Cara ‘Mudah’ Menjadi Dewa…

Inilah alasan kita bernapas, inilah tujuan kita melangkah, inilah yang dulu, sekarang, dan akan selalu kita cari. Di belakang topeng kemegahan dan ekspresi kemenangan yang selalu kita pertontonkan ke mata dunia, masing-masing kita sungguh makhluk yang sangat kesepian, begitu ingin dimengerti sepenuhnya, sangat berharap disentuh, haus sekali akan penghargaan.

All you need is love; terdengar klise sekali ya? Tetapi kadang sesuatu terdengar klise, karena dia memang kebenaran. Semua bentuk hubungan kemanusiaan, sesungguhnya bisa direduksi kepada kebutuhan paling asasi kita: being loved, ingin dicintai. Bahkan tindakan-tindakan paling mengerikan sekali pun. Bahkan bentuk-bentuk terburuk dari tindakan manusia yang kadang membuat kita geleng-geleng kepala dan mengelus dada.

Tentu saja, kehausan yang saya maksud, bukan hanya terhadap cinta dari seorang manusia; bagi sebagian kita, ada sesuatu di seberang sana, yang kita yakini bisa mencintai dan memperhatikan kita, dalam bentuk rasa yang terdalam dan kasih yang tersejati. Dan kita pun melakukan atraksi-atraksi atas nama iman, untuk menyenangkan Tuhan yang di “kejauhan” itu. Tetapi tetap saja namanya, kehausan seorang makhluk kesepian akan cinta.

Kehausan itu, jika tidak bisa terpenuhi, akan mendorong kita ke arah tindakan dan pikiran yang justru akan mengundang derita dan cemoohan dunia. Atas nama cinta, kita bertindak seperti tak lagi jadi manusia. Kita jadi aneh, memaksa, posesif, egois, dan dalam beberapa kasus: sadis! Banyak kan kasus, seseorang memutilasi orang yang sesungguhnya dicintainya. Bayangkan! (Jangan lama-lama ngebayangkannya, ntar lupa ngelanjutin bacanya).

Sepertinya sederhana ya? Hanya cinta! Dan betapa mudahnya, kelihatannya, menyiram bara kehausan itu, membubarkan kepungan rasa sepi itu. Lantas di mana masalahnya? Menjadi rumit, ketika kehausan akan kasih sayang itu mendorong kita keluar dari diri kita sendiri, sesuatu yang di dalam diri kita justru menjadi penghalang.

Andai semua bisa menerima kenyataan, bahwa cinta hanya bisa didapat dengan memberikannya, cinta hanya bisa ditabung justru dengan membelanjakannya, penghargaan bisa didapat justru dengan mulai menghargai, pengertian dan kepercayaan bisa dituai, justru dengan lebih dulu menabur pengertian dan kepercayaan.

Terlepas dari itu, pemahaman akan rasa haus setiap orang terhadap cinta ini, bisa menuntun kita ke sebuah sudut pandang baru, menjadi sebuah modal berharga untuk bisa mengerti orang lain, bahkan seorang asing yang bertemu di jalan kemarin siang. Mengerti bahwa semua tindakan berasal dari dorongan untuk dimengerti dan dicintai, akan menjadikanmu pohon kearifan yang teduh bagi semua pengembara yang kegerahan, semua pencari cinta yang kesepian.

Anda tidak akan melihat sebuah kekejaman sebagai kekejaman itu semata. Ada sesuatu di seberangnya. (Udah berapa kali sih aku pake kata seberang). Saya bukan sedang menggiring Anda untuk menyetujui semua kejahatan, tetapi agar bisa mengerti mengapa orang bisa menjadi jahat. Mengerti adalah satu hal, menyetujui tentu saja hal berbeda.

Di puncak pengertian akan misteri terbesar kemanusiaan ini, Anda akan melihat di seberang (nah, lagi!) kabut-kabut fantasi, di balik mulus dan wanginya topeng kecantikan, di belakang panggung mewah kemenangan dan selebrasi; setiap orang telanjang, kesepian, dan merintih kehausan akan cinta.

