Ini Ramadhan, tapi Janganlah Berdagang dengan Tuhan

Di mimbar masjid, seorang ustadz sedang berceramah dengan bersemangat. “Kaum muslimin dan muslimat, alangkah ruginya mereka yang tidak memperbanyak ibadah di bulan istimewa ini. Mengapa? Karena di bulan ini, Allah SWT melipatgandakan pahala segala amal ibadah. Ini waktunya meraih pahala sebanyak-banyaknya, sebagai modal kita kelak untuk masuk sur?”

“Gaaa…” Ibu-ibu menjawab serempak.

*****

Benarkah di bulan ramadhan setiap kebaikan diganjar lebih daripada 11 bulan yang lain? Bener dong. Masa Allah dan rasul-Nya bohong. Salahkah bila kaum muslimin dan muslimat mengikuti anjuran si ustadz, “menggenjot” amal ibadah di bulan ramadhan? Nggak dong. Masa memperbanyak kebaikan bisa salah.

Sama sekali ngga salah. Namun akan lebih baik lagi, bila kebaikan dilakukan bukan atas dasar hitung-hitungan pahala itu. Emangnya mo belanja ke mall, digenjot pas lagi musim sale?

Berlapar-lapar puasa, kekna baru ada gunanya, bila kemudian melatih kita berempati kepada puluhan juta orang kelaparan di seluruh dunia. Selapar-laparnya Anda yang berpuasa, maghrib nanti sudah ada kepastian derita itu akan berakhir. Sementara mereka yang lapar karena memang tak ada yang bisa dimakan?

Bila sehabis ramadhan tetep aja pelit, tetap aja sedikit pun ga bisa ngebayangin perihnya rasa lapar (yang sesungguhnya), duh, gimana yg bilangnya… Kalo gw bilangin, “Mending ga usah puasa deh,” ntar keluar deh fatwa darah gw halal diminum.

Puasa hanya sebuah musim, tetapi kebaikan dan kasih sayang mestinya setua gurun sebening embun.

Bila setelah berhasil menahan rasa lapar “sebulan” penuh, kita lantas membayangkan sudah menggenggam tiket freepass masuk ke surga, betapa terbahaknya, atau justru geramnya, malaikat yang mendampingi mereka yang kelaparan, nyaris sepanjang usianya.

Udah ah. Serem.

Selamat berpuasa, semoga berkah ramadhan menebar ke semua kita, siapapun saja.

 

 

Iklan

21 thoughts on “Ini Ramadhan, tapi Janganlah Berdagang dengan Tuhan

  1. irdix

    well itu salah satu sebabnya saya hanya merindukan merindukan bulan ‘suci’ ramadhan karena saya pengen ketupatnya aja.. dan ketemu sodara-sodara.. dan beli baju barunya.. dan kumpul sama keponakan-keponakan..

    there is no such freepass ticket to the heaven.. ehhehee.. kayak surga itu ada aja..

    kalo neraka sih ada.. hehe..

    sudah banyak yang mulai menyambut ramadhan.. mulai dari maling yang masuk rumah, perampokan, pencopetan, dan segala persiapan menghadapi Hari Raya.. ehhehehe.. tragis yah ?

    Balas
  2. "abangnya" si gibran

    puasa. yang kubayangkan pertama adalah kolak pisang, asupan favoritku sejak kanak-kanak. yang paling tak bisa kutahan adalah merokok.

    tahun pertama-kedua berpuasa aku ikut-ikutan doktrin bahwa pahalaku akan lebih banyak dan dosaku akan dikorting.

    sekarang aku tak lagi memikirkan pahala dan diskon-diskonan itu. karena sekhusyuk apapun aku berpuasa dalam sebulan, toh 11 bulan lainnya aku tetap melakukan dosa.

    aku tidak ingin mendapat kemudahan vip dari staf TUHAN bahwa dosa-dosaku yang 11 bulan akan diampuni cuma karena beribadah dalam sebulan.

    tapi ada satu hal yang selalu kuperoleh setiap berpuasa: kesadaran bahwa aku belum semiskin orang lain, belum selapar orang lain, belum sesakit orang lain, belum semenderita orang lain.

    pada akhirnya puasa meninggalkan catatan untukku: miskin itu susah, susah itu lapar, lapar itu sakit, sakit itu menderita — maka jangan cuma berkata “kasihan ya” bila bertemu dengan orang miskin dan orang sakit.

    untukmu, laeku toga,
    maaf batin saja — karena kita belum pernah ketemu. selamat menunaikan ibadah puasa di bulan penuh berkah.

