Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan

Kata Sir Cecil Beaton: “Barangkali kejahatan terbesar kedua di dunia adalah kebosanan, dan yang nomor satu: menjadi orang yang membosankan!” Kebosananlah, bukan yang lain, yang menjadi virus penghancur hampir seluruh bentuk hubungan antarmanusia, membuat mimpi padam sebelum waktunya, memaksa orang mati sebelum ajalnya.

Bahkan waktu, sesuatu yang begitu presisi dan konsisten, bisa melambat bila sudah dijalari kebosanan. Jarum jam jadi lebih malas berputar, dan detaknya yang begitu lirih, bisa memekakkan telinga.

Konon manusia diciptakan, juga buah dari kebosanan dewa-dewa. Sesuatu yang kemudian mereka sesali, karena ternyata ciptaan itu menyumbangkan kerusakan di jantung semesta. 😀

*****

Pernah Anda bingung, melihat lelaki yang mengkhianati istri atau kekasihnya, yang kelihatannya begitu sempurna: cantik, pinter, pokoknya segalanya  yang membuat dia menjadi impian setiap lelaki deh.

Pas ditanya, dengan entengnya tuh cowok bilang, “Sapa bilang sop buntut ngga enak. Tapi sesekali pengen juga makan ikan asin pake sambel terasi.”

See? Jawaban yang menyebalkan itu juga membawa pesan tentang kebosanan. Kadang, seorang lelaki tidak bisa memberikan alasan yang kuat, bahkan alasan apapun, untuk berkhianat.

Perempuan juga pernah sih, tapi frekuensinya jauh lebih kecil. Nah, jadi keinget: perempuan bukannya punya karakter lebih setia dari pria, tetapi Tuhan tampaknya memberikan kemampuan lebih kepada wanita untuk menghadapi kebosanan.

Buktinya, mereka nyaman aja tuh membawa janin di kandungannya selama 9 bulan penuh, sementara laki-laki, menggendong setengah jam aja udah ngeluh. Perempuan juga bisa betah di rumah untuk masa yang lebih panjang dari pria, yang satu hari saja sudah gelisah mau keluar rumah.

Jadi, cara mencegah lelakimu berselingkuh bukanlah dengan melakukan pengawasan melekat, atau bahkan menanamkan sebuah chip di dompetnya, sehingga kau bisa melacak keberadaannya dengan GPS. Tapi temukan faktor yang membuatnya bosan. Kalau ternyata faktor itu adalah kamu sendiri, 😀 ya udahlah… Kau sudah menyerahkan diri kepada seseorang yang tidak bisa menghargainya, dan dengan demikian, tidak layak mendapatkannya.

————————————————————

Posting ini muncul ketika sy blogwalking, kejenuhan sepertinya menyergap di mana-mana. It’s OK. Memang itulah musuh kita sesungguhnya. Like I said, mencintai sepenuh hati itu tidak sulit, yang sulit adalah tetap mencintai sepenuh hati, karena waktu adalah tantangan terbesar bagi cinta. Apalagi bila kebosanan sudah bergelantungan di pendulumnya, maka jarum jam akan melambat, melambat, melambat… Segalanya tiba-tiba memberat, bahkan kelopak mata pun seperti tak bisa lagi diangkat.

Iklan

23 thoughts on “Seperti Ngeblog, Musuh #1 Cinta Bukan Pengkhianatan, tapi Kebosanan

  1. edy

    saya lebih suka menikmati kebosanan
    bukan dng membunuhnya

    btw, sebenernya ada cara lebih mudah buat ngelacak
    dibanding nanemin chip gps
    hihihi oot deh

    Balas
  2. yati

    temen saya, ada yg gitu omongannya. gw yg sakit hati melihat istrinya yang menurut gw : sempurna, malah disia2in. selalu perempuan yang jadi korban. tapi lama2…menoleh ke tempat lain, ternyata, juga ada perempuan yang mau dikorbankan (?) atau…entahlah… mungkin buatnya dikhianati itu indah

    Balas
  3. gagahput3ra

    bwetoool….tp ada yg salah juga sih…di samping si istri menemukan faktor kenapa si Suami bosen…si Suami juga harus ngontrol diri dong supaya gak cepet bosen…masa si Istri mulu disalahin 😛 😀

    Balas
  4. theloebizz

    deg! nanceeeeep….itulah salah satu yg selalu menghantuiku… bgmn bila kasih ini berubah menjadi bosan???semoga saja tidak.. krn berada jauh darinya justru menggilakanku..haiyaaa :mrgreen:

    Balas
  5. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae…
    Horas semua yang membaca….
    _Venus
    _Almascatie
    _dll

    Kali ini aku cuma bisa Setuju ajalah…. nggak tau lagi komentar apa. Tapi jadi terpikir pula aku bah, cemana pula kalo aku udah bosan hidup ya???
    (alamakk?????)

    Horas ma di hita saluhutna

    Balas
  6. fitrianingrum

    Klo bosen itu emang manusiawi seh. Hmm… klo suatu saat orang yg g cinta bosen ma g, gimana ya ???

    Argghhh, ga mo bayangin ah… 😦

    Balas
  7. narto

    Makanya,kalau menganggap pasangan kita itu harus dianggap seperti nasi jangan seperti camilan. betul apa kata goop, ga ada tuh yg bosan sama nasi..
    salam kenal aja.

    Balas
  8. Desi

    biar gak bosen.. dilepasin aja dulu 2 minggu.. pas ketemu lagi.. pasti horni lagi… he..he.. tapi jamngan kelamaan dilepasnya ntarrr di embat orang laiiiinn

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s