Seperti Air Laut, Semakin Kau Reguk Cinta, Semakin Kau Dahaga Dibuatnya

Jika kau takjub pada cinta yang membuat waktu begitu mudah berlalu, mengapa harus mengecam waktu yang semudah itu juga membuat cinta pergi?

CINTA bukan saling menatap mata, tetapi memandang ke titik yang sama; aktivitas yang tak selalu membuat betah kalau untuk waktu yang lama. Setiap orang punya jalan masing-masing menuju bahagia, dan jika kau punya jalan lain ke sana, tak serta merta aku boleh menuduhmu telah tersesat. Juga bila aku tidak mencintaimu dengan cara yang kau inginkan, kau tak bisa menyimpulkan bahwa aku tidak mencintaimu dengan segala yang kupunya.

Hidup selalu saja pilihan-pilihan yang harus dibuat. (1) Orang yang mencari kebahagiaan di luar rumahnya, hanya akan menemukan kehampaan, atau (2) rumah bukanlah di mana kau tinggal, tetapi di mana kau dimengerti. Jadi, kapan kau sebenarnya berada jauh dari rumah, kapan pula kau berada begitu dekat dengan kebahagiaan?

*****

Untuk mencuri hati, kau hanya perlu tau apa yang membuatnya tertawa, tetapi untuk mempertahankannya, kau harus mengerti apa yang akan membuatnya menangis. Menyayangi dan menguasai, alangkah tipis kadang bedanya. Bukankah cinta adalah pembiaran… agar dia tumbuh menjadi dirinya yang sempurna, bukan merentangkempiskannya hingga pas dengan bingkai fantasimu. Karena jika begitu, kau hanya mencintai dirimu sendiri yang memantul dalam dirinya.

Tapi mengapa kau tampak begitu kehilangan, kalau yang hilang itu “hanya” sebuah cermin? Well, anything you lose automatically doubles in value, tapi bukankah ada cara yang paling mudah untuk menemukan barang yang hilang, dengan menggantinya? Toh hanya cermin!

*****

Kukembalikan titahmu. Sejak hari pertama, sudah kau miliki semua bahan untuk menyajikan asupan untuk jiwamu yang bahagia. Jangan mencari lagi. Kita selalu saja lupa, kebahagiaan bukanlah mendapatkan apa yang sebelumnya tak kita punya, tetapi menyadari dan menghargai apa yang sudah ada. Sederhana? Itulah masalahnya, kita selalu lupa kebenaran yang sederhana, padahal semua kebenaran sederhana.

Kapan kau bahagia jika selalu saja kau bertanya apa yang akan membuatmu bahagia. Kapan kau benar-benar hidup bila pikiranmu terus kau gunakan untuk mencari makna hidup. We are no longer happy so soon as we wish to be happier, kata orang.

Aku tidak mengatakan cinta itu racun, cuma air laut, yang semakin banyak kau mereguknya, semakin dahaga kau dibuatnya.

Iklan

30 thoughts on “Seperti Air Laut, Semakin Kau Reguk Cinta, Semakin Kau Dahaga Dibuatnya

  1. arwa

    Kalau di reguk semakin membuat kita dahaga, so didistribusikan aja deh bang kesegenap penjuru kehidupan agar cintanya langgeng dan berdaya guna.

    Balas
  2. Hanna

    Cinta seperti air laut, semakin banyak direguk semakin haus. Ga ada puas-puasnya yach. Kalau saya sudah tahu apa yang bisa membuat Bang Toga ketawa bearti saya boleh mencuri hat…

    Balas
  3. mei

    Kita selalu saja lupa, kebahagiaan bukanlah mendapatkan apa yang sebelumnya tak kita punya, tetapi menyadari dan menghargai apa yang sudah ada. Sederhana? Itulah masalahnya, kita selalu lupa kebenaran yang sederhana, padahal semua kebenaran sederhana.
    ————-

    manis banget, sebagai manusia tak hentinya mencari apa yang membuat kita bahagia sampai kadang lupa bahwa kebahagiaan itu sudah ada dalam gengaman kita..hanya kita yang lupa untuk menikmatinya…saya suka sekali dengan tulisan kali ini bang =)

    Balas
  4. Nesiaweek Inc

    Dear readers,

    Dalam upaya menciptakan iklim Good Corporate Governance, salah satunya melalui aksi nyata Corporate Social Responsibities Nesiaweek Inc, kami ingatkan kembali, segala keluhan, komplain dan efek samping tulisan ini (termasuk GR dan ngajak musuhan -lirik Mbok Venus-) dapat anda alamatkan langsung ke email address seperti tercantum pada header.

    Terimakasih atas kepercayaan anda blogging bersama kami ๐Ÿ™‚

    Salam,
    Corporate Secretary Nesiaweek, Inc

    Balas
  5. yati

    hah….seperti biasa, nalar saya ga penah nyampe kalo di sini ngebahas soal ginian. jalani ajalah dalam diam….tanpa berkata2….karena kata2 juga bisa merusak keindahan
    *apa sih…???? makin ga nyambung

    Balas
  6. ordinary

    well.. what can i say
    sang pemburu telah bersiap mengokang laras senapannya
    Girls you better be ready
    *gelar tiker episode 2, sambil jualan teh botol, sirup markisa dan bika ambon*
    yak mari..mari… rame-rame datang kemari
    *dikejar bang toga pake klewang* ๐Ÿ˜†

    Balas
  7. qzink666

    Entah mengapa begitu membaca dua postingan terakhir Lae Toga, aku merasa berdiri di depan cermin yg memantulkan gambar dunia serta hidup dan kodratku yg dipenuhi kemuliaan yg menyeramkan.. Aku menyaksikan kesakitan dan kebaikan, penjara dan tempat perlindungan, neraka dan surga…

    Balas
  8. cintabening

    Habis baca tulisan Bang Toga, sering Ning udah nggak bisa komentar apa-apa… cuma diam dan membiarkan setiap kata menyusup ke ruang-ruang hati meninggalkan jejak tanya tentang cinta yang kupunya.

    Balas
  9. diah

    rumah memang 4 terindah tuk bermanja dan berbetah diri di dalamnya. walau kadang kita merasa rumah kita berubah seperti neraka…
    namun hal itu menunjukkan bahwa kita tidak bs meninggalkan rumah kita begitu saja.
    karena rumahku surga bagiku
    keluargaku malaikat bagiku

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s