Finally, Nesiaweek comes to an end…

Pernah dengar sebuah peristiwa bisa mengubah hidup seseorang selamanya?

Nah, kemarin, sebuah peristiwa juga membuat semua tulisan di sini jadi seperti omong kosong, atau setidaknya, mendadak kehilangan seluruh tenaganya. Jadi di pucuk malam ini, aku memutuskan menguburnya.

Blog ini tidak kuhapus – gila aja! 😀 – cuma dikubur. Nisannya masih bisa aku dan Anda ziarahi kapan saja. Sesekali, tak setahu siapapun, aku mungkin akan mendekapnya dengan segala kerinduan. Tetapi yang berbaring di sana sudah tak lagi bisa diajak bicara.

Sebuah keputusan emosional? Biarlah situ. Emangnya ngga boleh ngambil keputusan emosional? Lha untuk apa emosi itu ada? Bukankah hampir semua novel, cerpen, dan film menjadi menarik, karena satu atau lebih tokohnya mengambil keputusan emosional?

*****

Terima kasih untuk Anda semua yang pernah membuat aku melambung ke langit, atau terjerembab ke bumi. (Capee deh.) Juga kepada WordPress, yang keren kali ini. Diberkatilah kau, Matt.

Bersama Anda semua, di sini sungguh hadir sebuah dunia yang utuh penuh warna. I miss you already, kata orang bule. Bahasa Indonesianya, “Suka Kangen Band ngga?”

Duh, kok jadi berasa berat ya? :-)) Ayo, kamu bisa! Masa sih, udah berkoar-koar bahwa cinta adalah kesiapan untuk melepas pergi, melepas sebuah blog “aja” ngga sanggup? Apa kata pemirsa?

Lagian dengan begitu banyak tulisan tentang cinta, persaudaraan, dan kepercayaan di sini, mungkin sudah saatnya aku lebih memberi ruang kepada praktiknya. Cieee… Musuh seorang bloger bukanlah bloger lain, tetapi kehidupan nyata yang cenderung menertawakan prinsip-prinsip yang dipegangnya.

Begitupun, suatu hari tak terlalu jauh dari sini, aku mungkin akan datang lagi, memulai semuanya dari awal kembali. (Hwadooh, panjangnya pidato ini. Kayak bakal ada aja yang kehilangan selain aku sendiri…)

Dan untukmu sahabatku sekalian, maafkan atas semua kesalahan dan hal-hal yang menyebalkan, horas jala gabe, terima kasih, wassalamu ‘alaikum warahmatullahi wabarkatuh. Kasih dan pengampunan Tuhan untuk kita semua.

Toga Nainggolan, Medan.

PS: Ada kutambah itu halaman baru, untuk ucapan duka cita, kalau emang ada. Biar macam betulan! 😀

Iklan

62 thoughts on “Finally, Nesiaweek comes to an end…

  1. meiy

    hiks…hiks…kok? gimanapun ini pilihanmu. tapi tak berhenti menulis kan? Blog hanya salah satu media. kutunggu tulisanmu di media apa saja!

    blog ini boleh berakhir, tapi tulisan Toga enggak boleh! 🙂

    see ya

    Balas
  2. jejakkakiku

    THANK YOU for a wonderful world that you have create for us here, being able to be drown in your words is the best yet wonderful feeling that I ever feel in this world of yours.

    None can ever change that, the memories remain, in our heart. Hope you’re going to enjoy your next journey in this heaven on earth.

    Too many words of love and encouragement that you’ve shared with us, here. Too many beautiful words and memories also make us laugh ’till the tears run dry. Especially those moments that make our spirit arise, again when we needed ’em most.

    Those are the things that you can’t change by closing this blog. ’cause those beautiful things you have here, remains forever.

    THANK YOU and LOVE YOU, always 🙂
    This is not the end, but a start for a beautiful journey of life!

    HAVE FUN WITH IT!

