Kekasih Gelap dan Musuh yang Nyata…

Kau adalah momen itu, sesaat dalam pelukan… kemudian melepas pergi. Kau renggut wajahmu dari tatapanku yang masih rindu, tinggal mata menelaga, lukisan lautan hampa yang memisah, merenangi dua hati yang mengabur digenangi jarak.

Berdiri goyah, berpegangan pada harapan di tepian hasrat, seperti butir-butir pasir terhapus ombak yang malas. Semua angan yang kau bangun, berputar di pusaran kesendiriananmu, sementara dunia terus meringsek bergerak, jauh, sombong, terasing.

Tapi bacalah arsip kisah itu, tersimpan dalam lemari ingatan berdebu, yang hanya kita pemilik kunci untuk membukanya; narasi perih yang menghidupkan, menghembus napas pada yang dikira orang sudah mati.

Kau bersolek hanya untukku kan? Biarlah dia terkagum-kagum karenanya, tapi indahmu itu sesungguhnya milikku!

Keindahan yang tak akan kubantah, karena aku tak punya siapapun pembeda, tak apapun pembanding. Begitu pas, seperti kemeja baru yang tak perlu dicoba-coba.

Kau tahu, semangatmu terbang melesat dalam gelap, sehingga tak siapapun bisa menangkap, bahkan kejapan mata yang sepanjang malam berjaga.

Pada saatnya kau berdiri satu lawan satu dengan kematian, kau akan mengerti bahwa hanya momen itulah segalanya yang pernah kau punya. Betapa waktu selainnya adalah sia-sia, sebagian besar hidupmu kau setorkan untuk sesuatu yang tak punya apa-apa untuk dibawa pulang, tak cukup berharga untuk dikenang.

Tapi cukuplah itu untuk menebusmu dari rasa rugi. Tak akan pernah ada sempurna, dunia tak akan pernah mencukupi. Akhirnya, hidup dan mati akan berpilin tanpa batas, seperti ombak yang mundur sebelum maju lagi menghempashancurkan dirinya ke pasir pantai. Lagi dan lagi. Tak berhenti. Tanpa gelap terakhir pun terang pertama.

*****

Salah siapa bila tiba-tiba kau genapkan celah ganjil yang membuat langkahku pincang. Terlalu banyak musuhku dalam terang, dan apa salah bila kucari-cari cinta bahkan di tengah kegelapan?

Aku tak meminta banyak, karena yang bisa kuberikan juga hanya apa yang tersisa dari hidup yang sudah memilih arahnya. Hanya sebuah momen, hanya sebuah ruas waktu untuk kausimpan, sebuah ruang kecil tempatku menangis untukmu, sebuah bayang teduh, yang membuat seringai alam nyata kehilangan silaunya.

Lagi pula, apalah terang dan gelap, bila di hatiku sudah kupunya matahariku sendiri.

—————————————————–

Bukan oleh-oleh liburan, “hanya” draft lama yang terbongkar gara-gara baca ini

Iklan

13 thoughts on “Kekasih Gelap dan Musuh yang Nyata…

  1. Andy-san!

    Salah siapa bila tiba-tiba kau genapkan celah ganjil yang membuat langkahku pincang. Terlalu banyak musuhku dalam terang, dan apa salah bila kucari-cari cinta bahkan di tengah kegelapan?

    Tak akan ada kegenapan dalam hidup Bang. Ketidaksempurnaan pasangan kita harus kita terima dan sempurnakan dengan cinta kita. Terus mencari penggenapan akan membuat kita jadi petualang deh kayaknya ndan sampe kapa[an itu terjadi dan beruilang?

    Tapi beidewei buswey, cara abang mengungkapkan “rindu” terlarang itu harus diakui menggetarkan. Ketika saya mengetikkan kata “Cinta Bukan Romantisme” di search engine, blog ini yang muncul pertama tapi justru di sini saya lihat romantisme menjadi segala-galanya.

    Salam kenal, saya akan sering kemari. 🙂

    Balas
  2. Andy-san!

    Satu lagi Bang, kelupaan :))

    Kalimat ini>>>Lagi pula, apalah terang dan gelap, bila di hatiku sudah kupunya matahariku sendiri.

    Suatu saat nanti akan menjadi kata mutiara.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s