Malaysia Memang Berhak Sombong

Apa beda bangsa maju dengan bangsa Indonesia terbelakang? Banyak! Tapi baiklah, kita ambil satu saja untuk pelajaran hari ini. Ketika bercerita kepada anaknya, orang kita akan memulai dengan kalimat semacam, “Nak, dahulu kala, bla bla bla…”, sementara mereka, “Nak, suatu hari nanti, bla bla bla...Kita melongok ke belakang, dengan kebanggan yang basi tentu saja, dan mereka menatap ke depan, dengan semangat dan visi.Saya tidak bilang sejarah itu tak perlu. Perlu sekali malah, selama ia digunakan sebagai bahan untuk menatap ke depan. Tetapi bila kita berhenti pada tahap mengenang dan membanggakannya, sejarah akan menjadi candu, kalau tidak mau disebut racun.

Ketika Malaysia mencambuk TKW kita bak kuda pacuan, ketika mereka menyerempet di perairan Ambalat, atau ketika mereka kita tuduh mencaplok lagu Rasa Sayang, kita marah, dan mengatai mereka bangsa tak tahu diri.

“Dulu ngemis belajar ke mari, sekarang sudah jadi bangsa durhaka”.

Nah, dimulai dengan kata “dulu” kan?

Kita mestinya malu, mobil yang start sekian puluh tahun di belakang kita, sekarang kok sudah melesat jauh di depan, bahkan sudah meng-over lap kita, berkali-kali. Masa kita mau memaki begini, “Hei, jangan nyalip sembarangan dong, aku kan gurumu, kau di belakang saja, perhatikan caraku nyetir, biar kau makin mahir!”

Halah! Ini lomba, Pak. Latihan dan kualifikasi itu kemarin.

Bagus kita tutup mulut aja. Cek, mengapa mesin tak bekerja optimal. Perbaiki kebocoran oli, pemborosan bahan bakar, atau ban yang mengelupas. Bila perlu kita masuk pit dulu.

Maaf saja, Malaysia memang berhak sombong karena dia lebih baik, karena dia tak saja berhasil belajar dari sejarah, tetapi juga memahami apa itu masa depan, karena dia berakselerasi, sementara kita cuma ejakulasi dalam onani sejarah.

Sudah banyak contoh TKI diperlakukan seperti hewan di sana, toh arus pencari nasib ke negeri tetangga itu tidak berhenti. Tanya, kenapa?

Jangan protes kebiadaban mereka, tetapi bertanyalah, mengapa di tanah ini, Ibu Pertiwi tak lagi punya janji kehidupan buat anak-anaknya.

Bercerminlah pada bilur-bilur luka di punggung pahlawan devisa itu. Lihat, wajah siapa di sana, tangan siapa yang sebenarnya mengalirkan darah dari luka.

Foto di atas bukan diambil dari adegan film tapi adegan sesungguhnya dari seorang PRT bernama Ceriyati. Dia mencoba melarikan diri dari kondo majikannya tingkat 15, karena tidak tahan dengan penyiksaan yang dia alami. Mungkin masih banyak Ceriyati-Ceriyati lain yang bernasib sama, tapi mereka tidak tahu bagaimana harus mengelak dari kekejaman majikannya.

Iklan

21 thoughts on “Malaysia Memang Berhak Sombong

  1. Totoks

    Suatu hari nanti pasti kita akan memenangi pertarungan ini. Meskipun belum juara paling tidak sampai finish saja dulu. Setelah itu kita usahakan terus dengan kerjasama team yang bagus dan dukungan non teknis lainnya pasti kita juaranya. *ini A1 GP kan?* 😀

    Balas
  2. almascatie

    Jangan protes kebiadaban mereka, tetapi bertanyalah, mengapa di tanah ini, Ibu Pertiwi tak lagi punya janji kehidupan buat anak-anaknya.

    menarik sekali… masihkah kita mengamuk kerumah orang jika rumah kita sendiri ga kita urus? boro2 ngurus orang laen ngurus diri aja susah.. hehehehe
    *menyedihkan*

    Balas
  3. Diamond

    Dalam beberapa hal, Malaysia memang lebih baik dan maju daripada negara kita. Dalam hal pendapatan penduduknya contohnya, bisa sekitar 4 sampai 6 kali pendapatan pegawai2 kita baik negeri maupun swasta kecuali mungkin pengusaha tentunya. Sementara biaya hidup hampir sama dengan Indonesia, plus bonus untuk kemudahan pelayanan kesehatan dan pendidikan yang sangat murah.

