Surat Seorang Kristen Kepada Saudaranya

Awalnya posting di bawah ini adalah komentar untuk artikel “Bisa Hidup Tanpa Agama Tapi Tidak Tanpa Cinta” yang tadinya juga merupakan komentar Jarar Siahaan untuk menanggapi postinganku tentang kisah migrasi imannya: Justru Setelah Jadi Muslim Aku Jadi Tahu Kristen Itu Benar.

Komentar yang dikirim oleh seorang penganut Kristen yang kebetulan satu marga dengan Jarar – Rikardo Siahaan – ini kuanggap sangat bagus; berbobot sekaligus disampaikan dalam bahasa yang sejuk. Saya selalu suka cara mengungkapkan pikiran seperti itu, apalagi dalam topik agama, yang umumnya sangat sensitif. Semoga bermanfaat.

—————————————-

Buat Appara*) Jarar…

Kontroversi yang kau tuai akan terus berjalan. Kau telah melakukan migrasi dan sekaligus “mungkin” telah menjelaskan alasan migrasimu. Orang sekaliber Gus Dur juga telah menuai banyak kontroversi walaupun tidak bermigrasi. Banyak contoh kontroversi dalam bidang keagamaan. Misalnya dalam ke-Kristenan Apollo dan Paulus, Marthin Luther, Copernikus, Paus Johannes Paulus, banyak dan banyak lagi. Ayat ayat dalam Alkitab yang kau baca tidak sinkron dengan yang lain menurut saya itu juga adalah polamu menginterpretasi. Jika kau baca Alkitab dengan hanya mata telanjang bukan dengan mata rohani hasilnya juga bisa lain.

Melakukan justifikasi terhadap sesuatu dan mempublikasikannya akan banyak menuai kontroversi. Maka tidak jarang kita bertemu dengan banyak “mazhab”, aliran teologis entah apalah namanya. Dan antarmazhab itu bahkan ada yang saling bunuh-bunuhan.

Jika dirimu berharap menjadi seorang sufi seperti Kahlil Gibran atau filusuf seperti Plato, David Hume atau seperti filusuf lainnya, maka dirimu harus tahan terhadap semua pertanyaan, pujian termasuk cerca dan makian.

Jesus sendiri adalah sebuah kontroversi. Bahkan menurut saya Allah adalah “kontroversi”. Mungkin pernah baca Thomas tidak akan percaya sebelum memegang bugang pada tangan Jesus. Atau Jacob ketakutan pada saat hendak ketemu Esau, atau Sarah yang tua renta tidak yakin akan dapat melahirkan lagi dst.

Dari apa yang saya petik dari Alkitab yang ditulis oleh para nabi dan rasul yang halamannya diedit oleh penguasa Gereja Roma Katolik, saya setuju dengan yang kau simpulkan Tuhan itu adalah KASIH. Kasih dalam bahasa junani Agape!. Bagi saya Dia hanya memberi tanpa minta balas jasa. Karena kita Dicipta seperti Dia “IMAGO DE I” kalau lah bisa kitapun boleh jugalah ber Agape dan itu adalah pilihan hidup.

Waktu akan terus berjalan sebelum matahari redup dan bintang-bintang tidak bersinar. Menurut saya kebenaran Allah adalah misteri yang hanya Dia sendiri yang tahu. Bagi orang Kristen seperti saya memang disuruh untuk memberitakan telah lahir seorang Raja di kandang donba efrata dibungkus hanya dengan sehelai lampin tapi wajahNya diliputi sinar sorgawi, melakukan mujizat, disalibkan, mati, dikuburkan, bangkit di hari ketiga naik ke surga dst…
Amanah itu akan selalu saya sampaikan kemanapun saya akan pergi. Orang percaya atau tidak itu bukan urusan saya.

Kalaupun suatu ketika akan terjadi diskusi teologis menurutku itu adalah hal yang biasa sepanjang kita sepakat untuk tidak sepakat dalam beberapa hal. banyak buku banyak referensi banyak pengetahuan di dunia ini yang bisa kita diskusikan tanpa harus kita saling memarahi.

