Batak, Bali, Schapelle, dan Dunia Yang Gila

Betul-betul tak tau aku harus bereaksi bagaimana, melihat “kreativitas” orang (yang mengaku) bernama Eddie Hutauruk ini.

Secara tak sengaja pas lagi surfing soal si Schapelle untuk bahan berita, aku menemukan situs, di mana lelaki yang dari namanya tampaknya Batak yang melanglang ke Bali ini mengklaim sudah punya jam terbang tinggi soal mengelola tur. Trus, dia menawarkan sebuah tur yang tak biasa: Schapelle Corby Tour.

Schapelle sedang memasak di selnya 

Pasar yang ditujunya tampaknya turis Aussie, karena dia menggunakan bahasa Inggris. Bagi yang lupa, Schapelle adalah wanita cantik asal Australia, yang divonis 20 tahun penjara karena terbukti menyelundupkan marijuana ke Bali.schapelle_jap_tourist.jpgschapelle_jap_tourist.jpg

schapelle_jap_tourist.jpg

Jadi ceritanya, si Eddie ini menawarkan beberapa paket tur, untuk secara personal menyaksikan Schapelle menghitung hari di balik jeruji. Mulai dari paket Photo Tour, dari jam 1 siang sampe jam 5 sore. Dengan paket ini, turis bisa berfoto ria dengan napi cantik mantan model itu. Foto di samping contohnya. 😀 Keren kan?

Trus, ada juga Feeding Time Tour. Dengan tambahan $10 AUD, turis bisa langsung memberi dia makan. Eddie menggambarkan tur ini dengan bahasa yang terus terang kurang beradab. … you can feed Schapelle yourself – watch her face light up as you throw various pieces of food to her. Buset dah! Emangnya monyet di Ragunan?

Ada juga Up Close Tour, dan yang paling paripurna (dan mahal) All Day Tour.

Sejenak aku tercenung, entah kagum entah heran. Ide ini bukan lagi kreatif tapi sudah menyeberang ke gila! 😀 Tapi tawaran ini mencurigakan…

Nah, aku tak perlu meminta Roy Suryo – dan manusia sejenisnya – untuk menguji apakah contoh foto barengnya itu valid, karena tak lama kemudian kutemukan, ternyata itu hasil editan pake sotoshop, dari foto Schapelle bersama pengacara Hotman Paris Hutapea. (Batak lagi deh!).

Dan aku pun makin bingung harus bereaksi apa… Reaksi yang pantas sebenarnya: marah. Pertama, dia sudah menjadikan penderitaan orang jadi tontonan dan objek bisnis, walau misalnya atas persetujuan si Schapelle sendiri. Tapi itu tak seberapa dibanding soal kedua: dia ternyata menipu.

Masalahnya, aku benar-benar terhibur melihat kegokilan ini. Selama menulis posting ini, mulutku nyengir terus.

Batak gila di dunia yang lebih gila lagi!schapelle_jap_tourist.jpgschapelle_jap_tourist.jpg

Mau ikutan cengar-cengir? Visit: Tour Schapelle.

Iklan

7 thoughts on “Batak, Bali, Schapelle, dan Dunia Yang Gila

  1. Ryan Shinu Raz

    Horas Lae…
    Ah… Geli campur prihatin aku bah… Geli kerena, Koq bisa ya pemikirannya sampai kesana. Tak pernah terpikirkan sebelumnya ya?

    Prihatin karena, seperti kata Venus, Tega banget mengeksploitasi penderitaan orang?

    Sukses selalu buat laekku Nainggolan

    Balas
  2. rajasimarmata

    numpang berita ya ………!!

    Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letjen Cornel Simbolon menyatakan keprihatinan yang mendalam, karena ratusan meter hutan perawan di Tele, Kabupaten Samosir, Sumatera Utara, telah ditebas habis baru-baru ini. Selain mencemaskan resiko bencana longsor, apabila areal hutan seluas 2.250 hektar di daerah itu habis dibabat, Cornel juga mensinyalir bahwa investor cuma ingin menyikat kayu disana.

    Hal itu dikemukakan jenderal kelahiran Pangururan, Samosir ini dalam acara diskusi TobaDream Dialogue, Sabtu sore 91/3) di TobaDream Cafe, Jakarta. Cornel hadir di sana sebagai peserta, sedangkangkan pembicara diskusi dengan tema “Penyelamatan Danau Toba : Difficuit but Possible“‘ itu adalah Cosmas Batubara dan Bungaran Saragih. Keduanya bekas menteri.

