Setiap Pria Mestinya Didampingi Empat Wanita

Ini tidak berkait dengan doktrin agama manapun. Cuma efek samping sebuah obrolan pembunuh waktu dengan seorang kawan. Menurut dia, idealnya seorang pria memang punya (baca: memperistri) empat wanita, yang mendampinginya menjalani kehidupan.

Wanita pertama adalah sosok Permaisuri. Inilah pendamping nomor wahid, yang akan meneruskan keturunan, yang mendampingi dalam acara dan “penampakan” resmi.

Kualifikasi: anggun, modis, berwibawa, dst.

Wanita kedua adalah sosok Ibu. Lelaki sebenarnya makhluk paling tidak bisa mandiri. Dia juga lemah di dalam sana, walau selalu berusaha kelihatan kuat dan tegar. Jadi sosok ibu inilah tempat dia menelungkupkan wajah, saat takut melihat ke depan, saat remuk dikepung kegagalan.

Kualifikasi: yup, berjiwa keibuan dong. Betis kesebelasan tidak direkomendasikan.

Wanita ketiga adalah sosok Sahabat. Nah, ini temen ketawa-ketiwi, jalan-jalan, ngebahas ini itu.

Kualifikasi: cerdas, ngocol, sikap hidup positif, tomboy dikit gpp.

Dan inilah dia, wanita keempat: Sparring partner di tempat tidur.

Kualifikasi: high voltage desire, khatam dan hapal buku kamasutra, dan tentu saja fisik dan jantung yang sehat.

*****

Sepertinya menyenangkan ya… Khusus buat para pria, diberi kesempatan untuk membayangkannya. 😀 Dan saya munafik, bila menolak presentasi kawan saya tadi itu, yang jujur saja sangat menggiurkan.

Masalahnya, bagaimana jika para wanita juga menutut punya empat pria yang mendampinginya dalam mengarungi kehidupan: mereka yang akan diposisikan sebagai pangeran, sosok ayah, sahabat, dan pejantan tangguh?

Lagi-lagi persoalan reciprocal. Bila Anda tak siap digilir, mengapa berencana menggilir? Bila Anda mengeluhkan bagaimana dia tidak bisa memenuhi segala kebutuhanmu terhadap seorang pendamping hidup, apa pula yang membuat Anda yakin telah memenuhi sekian persen saja harapannya dari seorang penjaga hati?

*****

Tapi soal empat “jenis” tadi menarik juga. Barangkali tantangannya adalah, bagaimana Anda bisa memerankan (sedikitnya) empat posisi tadi. Ada masanya Anda dibutuhkan sebagai seorang pejantan atau betina yang binal, dan ada pula waktunya Anda diharapkan bisa “sabar” untuk menjadi seorang ibu atau ayah, atau bisa asyik untuk menjadi seorang sobat.

Kemampuan untuk (saling) membaca kebutuhan pasangan itu, barangkali salah satu jawaban penting, bagi problem hubungan jangka panjang dengan komitmen. Kyknya, salah memposisikan diri emg bakal terasa menjengkelkan deh.

Bayangkan, Anda ingin sekali sekadar ngobrol ngalur ngidul dengan suami, yang berarti menginginkannya sebagai seorang sahabat, eh, dia malah berulang-ulang mengirimkan sinyal tentang “rasa gatal” di tubuhnya.

Atau sebaliknya, Anda ingin sekali menunjukkan kepada rekan-rekan betapa cantik dan anggunnya permaisuri Anda, eh, beliau malah tampil seperti emak-emak beneran.

Btw, menurut Anda sosok mana yang paling penting?

 

Iklan

16 thoughts on “Setiap Pria Mestinya Didampingi Empat Wanita

  1. venus

    semuanya. dan seharusnya semua orang punya kemampuan menjadi empat sosok impian ini, tergantung waktu dan kebutuhan pasangan. idealnya begitu. tapi….ada gak sih?

    nah, ini pertanyaan basi yg gak perlu jawaban 😀

    Balas
  2. Pyrrho

    Hahahaha… boleh tuh Bang. Tapi 1 orang bisa dengan 4 peran sekaligus kan ? Atau perlu 4 perempuan dengan 4 kemampuan yang berbeda-beda ? 😆

    Kalau saya lebih mementingkan sosok teman/sahabat. Ini yang lebih awet karena dijalani sampai tua.

    Balas
  3. gagahput3ra

    karena saya menderita oedipus complex 😆 jadi kayaknya saya nanti cari yang karakter ibu aja deh. 😀

    Kalo karakter yang terakhir (Sparring Partner) takutnya nanti begitu kita mengalami *ehem*2 penurunan tenaga malah selingkuh sama karakter sahabat lagi 😆

    Yah, pokoknya perjalanan nyingle kan emang buat nyari karakter yang paling pas. 🙂 Jadi yang penting jangan terburu-buru

    Balas
  4. daniel!

    karena udah punya semua, maka yang saya perlukan adalah figur no.4 – eva longoria (liat gambar) untuk jadi wanita kelima (sosok partner fantasi).
    hehehe..

    Balas
  5. putirenobaiak

    hehe cara yg hebat buat nulis ttg kebutuhan yg ideal dan tak mungkin ada orang yg bisa ke 4 nya. kdg2 salah masuk , eh peran :))

    tapi mencobanya nggak salah kan

    Balas
  6. echy

    wow..tulisan ini layak disebarluaskan pada kaum hawa (terutama emak-emak) biar bisa introspeksi dan berubah *power ranger kaleee..
    mungkin harus ada uji kompetensi biar lulus meraih keempat ‘jenis’ tadi dalam satu raga *hallah

    salam kenal,
    -echy-

    Balas
  7. Airin Sutanto

    Salam kenal mas,

    baru aja tau alamat blognya dari teman di mailist kristen…
    pas buka langsung jatuh cinta,…eits ama tulisannya maksudku.
    sangat ngocol n menghibur tapi berbobot dan tidak membosankan.

    banyak menjadi berkat bagi kita2

    GOd Bless U

    Balas
  8. Ping balik: Ngerumpi? Y Not? Jika Niatnya untuk Memahami Wanita, Menjadi Makin Pria « Nesiaweek Interemotional Edition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s