Menjadi Lelaki

Apakah sekadar punya alat kelamin (yang bisa bekerja dengan cukup baik untuk penetrasi) sudah cukup sebagai modal untuk menjadi laki-laki? Mestinya tidak.

Seperti umur pasti membuatmu tua, tapi belum tentu menjadikanmu dewasa. Belalai pendek dan kantung kempes berisi dua butiran itu memang otomatis menghindarkanmu dari defenisi sebagai betina, tapi tidak serta merta kau bisa digolongkan jantan. Maka menggelikan melihat kita/kami para lelaki mengendap-endap pergi ke tempat-tempat yang menyediakan jasa pembesaran alat vital, menambah ukuran dan bisa tahan lama.

Ngapain repot-repot? Obat kuat paling mujarab itu adalah sebotol minuman isotonik, plus timun berukuran sedang. Dijamin, ngga ada yang lebih hebat dari itu. Cara menggunakannya gampang aja.

speeder.jpg

Teguk minuman isotonik setengahnya, kemudian gunakan timun tadi sebagai alat penetrasi ke kelamin wanitamu. Pasti tahan lama. Kalau sudah mulai agak kecapekan karena dehidrasi, tenggak sisa minuman yang setengah botol lagi itu.

Ini tidak main-main. Jika memang daya tahan kelaminlah ukuran kelelakian, maka dengan sebatang timun pun kau akan kalah.

Tidakkah kita para lelaki mau sejenak menyimak sudut pandang wanita tentang kejantanan?

Buat gue, lelaki jantan itu bukan yang punya ukuran kelamin besar atau tahan lama. Tetapi dia yang masih mau membelaiku, menyayangiku, berbincang intim denganku, setelah dia mencapai puncaknya. Bukan seperti lelaki kebanyakan, langsung ngeloyor pergi, cuci-cuci, tak peduli, melihat si wanita seperti sampah yang sudah tak berguna.

Nah lo!

Menurut Nietzsche, ada dua hal yang paling diinginkan lelaki sejati: permainan dan bahaya. Oleh karena itu, dia akan memandang wanita, sebagai sesuatu yang amat berbahaya untuk dipermainkan.

Motor gede, otot kencang, bulu-bulu bin brewok, kemampuan bela diri; semuanya cuma simbol dan asesoris. Intinya tetap saja nyali untuk bermain-main dengan bahaya.

Menjadi lelaki berarti tak takut untuk kalah, apalagi kalau sekadar ditolak cewek, dimaki calon mertua, atau “kekalahan-kekalahan” kecil lainnya.

Pokoknya, kalau mau tau apa cara terbaik untuk menjadi jantan sejati, tanya wanitamu, selembut mungkin.

“Sayang, kamu mau aku itu bagaimana?”

Bila kau sanggup memenuhi permintaannya, apakah menjadi kuda untuk menerjang, atau justru kelinci untuk diteteki dan dibelai, maka kaulah pejantan sejati!

Iklan

38 thoughts on “Menjadi Lelaki

  1. Acho

    Ah..bang toga ini sebetulnya bulu semua badannya.. cuma aku yakin pasti dia edit fotonya pake sotoshop, pasti! huehuehueh.. πŸ˜€

    *ambil minuman isotonik sama timun*

    Balas
  2. may

    oi mak…
    yang sogannya aku ngasih koment ma post kali ini, ga tau kenapa mungkin karena timun itu bang
    wkkakakakakakaka… asli speechless
    *ngeloyor pergi dengan muka ga ngerti*

    Balas
  3. Toga

    puput
    *keluar ruangan setelah membaca habis?*
    piss, puput…

    mei
    kalo di “rumah” sendiri pun ga berani nampang sesuka kita, apa kata akhirat? kalo ngakak guling-guling mah, berarti ngga seksi, tapi lucu. but thanks aniwei. πŸ˜€

    ann
    tuh, udah dijawab ama acho, ilang, diedit pake sotoshop. si, siempre…

    simanjuntak
    bah, sesama batak jangan saling membului.

    acho
    awas, jangan sampe salah racik ya… timun dan minuman istotonik bisa menghasilkan gas berbahaya soalnya.