    Pernyataan keprihatinan itu dilontarkan Cornel Simbolon pada sesi tanya-jawab. Sebenarnya yang jadi sorotan saat itu adalah upaya penyelamatan Danau Toba, terutama dari aspek pariwisata dan lingkungan. Tapi Cornel tidak mengajukan pertanyaan, malah langsung meminta perhatian dan kepedulian hadirin terhadap pembabatan hutan ynag sedang berlangsung di Tele.

    “Memang benar seperti dikatakan Lae (Suhunan) Situmorang tadi, hutan di Tele sedang terancam sekarang ini.Tidak tanggung-tanggung, hutan yang akan ditebang di kawasan tangkapan air itu mencapai 2.260 hektar. Katanya mau dibuat kebun bunga. Katanya bunganya untuk diskspor,”papar jenderal yang cinta lingkungan itu.

    “Kita sangat prihatin karena ratusan meter hutan perawan di sana sudah dibabat habis, katanya buat jalan ke areal yang akan diubah jadi kebun bunga,’tambahnya.

    “Tele itu adalah daerah tangkapan air, dan seperti tadi dijelaskan Pak Bungaran, daerah itu sangat ringkih dan rawan longsor,”tutur Cornel sambil menegaskan,”Saya setuju dengan apa yang dikatakan Lae Situmorang, saya mengerti apa yang dikuatirkannya, bahwa besar kemungkinan rencana membuat kebun bunga di bekas areal hutan seluas 2.250 hektar itu hanya kedok. “

    Yang disitir Cornel adalah ucapan Suhunan Situmorang di awal acara, saat menyampaikan kata sambutan selaku Ketua Steering Commitee TobaDream Dialogue. Suhunan membeberkan kepada hadirin mengenai pembabatan hutan di Tele, termasuk sinyalemennya bahwa target utama investor PT EJS dari Korse adalah menyikat kayu di hutan alam itu.

    “Memang sudah banyak kejadian seperti itu, “ujar Wakasad Cornel Simbolon. “Hutan dibabat, katanya mau buat kebun kelapa sawit atau kebun bunga. Tapi, setelah hutan dibabat dan kayunya dijual, investornya kabur. Makanya kita harus cermati terus perkembangan di Tele ini. Itu adalah daerah tangkapan air, sebagian masih hutan perawan. Kenapa itu harus dibabat ?”

    “Makanya kita harus selamatkan hutan Tele. Kalau perlu kita panggil Bupati Samosir Mangindar Simbolon ke Jakarta, untuk menjelaskan kebijakannya membabat hutan perawan di sana, “tegas putra Samosir yang kenal liku-liku kawasan Tele itu.

    Hutan lindung

    Letjen Cornel Simbolon, yang bicara berdasarkan hasil pengecekan terbaru di lapangan, dengan blak-blakan menyatakan kurang yakin mengenai kelayakan investasi kebun bunga di Tele. “Mau diangkut pakai apa bunga-bunga itu ke Medan ? Dan kalaupun bisa, biaya transportasinya pasti sangat mahal. Pokoknya sangat meragukan, sehingga lebih masuk akal kalau investor hanya mengincar kayunya,”ujarnya.

    Menurut Cornel, selain penyelamatan hutan Tele, agenda sangat penting yang harus segera dilakukan adalah menentukan peta hutan di Samosir. “Perlu segera dilakukan maping untuk menetapkan yang mana hutan lindung, yang mana hutan ulayat. Di Samosir belum jelas maping seperti itu.”tandasnya.

    Dalam kesempatan itu Cornel Simbolon menyatakan sangat menghargai dan mendukung program konservasi yang akan dikerjakan Komunitas TobaDream. Besok pagi (9/2) rombongan Komunitas TobaDream akan terbang ke Medan, untuk selanjutnya pada Senin 3 Maret 2008, tepat pukul 3, akan menanam pohon pada areal seluas 2 hektar di desa Martoba , Kecamatan Sidihoni, Kabupaten Samosir.

    “Sangat saya hargai dan dukung program penanaman pohon yang akan dilaksanakan Komunitas TobaDream. Tapi perlu saya pesankan, kalian harus pentingkan untuk menjalin kerjasama dengan penduduk setempat. Jangan asal nanam pohon, tapi penduduk di sana hanya jadi penonton, akan sia-sia,”kata Cornel.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s