimin. Bingung jadinya.

    Balas
  3. meiy

    sebenarnya bukan membersihkan agama dari doktrin2 yang melemahkan semangat mengejar kemajuan (khususnya Islam bagiku), tapi membersihkan manusianya dari sifat2 malas berjuang, egois dan benar sendiri, dll…
    semua hal baik sudah diajarkan Islam, ikhtiar, doa, tawakal, mungkin umat Islamnya yang tidak melaksanakan, termasuk kita???

    Balas
  4. Agiek

    apa saatnya kita proklamirkan bangkitnya neo-mu’tazilah sekarang bang hehehe 🙂

    Soalnya seingatku CMIIW, kemajuan peradaban islam pada puncaknya adalah saat golongan Mu’tazilah yang memegang kendali pemerintahan.

    Satu bukti lagi bahwa pembonsaian kebebasan berpikir adalah biang dari kerterpurukan umat saat ini.

    betul bukan bang? 🙂

    Balas
  5. sandal

    Kebanyakan muslim itu egois Lae, apalagi mereka yang mengaku-ngaku agamis.

    Bagi mereka, yang penting besok masuk surga. Tetangga kelaparan itu urusan pemerintah, urusan dia adalah bagaimana caranya masuk surga.

    Itulah yang saya lihat Lae, mereka hanya mementingkan hubungan vertikal dan mengabaikan hubungan horizontal ke masyarakat.

    Balas
  6. daniel!

    saya kira bukan agama yang membuat suatu bangsa tertinggal dari bangsa lain. contohnya, di Indonesia timur yang banyak umat kristen, malah dianggap lebih tertinggal dari bagian lain 🙂

    mungkin karena lapisan terdepan bangsa, cendekiawan, para pemimpin politik dan umat, yang tak mampu menerapkan ideologinya menjadi perilaku nyata dan mempengaruhi masyarakatnya.

    Balas
  7. OktaEndy

    menurutku manusianya yang harus diubah, sikap, dedikasi, cara pandang, budaya malu, bukan agamanya. lihatlah jepang, yang konon katanya menyembah dewa matahari.. mereka maju luar biasa, apa karena dewa matahari yang membantu, aku rasa tidak.. etos kerja dan dedikasi serta budaya malu mereka yang luar biasa..

    Balas
  8. masdhenk

    penyebabnya lae…
    karena memang teori konspirasi tetap bermain disini…
    kita dibuat selalu bodoh dan berantem
    dengan corong corong media massa yang telah mereka kuasai…

    salam

    pamotan.blogspot.com

    Balas
  9. erander

    Dalam wawancara dengan surat kabar Vatican — L’Osservatore Romano – Monsignor Vittorio Formenti mengatakan bahwa untuk pertama kali-nya dalam sejarah, jumlah pemeluk agama islam lebih banyak dibandingkan dengan pemeluk agama katolik roma yaitu 19,2% berbanding 17,4%.

    Jadi .. setelah umat muslim banyak, trus? apakah hanya mengejar kuantitas saja kalau pada akhirnya kiprah di dunia internasional — baik politik maupun ekonomi. Mudah2an bukan menjadi hambatan tapi justru membuat kemajuan.

    Balas
  10. gagahput3ra

    Hal pertama yang bisa dilakukan muslim (termasuk saya) adalah menguatkan iman. Karena kalau iman sudah kuat, kita baru sadar kalau kita tidak berusaha, kita tidak akan menghasilkan apa-apa.

    Jadi bisa dibilang, hampir semua muslim di negara yang tertinggal pasti ada masalah dengan kadar iman. Contoh yang jelas saja, Indonesia. Al-Quran dan ayat-ayatnya lebih dianggap sebagai mantra mujarab yang bahkan mendapat fungsinya sendiri sendiri : Menangkal Sial, Menangguk rejeki, membuat orang takluk, dsb. Sehingga maknanya sendiri terlupakan dan kita hanya membaca teks saja tanpa mengerti arti.

    Jadi sekarang kembali ke diri kita lagi. Maukah kita berubah menjadi orang yang lebih sering berusaha? *saya sih belom, kayaknya 😀

    Balas
  11. pangonjat

    Tujuan dan Ukuran yang sama

    Ada stereotype sebuah suku X tentang kesebelasan sepakbolanya yang baru bertanding.
    A: Bagaiman tadi main bola menang atau kalah?
    Suku X: Kesebelasan kami menang dong, menang dua.
    Padahal skornya 4:2, kesebelasan suku X kalah.

