Thousand pieces of a fallen dream

Jika sebuah impian jatuh, pecah menjadi seribu serpihan, selalu ada waktu untuk memungutnya serpih demi serpih.

ATAU kalaupun tidak, mulailah dengan sebuah impian yang baru dengan gambar yang sama, karena kita bisa bertahan hidup beberapa hari tanpa makan dan minum, tetapi tidak tanpa impian.

Impian apa yang akan kau pilih? Impian tentang kesuksesan, uang, properti yang membentang di lintas benua? Atau idealisme, kebenaran, sebuah “rumah” di dalam hatimu? Atau tentang kepedihan dan keinginan balas dendam, menghirup dan memuntahkan semua harapan?

Dream, by Mohammed Osman

Atau impian tentang penyatuan dengan yang tercinta, impian tentang kenikmatan-kenikmatan yang melesat mencabik kanvas nasibmu, impian tentang dirimu yang indah, atau tentang dirimu yang tiada? Pilih sendiri impianmu, tentang apa saja, karena itu keindahan yang hanya kau yang bisa memahaminya, (tetapi jangan bermimpi menjadi orang lain, karena seberapa lama kau mengimpikannya, selama itu pula kau menyia-nyiakan dirimu saat ini).

Bermimpi itu tidak mudah, karena ketika ketakutanmu membesar melebihi keyakinanmu, impian tak akan punya sedikit pun ruang untuk tumbuh konon lagi membuatnya berbuah.

Anthony Robbins si motivator  ajaib itu benar, bahwa kau sedang terjebak di tengah sebuah perang, di mana sedang terjadi pertempuran sengit antara kerumunan cemooh yang memaksamu merunduk, dengan kekuatan visimu untuk selalu fokus menatap ke depan.

Sebuah pertengkaran antara mereka yang mengatakan apa-apa yang kau tak bisa, dengan sesuatu di dalam dirimu yang tau dan selalu tau, bahwa kau lebih dari sekadar yang bisa dilihat dunia, dan bahwa sebuah mimpi, didukung oleh hasrat tak putus-putus untuk mewujudkannya, adalah sebuah kenyataan, yang sebentar lagi tiba di depan gerbang nasibmu.

Akhir cerita perang ini, berapa lama ia berlangsung, dan siapa yang akan jadi pemenangnya, ditentukan oleh keputusanmu untuk berada di pihak mana.

Jadi, walau seribu serpihan mimpi itu sudah seperti meregang nyawa, kuminta kau jangan membunuhnya.

Ekseksusi saja!

——————————————————–

Maaf jika judulnya keminggris padahal isinya nggak. Abis pas dicobain judul ‘Seribu Serpih Mimpi yang Terjatuh’ kok berasa kek judul novel Freddy S atau Maria Fransiska ya. 😀  Ketauan deh bacaannya.

Iklan

43 thoughts on “Thousand pieces of a fallen dream

  1. aprikot

    katanya mimpi itu awal dr hidup. bukan tentang impian itu sendiri tetapi lebih kepada keberanian untuk bermimpi. dan perwujudan mimpi adalah hasil dari akhir dr keberanian itu sendiri.

    Balas
  2. Agoy...

    Bang Toga, Saya punya banyak impian, tapi tidak tahu mana yang harus dieksekusi duluan….akhirnya “nyemil” yang remeh temeh (mengutip nasehat teman saya pemilik blog sebelah)

    Balas
  3. caplang™

    pertempuran sengit antara kerumunan cemooh yang memaksamu merunduk, dengan kekuatan visimu untuk selalu fokus menatap ke depan

    makasih, bang 🙂 skarang tinggal eksekusinya nih

    Freddy S atau Maria Fransiska ya

    siapa itu? pernah denger namanya…
    bikers jugakah? 😛

    Balas
  4. leny

    hukhukhuk.. dramatis banget sih bang metavor mimpinya, seperti menegakkan benang basah.
    (tapi selalu ada waktu untuk mengeringkannya dan mengikatnya di tiang supaya tegak kekekek)

    tapi mimpi ternyata eksistensi kasat mata dalam diri manusia, parameter garis tipis antara pesimisme & optimisme. barang siapa sudah tidak punya mimpi, berati dia mendahului kehendak alam. mending mati aja dari sekarang. hihihi bukan men-just loh.

