Jangan Ditunggu, Dia tak akan Pernah Datang

Aku bohong mengenai banyak hal justru karena selalu ingin kelihatan jujur. Tapi tidak tentang ini kali aku benar-benar menunggumu.

Mengapa kau buat aku sempat lari dari keyakinanku terdahulu, bahwa bentuk terbaik kita adalah bayang-bayang. Bayang-bayang tidak menodaimu, ia hanya menggodamu dengan cintanya yang tak bisa menyentuh, tapi bisa memenuhi celah hatimu sampai penuh, karena kenyataan yang hadir tak pernah utuh.

Dan cerita itu tak akan pernah selesai. Tali itu tak akan pernah tersambungkan. Aku mestinya sudah melihat akhir tragis itu, sebelum kau tampar telak untuk kali terakhir.

Semua telah mendapat hukumannya: ikan yang menggelepar karena keluar dari kolam, atau justru mereka yang tenggelam, karena memaksa dirinya menari di air bersama ikan-ikan.

 Mereka semua mati, karena memaksa hidup di tempat yang bukan habitatnya, merenggut mimpi yang bukan miliknya.

Dan penyebab semua kematian itu, pantas mendapat sesuatu yang lebih buruk dari kematian.

Dia akan membeku, karena menunggu sesuatu yang tak akan pernah datang.

Iklan

17 thoughts on “Jangan Ditunggu, Dia tak akan Pernah Datang

  1. venus

    been there, too.

    bang, tiap kali bang toga, coba inget ini…

    “capek saya kalo disuruh ngaku dosa, bang. saking banyaknya” jangan lupa lebih didramatisir dengan ‘pandangan mata yang kosong’

    mudah2an masih inget cara ketawa 😀

    Balas
  2. Enrik_SP

    >>Jejak.
    Hehehe, dari kemarin aku sudah mau bilang itu, soal benang merah itu.
    Aku melihatnya setelah menelusuri posting under tag atau kata kunci “soulmate”, selalu tentang seseorang yang jauh.
    And guess what! Cerita perjalanan bersama orang tercinta itu, his real life, ngga dikategorikan di tag soulmate.

    >>Lae Toga.
    Be careful with your feeling, with your “history”, or you may erase this comment the 1st time you see it. Sori Laeku.

    Oiya, udah lama kali Lae tak pernah nongol di warkop harapan. Sudah gila ngeblog rupanya! Cuma mau bilang, banyak fans yang menunggu permainan gitar Lae di sana.

    Balas
  3. ordinary

    hihihi… aq ga ikutan bang… cuma nonton gosip inpotainment di depan kompie neh
    *B Toga ternyata gitu yaa*
    wkakakakaka
    upss, ditendang pulak aku nanti dari blog ini

    Balas
  4. Toga Penulis Tulisan

    nieznaniez
    Masalahnya, ikan punya cara bercinta paling menyedihkan di dunia. Beneran. Pembuahan mereka, biasa disebut pemijahan, terjadi di luar tubuhnya. Tragis deh pokoknya.

    Balas
  5. meiy

    “Mereka semua mati, karena memaksa hidup di tempat yang bukan habitatnya, merenggut mimpi yang bukan miliknya.”

    duh, mati aku lae…mbacanya bikin… apa ya??

    bagaimana kalau tiru gajahku saja lae? skrg hidup di bukan habitat tapi masih happy hehe…

    aku br saja kembali ke ‘dunia nyata’ dr dunia tentram tanpa sinyal, tel, i–net, listrik…nyaman. utan kita. rasanya gak afdol kalau belum baca2 (pencerahan) disini.

    kapan-kapan datanglah ke camp-ku ya ketemu betina2 sexy itu (Olive, Ardana, Yuni, dll), gajah hihihi jgn mikir yuni sara doloe 😀

    banyak tmn2 jurnalis ambil foto, ada yg bikin film disana. kalau siang aku di garuda 61A, Sei Sikambing B, tel-ku 8452203. Kalo alamat rumah gak enak nulis disini. mampirlah ke rumah ato kantorku ya! ajaklah istrimu yg cantik itu n anak2 manis…tp siang suka gak ada orang….:p

    Balas
  6. LHYNAMARYA

    “Mengapa kau buat aku sempat lari dari keyakinanku terdahulu, bahwa bentuk terbaik kita adalah bayang-bayang. Bayang-bayang tidak menodaimu, ia hanya menggodamu dengan cintanya yang tak bisa menyentuh, tapi bisa memenuhi celah hatimu sampai penuh, karena kenyataan yang hadir tak pernah utuh.”
    pas banget sama yang pernah aku rasa………thanks dah memuitiskan apa yang kurasa’

    dan yang ini nih,

    “Semua telah mendapat hukumannya: ikan yang menggelepar karena keluar dari kolam, atau justru mereka yang tenggelam, karena memaksa dirinya menari di air bersama ikan-ikan.
    Mereka semua mati, karena memaksa hidup di tempat yang bukan habitatnya, merenggut mimpi yang bukan miliknya.
    Dan penyebab semua kematian itu, pantas mendapat sesuatu yang lebih buruk dari kematian.” bener bnget oleh apa yang kuduga….

    feeling and thinking kita kok bisa sama ya?,,,,hehehheh

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s