    Balas
  3. venus

    kata orang, jangan beribadah cuma karena takut panasnya api neraka, atau segitu ngebetnya pengen masuk surga. beribadahlah karena kita mencintai Dia. sederhana banget.

    anyway, bang. met puasa, maap lahir batin yak?

    Balas
  4. lucifer

    kalau memang surga dan neraka ada,boleh aku minta petanya? kenapa orang harus menunggu Ramadhan untuk meningkatkan ibadah dan membatasi aktivitas maksiatnya?

    sebenarnya,siapakah DIA dan anda sehingga harus berpuasa?

    Balas
  5. restlessangel

    wow…..senada seirama ^^

    iyah, lama-lama gw empet banget dg para oportunitis yg menjual Gusti dan agama, palagi di musim eh bulan puasa ini.

    kenapa tiap puasa, kok keluar semua ya, jajanan dan khasanah kuliner yg enak2 dan langka^^
    kenapa puasa kok iklan2 jadi heboh gitu yaaa…

    males banget liat tayangan ramadhan di tv2 itu.

    (eeeh, rada di luar topik ya^^)

    Balas
  6. Marudut p-1000

    Salam kenal lae toga

    Bulan puasa ,seharusnya adalah bulan penuh berkah, tapi sekarang ini malah membawa susana yang mengerikan (teror) dibanding sekitar tahun 80 an. Kita bisa lihat ,warung-warung makan kecil dihantui ketakutan untuk berjualan padahal keluarga mereka hanya bisa makan kalau mereka berjualan pada hari itu. Malah di daerah seperti aceh,padang, makasar,tangerang dll kalau kedapatan berjualan makanan maka para polisi agama biadab itu menghancurkan tempat usahanya. Itu dari sisi makanan.

    Kengerian berikutnya adalah terjadi pada saat jam sahur, suara azan yang keluar dari mesjid untuk membangunkan orang sahur rasanya sangat mengganggu kenyamanan orang lain yang tidak perlu ikut sahur. Yang lebih parahnya lagi adalah terdengar juga kata-kata dari speaker mesjid yang mengatakan, “kalau yang tidak bangun adalah kafir” dan dilakukan secara berulang-ulang dengan volume maksimal.

    Itu pada bulan puasa. Lain lagi pada malam takbiran. Dulu aku suka juga ikutan takbiran karena aku menganggap itu adalah pesta rakyat dan susananya penuh dengan suka cita. Dari sore kami sudah mempersiapkan mobil yang akan kami gunakan malamnya. Sekarang, takbiran kulihat telah menjadi ajang pelampiasan kebencian. Orang-orang yang ada di atas truk menyalakan mercon dan melemparkannya ke arah mobil lain, tentu hal ini sangat berbahaya. Mereka juga menguasai seluruh jalanan dan tak mengijinkan kendaraan lain melewatinya. Kadang-kadang keluar juga kata-kata yang menghujat agama lain.

    Bagiku situasi di atas merupakan cerminan dari kemunduran peradaban, dimana manusia bukannya makin civilized tapi malah menjadi barbar. Ada yang salah di negara ini!!!

    Selamat berpuasa lae….horas

    Balas
  7. restlessangel

    @ marudut :

    masak si bang, di bbrp daerah sampe kaya gitu ??? kl iya, parah benerrrrr. soal adzan, wah setuju bgt !!!! uda gitu biasanya ditambah polah anak2 yg bengakbengok jejeritan gak karuan di corong mike, pas menjelang maghrib. eh ga cuma puasa aja tuuuh. bener2 ortunya paraaahhhh.
    kampungku bbrp tahun lalu kaak gitu, bahkan kita yg puasa pun terganggu bgt. sampe bapakku turun tangan dan negor takmirnya. krn bapakku galak dan disegani di kampung -hehe- alhamd….uda bbrp tahun ini adem.

    wah nulis surat pembaca di koran ahhh….ayo bang, biar para grass root itu rada nyadar 😕

    Balas
  8. Ping balik: Untuk Apa Berpuasa? « Mr. Firex-S

  9. Ping balik: WellCome To My Home Page « Ddy Taskal

  10. Ping balik: My Blog » Blog Archive » “Apa Arti Berpuasa”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s