    caplang
    ed, kalopun semua timun diiris kecil-kecil, kita masih punya banyak saingan lain: terong, wortel, pokoknya aneka jenis buah deh.

    cbening
    udah ada tuh konferensi pers dia, konon sampe ke leiden lo, untuk membuktikan keasliannya. emang ngga asli ternyata. yang asli lebih hot lagi.
    *lari daripada kena siram cuka*

    agiek
    what? sampe orgasme liat foto gue?
    *nangis sesugukan, terharu*

    unai
    ikut nyincang timun? hm, kekna beliau udah dapet yang lebih baik dari timun. selamat.

    airin
    apo pulak sogan-sogan krn timun… biasonyo itu kita korek kolok nak buka puasa kan?

    venus
    opone sing mantap iku, mbok? helm-nya ya?

    Balas
  4. Nieve

    anda benar sekali soal intimacy after orgasm itu. sekarang ini kalian para pria baru pada tahap belajar foreplay. sekali lagi untuk foreplaypun baru tahap belajar. (gimana sih buat huruf tebel ato garis bawah itu? hehehe, gaptek neh). padahal afterplay masih satu level diatas foreplay. jauh deh pokoknya. jangan salahin kalo lama-lama wanita mencari keasikannya sendiri2, ato malah fallen kepelukan sesamanya.

    mudah2an anda tdk cuma berteori soal ini. kyaknya sih ngga ya.

    OOT: untuk ukuran pria kepala tiga (apalagi udah merit/punya anak kan?) bodi anda lumayan terawat.

    Balas
  5. 4season

    Gilaaaa! Waktu bang toga mau ngasih tau resep keperkasaan itu, aku udah mau ambil pulpen, mau nyatat di buku primbon pribadi. πŸ˜€ Ngga taunya gitu. Tertipu lagi!

    #Nieve.
    Komennya menohok banget!

    Balas
  6. dayat

    betapa pentingnyakah cap “lelaki”?
    sama pentingkah dengan sebutan “perempuan”?
    menjadi lelaki atau perempuan.. fiuhh bukankah kita tak bisa memilihnya sejak dilahirkan? bahkan ada yg naas memiliki keduanya dalam satu (baik badan maupunjiwa).

    lelaki sejati, perempuan sejati, bahkan banci sejati pun mestinya tak dijadikan satu kepusingan benar. belajar sajalah menjadi manusia, biar ada bedanya dengan setan…

    Balas
  7. Toga Penulis Tulisan

    Nieve

    Sekarang ini kalian para pria baru pada tahap belajar foreplay. sekali lagi untuk foreplaypun baru tahap belajar. padahal afterplay masih satu level di atas foreplay…

    Nah, berarti para wanita mestinya mau dong mengajari kami…
    Bodi terawat? Hayah, kek bodi motor aja.

    Tapi bener, Anda menohok, dan ditunggu tohokan selanjutnya.

    Season
    Huehehehe, resep yg asli ga mungkin diumbar di sini dunk. Mahal tuh belajarnya. πŸ˜€

    Totok
    kirain mau buka praktek menyaingi M** ***T nggak tahunya?
    NGGAK TAUNYA MURIDNYA!

    Tobadreams
    Bah, jadinya ahh ohh ahh ohh ya… πŸ˜€

    Dayat
    Benar.. benar. Ngga mestinya dipusingkan, perjuangan menjadi manusia itulah yang harus diteruskan.

    kalimat ini arif sekali… bahkan ada yg naas memiliki keduanya dalam satu (baik badan maupunjiwa).

    Gelleng
    Udah ngga ada nyali Lae, tinggal gaya doang! πŸ˜€

    Balas
  8. mamasakura

    Abg kyknya orang yg menikmati hidup banget ya… Tp laki-laki emg gitu sih… ngga pernah ada satu pun persoalan yang bener-bener dipikirkannya.

    Tp semangat dan kebahagiaan mmg bertambah kalo dibagi-bagi. Salut!

    F**k sentimentals!