Dalam Alkitab ada tertulis…bukan mereka yang selalu menyebut Tuhan, Tuhan, Tuhan lalu saya akan menempatkan mereka disebelah kanan Saya…Enyahlah engkau dari hadapanKu , Aku tidak mengenalmu……

Appara pomparan ni Somba Debata!, pagogo ma martangiang tu Debata asa dilehon diho roha dohot bisuk na sian Ibana i.**) Itulah yang mampu kusampaikan kepadamu. Aku tidak akan bertanya tentang landasan filosofismu dan kemana filosofimu akan mengarah. Bidukmu telah kau dayung. Semoga Tuhan Yang Maha Esa menyertaimu.

Horas

Rikardo Siahaan

————————————-
*)Appara adalah panggilan akrab antarlelaki orang Batak kepada yang satu (rumpun) marga, yang usianya tidak terpaut jauh. Bila berbeda marga biasanya digunakan Lae.

**)Saudaraku turunan Somba Debata, perkuat do’a kepada Tuhan, agar dianugerahkan-Nya padamu hati dengan kearifan dari-Nya.

Iklan

31 thoughts on “Surat Seorang Kristen Kepada Saudaranya

  1. the crussader

    Ngapain juga dibesar2kan pindah agamanya si jarar ini? diposting berulang2. Apa karena dia pindah keislam? Apa kalau ada orang islam yang masuk kristen blog ini juga berseidia koar2 begini? jangan sok2 netrallah padahal sama saja dengan promosi agama. mending juga kayak fpi itu jelas sikapnya, bukan seperti anda yang bunglon alias musang berbulu ayam.

    Balas
  2. venus

    ah, komentar bang rikardo bener2 indah dan menyejukkan. itulah indahnya perbedaan. saling menghakimi atau merasa benar sendiri hanya akan membawa kita ke level lebih rendah sebagai makhluk Tuhan, kan?

    Balas
  3. COMEN INI DI BUAT KETIKA INANG LENY LAGI NONGKRONG SAMA "INANG DHE SEKEDAR ORETAN"

    “saudara2 coment ini harap dibaca dengan penghayatan & irama batak, dengan suasana mistis & bayangkan bau menyan yang menyengat terhirup sampai ke rongga dada(batuk2 dech loh)” hikhikhik

    kami berdua tiba2 merasakan hawa “teori konflik”, konspirasi terasa pekat..sampai2 dada sesak & nervous keringat dingin, bulu kuduk merinding* & tiba2 suara aneh membawa kami ke sini untuk terus menyusuri lorong2 gelap ttg berita diatas

    karena setelah bulak-balik memeras nalar kami bingung maksudnya apa

    bulak-balik pula “bang toga yang kami sayangi ini” kau kumandangakan artikel kontroversi ini, tau tidak kau..si Jenderal “naga bonar” yg juga kami sayangi itu & inangnnya si bonaga pasti gelisah di tidur panjangnya di alam kubur sana melihat kalian anak-anaknya berusaha sekeras mungkin melakukan ekspedisi gila-gila-an demi mencari sebuah alasan untuk kontroversi yang tidak berujung pada apa-apa….

    MOKSA..MOKSA…MOKSA
    kalau sungai jelas bermuara pada laut. kami tidak tau kontroversi ini bermuara pada apa.

    ah..cinta kali kau bang sama si bang jarar itu mungkin ini manivestasi kecintaanmu padanya.

    tapi sudahlah biar saja si bang jarar Istiqomah & biar saja Bang Rikardo Siahaan menjadi kurir “Tuhan” mengabdikan diri menjadi mediasi Tuhan.

