Hiduplah dengan Gairah, atau Matilah tanpa Keluh Kesah

GAIRAH bukanlah musim yang datang dan pergi; dia ada sepanjang tahun di setiap tahun. Bukan angin yang bertiup, melintas di koridor waktu, lalu hilang. Dia bisa terpendam, diam, kaku-bisu, tapi selalu ada di sana, menunggu untuk mekar membuncah, di luar kendalimu, di luar perintahmu, tetapi akan membakarmu dengan semarak apinya, jika kau buka jendela jiwamu untuk hangatnya.

Hidup memang sudah begini, dengan perih dan legitnya. Semua di luar kendalimu, kecuali dirimu sendiri, itu pun hanya bisa kau kendalikan dengan jiwa yang tenang, rileks, dengan membiarkan dirimu sendiri membuka, menyerahkan dirimu kepada sesuatu yang lebih besar.

Dengan penyerahan itulah akan kau hirup api gairah. Bukan “gairah” yang liar itu ya, seks ala binatang yang dijadikan judul film tahun 90-an itu. Saya bicara tentang perayaan kehidupan, tentang gairah yang bisa tertangkap dalam foto kenangan, gairah yang bisa ditumpahkan ke dalam tulisan, gairah yang bisa membuatmu tidur dengan tenang, gairah yang membuat kata “lelah” mendadak hilang dari kamus hidupmu.

Sama sekali bukan lidah api yang menjilat tanpa arah itu, bukan badai yang memporandakan semua, bukan kecelakaan-kecelakaan berbuah penyesalan itu. Jauuuh, plis deh.

Gairah yang mengalir dalam dirimu, merasuk ke seluruh pembuluh darahmu, menjadi bagian dari dirimu, menjadi pengembangan dirimu, seperti diplomat yang berbicara atas nama jiwamu yang terdalam, begitu dalamnya sehingga kadang ia tak terasa ada di sana.

Itulah yang membuatmu bergerak, memberanikanmu menyentuh, memungkinkanmu merasa. Biarkan ia ada di setiap harimu, di setiap momenmu, di setiap sentuhanmu, di setiap ciumanmu.

Tanpa gairah, hidup sungguh tak layak dijalani, karena usia akan terasa seperti hukuman. Beneran deh, lebih baik mati saja, itu pun jangan dengan keluh kesah, jangan membebani mereka yang memilih tetap melanjutkan hidup dengan gairah.

Iklan

10 thoughts on “Hiduplah dengan Gairah, atau Matilah tanpa Keluh Kesah

  1. nesia Penulis Tulisan

    @Maya.
    Kebanyakan rokok malah bisa-bisa ngga idup.

    @Irdix.
    Beberapa kali daku singgah ke apapun-mu itu, kok isinya blank yah… Ada apa dengan apapun?

    @Meiy
    Namanya jg sekampung. Sinyal gairahnya kerasa kale. :))

    @Mei
    Makacih…(eh, ngga bole ya?)

    @Venus
    Iyah Mbok. Tanpa passion, apapun yg kita lakukan, bakal kerasa sebagai tugas.

    Balas
  2. irdix

    blank ?
    hmm…. *mikir*
    hampir tiap hari aq liat bang dan gpp sepertinya.. mungkin ada pembatasan di tempatnya yang anggep apapun-ku termasuk kategori dewasa *halah* :p coba lagi aja bang..

    Balas
  3. Ping balik: Pesona Bunuh Diri yang Menggoda « Nesiaweek Interemotional Edition

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s