    Balas
  9. mei

    mungkin definisi jantan bagi masing masing wanita beda bang. yang jelas keintiman after sex itu harus, sedangkan yang lain ya selera masing-masing.

    jantan juga bisa dilihat dari bagaimana laki-laki tersebut bersikap pada wanitanya. not just about sex.

    timun???gak laku dong sex toys..haha

    Balas
  10. saya

    ahh…

    kalo sekedar takut ditolak, ya jangan mengungkapkan perasaan…

    takut dimarahi mertua..?? ya kawin sama yatim piatu…

    IMO, jantan itu kalo bisa menempatkan dirinya sebagai pejantan tentunya πŸ˜†

    Balas
  11. Toga Penulis Tulisan

    sakura
    Kok bisa berkesimpulan aku menikmati hidup? Siapa tau itu justru pelarian dari hidup yang tak bisa dinikmati?
    Gitu juga kesimpulan soal laki2 itu, udah survei berapa laki2 emgnya? πŸ˜€

    mei
    makanya aku sarankan, tanya kepada wanita masing2 kan.

    saya, eh, masa ngomong sama diri sendiri?
    hm, solusi2-nya masuk akal semua.

    Balas
  12. zal

    ::memang agak payah mungkin bang mendefinisikannya…, mau garang, cewekpun banyak yang garang, bahkan ada pula yang punya cewek juga…, mau lembut.., penyabar.., bahkan itu dikatakan areanya cewek…, kalau cuma punya “belalai pendeng, dan kantung kempes berisi dua butiran” itu, dulu di Jl.Palang Merah, dan Lapangan Merdeka banyak berseliweran..dengan memakai pakaian wanita….jadi laki-laki itu apa bang…????, jangan-jangan yang terbalik-baliknya maksud dan pengertiannya… bah… πŸ™„

    Balas
  13. Batak News

    “Buat gue, lelaki jantan itu bukan yang punya ukuran kelamin besar atau tahan lama. Tetapi dia yang masih mau membelaiku, menyayangiku, berbincang intim denganku, setelah dia mencapai puncaknya. Bukan seperti lelaki kebanyakan, langsung ngeloyor pergi, cuci-cuci, tak peduli, melihat si wanita seperti sampah yang sudah tak berguna.”

    aku setuju kutipan ini.

    tapi kalau kita bikin survei, lae toga, kurasa umumnya lelaki tidak melakukan itu; masih membelai istrinya setelah tiba di “puncak”.

    siapa perempuan yang ingin tetap dibelai setelah tiba di puncak? kurasa banyak. karena itu romantis, dan tidak memosisikan “naik-naik ke puncak gunung” sebagai rekreasi sesaat — tapi sesuatu yang timbal-balik, saling membutuhkan.

    maka carilah lelaki seperti toga sebagai suamimu. oh, maksudku, carilah lelaki seperti yang ditulis toga itu. πŸ˜‰

    Balas
  14. Marudut p-1000

    Hmmm….pantesan cewe-cewe demen pada ngumpul di sini. Btw, lae toga ,tarik napasnya jangan kelamaan,ntar keburu pingsan…hahahaa.

    Balas
  15. dion

    bener-bener gila nih tulisan, gila karena berani mambuka aib sesama kaum lelaki dengan mengumbar rahasia tentang senjata kaum lelaki yang selalu bikin pusing gak cuma wanita tetapi lelaki juga bahkan belakangan kudengar waria pun suka pusing dibuat senjata rahasia ini hihihi… πŸ˜€
    Gila juga karena dikemas dengan bahasa konyol mengundang tawa namun tetap berkelas. Kapan yah aku bisa buat tulisan kyk gini? salut…

    Balas
  16. meiy

    ya ampyuuun aku br baca ini? ketinggalan bgt! mejeng juga kau akhirnya bah hahaha πŸ˜€

    ko kejem sih masa disamain timun? rasanya nggak sama kan, eh maksudnya kalo dibikin rujak ato acar.

    woalah…jantan itu bagiku mengerti wanita, mau berbagi kepuasan & kebahagiaan gitu loh πŸ˜‰

    pasti komennya seru2, baca doloe ah…

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s