    NB: dilarang baca coment ini *sekedar pake mata*

    (TTD)
    TUKANG NYAMPAH

    Balas
  4. Toga Penulis Tulisan

    Leny dan Dhe…
    Kok tak bilang-bilang ada NOBAR? Nongkrong bareng di mana ini? Soalnya susah menebak, kalau dua wanita penjelajah ketemu, setiap titik koordinat bumi bisa saja jadi TKP-nya.

    Waktu komen pertama bertengger, aku masih bisa membiarkan sambil senyam-senyum. Soalnya aku pun mesti berhadapan dengan dedlen pekerjaan.

    Tapi yang kedua sudah menyangkut bayaran… jadi tak bisa aku konsentrasi kerja. 😀

    Inang berdua… Ini sama sekali bukan teori konflik, justru untuk membiasakan dialog antarorang berbeda keyakinan.

    Kalau ada yang keras kali komennya, akan kuhapus kok begitu kutemukan. Udah ada puluhan tuh jumlahnya, khususnya di dua thread itu.

    Entahlah bagaimana ini tertangkap di mata pembaca, tp yang ingin kukedepankan justru dialog dan saling pengertian itu.

    Mana pulak berulang-ulang. Tulisan Jarar baru sekali, Rikardo juga baru yang ini. Dua-duanya juga awalnya cuma sebuah komentar. Besok-besok mungkin komentar Inang berdua yang akan kumuat. Itupun, aku sudah mengedit judul posting di atas. 😀

    Aku baru sekali seumur hidup ketemu muka sama Jarar, itu pun pas singgah 15 menit waktu pulang mudik lebaran kemarin. Tapi memang itu pun sudah cukup untuk membuatku terkesan. Ada pulak orang sudah ada di dekatku puluhan tahun, tp buatku dia lebih sering sebagai tiada.

    Rikardo? Aku malah tak tau sama sekali siapa dia. Mengapa kumuat? Karena yang kulihat adalah pemikirannya, bukan orangnya. Jelas kalipun identitasnya tapi pemikirannya buatku ngga jelas, ngga akan tertarik aku.

    Tapi mungkin akan selalu terbuka celah bagi kesalahpahaman, sekeras apapun kita berusaha untuk menjadi jelas ya.

    Jadi, aku tak dibayar sama sekali. Siapalah pulak yang mau mbayar cuma untuk nampang di blog gratisan kek gini. 🙂

    Itupun, kalo sekedar bika ambon ato manisan, kalo emang pengen kali, bisa kok kukirim dari hasil cari nafkahku yang sebenarnya. Kirim aja alamatnya. 😀

    Salam…

    Balas
  5. bedh

    ah setiap orang berkoar-koar bahwa agama dialah yang benar bahkan ketika koarannya diikuti, koar2 itu tetap saja tak berhenti, sibuk saling menghukum dirinyalah yang benar. mau pindah agama seribu kalipun tak ketemu alamat tak kan sampai ke tujuan. kalau kulihat malah seperti mau membutakan Tuhan dengan segala pembelaan terhadap agama. pandailah Tuhan menghakimi dan memutuskannya sendiri. knapa tak mencari alamat masing2 sendiri aja sih dan membiarkan oranglain mencari alamatnya sendiri kalau alamat yang sedang dicari tak ketemu knapa pula ngurus orang lain. saya tak percaya Tuhan tak kasih terhadap orang yang sedang berlari mencariNya. jadi saya rasa saya sudah mulai terbawa dalam arus saling menghakimi ini….huhuhuhu pintar kali lah abang ni.

    Balas
  6. Hanna

    Mau pindah ke agama apapun, silahkan saja. Yang penting kan bukan agama apa yang di anut. Melainkan menjalankan ibadahnya dengan benar. Walah, sok tahu, nih. Ini hanya pendapat saya pribadi lho.

    Ok, salam.

