श्री अरविन्द…

“Jika kau bicara dengan orang-orang taat dan fanatik itu, kau akan membayangkan Tuhan itu tak pernah tersenyum.”

Aku kontan senyum membaca ucapan Sri Aurobindo, atau श्री अरविन्द dalam bahasa Sankskerta itu. Salah satu spirutualis terbesar dalam sejarah India ini, tidak secara jelas menyebutkan kalau taat dan fanatik itu salah, atau bahwa Tuhan itu sebenarnya suka senyum. Yang jelas, dia sedang menyindir sesuatu, dengan sangat manis. Senyum lagi ahh…

Tetapi guru kelahiran Kalkuta 15 Agustus 1872 ini tidak hanya “menyindir” orang taat, tetapi juga menohok, jelas dengan lebih telak, orang-orang yang justru sama sekali tak percaya.

“Mereka datang padaku dengan segepok bukti dan sederet logika, bahwa Tuhan itu tak ada. Tapi saya sendiri sudah melihat-Nya, mendatangiku, mendekapku. Nah, sekarang apa yang mesti saya percayai–rasio orang lain atau pengalamanku sendiri? Kebenaran adalah apa yang dilihat dan dialami oleh jiwa; selainnya cuma penampakan, dugaan, atau pendapat.”distancia.jpg

OK. Anda tak mau dikotomi antara yang percaya dengan yang ingkar. Politisi yang banting stir ke jalan Yoga ini, punya oleh-oleh untuk kita semua: yang beragama, yang agnostik, atau atheis, juga anjing!

“Kehidupan adalah kehidupan. Apakah ia ada di dalam diri seekor kucing, anjing, atau seorang manusia. Tak ada bedanya antara hidup seekor anjing dan seorang manusia. Pembedaan itu, cuma karangan manusia untuk kepentingannya sendiri.

Tapi bukan itu saja yang membuat aku agak “tergila-gila” dengan pemikir besar ini. Tak seperti pengusung spiritualitas lainnya, yang umumnya sok-sok akrab dengan kematian, dia justru orang yang sangat menghargai dan ingin merayakan kehidupan.

Tak perlu sampai meninggalkan bumi untuk menemukan Kebenaran, tak perlu harus mati dulu untuk bertemu dengan jiwamu, tak usah sampai menghindari seluruh gemerlap dunia, atau membatasi diri pada sebuah kepercayaan untuk memulai hubungan yang mesra dengan Dia. Dia ada di mana-mana, di setiap ruas ruang dan waktu. Kalau Dia sepertinya tersembunyi, itu karena kita tak mau sedikit repot menyibak tabirnya.

Jadi ingat ungkapan yang juga bernada celebration of life dari Sigmund Freud: Kehidupan begitu indah, utuh, dan lengkapnya, hingga ketika kematian datang mengendap mendekatimu seperti maling, dia tak kan punya apapun lagi untuk dicuri.

Huayoooooo…. merayakan hidup!

Oiya, mau lebih tahu atau kurang tempe dengan Aurobindo?

Iklan

15 thoughts on “श्री अरविन्द…

  1. kw

    ha ha ha aku dah gak mau capek lagi, jadi bikin tag seperti itu. untuk bang toga salam kenal. suka baca buku spiritual ya. atau jangan jangan anda seorang yogi?
    boleh dong bagi ceritanya…
    terimakasih

    Balas
  2. Moslem_Brotherhood

    Anda ini aneh. Ngaku muslim, tapi ngambil tuntunan kok dari mana-mana? Anda tau tidak Aurabindo itu nabinya Hinduisme?
    Dalami saja ajaran Islam biar Anda selamat. Jangan ikut-ikutan jadi corong pluralisme yang tujuannya memang merusak akidah.
    Semoga Allah mengampuni.
    Salam.

    Balas
  3. ordinary

    Suwer bang, tadinya aq dah siap2 keluar dari tempurungku.. mengecap kembali aroma fana dengan segala kekompleksannnya, tapi baru aja keluar selangkah.. trus baca post ini………………………………jadi pengen nyungsep lagi ke dalam tempurung. Pyiuuh bingung aq..
    *ginilah nasib manusia ber-otak lemot*

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s