    Sejauh yang saya tahu kita masih lebih maju dalam bidang kedokteran dari mereka, ini yg kadang2 sering dijadikan sebagai pengjibur karena masih banyak student mereka yg belajar di tanah air. Namun saya memperkirakan bahwa jika keadaan seperti ini berlanjut terus selama katakan 10 tahun tanpa ada perubahan2 berarti pd negara kita, mereka juga tidak akan melihat kita lagi dalam bidang kedokteran.

    Mengapa Ibu Pertiwi seperti tdk punya janji kehidupan ? Alasan lain lagi yg sering saya dengar adalah karena penduduk kita terlalu banyak sehingga susah diurus dan dimakmurkan. Ini alasan yg kurang pada tempatnya juga menurut saya, ok lah penduduk kita mungkin 10 kali lebih banyak tp jika melihat kekayaan negara kita, feeling saya mengatakan 20 atau 30 kali pun lebih banyak daripada Malaysia.

    Hal pertama yg saya tandai sewaktu pertama kali ke Malaysia (maksudnya semenanjung Malaya) adalah bahwa negara ini gersang, rumput pun akan rontok jika tidak kena air hanya dlm 2 atau 3 hari saja. Belum lagi jika berbicara mengenai kekayaan2 alam yg lain, minyak, gas, kayu, intan dll. Seorang insinyur tentu tahu kalo pulau Jawa saja dikelilingi sabuk gas dan minyak.

    Dengan kenyataan bahwa orang2 Malaysia keahliannya rata2 sama dengan kita, kemungkinan besar penyebabnya di sini adalah fungsi negara itu sendiri. Saya ingat ada seorang teman sewaktu menghadiri acara ceramah Tun Mahatir bertanya tentang faktor2 yg menghancurkan negara, jawaban beliau singkat, “saya kurang tahu faktor2 yg lain tp yg bener2 saya tahu penting adalah rasuha/suap”.

    Pegawai2 Malaysia jg tipikal, malasnya minta ampun, ya memang tidak semua, tp sudah rata2. Tapi memang mereka rata2 lebih jujur jika dibanding dengan kita dalam bekerja. Org boleh bilang bahwa belum tentu di tingkat atasnya demikian, tp toh nantinya pemimpin2 akan diangkat dari rakyat ini juga. Artinya jika pegawai2 yg berpotensi itu rusak maka Allah akan mengangkat orang yg paling zalim diantara kita sebagai pemimpin (bukan hanya presiden) sehingga pemimpin yg baik akan muncul dr rakyat yg baik, ini logis.

    Buruknya di Malaysia, soal pencurian budaya tampaknya sudak menjadi tradisi terutama dr Indonesia. Yg diklaim bukan hanya lagu tapi batik, wayang kulit, angklung, mkn sebentar lg budidaya anggrek. Ini sifatnya mumpung. Artinya mumpung saudara tua kita ini lemah, kita ambil saja kekayaanya untuk mencegahnya dr kepunahan sekaligus untuk mempersolek diri kita.

    Balas
  4. restlessangel

    heh, bener juga ya !!! br ngeh…

    wah harus hati2 sekali dalam berkata2 krn ia adalah energi yg pastinya menunggu untuk diwujudkan
    *halah lg belajar psikologi transpersonal, trus gini deh*

    mulai sekarang, kita harus mengucapkan :
    “indonesia hebat !!! warganya bangga jd WNI. kami menuju kejayaan bangsa kami !!!”

    amen.

    Balas
  5. unai

    Meski TKI dihajar dan tak sedikit yang meregang nyawa di sana, tapi tetap saja tak kapok mengadu di negeri kejam itu. lalu bagaimana tidakan pemerintah. Eh BAng saya suka kalimat ini….

    “Kita cuma ejakulasi dalam onani sejarah…”

    Balas
  6. jejakkakiku

    Ide menulis dapet dari blog mas iman kayaknya deh hehe..
    tapi memang pada saat kita tidak bisa bangga dengan apa yang kita punya, maka kita tidak akan pernah bisa maju.

    karena apapun yang terjadi akan tetap selalu kekurangan, seandainya saja kita bisa lebih bersyukur atas segala sesuatu yang bumi pertiwi ini sudah sediakan bagi kita. Saya yakin kita tidak kalah dengan negara manapun juga!