    Balas
  7. aprikot

    agama itu adalah persoalan vertikal, urusan pribadi dengan TUHANnya, agama adalah sebuah mediasi untuk bertemu dengan sang khalik secara lebih pribadi. buat saya lebih penting adalah bagaimana menabur kebaikan dan menebar kasih terhadap sesama, lebih penting lagi WE TRUST IN GOD! itu saja secuil pendapat

    Balas
  8. Satria Langit

    Jalan ksatria sudah disalah mengerti sebagai kewenangan untuk membunuh dan menghancurkan. Siapa saja yang mencari kompetisi dalam menegakkan kebenaran adalah sedang menggali kuburannya sendiri. Menyerang, membunuh dan menghancurkan, apapun alasannya, adalah kesalahan terbesar yang bisa dilakukan manusia. Jalan ksatria sesungguhnya justru mencegah pembantaian. Itulah seni perdamaian, kekuatan kasih sayang.

    Peace!

    Balas
  9. yati

    kenapa sih orang kalo mo comment yang ga setuju ma isi postingan harus menyembunyikan identitas diri? ga pernah ada aturan dilarang tidak setuju atau harus setuju kan? 😦 kek gini salah satunya yg bikin saya pengen brenti ngeblog

    lama ga chat sama bang jarar, kangen juga

    Balas
  10. regsa

    saya dibesarkan dari keluarga yang mempunyai agama yang berbeda-beda, dan setiap kali berkumpul kita tidak pernah mengagung-agungkan agama yang masing-masing kita anut . Saat kita berkumpul kita cuman membahas bahwa kita berasal dari darah dan moyang sama .

    Nyambung2 ngak nyambung..bingung mo koment apa di blog abang atu ini.. syalam

    Balas
  11. panda

    @tobadreams.
    setuju aku lae. popularitas. popularitas. harusnya seperti lae aja, berkarya, lalu melegenda. kemarin BKKI Riau menerbitkan buku antologi penyair Pekanbaru dan Johor. Aku masuk juga di dalam, satu-satunya budak Batak dan beragama kristen. populerkah aku? Tidak. Yang kutahu, telah bertahun-tahun aku belajar menulis. Itu saja! Hehe

    Balas
  12. tobadreams

    @Lae Rikardo Siahaan

    berpikir terbuka, rendah hati dalam menerima kenyataan dan menghargai pilihan orang lain…itu sudah lebih dari cukup. Salut buatmu Lae Rikardo. Horas.

    @Tulang Toga

    wah, sampai ada yang nanya dibayar berapa. Tapi kau tetap bisa menjawabnya dengan sikap beradab yang seharusnya. Bravo Tulang Toga.

    PS :
    — Tolong dibedakan Tulang, blog tobadream dengan tagline “batak itu keren” (yang headernya Tulang pernah tampilkan di blog ini)– yang URLnya tobadreams– kalau memberikan komen di blog mana aja selalu pakai nama tobadreams.

    –Untuk membedakannya, terutama kalau komen soal agama, aku tidak pernah membela atau menyerang agama manapun. Visiku : kebebasan beragama bagi semua, bukan propaganda apalagi perang ayat (agama).

    Mauliate Tulang. Horas.

    Balas
  13. tobadreams

    @Lae Panda

    Bah fuang, baru saja komenku kukirim, sudah nampak komen Lae yang justru relevan dengan komenku. Memang kalu melihat komen Lae, maka yang ditanggapi adalah komen tobadream (tanpa s) bukan tobadreams (pakai s).

    Mauliate Lae. Horas.

    Balas
  14. Toga

    Aku memang sangat senang kalo traffic ke sini naik. Sangat kunikmati pula kalau ada banjir komentar, apalagi yang “berisi”. Tapi tidaklah sampai memanfaatkan soal ketuhanan dan agama untuk itu, apalagi yang bersifat mengadudomba.
    Puluhan komen yang kuedit dan kuhapus, kalau mau dipajang, pasti akan menuai kontroversi, permusuhan, dan akhirnya traffic puk**maknya itu.

    Aku hanya kagum, bagaimana seorang Rikardo Siahaan bisa menyampaikan pikirannya begitu bagus. Dan belum bisa kupastikan, apakah aku, bisa bicara demikian beradabnya, kepada seorang muslim bermarga Nainggolan yang pindah agama ke Kristen. Aku benar-benar ngga yakin.

