Arsip Bulanan: Desember 2007

Finally, Nesiaweek comes to an end…

Pernah dengar sebuah peristiwa bisa mengubah hidup seseorang selamanya?

Nah, kemarin, sebuah peristiwa juga membuat semua tulisan di sini jadi seperti omong kosong, atau setidaknya, mendadak kehilangan seluruh tenaganya. Jadi di pucuk malam ini, aku memutuskan menguburnya.

Blog ini tidak kuhapus – gila aja! 😀 – cuma dikubur. Nisannya masih bisa aku dan Anda ziarahi kapan saja. Sesekali, tak setahu siapapun, aku mungkin akan mendekapnya dengan segala kerinduan. Tetapi yang berbaring di sana sudah tak lagi bisa diajak bicara.

Sebuah keputusan emosional? Biarlah situ. Emangnya ngga boleh ngambil keputusan emosional? Lha untuk apa emosi itu ada? Bukankah hampir semua novel, cerpen, dan film menjadi menarik, karena satu atau lebih tokohnya mengambil keputusan emosional? Baca lebih lanjut

Seperti Air Laut, Semakin Kau Reguk Cinta, Semakin Kau Dahaga Dibuatnya

Jika kau takjub pada cinta yang membuat waktu begitu mudah berlalu, mengapa harus mengecam waktu yang semudah itu juga membuat cinta pergi?

CINTA bukan saling menatap mata, tetapi memandang ke titik yang sama; aktivitas yang tak selalu membuat betah kalau untuk waktu yang lama. Setiap orang punya jalan masing-masing menuju bahagia, dan jika kau punya jalan lain ke sana, tak serta merta aku boleh menuduhmu telah tersesat. Juga bila aku tidak mencintaimu dengan cara yang kau inginkan, kau tak bisa menyimpulkan bahwa aku tidak mencintaimu dengan segala yang kupunya.

Hidup selalu saja pilihan-pilihan yang harus dibuat. (1) Orang yang mencari kebahagiaan di luar rumahnya, hanya akan menemukan kehampaan, atau (2) rumah bukanlah di mana kau tinggal, tetapi di mana kau dimengerti. Jadi, kapan kau sebenarnya berada jauh dari rumah, kapan pula kau berada begitu dekat dengan kebahagiaan? Baca lebih lanjut