    eksekusi? itu kata halusnya kegagalan atau bahasa trendnya “ketika edelisme terbentur realistis” bang?.

    au ah…mungkin lebih mudah tidak diterjemahkan jadi di titik..titik saja..hihihi.

    ngintip blog kayak gini memang fitrah yang gak bisa di pungkiri, bahwa manusia tempatnya lupa dan artikel punya bang toga jadi salah-satu mediasi untuk men-chars kembali kesadaran eksistensi bermimpi. (halah..apa coba)

    Balas
  5. unai

    andai saja punya remote mimpi..kalo mimpi indah gak usah distop, kalo mau ke belakang ipause dulu, kalo sudah capek mimpi boleh ganti mimpi lain..lho ini mimpi atau nonton dvd bajakan? hehe..endingnya kok selalu ada yang bikin tersenyum Lae?

    Balas
  6. ordinary

    dan setelah kita memiliki cukup keberanian untuk memunguti serpihan itu, kita masih membutuhkan lebih banyak lagi keberanian untuk memilih mengeksekusinya (dan dihantui penyesalan seumur hidup), merekatkannya kembali (dengan harapan yang tipis akan berhasil), atau memadukannya dengan mimpi yang lain, mamatrinya dan menjadikannya paduan yang baru, lebih berwarna, lebih banyak kerja keras dan kerja cerdas dan tentunya lebih banyak hati yang ditumpahkan untuk impian itu

    Balas
  7. Totoks

    bermimpilah selagi bisa, tapi kadang untuk sekedar mimpi saja susah lho.. maksudnya dibawah tidur kan.. pingin mimpi bercinta sama seseorang gaktahunya malah mimpi dikejar maling hihihi… 😀

    Balas
  8. fitri mohan

    kalau kata orang-orang tua dulu, “setelah bermimpi jangan lupa kauinjak bumi”
    orang-orang tua dulu itu asyik-asyik ya kalau ngomong. pendek tapi dalem. seperti omongan di dalam tanda kutip itu, sejatinya mimpi adalah untuk diwujudkan semampu usaha dimana badan kita berada. mimpi terus jadi tukang ngayal. takut mimpi dan terus berpijak di bumi jadi robot. memang, memadukan dan mengkombinasikan itu ternyata butuh keahliannya sendiri…

    akang! (duh, kok aku selalu manggilnya jadi akang) apa kabarnya? 😀

    Balas
  9. ann!sha

    Astaga, bagaimana ‘menyelamatkan’ yang sudah meregang nyawa itu? Eksekusi aja? Lah kok ga nyambung gituh …
    More explanations deh please.

    TAPS

    Balas
  10. ann!sha

    … (tetapi jangan bermimpi menjadi orang lain, karena seberapa lama kau mengimpikannya, selama itu pula kau menyia-nyiakan dirimu saat ini)….

    Nasehat yang pastinya tidak hanya ditujukan untuk pembaca kan 😉

    Siempre!

    Balas
  11. panda

    tiada bermimpi ialah kematian kreativiti, kata salah seorang temanku, budayawan melayu. tiada bermimpi berarti kematian telah dekat. tanyalah orang-orangtua, mereka sudah sangat jarang bermimpi. beda dengan an!sha atau leny atau maya yang gampang bermimpi, padahal lae toga hanya merayunya lewat tulisan. hehe

    Balas
  12. Hanna

    Karena mimpilah yang membawa saya masuk ke dalam dunia blog, he he he. Tapi, sungguh lho. Dari tidak pernah bersentuhan dengan komputer sampai akhirnya bisa mengetik, ngeblog, dan chatting. Jadi, saya setuju bahwa orang itu perlu bermimpi. Mimpi itu memotivasi kita untuk mengejar impian kita itu.

    Balas
  13. Toga

    @Ann
    Nolak sih nolak, tp masa sih harus dibuka di depan umum. 😉

    @Panda
    Bah, sesama metromini dilarang saling mendahului, Lae… 😀

    @Acho
    Keren, Cho, banget.

