Patah Hati? Ah, Cinta Itu kan Lucu!

Di blog seleblog yang mana daripada yang mana aku adalah salah satu fansnya itu, aku bersabda berkomentar: “Maka sesungguhnya hati yang patah dan retak itu adalah karena mereka terlalu kaku dan keras. Ketahuilah, sesuatu yang lentur dan lembut itu tak akan terpatahkan, tak akan terkalahkan”.

Dengan cerdas sabda komen itu dibalas dengan titah: “Maka barangsiapa yang tidak kaku dan keras, tidak akan ada keasyikan sejati (yang bisa didapat) darinya.”

*****

kissed.jpgKalau mau melatih persepsi, cinta barangkali objek atau media berlatih yang sangat komplit. Sejatinya, cinta adalah energi positif dan bersifat membangun, membebaskan. Tapi bila salah menggunakan metode pendekatan, dia bisa begitu rumit dan negatif.

Mencintai berarti (siap) menderita. Nah, menghindari derita itu, sebaiknya janganlah mencintai. Masalahnya, seseorang akan menderita tanpa cinta. Bah! Bagaimana ini, mencintai menderita, tak mencintai pun menderita. Menderita ya menderita. Tapi untuk bahagia mestilah mencintai, mencintai untuk kemudian menderita. Dan penderitaan akan membuat seseorang tak bahagia. Jadinya, biar jangan bahagia, seseorang mesti mencintai, kecuali dia memang mencintai derita, atau bisa bahagia karena terlalu menderita atau sebaliknya, menderita karena terlalu bahagia. Ngga ngerti kan? Sama!

Sederhananya–nah, bisa sederhana dibuat rumit, penyakit penulis pemula!–cinta jika difokuskan ke satu titik, memang akan menjadi penyakit. Ia harus disebar ke segala arah, sebagian tertelan, lenyap seperti kerlip lilin direnggut pekat malam, tetapi sebagian lagi, betapapun redupnya, pasti akan terpantulkan kembali padamu, membuatmu ada.

Jangan dekati cinta dengan logika. Bikin capek. Kepada siapa kita mesti menuntut ganti rugi akibat dari jatuh cinta? Gravitasi bumi pun tak bertanggung jawab untuk itu. Tapi bukan pula berarti cinta tak ada ilmiah-ilmiahnya. Cinta itu konon sejenis reaksi kimia, itulah sebabnya pasangan kita kadang memperlakukan kita seperti senyawa berbahaya.

Seenaknya orang juga bilang cinta itu buta. Kalau bener, pakaian dalam kok makin laris aja? Dia justru sangat kasat mata, tak bisa disembunyikan, persis seperti pilek atau panu yang mekar di jidat. (Waduh, ngga tau diri banget dia ya cari tempat).

Tapi memang cinta bisa sembarangan juga. Umumnya kita jatuh cinta pada orang yang tak sungguh kita kenal. Karena jika kita sudah sungguh mengenalnya, kita bakal mengajukan gugatan cerai.

Tapi menikahlah. Paling tidak, kau bakal tau, siapa orang yang mestinya paling kau hindari di muka bumi. Dan kalau seseorang berhasil merebutnya darimu, jangan marah. Justru bersyukurlah. Tak ada cara balas dendam yang paling efektif, selain membiarkannya membawa orang yang memang tak pantas dicintai itu.

Dan dalam kesendiriananmu itu, jangan iri melihat seorang lelaki yang dengan gentle membukakan pintu mobil untuk istrinya. Salah satunya pasti baru: mobilnya atau istrinya, atau mungkin dua-duanya.

Jangan diambil hati celoteh ngawur ini. Aku cuma mau nunjukin, lewat ngutip sana-sini, membangun hubungan itu satu hal, mencintai itu hal yang lain. Be free, be happy. Jangan terlalu keras pada diri sendiri.

Menyerah, tak selalu berarti kau lemah. Bisa juga itu sebuah bukti, kau cukup kuat untuk membiarkannya pergi, karena seperti kaca, kadang lebih baik membiarkannya retak dan pecah, daripada memaksakannya menyatu lagi. Kau bisa luka. Dan sebuah luka baru, celakanya, akan menebar perih ke luka lama yang sebelumnya sudah mulai kau lupakan.

Toh dengan jendela yang kacanya pecah pun, seperti syair lagu Iwan Fals, kau akan tetap bisa memandang indahnya dunia, dan kembali jatuh cinta.

Lagian, aku kan masih di sini…

Wuakkss!

Iklan

31 thoughts on “Patah Hati? Ah, Cinta Itu kan Lucu!

  1. venus

    yah, bang. namanya juga anak muda,se-playboyplayboynya *halah* tetep aja sekali waktu pasti kesandung juga.

    percaya atau tidak, manusia memang aneh: sering menjatuhkan cinta (atau kejatuhan alias ketiban?) pada orang yang salah, yang tidak bersedia membalas cinta kita atau lebih parah, pada seseorang yang gak mungkin kita miliki cintanya.

    ini yg terjadi sama temen saya yg lagi ‘biru’ akibat cinta ini. dia jatuh cinta tapi nyaris gak mungkin buat mereka untuk memulai satu komitmen. ckckck….pasti sakit sekaliiii….

    herannya, kenapa HARUS SAYA yang jadi tempat bersandar dan ngadu menye2 ya? ah, biarlah. mungkin saya memang sahabat online yang paling oke, jadi dia percaya sama saya. itu aja.

