Kata-kata yang Memesona

Pertengkaran itu selalu saja antara sesuatu yang di dalam dengan yang di luar. Belakangan, yang satu semakin menggerus yang lain. Yang terlihat, secara konstan memginvasi domain di mana yang tak terlihat, jantung dan esensi, berada.

Dunia luar itu berdiri atas sebuah aturan dan struktur, sementara di dalam tak berbentuk, meledak-ledak, chaos. Dua dunia ini, tentu saja, semestinya tidak bertentangan secara diagonal, dan untuk itulah kata dan bahasa ada.

Ada masanya aku menulis untuk menjelajahi keindahan bahasa, mengalirkan kata-kata, dan kalimat pun kadang hadir bak hembusan napas panjang yang sempurna, dengan jeda, dengan hentakan. Tapi kadang menjemukan juga, karena ada titik, di mana bunyi dan bentuk malah menenggelamkan makna.

Aku coba bergerak ke sebuah kesadaran diri, mencari diri sendiri di tengah kerumunan orang asing, bernapas sepantasnya di tengah orang ramai. Kubiarkan semuanya terlihat, walau efeknya, banyak mata mulai menatapku, menghakimi kemanusiaanku yang tentu saja tak sempurna.

Ah, tapi mungkin sudah saatnya tak lagi memikirkan apa yang dipikirkan orang. Aku akan memikirkan bagaimana aku melihat mereka, kalau memang aku hendak memikirkannya. Tabir pikiranku sendiri yang hendak kusibak.

Zen mengatakan, pikiran kosong adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Tak ada pikiran, tak ada penilaian, tak ada ketakutan. Tak ada yang lebih indah daripada telanjang, menjadi apa yang dilihat dan diterima. Aku menjadi tuan rumah yang terbuka bagi semua hal baik, melayani, mendukung.

Buku-buku kepribadian populer sekarang, banyak yang bicara tentang bagaimana meningkatkan nilai diri, membangun citra, me-recharge ego. Kita harus selangkah di depannya, menyeberangi dirimu sendiri, karena ada sesuatu yang lebih besar menunggumu di sana.

Aku bicara tentang menjembatani dunia di luar dan di dalam sepenuhnya, sampai tak satu pun tempat bagi kebohongan antara yang aku dan yang mereka.

Pada akhirnya kita datang dari nyala api yang sama, namun menjadi abu yang jatuh di sudut bayang berbeda. Dengan sedikit kata, kita bisa bertemu lagi, membentuk nyala api lagi, memberi hidup kepada apa yang disangka orang telah mati.

Ini hari, tak ada lagi yang butuh pesona kata-kata, karena hidup dan nasib sudah menagih bentuknya.

Iklan

8 thoughts on “Kata-kata yang Memesona

  1. Susie

    Kalau Bang Toga terjebak dalam rentetan kata2 yg mempesona , isinya pasti tentang cinta , cinta dan si Dia … hehehehe

    Gak usah di perhatikan Bang apa kata orang , yg terpenting tulisan itu membantu kita menemukan diri kita sendiri … yg lain suka ya di persilahkan baca , gak suka , ya suruh menjauh aja .. gampang khan ?

    Balas
  2. benbego

    “Zen mengatakan, pikiran kosong adalah jalan pintas menuju kebahagiaan. Tak ada pikiran, tak ada penilaian, tak ada ketakutan.”

    Mirip orang gila, cuma beda sadar ato nggaknya! 😀

    Balas
  3. Mei

    Seperti yang pernah di bahas juga, kenapa perlu takut menuliskan apa yang perlu di tulis? Blog juga blog milik sendiri, kalau pun di blog sendiri ajah gak ada kebebasan merangkai kata lagi, mati saja! 😀

    Tak perlu malu untuk ‘telanjang’, karena ketika ditelanjangi didepan orang yang memang mencintai diri, bukankah sebuah anugerah tersendiri?

    😀 *kembali merenung*

    Balas
  4. gama

    Nice blog………….

    Mohon maaf bila informasi ini mengganggu dan tidak berhubungan dengan tema sobat…..

    Saya hanya ingin berbagi sedikit tentang …..Cara tepat menyulap BLOG WORDPRESS menjadi sumber dollar.

    Sobat bisa jadikan wordpress menjadi blog bisnis. Setiap klik di blok sobat akan mendapatkan sekitar Rp.1,- sampai Rp.2,-. selama ini wordpress melarang penggunaan javascript sehingga untu memasukkan iklan insentif tidak bisa. Untuk itu sobat bisa memilih alternatif lain untuk dapat tetap memberikan dollar gratis.

    informasi dan petunjuk silahkan klik di :
    gallery-c5lxeuuycpfssic.usercash.com

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s