    Balas
  3. ordinary

    tiba juga ke titik jenuh itu ya bang
    *menunggu giliranku*

    aku percaya takdirku sebagai pencari
    dan aku percaya takdir abang sebagai pembebas
    seorang pembebas membutuhkan pencari
    🙂 *atau sebaliknya yah ???*

    Well, enjoy the silent 😉

    Balas
  4. nieznaniez kejar dedlen

    well, itu sebuah keputusan.
    aku ga bisa berbuat apa-apa.

    aku suka tulisanmu, cara menulismu.

    sampai jumpa. hingga saat kau membutuhkan lagi media untuk berbagi, kami masih menunggumu… *sok romantis

    Balas
  5. Batak News

    sudah banyak weblog pernah kubaca, tapi baru blog nesia yang kuakui sebagai “blog sastra-cinta” yang bagus.

    pemiliknya, toga, menulis topik cinta dengan indah, sungguh indah, tapi tidak mendayu-dayu dan tidak pula cengeng. bagiku, ini “aneh” — tepatnya: sebuah kemampuan menulis dengan unik dan apik. kurasa itulah telentamu, laeku toga.

    tidak banyak bloger dan penulis yang mampu merangkai kata-kata indah untuk melukiskan semerbaknya wangi cinta tanpa harus menjadi cengeng dan mendayu-dayu. memang aku pernah beberapa kali membaca artikel dan komentar di blog lain, yang sebagian untaian kata-katanya mirip dengan artikel di blog ini, tapi aku cenderung percaya bahwa mereka hanya menjiplak frasa-frasa indah yang sudah kautuliskan.

    ada banyak penulis cinta di luar sana, juga ada banyak sastrawan…. tapi bagiku, mereka tidak lebih baik dari toga. bloger nesia ini memang tidak pernah menyebut diri sastrawan, tapi karyanya menyentuh langsung masalah-masalah konkret yang sering kita alami seputar urusan cinta.

    ketika penulis cinta atau bloger yang lain berkutat dengan cuma indahnya kata-kata, bahkan sering picisan, maka toga menulis dengan indah tanpa terkesan murahan.

    ketika orang lain menulis dengan bahasa tingkat tinggi, filosofis, kontemplatif — yang sering dimaknai sebagai “sastra yang asli” dan tidak picisan — maka toga menulis dengan bahasa yang tidak terlalu tinggi, tidak terlalu filosofis, tidak terlalu kontemplatif. bagiku, inilah gaya berbahasa yang ideal; cara berkomunikasi yang kena pada sasaran, karena bisa dipahami orang kebanyakan.

    pada akhirnya pekerjaan menulis — apakah berita, feature, opini, sastra, dll — adalah pekerjaan untuk menyampaikan pesan kepada pembaca. dan selama membaca blogmu ini, aku bisa menangkap pesan-pesan yang kausampaikan itu.

    otakku yang tak seberapa ini mampu memahami artikel-artikelmu karena kau menuliskannya dengan sederhana tapi indah; nge-sastra tapi tidak lantas membuat kening berkerut; bahasamu membumi, tidak tinggi di awang-awang.

    berehatlah, tapi jangan terlalu lama. karena aku tak ingin menziarahi kuburan yang tidak ditunggui hantunya….

    fansmu, jarar siahaan di tepi danau toba.

    Balas
  6. Acho

    Memang sulit, tapi lagi lagi ini sebuah pilihan.. aku harap kau tidak menganggap ini sebuah titik, tapi titik dua. Ya, titik dua seperti yang pernah diungkap oleh ann1sha. Titik dua yg menandakan sebuah awal, bukan sebuah akhir.

    Selamat jalan lae, banyak sahabat mu disini yang tidak ingin menari sendirian dibawah hujan.

    Balas
  7. arifkurniawan as bangaiptop

    Tidak hanya Bang Jarar yang nge-fans. Saya termasuk juga penggemar berat blog ini.

    Mau sedih, tapi bingung juga, sebab keputusan bunuh diri ini kan diambil dengan pertimbangan masak-masak. Jadi, andai saya sesali kepergian pemilik blog ini, yaa sia-sia belaka.

    Selama ini, saya mungkin tidak pernah komen. Karena memang tidak tahu bagaimana cara mengomentari sebuah karya sastra. Tapi saat ini, saya mau tidak mau, didorong ego, harus komen.

    Saya harus komen, karena walaupun tidak boleh berduka, tetap saja ada rasa sedih menggelayut, ketika Lae Toga harus pergi.

    Saya sedih, sedih pribadi, karena akan kehilangan sebuah blog berisi tulisan yang baik. Lalu, saya juga sedih, karena ada seseorang blogger yang terpaksa harus pergi, karena menganggap ditertawakan olehmusuhnya, sang dunia nyata.

    Tapi sesedih-sedihnya saya, mau tidak mau, harus tegar mengucapkan “Selamat Jalan, Lae Toga”.