    *ditampar bang toga*

    Balas
  2. Dion

    emang seh, kalo kita pikir sepintas, buat apa patah hati, tapi ketika patah hati itu datang menyapa pagi yang cerah… tak seorang pun yang tak menangis karenanya. patah hati emang menyakitkan, itu juga bila kita tak menganggap cinta itu lucu, jadi sakitnya patah hati tergantung dari cara kita melihat dan mengartikan cinta, kalo dianggap serius yah menyakitkan, bila dianggap hanya banyolan paling kita hanya tertawa bila sang patah hati datang menyapa.

    Balas
  3. Susie

    Dan dalam kesendiriananmu itu, jangan iri melihat seorang lelaki yang dengan gentle membukakan pintu mobil untuk istrinya. Salah satunya pasti baru: mobilnya atau istrinya, atau mungkin dua-duanya.

    Betul2 ngakak deh baca ini ………

    Balas
  4. ann!sha

    pak dion, jangan langsung nuduh gitu dong hehehe *lirik toga*. lagian, seperti dibilang, dia masih disini kan. ehemm.
    ps. apa enaknya keras terus-terusan. tul ga Ga?

    Balas
  5. Ina

    Dan dalam kesendiriananmu itu, jangan iri melihat seorang lelaki yang dengan gentle membukakan pintu mobil untuk istrinya. Salah satunya pasti baru: mobilnya atau istrinya, atau mungkin dua-duanya.

    *ngakak guling guling

    Balas
  6. Ina

    Putus hubungan dengan pasangan kita ternyata bukan akhir dari segalanya. Seperti juga bus kota, ketika yang satu pergi, yang lainnya akan datang.

    Bener nga Bang?

    Balas
  7. kw

    aku hanya mencintai seseorang yang tak mencintaiku. lalu aku berusaha melupakan, dan tak ingin jatuh cinta lagi seperti itu. aku ingin membagi cinta kepada banyak orang saja. 🙂

    Balas
  8. mei

    hati itu aku pikir seperti puzzle, saat hati itu hancur, puzzle itu juga akan berantakan, tapi dengan hati-hati saat kita membangunnya lagi sedikit demi sedikit untuk membuat puzzle itu utuh lagi dan tentu saja siap untuk jatuh cinta lagi =)

    Balas
  9. meiy

    duh lae postinganmu bikin gue senyam semyum, tadinya baca judul pengen mewek, secara aku lagi patah hateee hehehe

    yg penting: ‘aku masih disini’ ya lae?

    tanpamu, eh dia, sky is still blue ya gak…;)

    Balas
  10. unai

    uhuk…kirain postingan menye menye bang…

    “Umumnya kita jatuh cinta pada orang yang tak sungguh kita kenal. Karena jika kita sudah sungguh mengenalnya, kita bakal mengajukan gugatan cerai.”

    weits bener begitukah Bang?

    Balas
  11. Toga Penulis Tulisan

    Venus
    Sepandai-pandainya playboy merayap, suatu saat bakal terjungkal juga. Hmm, jadi tau, playboy itu sejenis reptil ternyata, dan Simbok adalah pawangnya. :))

    Dion
    Patah hati tak pernah terasa sebagai guyonan, tp orang yg patah hatilah yang sering dijadikan guyonan. Jadi, lenturkan hatimu, keraskan bagian lainnya.

    YS
    Yup, sialnya, yg matahin justru yg lembut.

    Pr4a
    Lagi manggul paan, Mas?

    Susie
    Tp kalo tak satu pun yg baru, mobil atau istri, pasti cintanya yg terus diperbarui. Ya kan Mba?

    Caplang
    100 dong, buat gw.

    Ann
    Keras terus-terusan, kalo pun tak sampe patah, minimal bakal lecet-lecet. Apa coba!

    Ina
    Yup. Seperti bus kota. Cuma, ada yg pake AC, ada yg nggak. Tp pasti ada bus berikutnya.

    KW
    Kedengerannya kok kayak mau hidup selibat di biara ya.

    Maya
    Nah, kalo patah lagi kemudian patah lagi, itu namanya apes.

    Mei
    Dengan syarat, tak satu pun potongan puzzle itu yg kececer.

    Balas
  12. Toga Penulis Tulisan

    Terpaksa jeda sebentar. :))

    Meiy
    Ujung2-nya promosi. Kuekekeke. Padahal udah stok lama non garansi.

    Nai
    Ketika sebuah tulisan rampung di buat, the author is dead. Ngga bertanggung jawab diriku. :))

    May
    Full engine? Wah, boros BBM tuh. 😛

    Balas
  13. jejakkakiku

    That’s is why don’t FALL in love, cause it HURTS you later, if you CRASHED. It will BRUISE yourself. It will BREAKS you to pieces…

    Why don’t you feel BEING in love, for once in your life?

    🙂 LYA

    Balas
  14. Ping balik: Setuju, emang lucu! :P « Ma-Me-Ma,, Just being Me!!!!

  15. Ping balik: Mencari cinta sejati « Alam Takambang Jadi Guru

  16. annisa

    gw banget ^_^…ka doni hadi saputra, saya sudah melupakan kamu~ hayahhh~…hahaha (kaya orangnya tau aja~)

    “Be free, be happy”

    “Toh dengan jendela yang kacanya pecah pun, seperti syair lagu Iwan Fals, kau akan tetap bisa memandang indahnya dunia, dan kembali jatuh cinta.”

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s