    Masih banyak yang tidak sepakat tujuan pertandingan, dan juga ukuran keberhasilan.
    demikian juga tujuan dan ukuran keberhasilan bernegara dan berbangsa.

    Balas
  12. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae….

    Saya sependapat dengan komentar teratas (hendy).
    “…..protestanisme tidak harus identik dengan protestan …”

    Jadi bukan karena Protestan dan Islam. Siapa bilang Islam agama yang bermalas-malas.Dan mudah2 bukan itu maksud dari lae Ricardo dengan pernyataan “….Etika protestanisme, berciri bebas (free spirit) melakukan apa saja menganalisis, mengkritik maupun menyatakan pendapat…”. Apa Islam Kaku? Tergantung dari segi Mana dan bagaimana kita memandangnya?
    Saya teringat kata teman saya “Islam Itu mudah bagi yang mengeti”. Hingga kini, kalimat itu masih saya pakai untuk memahami Islam.

    Kalaupun sekarang ini Indonesia Miskin dan Negara Maju kebanyakan adalah negara-negara yang mayoritasnya menganut Protestanisme, saya pikir semua kita mungkin ada yang tak menginkari bahwa ada korelasi antara apa yang dicapai orang-orang Eropa kini tak terlepas dari “kesengsaraan” yang dialami bangsa di dunia ketiga.

    Masa lalu misalnya, Indonesia yang selama 350 tahun dijajah bangsa eropa tentu membawa dampak yang berpengaruh terhadap moral dan mental bangsa Indonesia. Jadi mungkin benar problemnya adalah etos kerja. Tapi Karena apa?
    saya Yakin ketertingggalan bangsa ini hari ini juga bukan tak terlepas dari “jajahan ” gaya baru yang sedang di mainkan oleh Barat.

    Botima bolo songon sia Au bah..
    Sinurat di tanah Asahan

    Mauliate, Terima kasih

    Balas
  13. SALNGAM

    Hari ini saya mendengar radio interaktif tentang Perda di Jakarta yang akan membuat gembok celana dalam para Tukang pijit wanita pada Panti panti Pijat!!!.
    Saya nggak tau ide lucu-lucuan siapa itu. Apakah untuk menyenangkan partai PKS atau PDS di DPRD DKI. Mudah-mudahan tidak ada orang Batak yang merekomendasikan hal seperti itu!!!.
    Bagaimana Indonesia bisa maju jika masih berkutat sekitar hal-hal yang sentimental seperti itu.
    Economic Development salah satu prinsipnya adalah ..rapid changes including in mental and attitude!!!

    Balas
  14. Hamdani

    Negara-negara Islam tidak semuanya miskin, bahkan sebenarnya negara-negara Islam di semenanjung teluk itu penghasil minyak bumi dunia. Tapi negara-negara kufarlah yang membuat negara-negara Islam menjadi miskin.
    Mereka itu pintar tapi bodoh. Dalam Ilmu Pengetahuan boleh saja mereka menguasi (Umat Islam pun sangat banyak yang mengusai Teknologi)
    Tapi masalah keyakinan mereka itu sangat bodoh dan tersesat, ada yang menyembah Matahari, kayu salib disembah? berhala disembah? bahkan ada yang ateis!!! Dasar Keblinger…

    Balas
  15. marda

    tahu ga???

    kamu terlalu cinta akan sesuatu hal, baik itu cewek, uang ato apapun nama juga berhala tahu…

    yakin kamu ga menyembah berhala???

    TUHAN kamu taruh di prioritas keberapa sih????

    Balas
  16. Hamdani

    @marda
    Orang tolol aja tau kalau Tuhan itu prioritas No. 1. Keyakinan dlm Islam diatas segalanya, tidak bisa ditukar dengan uang, wanita dll.
    Siapa bilang kalau uang sama cewek itu = berhala? ngarang ya?