    Balas
  8. bedh

    saya rasa blog ini akan jadi legend
    seperti nirvana di tinggal mati vokalistnya yang bunuh diri.

    keangkuhan pencipta memang terletak pada egonya untuk kapan memutuskan menghidupkan ato mematikan ciptaannya. tapi dia punya alasan untuk itu.
    jadi …… beginning at the end

    Balas
  9. agoyyoga

    Epifani yang membuat keputusan Bang Toga drastis.. Dianggap reses aja ya, reses buat belajar, ditunggu karya-karya yang lebih gemilang seperti gemintang di langit sana…like you said to me; el mundo espera…

    Balas
  10. iluvlavender

    Tidaaaaaakkkkk…

    Yah, people come people go, blogs come blogs go, hehehehe :p

    Selamat istirahat aja buat Bang Toga, hope we can meet again someday in this blogs world.

    I learnt a lot from you and your blog – as I have told you on my e-mail – and I’ll never thank you enough for that.
    Thank you a whole lot bunch!

    Balas
  11. hanum

    INI UCAPAN SUKA CITAKU…

    Sepakat bang…cinta memang harusnya membebaskan. Aku ucapkan semoga tulisan-tulisan abang memang dapat tumbuh dan berkaki sehingga menjejak dibumi, bukan hanya tulisan asbun yang hanya mencari kekaguman para pembacanya dan menarik komentar sebanyak-banyaknya.

    Tulisan yang baik adalah tulisan yang dapat berjalan tidak hanya mengendap menjadi pemikiran diotak saja yang lalu menjadi karatan.

    Aku merasakan hal yang sama. Walau tidak persis, tapi memang merasakan “semua tulisan di blogku jadi seperti omong kosong”. Aku merasakan itu pada tulisan2ku (walau tidak mengambil sikap menutup blog). so…selamat untukmu.

    Balas
  12. siu

    Saya hanya menyayangkan setelah membaca rangkaian postingan disini (kubaca dengan serius bang sak komen-komennya) begawan cinta harus mengakhirinya dengan sangat…sangat…(apa ya kata yg passss!!) sampe lama nggak nemu Bang…tragis kali ya?

    Kalau tak bisa disebut ‘kekalahan’, haruskah bang? diakhiri? Kekna terlalu egois!!Hanya karena peristiwa semalem??setelah hasil perenunganmu sekian lama sebagai Begawan cinta?tapi memang bener bahwa musuh utama bloger bukan bloger yang lain tapi dunia nyata….

    but memang semua adalah pilihan, namun yang sangat saya sayangkan adalah jika dengan karya-karya kita dapat berbagi cinta dengan semuanya kenapa musti diakhiri?Biar lebih dramatis kali ya kayak cerita-cerita sedih di tipi ato nopel-nopel roman gitu…But sure!! I am so dissapointed!!

    saya yakin Lae yang telah terbiasa membagi cinta dan memenggalnya begitu saja akan memasuki dunia sepi tanpa tepi (sok teu ya?!) tapi saya yakin itu…(japri saya kalo menyanggahnya.. hehehe)
    Selamat menikmati dunia sepi tanpa tepimu Bang, semoga segera lahir kembali !! karena kasihan banyak ‘pasien’ yang menunggu postinganmu…

    Bagi saya pribadi seperti diputus cinta, atau bahkan ditalak tiga?hehehe segitunya…
    Bravo deh…semoga segera keluar dari kemelut “semalem”….dan kita “berCinta” lagi….
    (kabari kalo udah buka account baru ya?kita bikin launchingnya…)

    Balas
  13. leny

    TO BE CONTINUE
    COMING SOON..
    DI BLOG-BLOG YANG ANDA KENAL…….
    BANG TOGA AKAN MUNCUL KEMBALI BEREINKARNASI DALAM WUJUD SEBENARNYA

    (BERARTI KEMAREN NYAMAR BANG? HEHEHE)
    BERSEDIH ADA BATASNYA………

    Balas
  14. verlita

    padahal udah lama ga mampir…baru mampir lagi eh…mau ditutup???? jalan2 panjang kali maksudnya..ntar balik lagi…jangan lupa jalan pulang ya, mas… 😀

    Balas
  15. justasimpleman

    Lae, inilah bukti yang menunjukkan bahwa agama bisa menjadi pemecah, semakin banyak topik perbandingan agama yang lae munculkan, semakin kacau pikiran lae.

    Karena agama juga, lae memutuskan berhenti dari hobi yang kutahu paling lae gemari ini, yaitu ngeblog.

    Agama yang benar adalah agama yang tidak mengajarkan perpecahan dan pertikaian, camkanlah itu lae.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s