    Balas
  7. benbego

    malaysia sombong wajar, la kita, apa yg bisa kita sombongin. pulau aja mo diganyang malaysia, Duh indonesiaku.. kasian benar dikau..

    Balas
  8. sahat

    Betul lae, mereka memang berhak untuk sombong, dan untuk kita renungkan
    “Kalau kita masih bersikap seperti sekarang dan berkelakuan seperti sekarang percayalah bukan hanya pulau kita yang diembat, bukan pula hasil seni saja yang dicaplok , siap-siaplah Burung Garudapun bisa mereka sita ” MAU ? mari kita jawab TIDAK !!!

    Balas
  9. venus

    jadi inget buku pram. ada dialog antara minke dan sahabat2nya para noni belanda itu. kita melihat dunia ‘sebatas pulau jawa’, gak jauh ke depan, dan iya, kita memang terlalu besar kepala dengan idiom2 memabukkan yang gak guna itu.

    Balas
  10. venus

    maksud saya, kita selalu dicekoki bahwa bangsa kita bangsa yg ramah, berbudaya luhur blablabla….
    budaya luhur yg mana? sampai belanda datang, kita masih nyeker kok. itu kostum raja2 jawa plus para pengawalnya, belanda juga yg ngedesain kan? budaya apa lagi? sampe hari ini pun, kita belum terbiasa buang sampah di tempat sampah, misalnya. kita juga blm biasa bilang ‘maaf, terimakasih, permisi’ kayak bule2 itu. ya kan?

    kalimat2 sakti yg bikin mabok gak sadar2.

    Balas
  11. Hedi

    Menunjuk itu perlu, tapi memang harus diingat tiga/empat jari mengarah ke kita sendiri. Nyalahin malaysia, tanpa berbuat positif untuk indonesia, justru omong kosong ya, bang 😀

    Balas
  12. Susie

    melihat Indonesia yg sampai sekarang masih begini2 saja , Justru Indonesia harus banyak belajar dr sejarah … tak ada salahnya membuka lembaran2 lama utk di ambil hikmahnya , dari situ kita memperbaiki apa yg masih perlu di perbaiki dan mempertahankan apa yg sudah baik ..

    masalahnya adalah sifat khas bangsa kita memang lebih suka melempar kesalahan ke yang lain dr pd belajar dr kesalahan itu sendiri … dari situlah sampai sekarang yang membuat Indonesia kita tetap ” ketinggalan ” …

    Balas
  13. dhe'

    jadi TKI itu terpaksa bang, asli terpaksa hikhikhik ( menangis) , karena di negeri lowongan pekerjaan susah, mau jadi satpam ajah harus suap 3 bulan gaji…hukhukhuk

    Balas
  14. Toxic Brother

    Sama satu lagi. Orang Indonesia bisanya cuma komentar, diskusi, wacana, bikin blog. Liat aja, banyak talkshow di tipi yang gak tahu tujuannya buat apa.
    Mending kerja dulu aja yang bener deh.
    Jangan bikin komentar yang mencaci bangsa sendiri.
    Kasian sama orang-orang Indonesia yang sudah berprestasi menangin Olimpiade Matematika, Fisika, Kimia, sama Catur.

    Balas
  15. iman

    Allah menciptakan manusia bersuku2 dan berbangsa2 untuk saling mengenal dan bersatu…..apapun alasannya….KESOMBONGAN HANYA MILIK ALLAH…semoga di mengerti…

    Balas
  16. iman

    Allah akan membenci segala bentuk kesombongan….tak ada teori apapun yang bisa membenarkan sebuah kesombongan….karena mutlak milik ALLAH.

    Balas
  17. jad

    eh apaan lo?ini bukan soal mobil d salip,tp malon curi sgala dari indo.lagian mana ada sombong jadi hak,smua agamapun melarang sombong.bego lo.

    Balas
  18. jad

    eh apaan lo?ini bukan soal mobil d salip,tp malon curi sgala dari indo.lagian mana ada sombong jadi hak,smua agamapun melarang sombong.

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s