    Balas
  14. ann!sha

    @Panda
    Bahkan kalian para laki-laki juga mengakui, tulisan Toga memang muatannya ‘rayuan’ muluan. Tapi kamu betul, tidak ada bahasa lain di maya ini kecuali tulisan. Itulah sebabnya, dalam beberapa hal, aku sudah melangkah keluar dari sana, ke dunia yang ‘lebih’ nyata. Tulisan kamu sendiri, melulu tentang perempuan juga deh. Hayoo, jangan2, kalian ini sesama perayu maya ya?

    @Toga
    😉

    @Venus
    Kurasa, bahkan Toga pun tidak bisa ngasih solusi tentang bagaimana proses pungut memungut itu, ntah mimpi ntah broken heart. Pilihan kedua lebih masuk akal, menciptakan mimpi atau hati yang baru. Lagian, apa simbok ga nyimak yang kemaren2. Ingat kah dengan ajaran nesiaweekism tentang hati yang lembut? Jangan dikerasin Mbok, patah dan remuk kan jadinya. Atau dikasih sekat2 kali ya, bikin ruang2 gituh, biarpun kalo satu bagian ‘kecil’ itu hancur, kita masih punya cadangan ruangan lain. Atau si oknum terlanjur punya 3 hati doangan yah. Duh, dari dulu saya benci ide gilak itu! Btw, gadget kita kok samaan sih M600i? Sempat terbengong2 loh saya mengetahui fakta itu. Trus, apa ringtone nya ‘Venus’ dari Bananarama juga kah? Waaa diam2, kita ini, saling …

    Nah loh, kok jadi saya yang jawab2 komen nih hehehe ampun ya Ga. Tak ada yang tak boleh kan? 😉

    Balas
  15. leny

    enggak..enggak..enggak…

    bom waktu lagi nich hehehe dasar penebar ranjau rupanya bukan penebar pesona abang satu ini.

    cemas juga takutnya kita jadi hakim & berkeras merubah karakter si “mimpi, gue gak mau tau meskipun dikaitkan dengan hewan yang bernama persepsi dengan bertanduk banyak itu. ini lah mimpi tentang “mimpi”

    gue tau ketika dia datang dengan sahaja bersama sifat bawaannya yaitu sifat “filosofis”nya. dia memang gak pernah benar2 menyentuh bumi, ketika jadi serpihan sekalipun dan tragis nya lagi ketika bahasa “eksekusi” berarti adalah mempercepat takdir tentang kegagalan karena harus berbenturan dengan realitas.

    tapi mimpi tidak pernah berhenti nikmatnya, dari sanalah nilai pencapainnya membawa kita pada
    harapan-harapan yang gue enggak kenal sekalipun.
    tidak pernah terwujud semakin menjadi mimpi2 gue….hehehe.

    semakin sering mencoba sesering itu pula berbenturan dengan Om “canot displayed” gue semakin terobsesi.

    Balas
  16. meiy

    lama gak BW, br keluar utan nih. ketinggalan byk aku.

    capenya memunguti mimpi, mending bikin baru aja kali hehehe

    hidup tak bergairah tanpa mimpi ya bang toga (lebih familiar for me manggil bang kali ya drpd ito)

    Balas
  17. panda

    @toga
    kalo ngejar setoran perlu juga lae. hehe

    @ ann!sha
    cerpenku tulisanku melulu tentang perempuan, karena aku sangat sayang pada perempuan. aku mencoba masuk memahami perasaan-persaan mereka. itu caraku belajar tidak egois pada kaum perempuan.

    Balas
  18. ann!sha

    @leny
    What a spirit! Chayo .. chayoo! 😉

    @meiy
    Setuju, mending bikin baru ajah … dijamin hemat waktu dan biaya!

    @panda
    Nyang benner? Hayolah, jujur, sekali ini. Mumpung kita sedang mendarat di ranah penuh cinta, Nesiaweekism.

    Ga, mohon ijin, jadi sekretaris pribadi yah, mumpung empunya Nesia lagi pusing and ga bisa berkata-kata hahahaha 😉

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s