    Tobadreams
    Headernya masih tetap kupasang, Amangboru… Akan selamanya terpasang di posting ini. Dan posting serta header itu, sampai hari ini, masih ada di front page. 😀

    Balas
  15. Batak News

    horas, apparaku rikardo siahaan.
    terima kasih tulisan yang appara dedikasikan untukku. aku sangat senang membacanya, dan secara umum aku sependapat denganmu, appara.

    cuma satu yang perlu “kuluruskan”; aku tidak pernah sedikit pun berniat menjadi sufi. bukan karena aku merasa tidak akan mampu, tapi karena aku tidak ingin menjadi sufi. kalaupun aku mampu, aku akan menolak.

    aku suka membaca tulisan dan pemikiran para sufi, tapi bukan berarti aku ingin menjadi seperti mereka. aku hanya perlu memetik sebagian dari pemikiran mereka yang cocok dan relevan kuterapkan dalam kehidupanku yang nyata.

    perihal kalimat appara, “jika kau baca alkitab dengan hanya mata telanjang bukan dengan mata rohani hasilnya juga bisa lain,” aku ingin sedikit menanggapi. tanggapanku ini adalah opini pribadiku, dan sangat mungkin berbeda dengan pendapat kebanyakan orang, jadi harap maklum kalau apa yang akan kukatakan berikut ini “agak menyimpang”.

    aku ingin mengatakan: justru ketika aku membaca kitab suci, baik alkitab maupun alquran, dengan mata telanjang, maka hasilnya adalah “semuanya yang tertulis terlihat baik dan benar”; tapi ketika aku membacanya dengan mata rohani, maka aku menemukan bahwa justru “tidak semua yang tertulis di kitab itu baik dan benar.” 😆

    aku tahu, akan ada orang berpikir, “lho, pendapat yang aneh, kayaknya terbalik deh logika jarar itu,” atau, “nah, terbukti kan kalau jarar kafir dan sesat, masak dia bilang tidak semua isi kitab suci benar,” atau, “sengaja bikin kotroversi tuh, biar terkenal.”

    [laeku toga lagi senyum-senyum dan tahu maksudku 😀 eh, toga, pernah nggak kau sengaja bikin artikel kontroversial di blogmu ini dengan niat menaikkan popularitasmu? kalau di blogku, banyak sekali artikelmu yang kontroversial, terutama isu-isu agama, seperti artikel nabi terakhir itu, tapi aku yakin padamu bahwa tidak sedikit pun kau menulisnya semata-mata demi popularitas. eh, sudahkah kau cek atm-mu? sudahkah kau terima suapku agar kau menulis tentangku di blogmu ini? kalau suapmu padaku sudah kuterima dulu, makanya aku sering memuat artikelmu di blogku. ssstttt…. 😀 ]

    sekian dan terima kasih. salam kasih buat pembaca yang sudi berkasih-kasihan denganku, juga dengan laeku toga. oh ya, buat yati, aku juga kangen padamu. aku tak pernah lagi chat. kapan-kapan ya. 🙂

    jarar siahaan di tepi danau toba.

    Balas
  16. parni

    a=tidak, gama= kacau. yang persoalkan agama bisa semakin tak jelas tuhannya alias kacau. agama itu karunia bagi setiap orang. di dunia ini tak mungkin dibuat satu agama saja. islam diturunkan di arab. kristen diturunkan di israel. kenapa keduanya tidak diturunkan di tanah batak? tentu, ada agama yang diturunkan di tanah batak. cuma perpektifnya beda dengan yang di arab dan israel. siapa bisa jamin yang menganut agama tertentu lebih mengenal sang pencipta semesta? sudahlah. indonesia ini memang masih diwarnai persoalan krisis (kristen-islam); akhirnya suka persoalkan agama. ha ha ha ha………

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s