    Balas
  17. Hamdani

    umat kristen sekarang ini, adalah umat kristen yang dikibuli oleh Paulus, menyembah manusia. Tuhan beol disembah.
    Perjanjian baru bukanlah wahyu, dan sampai kapanpun tidak dapat dijadikan alasan mengapa seseorang akhirnya beragama, jawabnya simpel, perjanjian baru itu bukan injil, tapi buatan pendeta-pendeta murtad, mengisahkan sebagian, menyembunyikan sebagian banyaknya.
    Tidak pernah ada perbedaan dalam qur’an hingga saat ini tidak pernah ada perbedaan dari qur’an versi lama, maupun qur’an versi baru, sebab qur’an adalah perkataan Allah kepada Muhamad, yang kemudian dihimpun dan dikumpulkan menjadi sebuah kitab. Sama hal nya dengan injil, injil adalah perkataan Allah melalui ISA (Yesus) kemudian dibukukan dan disebarkan kepada pendeta-pendeta, setelah itu dianut oleh para penganut injil.
    Berbeda antara penganut injil dengan orang-orang
    kristen, orang kristen yang ada sekarang adalah kristen yang merupakan bagian dari salah satu sekte dalam agama Yahudi, agama ini mulai berkembang pada jaman kerajaan Romawi. Sedangkan penganut agama injil dinamakan Nashara, berasal dari orang-orang Nazaret, kebanyakan orang dari Nazaret mengenal Muhamad seperti mengenal anaknya sendiri, oleh karena itu mereka berbondong-bondong memasuki tanah arab, tanahnya Ibrahim dan Ismail, tapi karena tertahan oleh orang-orang kafir quraisy, maka mereka berdiam diri di madinah, dan merekalah suku yang paling banyak menganut islam, ketika Nabi Muhamad SAW hijrah ke Madinah(Yastrib).
    Harap dicatat, hampir keseluruhan dari mereka memeluk agama Islam pada akhirnya, hanya beberapa pendeta,dan orang-orang Yahudi yang tidak menganut agama Islam, dan pada akhirnya mereka menghasut, merubah, dan memalsukan ayat-ayat Allah, dan mengatakannya ini dari Allah, padahal bukan. Seperti itulah sekilas tentang orang-orang beragama injil, salah satu bukti yang ada hingga saat ini adalah Naskah laut mati, atau naskah gua Qumran, yang ditemukan sekitar tahun 60-an disekitar laut mati, naskah itu dibawa oleh para penganut agama injil, yang isinya mengisahkan tentang kenabian Isa a.s. Naskah tersebut berada dalam salah satu museum di Jerusalem Orang-orang kristen yang ada sekarang adalah agama baru buatan para rabi Yahudi pada jaman Romawi, kitab aslinya nggak ada, isinya jauh dari petunjuk tuhan, dan dianut oleh orang-orang yang termakan dogma dari para pendeta. Salah satu dogma tersebut adalah konsep trinitas, mungkin suatu saat nanti akan berkembang menjadi konsep pentagonitas, atau apa lah………yang jelas logikanya seperti ini, jika ada tiga tuhan, tuhan yang satu ingin matahari terbit dari timur, yang satunya lagi dari barat, yang lainnya ingin dari tengah, yang terjadi apa………..perkelahian antar tuhan kali. Yah…… Jadi jawabannya nggak mungkin………….!!!!!
    Pengangkatan Yesus menjadi Tuhan Yesus tidak pernah disembah hingga 200 tahun setelah meninggalkan dunia, pengangkatan Yesus menjadi tuhan ini melalui sebuah konsensi yang dinamakan konsensi konstanti di konstatinopel, harap dicatat, yang mengangkat Yesus menjadi tuhan adalah manusia, istilahnya seperti ini, ada kumpulan patung, kemudian membuat sebuah konfrensi untuk mengangkat salah satunya menjadi Manusia, jawabannya…….Ya nggak mungkin.
    25 Desember bukan hari kelahiran Yesus, Yesus tidak dilahirkan pada tanggal 25 desember seperti sangkaan banyak orang, penetapan ulang tahun Yesus ditetapkan oleh raja romawi pada waktu itu yang menganut agama kristen, dimana sang raja terbiasa menyelenggarakan hari kelahiran dewa matahari (ra), dikarenakan saat itu banyak orang romawi yang masih menyembah berhala, dan terbiasa menyelenggarakan pesta-pesta hingga mabuk, memperingati hari kelahiran dewa ra, maka ditetapkanlah bersama pendeta-pendeta bahwa kelahiran Isa (yesus) itu tanggal 25 desember bersamaan dengan kelahiran dewa ra, silahkan tanya sendiri pada ahli sejarah. (by Mas Sato)
    Jadi kesimpulannya agama kristen itu adalah sesat dan mereka yang menganutnya itulah yang disebut domba-domba tersesat.
    Barang sipa menepuk air didulang terpercik muka sendiri.

    Balas
  18. SALNGAM

    @Hamdani
    You are out of context.Messagenya adalah tentang kemelaratan bung!. Ketolololan anda menjadi nongol ketika anda mendungukan orang!. Topiknya tidak sedang membahas ke-Tuhan-an, means kamu tidak bisa membaca apalagi melakukan assesment. Grow up!