Dengan segelas saja air keikhlasan di tanganmu, kau akan menjadi dewa, bagi siapa saja.

Post Script: Atas permintaan “pemirsa”, ilustrasi telah diubah… Tp gambar lama tetap disimpan, siapa tahu ada yang minat. 😉

Iklan

23 thoughts on “Cara ‘Mudah’ Menjadi Dewa…

  1. mamasakura

    Bisa jg berlaku utk yg pengen jadi dewi kan? Soalnya, kalau maksa jadi dewa, gw harus ganti kelamin dong…
    You just said all the things which I have been meaning to say….I just could not find the words for. :))

    suka dengan cara anda menuliskannya, sepertinya anda bisa melihat ke dalam diri seseorang.

    again, sexy blog.

    Balas
  2. James Bond 007

    Posting yang menelanjangi kemanusiaan. Menulis hal-hal baik di blog seperti yang Abang lakukan tentu lebih mudah daripada mempraktekkannya 😉

    Tp paling tidak, tau caranya pun sudah jadi modal yg baik. Teruskan, Bang, kami mendukungmu.

    Ketik Go [spasi] Nesiaweek, kirim ke 007JAMES BOND!

    Balas
  3. Toga Penulis Tulisan

    @Sakura
    Bisa dong. Itulah tak adilnya dunia pada perempuan. Sy pernah nulis soal itu. Kata ganti untuk hal yang baik-baik, misalnya Tuhan, dermawan, dewa, biasanya maskulin, tp yg negatif, misalnya lonte, germo, dsb, biasanya feminim.
    Ngga usah ganti kelaminlah, nanti malah jadi DEWE! bukan dewa, bukan dewi. :))
    Sexy blog, maybe, but for sure, not sexy blogger.

    @Nai.
    tulisannya selalu memberikan pencerahan untuk orang lain…
    Hmm, cocok dong aku kerja di PLN, biar jangan mati trus listriknya. :))

    @James.
    What a great honour to have you here, Mr Bond. Asli ngga nih? Untuk ukuran agen British, u have an exellent Indonesian, Sir. :))
    Yep, dengan menulis, saya juga sedang mengajari diri sendiri. Itu target utamanya. Kalo kemudian ada juga yang “tercerahkan” seperti sanjungan Nai, ya Alhamdulillah banget, Pak, eh, Sir.

    Hehehe, kyk kontes Indonesian Idol aja. Atau KDI? Kasi tau tarif per sms-nya dunk…

    Balas
  4. jejakkakiku

    hohoh…sexy blog? that’s hahahaha…one thing!
    yang jelas blog ini sudah memberikan ‘pencerahan’ ke beberapa orang, dan dengan senang hati juga SELALU saya sebarkan ke beberapa orang yang memang MEMBUTUHKAN ‘pencerahan’ tersebut..

    atas nama mereka saya ucapkan TERIMAKASIH 🙂 atas SEMUA perasaan CINTA, TULUS dan KEIKHLASAN perasaan yang luar biasa dalam menuliskan semua tema disini 🙂

    Apakah dapat inspirasi dah ‘kitab’ yang saya bagikan salah satu ‘hasil’nya ini? heheheh…semoga!

    Peluksayangdariseberang
    Love it and LoveU!

    Balas
  5. venus

    wuah, kereennn…
    tapi pertanyaan saya: kalo ini tentang Tuhan dan cinta apalah tadi itu yang adanya cuma di seberang, kenapa gambarnya kayak gitu, bang?
    itu terlalu hot, bang! too hot to handle, bang! hiks…

    *untuk berlangganan, ketik INFO NESIABLOG, kirim ke 9288, tarif premium :))

    Balas
  6. yati

    aduh….saya comment apa ya? :p ga bisa nyaingin comment2 yg lain yg keknya ngerti banget yg ditulis… hahaha, ketahuan, iq gw ga nyampe, ga ngerti yg diomongin :p

    Balas
  7. Susie

    All you need is love……….
    Semua bentuk hubungan kemanusiaan, sesungguhnya bisa direduksi kepada kebutuhan paling asasi kita: being loved, ingin dicintai…………….