    Balas
  19. cowokbatak

    Sebetulnya menurutku udah agak salah kesimpulan yang diambil….
    kurasa tak ada korelasi yang kuat antara agama dan etos kerja lae.Sebetulnya etika kerja yg disebut etika protestan itu memang udah ada sebelumnya ,terutama pada masa kebangkitan eropa. Karena kebetulan kehidupan disana di pengaruhi agama protestan, kemudian orang latah menyebutnya etika protestan.

    Tak perlu lah kita mengkait2kan etos kerja dan agama, karena itu seperti mencari pamor satu agama, padahal yg kita orang indonesia perlukan itu adalah bagaimana caranya BEKERJA KERAS titik

    Horas jala gabe

    Balas
  20. qzink666

    *baca komentar Hamdani*
    Hwakakakakak.. Terbukti, lae.. Hamdani udah ngasih contoh kenapa umat islam ga maju-maju.. 😀
    udah OOT, ngerasa paling bener sedunia akherat pulak..
    Ah, semoga Hamdani cuma berniat melucu meski gagal..

    Balas
  21. Hamdani

    @qzink666
    Yang oot itu kamu, dikasih tau malah menghina, dasar otodok!!!!
    Yang maju yang seperti apa?
    Apa yang menyebarkan ajaran agamanya diatas orang yang sudah beragama, itu yang dikatakan maju?
    Kalau agama kami enggak lucu yang lucu itu agama kamu.
    Jika Yesus adalah Tuhan, mengapa ia tidak mampu meng-kristen-kan umat Israel dimana ia menjalankan misi dan tugas keagamaannya?
    Fakta: mayoritas umat Israel tetap beragama Yahudi hingga sekarang.

    @Salngam
    Omongan saya tambah nggak nyambung ya!!! kayak ajaran kamuorang dong!!

    Balas
  22. Salam

    numpang bang!!!
    dilihat dari fakta sekarang ini umat Islam berada pada zaman yang paling buruk sepanjang sejarahnya. ada suatu di antara umat islam bahwa islam itu hanya solat, doa, puasa aja. tidak bisa diingkari bahwa ibadah2 tersebut sangat tinggi nilainya dalam Islam. tapi itu merupakan srategi dari orang-orang yang tidak senang agama Islam maju seperti zaman kejayaannya dulu. dulu Islam begitu jaya dan dihormati. bukannya saya hanya terpaku pada sejarah, tapi dengan bercermin pada sejarahlah kita bisa melihat kelebihan-kelebihan Islam. Islam itu rahmatan lil alamin, rahmat bagi semesta alam. jadi Islam itu tidak hanya Solat, Puasa, haji saja, tapi juga diterapkan disegala dimensi kehidupan. baik hukum atau ekonomi yang berbasis syariah. Islam itu solusi, solusi bagi semua persoalan dunia maupun akhirat. Makanya akhir2 ini teman2 kita dari berbagai ormas islam dengan lantang menyebutkan Islam sebagai solusi. Coba kita lihat pas krisis moneter 1998, banyak bank konvensional yang gulung tikar, karena banyaknya kredit macet, karena suku bunga membengkak. kenapa? karena sistem perbankan kita waktu itu memakai sistem yang “bahasa sederhananya”- jika kita kita berutang kepada bank, bank tidak mau tahu usaha kita bangkrut atau gagal sekalipun kita harus tetap bayar, walaupun saat itu suku bunga melonjak tinggi.Coba bandingkan dengan perbankan syariah, dengan sistem bagi hasil, pihak banknya pun ikut bertanggung jawab atas kegagalan kliennya. untung atau rugi dibagi sesuai dengan kesepaktan di awal.jadi adil.dan alhamdulillah, perkembangan perbankan syariah melihatkan hasil yang menggembirakan. dari satu contoh ini bisa kita ambil hikmah, ternyata Islam itu sebuah solusi, jadi tugas kitalah untuk berusaha keras menerapkan
    “islam – rahmatan lil alamin” disegala bidang kehidupan atau sesuai dengan profesi masing-masing. memang saat ini Islam lagi terpuruk, tapi insya Allah, kita akan bangkit dengan usaha yang keras, dan tugas kitalah menjemput zaman kebangkitan kejayaan islam tersebut.
    Salam…

    Balas
  23. Humbang Hasundutan

    @cowokbatak
    Melihat kemajuan yang dialami oleh negara negara yang menganut faham atheis, sepertinya tidak ada korelasi yang kuat antara etos kerja dengan agama. Dengan hanya mengandalkan etos kerja yang baik, mereka berhasil membangun masyakat yang adil, makmur dan sentosa.