    Tulisan2 di atas saya cuplik dr tulisan Bang Toga , jujur filosofi di balik tulisan ini bener2 berhasil ( setidaknya saya mengertinya ) ……..
    tapi melihat image yg mewakili postingan ini ,cinta menjadi identik dengan sex atau keintiman badani ( sorry ini yg tertangkap di kepala saya ketika melihat imagenya , hihihi ) , apakah ini cinta yang anda yang maksud ??
    ketika anda membahas ttg cinta , lupakah anda ttg bentuk2 cinta yang lain ??
    Atau mungkin cinta di mata seorang laki2 identik dengan bercinta ya 😦 , wah kalah dong , ketika wanita mendengar kata cinta yang ada dalam bayangannya , adalah bunga ..kenapa bunga ?? bunga adalah simbol keindahan , karena memang cinta buat kami adalah sebuah keindahan , tidak perduli cinta itu buat anak , suami , orang tua , teman , bahkan ke Tuhan ………dll …………)
    Seperti yang anda tulis sebelumnya , wanita memang mempunya banyak hati ya ?? heheheh

    Balas
  8. Hedi

    Ya itu, dipikir karena cinta bisa bikin apa aja. Padahal itu artinya cinta yang ga murni lagi. Cintanya egois karena ada pamrih. Inginnya senang sendiri dengan syarat sang pasangan harus menuruti apa yang diminta. Malangnya, dalam praktek, banyak orang tua sering kali bersikap seperti ini dengan alasan demi masa depan si anak, bla…bla…bla.

    Balas
  9. Totoks

    Selama kita masih punya cinta… selama kita masih perasaan… selama kita masih punya nafsu… maka selama itu pula kita tetap menjadi seorang manusia… *so what gitu lho*

    Balas
  10. Toga Penulis Tulisan

    @Mei.
    Yuk berbagi cahaya, karena dengan membaginya, kita tak perlu takut akan meredup.
    The answer is Yes, absolutly Yes!

    @Iman.
    Yep… padahal cinta bukan perkara sepele, ya kan Pak…

    @Venus.
    Udah diganti Mbok. Gambar lama belum sempet di save as kan? 😛 Padahal, kt inspired by a hot picture in ur blog juga lo…

    @Yati.
    Kadang orang tak lagi ingin berkata-kata, justru karena udah mengerti sepenuhnya…

    @Susie.
    Sebenernya, sy cuma mo kasih ilustrasi orang “kehausan” lo Mbak. Suer… :))

    @Hedi.
    Iya, katanya jarak antara cinta dan kebencian itu setipis kulit bawang.

    @Totoks.
    Jadi, yg ngga punya cinta, bisa disamakan dengan hewan… Hmmm, masuk akal juga.

    @ Passya.
    Hehehe… Udah dapet Lae?

    @Aku… eh, Kamu, eh, Mei 🙂
    Masalahnya, make love itu perlu partner… Itu yg ngga selalu ada…

    Balas
  11. jejakkakiku

    @Lae Toga
    Kembali pada persepsi gambar yang sudah diganti, heheh…
    semua kembali ke persepsi orang masing2…:D
    Begitu juga dengan kata ‘make love’ doesn’t have to be like the way you imagine it, my dear 🙂

    U know what I mean? Remember about seeing from another perspective?

    LYA 😀

    Balas
  12. meiy

    mang gbr apaan lae, ko diganti *penasaran*

    duh jadi dewa, suse lae! gue sedang belajar ikhlas saja jungkir balik, kdg bisa kdg enggak.

    however, emang sih kutukanmu utk selalu berpikir membuat pembaca jadi ketularan juga…

    Balas
  13. mei

    Andai semua bisa menerima kenyataan, bahwa cinta hanya bisa didapat dengan memberikannya, cinta hanya bisa ditabung justru dengan membelanjakannya, penghargaan bisa didapat justru dengan mulai menghargai, pengertian dan kepercayaan bisa dituai, justru dengan lebih dulu menabur pengertian dan kepercayaan.
    —>semua teori bilang seperti itu bang, tapi sangat susah buat dilaksanakan, ada tips???

    Balas

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s