    Tetapi, Bilamana kita jeli mencermati sejarah kehidupan manusia, korelasi itu ada dan sangat kuat. Semakin taat bangsa itu kepada Tuhannya, semakin kuatlah bangsa itu.

    Tentu sebagai bangsa yang ber Tuhan, kita mengharapkan kemakmuran yang diridhoi oleh Tuhan.

    Bila bangsa yang hanya mengandalkan etos kerja dapat mewujudkan bangsa yang kuat dan makmur, bukankah bangsa yang mengandalkan hubungan yang baik dengan Tuhan akan kuat dan makmur juga? Bila tidak, ada apa dibaik keberagamaan kita itu?

    Ini merupakan tantangan bagi kita untuk menjawabnya.

    Balas
  24. Pasada Roha

    Saya yakin dari semua komentar yang kalian lontarkan bahwa kalian adalah manusia yang cerdas.

    Tapi sayang kalian tidak bijak sana.

    Alasan saya mengatakan bahwa kalian tidak bijak sana di karenakan kalian sling mencari kelemahan dari masing2 agama yang padahal belum tentu kesalahan tersebut tercakup pada agama tersebut.

    Terutama kepada penulis artikel ini.
    Kau itu manusia yang pintar tp tidak bijak.
    Kau mengomentari agama orang lain,
    Yang padahal pengetahuan mu tentang agama tersebut masi minim.
    Saya yakin pengetahuan mu tetang protestan tidak lebih dari 20% saja.
    Tapi kau berusaha sekeras mungkin mencari dan bahkan mengada2 dari kelemahan agama tersebut.

    Dan begitu juga sebaliknya.
    kalian yang mencari kelemaan dari agama islam tidak mempunyai pengetahuan tentang islam scara sepenuhnya (tidak lbih jg dari 20%)

    Pada dasarnya komentar yang kalian lontarkan tersebut tidak lebih oleh karena Emosi.
    Dan ingin mempertahan kan agama masing2 dengan cara,
    yang kurang diterima oleh agama lain (baik sengaja maupun tidak sengaja).

    Tujuan kedua agama tsb adalah,
    Menciptakan hal2 positif dan menuntun manusia menuju surga.

    Tp cara dari kedua agama itu, berbeda dengan tujuan menuju sorga.

    Penyelesaian dari ini saya ridak tau gmna.
    Tp tujuannya pasti ………………………. ( apa menurut pandangan kalian masing2 dalam pengertian yang positif)

    Horas

    Balas
  25. syechsitidjenar

    “sekularisme” yang diharamkan oleh sebagian penganut agama Islam justru menampakkan arah kemajuan dengan semangat kebebasan (dalam bingkai hukum positif).
    Negara dan pemerintahan adalah pengatur urusan duniawi ke arah yang lebih baik, tanpa terlibat dalam masalahh agama/religion warganya. Biar saja agama diurusi oleh tokoh2 agama masing-masing.Negara hidup dengan penegakan hukum positif.Dengan mengurusi masalah agama (yang bukan duniawi,maya,multitafsir) dan menggabungkannya dengan masalah kenegaraan/duniawi, apa yang akan di dapat oleh warga negaranya?
    1. Perlombaan masuk surga, dengan menghalal dan haramkan segala cara ( Lebih reaktif terhadap goyang inul, dan belahan dadanya dewi persik daripada memikirkan rumah2 kardus di pinggir ciliwung)
    2. Penafsiran yang tiada henti tentang suatu ayat, yang ujung ujungnya hanya berebut kekuasaan ( mengharamkan wanita jadi pemimpin, ujung ujungnya bisa jadi halal asal dapat jatah wapres atau mentri).

    Kesimpulanku,
    Negara Islam berjaya hanya saat ada panutan seperti Muhammad,SAW. Tidak akan ada kejayaan pada khilafah2 selanjutnya. Ingat!!! Syariat, dogma, kafir, halal, haram, sorga, neraka, pahala,amar ma’ruf nahi mun’kar adalah JUALAN YANG SANGAT LAKU UNTUK BERPOLITIK.

    Jadi,masihkah Sekularisme haram?

    Balas
  26. lisha

    ampuuuuunnnn… semua pake emosi…!!!

    pokoknya mari brdoa dan bertindak untuk membantu bangsa kita lepas dari keterbelakangan…

    Hidup Indonesia!!!
    MERDEKA!!!

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s